
saat ini Eve sedang berada di gajebo taman belakang nya sambil memperhatikan Dino yang saat ini sedang berlatih, sudah sebulan sejak pelatihan Dino di mulai
sekarang tubuh Dino terlihat lebih berisi karena terdapat beberapa otot besar di bagian tubuh nya, bahkan dia tidak terlihat seperti anak yang berusia sebelas tahun
woah, kau dapat kiriman bunga lagi kak ". seru Dino ketika melihat Eve yang saat ini sedang memegang bunga
hmmm". jawab Eve sambil menaruh bunga tersebut di atas meja
kau sudah selesai". tanya Eve sambil melihat ke arah Dino
sudah". jawab Dino sambil mengangguk
Eve bangun dari duduknya lalu melemparkan sesuatu ke arah Dino
hah apa ini, pedang kayu". ucap Dino sambil melihat pedang di tangan nya
iya, aku akan mengajarkan mu sebuah tekhnik yang cocok untuk anak muda seperti mu yang bahkan tidak memahami dasaran mana". ucap Eve sambil berjalan ke arah Dino
sebuah tekhnik, apa itu".
aku malas menjelaskan nya, jadi kau pahami saja sendiri". ucap Eve sambil menaruh kedua jari nya di dahi Dino
saat Eve menyentuh kening nya, Dino merasakan sesuatu yang mengalir ke dalam kepala nya dan setelah itu tiba-tiba saja Dino seperti melihat sebuah ilusi gerakan seseorang yang sedang bermain pedang dalam pikiran nya
woah apa itu". ucap Dino
itu contoh tekhnik yang akan kau pelajari,
aku akan memberi mu waktu satu jam untuk memahami itu". ucap Eve sambil kembali duduk
aku mengerti". ucap Dino, setelah itu dia lalu duduk bersila sambil memejamkan kedua matanya
kau harus fokus ". ucap Eve saat melihat mata Dino yang terus saja bergetar
baik". ucap Dino,
setelah itu Dino lalu kembali mencoba agar menjadi lebih fokus dengan cara mengosongkan pikiran nya
beberapa menit kemudian, Dino membuka matanya sambil menghela nafas pelan
aku tidak bisa fokus". gumam Dino, setelah itu dia lalu melihat ke arah Eve
kak". panggil Dino
ada apa". ucap Eve tanpa melihat ke arah Dino
emm, aku lapar". cicit Dino sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal
__ADS_1
Eve mengalihkan perhatian nya dari buku dan melihat ke arah Dino yang saat ini sedang menggaruk kepala nya sambil cengengesan ke arah nya, Eve lalu menutup buku nya dan berdiri
ayo, lagi pula ini sudah waktunya makan siang". ucap Eve sambil berjalan pergi meninggalkan gajebo lalu di ikuti oleh Dino dari belakang
setelah selesai dengan acara makan nya Dino kembali melanjutkan latihan nya, kali ini dia bisa melakukan dengan sangat baik karena perut nya sudah terisi dengan penuh
tuan, apa kau yakin dia akan memahami tekhnik itu tanpa harus kau jelaskan terlebih dahulu pada nya". ucap Oreo
tentu saja, Dino itu sangat pintar".
tekhnik yang Eve ajarkan itu sebenarnya sangat sederhana, hanya mengayun kan pedang secara pertikal dan horizontal, namun itu terkesan cepat kuat dan tajam lalu dasaran nya itu kunci dari setiap gerakan dan jangan sampai kehilangan fokus
Dino membuka mata nya setelah memahami semua maksud dari tekhnik tersebut, dia lalu bangun dan memasang kuda kuda.
Dino mengangkat pedang nya lurus ke atas lalu mengayun kan nya ke depan secara Vertikal
semakin aku meniru apa yang aku lihat di dalam kepala ku, dan setiap kali aku mengayun kan pedang ku, otot otot di tubuh ku rasa nya menjerit kesakitan tapi entah kenapa aku juga merasa rileks secara bersamaan ". batin Dino
itu terlihat sederhana tapi sebenarnya di setiap tebasan itu terasa sangat kuat dan tajam". ucap Oreo sambil melihat ke arah Dino
apa nama tekhnik yang kau ajarkan pada nya".
tidak tahu, aku tidak sempat memberinya nama". ucap Eve santai
hah, apa itu tekhnik yang kau buat sendiri". ucap Oreo terkejut
tuan, kau pasti bercanda kan".
kenapa, kau tidak percaya".
tentu saja, kau itu seorang penyihir bagaimana mungkin kau bisa menciptakan tekhnik berpedang".
aku sedang bosan saat itu".
apa, bosan? , kalau begitu kenapa kau tidak membuat ramuan atau tidak mencoba jenis sihir yang baru saja, kenapa malah belajar tekhnik pedang".
memangnya kenapa, aku hanya ingin belajar sesuatu yang baru".
