Transmigrasi Mage

Transmigrasi Mage
03


__ADS_3

16 tahun kemudian....


Eve tumbuh menjadi gadis cantik dan terkenal akan ke geniusan nya, saat umur nya yang ke 1 tahun dia sudah bisa berbicara dengan lancar dan saat usianya yang ke 5 tahun dia sudah bisa menghapal semua buku yang bahkan sulit untuk di mengerti oleh orang dewasa


seorang kakek yang kira kira berusia 80 tahun sedang berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung nya tengah memandang ke arah luar jendela, di belakang nya ada sepasang suami istri yang sedang duduk di atas sofa sambil melihat ke arah nya


"Ayah, apa kau benar-benar akan mengirim Eve ke kota D yang itu, bukan kah ayah juga tahu seberapa bahayanya kota itu". ucap Samuel dengan menggebu-gebu sedang kan Lyora dia hanya bisa diam sebab dia tidak tahu harus berbicara apa


"aku tidak akan mengubah keputusan ku".


"kenapa, apa karena ayah akan menjadikan Eve penerus ayah".


pria itu lalu berbalik dan menatap orang yang ada di depan nya


"benar, kau tahu betapa pintar nya putri mu itu, setelah dewasa dia akan menjadi orang yang luar biasa karna bakat nya". ucap nya


"tapi Eve masih kecil dia bahkan belum menamat kan sekolah nya, apa ayah harus mengirim nya ke tempat berbahaya seperti itu hanya untuk menjadi penerus".


pria itu menghela nafas


"aku mengerti bagaimana perasaan mu, tapi dia harus tumbuh menjadi kuat agar bisa melindungi dirinya sendiri karna dia akan berada dalam bahaya kapan pun dan di mana pun dia berada, musuh keluarga kita tersebar dimana mana dia harus bisa menghadapi semua bahaya itu selama nama Anthony tersemat di belakang nama nya".


"tidak bisakah dia belajar di sini saja, ayah bisa mengajari nya kan".


"itu berbeda, dia harus menghadapi nya secara langsung agar tahu apa perbedaan nya".


Samuel sangat tahu apa maksud dari ucapan ayah nya hanya saja dia merasa tidak rela jika harus berpisah dengan putri nya dia takut akan tetjadi sesuatu yang akan melukai putri kesayangan nya itu


"tapi ayah".


"cukup, aku tahu apa yang terbaik untuk cucu ku. aku mengirim nya pergi karna aku tahu kemampuan nya dia akan baik baik saja kalian pergilah urus semua keperluan nya sisa nya biarkan aku yang tangani". ucap pria itu tegas


"baiklah".


setelah berpamitan pasangan itu lalu pergi meninggal kan pria tua itu sendirian di dalam ruangan nya, sementara itu Eve saat ini dia sedang tertidur di atas pohon di temani kucing hitam nya Oreo Eve memberikan nama Oreo karena dia pikir bulu nya yang berwarna hitam mirip seperti kue Oreo sedang kan kucing itu dia hanya bisa menerima nama apapun yang di berikan oleh tuan nya


"tuan, ada orang yang mendekat ke sini". ucap Oreo


Eve hanya berdehem saja karna dia sudah tahu orang yang mendekat ke arah nya adalah salah satu pengawal pribadi ayah nya


"nona muda, tuan menyuruh saya untuk membawa anda menemui beliau".

__ADS_1


Eve membuka mata nya dan melihat orang di bawah nya setelah itu dia lalu melompat turun dari atas pohon tersebut


"paman Andre, kenapa ayah mencari ku". ucap nya


"maaf nona saya tidak tahu". ucap paman Andre sambil menggeleng kan kepala nya


"begitu ya".


setelah itu Eve lalu mengikuti Andre dari belakang menuju dimana ayah Eve berada, setelah sampai di tempat tujuan Andre langsung berpamitan dengan sedikit membungkuk kan badan nya lalu pergi meninggal kan Eve sendirian di depan pintu


Eve mengetuk pintu tiga kali dan menunggu suara seseorang yang menyuruh nya untuk masuk setelah itu dia lalu membuka pintu tersebut dan memasuki nya


setelah masuk Eve melihat seorang pria berjas tengah duduk di atas sofa sambil memegang segelas kopi di tangan nya,


"ayah".


pria itu mendongak dan melihat Eve yang tengah berdiri tidak jauh dari nya dia lalu menyuruh Eve untuk duduk di hadapan nya, Eve menurut saja dia lalu duduk di depan ayah nya dengan Oreo di pangkuan nya


"mulai besok kau akan tinggal di kota D dan bersekolah di sana". ucap Samuel langsung pada inti nya karna dia tahu putri nya sangat tidak suka bertele-tele


"Baiklah". ucap Eve dengan tenang


Samuel sudah menduga jika Eve tidak akan menunjukan reaksi apapun, walau pun Eve adalah anak nya tapi dia tidak tahu jalan pikir nya sama sekali


"apa di sana seberbahaya itu". tanya Eve


Samuel mengangguk


"benar kota D juga di juluki kota nya para iblis karna saking banyak nya kasus pembunuhan terjadi di sana".