Oreo membuka mulutnya dengan lebar merasa shock dengan jawaban santai yang Eve berikan, seolah-olah itu hal biasa bagi nya
orang genius memang menakutkan, bahkan saat merasa bosan pun dia bisa menciptakan sebuah tehknik yang sangat mematikan seperti itu". batin Oreo
hebat, bahkan belum ada satu jam, kau sudah berhasil memahami tekhnik yang ku berikan". ucap Eve sambil bertepuk tangan
kakak". ucap Dino sambil melihat ke arah Eve yang berada di belakang nya
kerja bagus". ucap Eve sambil mengusap kepala Dino
__ADS_1
hehee, terima kasih". ucap Dino dengan malu
sekarang coba lawan aku juga". ucap Eve sambil mengangkat sebuah pedang yang terbuat dari es di tangan nya
kak, kau yakin mau menggunakan pedang es itu". ucap Dino sambil menunjuk pedang di tangan Eve
kenapa, kau takut pedang ku akan patah". ucap Eve dan di balas anggukan oleh Dino
kau tenang saja, untuk saat ini kau tidak akan mungkin bisa bahkan hanya untuk menggores ku". ucap Eve dengan smirk nya
baiklah, aku akan mulai ". ucap Dino
Dino lalu mengayunkan pedang nya ke arah Eve, namun Eve berhasil menangkis dan menghindari nya dengan mudah, saat melihat Eve menghindar Dino lalu kembali mengarah kan pedang nya berniat untuk menebas kepala Eve, namun Eve membungkuk kan tubuh nya dan menghindari serangan Dino
Dino melotot kan mata nya kaget saat melihat Eve yang tiba tiba saja mengarah kan pedang ke arah wajah nya, Dino dengan cepat mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan tersebut, terlambat sedikit saja kepala nya mungkin akan terbelah dua
tadi itu sangat berbahaya". batin Dino
tidak berhenti di sana, Eve lalu berlari ke arah Dino dan langsung menyerangnya, namun Dino berhasil menangkis pedang yang mengarah kepada nya
apa apaan, itu sangat cepat". batin Dino
Eve tersenyum karena melihat Dino yang berhasil menahan serangan nya, setelah itu dia lalu kembali menyerang Dino, semakin lama pertarungan maka semakin cepat pula serangan yang Eve berikan
karena merasa terdesak, Dino pun menambah kan kekuatan pada setiap tebasan pedang nya lalu menyerang Eve dengan cara seagresif mungkin
dia tahu cara untuk menyerang dengan agresif pada lawan nya, dan fokus nya dalam menyerang juga tajam". batin Eve sambil melihat ke arah Dino
Dino terkapar sambil terengah-engah akibat kelelahan setelah sparing melawan Eve, tiba tiba dia merasakan usapan lembut di kepala nya
kau sudah bekerja keras". ucap Eve sambil tersenyum ke arah Dino
sekarang istirahat lah, kau pasti lelah kan ".
baik kak". ucap Dino, setelah itu dia lalu bangun dan pergi meninggalkan Eve
Eve melirik ke arah salah satu pohon yang ada di sana, dia lalu mengambil sebuah kerikil kecil dan melemparkan nya ke dahan pohon tersebut, setelah itu terdengar bunyi gedebuk karena ada sesuatu yang terjatuh di sana
ambil". ucap Eve pada Oreo
siap bos ku". ucap Oreo sambil berjalan ke arah pohon tersebut
tidak lama kemudian, Oreo pun kembali dengan membawa seseorang di mulut nya, setelah itu dia lalu melemparkan nya ke hadapan Eve
kau siapa". ucap Eve sambil menyodorkan pedang nya ke arah orang itu
🐱:apa kata kata nya mudah di pahami, maafin ya kalo misal nya pemilihan kata nya bikin kalian pusing, aku masih amatir dan ini pertama kali nya aku buat novel, semoga cerita nya menghibur dan gak bikin bosen
__ADS_1
Terimakasih ᰔᩚ