"apa pemerintah di sana tidak melakukan tindakan apa pun".


"tidak², kota D tidak seperti kota lain yang di pimpin oleh seorang pemerintah tapi di sana mereka di pimpin oleh seseorang yang menurut mereka paling kuat di kota itu".


"hmmm menarik, aku jadi tidak sabar ingin cepat² pergi ke kota itu". ucap Eve dengan smirk nya


"jangan menjadi anak nakal dan tetap berhati hati jangan percaya pada siapa pun di sana".


"aku mengerti ayah". ucap Eve sambil tersenyum ke arah Samuel


"ayah dan ibu akan sesekali pergi untuk mengunjungi mu sekarang pergi dan istirahat lah karena besok kau akan melakukan perjalanan yang sangat melelahkan kan". ucap Samuel sambil mengelus kepala Eve

__ADS_1


"baik ayah kalau begitu aku pergi dulu". Eve lalu membungkukan sedikit badan nya dan pergi meninggal kan ruangan itu


...----------------...


ke esokan harinya, Eve bersiap hanya dengan memakai switer dan celana panjang warna hitam nya dia lalu berjalan keluar di ikuti Oreo di belakang nya


di ruang keluarga dia melihat kedua orang tua dan juga kakek nya tengah duduk sambil menunggu kedatangan nya, Eve lalu berjalan mendekat ke arah mereka lalu menyapa nya


"kau sudah siap sayang". tanya Lyora dan hanya di balas anggukan oleh Eve


"ingat kau harus menjaga kesehatan mu di sana, makan lah tepat waktu jangan terlalu sering memakan makanan instan dan jangan tidur larut malam mengerti". ucap Lyora sambil memegang kedua pundak Eve


"aku mengerti ibuku sayang". ucap Eve lalu mencium kedua pipi ibu nya tersebut


sedangkan ke dua pria di sana hanya menggelengkan kepala nya saja melihat kelakuan anak dan ibu di hadapan mereka


Eve lalu berpamitan kepada ayah dan kakek nya setelah itu dia lalu berjalan ke arah mobil dan memasukinya dan pergi meninggal kan mereka semua


Eve memilih tidur di dalam mobil nya karna akan membutuhkan waktu hampir 5 jam untuk sampai ke tujuan nya


Eve sampai di kota D saat hari sudah menjadi sore dia lalu turun keluar dari mobil nya dan melihat bangunan yang cukup besar di depan nya


"bukan kah kakek terlalu berlebihan rumah ini terlalu besar untuk aku tempati seorang diri".gumam nya


Eve lalu berjalan masuk kedalam rumah itu di ikuti oleh dua orang pengawal yang membawa semua barang bawaannya saat membuka pintu dia di sambut oleh seorang wanita paruh baya


"Apa anda nona Evelyn". ucap wanita itu dan di balas anggukan oleh Eve


wanita itu lalu mempersilahkan Eve dan kedua pengawal itu untuk masuk dan duduk di sifa ruang tamu namun Eve menolak dan meminta nya untuk menunjukan dimana letak kamar nya berada


"saya akan menunjukan dimana kamar anda". Eve lalu mengikuti wanita itu dari belakang, mereka menuju ke lantai atas dan berhenti di depan pintu yang di cat berwarna coklat


"ini adalah kamar anda nona".


Eve mengangguk, lalu menyuruh kedua pengawal itu untuk menaruh semua bawaan nya di dalam


"kalau begitu saya pergi dulu nona, jika anda butuh sesuatu tolong panggil saja saya". ucap wanita itu


"aku mengerti".


setelah wanita itu pergi, Eve lalu memasuki kamar nya dan melihat ruangan mewah yang di dominasi oleh warna hitam, dia lalu berjalan ke arah tempat tidur dan berbaring di atas nya setelah itu dia lalu mengeluarkan hp dari kantung sweater nya untuk mengirim pesan kepada ibunya bahwa dia sudah sampai di tempat tujuan dengan selamat

__ADS_1


setelah itu dia lalu memandangi langit langit kamar yang di hiasi oleh lampu kristal yang berwarna putih ke emasan yang sangat besar menggantung di atas nya, beberapa menit kemudian dia lalu tertidur di temani Oreo di samping nya


__ADS_2