Transmigrasi Mage

Transmigrasi Mage
16


__ADS_3

Eve melihat jam dan waktu sudah menunjukan pukul 10:30 pagi, dia lalu turun dari tempat tidur nya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajah


Eve menuruni tangga dan berjalan menuju ke arah dapur, dia lalu membuka kulkas dan mengambil air minum di dalam nya


Eve berniat untuk kembali ke kamar nya namun seseorang memanggil nya, Eve lalu menoleh ke sumber suara tersebut dan melihat Dino yang sedang menonton tv di ruang tamu


Eve lalu berjalan mendekat ke arah Dino lalu duduk di samping nya,


kakak, kau baik baik saja". ucap Dino dengan suara yang terdengar khawatir


hah kenapa". ucap Eve bingung


Oreo bilang jika kakak tidak pernah bangun terlambat, jadi aku pikir kakak sekarang sedang sakit". Dino memang sudah mengetahui jika Oreo bisa berbicara


aku baik baik saja, jangan khawatir". ucap Eve sambil tersenyum dan mengelus kepala Dino


oh ya, apa kau mau sekolah". tanya Eve


apa aku bisa sekolah". ucap Dino semangat


tentu, jika kau mau besok kau sudah bisa bersekolah".


benarkah, aku mau". seru Dino semangat


sementara itu Oreo, dia terus menatap ke arah Eve dengan dahi yang mengerut,


harus kah aku memberitahu nya tentang pria itu". pikir Oreo


Eve merasa jika Oreo terus menatap ke arah nya, Eve lalu menoleh kan kepala nya dan melihat Oreo yang sedang menatap ke arah nya seperti ingin mengatakan sesuatu namun saat Eve ingin bertanya, Oreo malah memaling kan wajah nya


Eve menghendikan bahu nya tidak peduli lalu kembali menonton film bersama Dino


ke esokan pagi nya..


Eve saat ini sedang berdiri di depan cermin dan sudah rapih dengan seragam sekolah nya,


wajah ini semakin mirip dengan wajah ku dulu." gumam nya


setelah itu Eve lalu keluar dari kamarnya, tujuan nya saat ini adalah garasi mobil, di sana Eve melihat Dino yang sudah menunggu nya. Eve tersenyum melihat Dino yang begitu bersemangat,


sepertinya dia sangat senang karena bisa kembali bersekolah". pikir Eve


Dino melambaikan tangan nya saat melihat Eve berjalan ke arah nya


kakak, selamat pagi". ucap Dino sambil tersenyum ke arah Eve

__ADS_1


kau sepertinya sangat bahagia". ucap Eve sambil mengusap kepala Dino


hehe, itu karena aku sudah tidak sabar ingin sekolah dan bertemu dengan teman teman".


...****************...


Eve berdiri di depan gedung sekolah yang dimana mulai sekarang akan menjadi tempat Dino menimba ilmu


Eve lalu mengantar Dino menuju ruang kepala sekolah, mengabaikan tatapan semua orang yang melihat dengan penasaran ke arah mereka


setelah mereka sampai di depan ruang kepala sekolah, Eve langsung membuka pintu tersebut tanpa mengetuk nya terlebih dahulu


kak kau tidak sopan". ucap Dino


Eve menghiraukan ucapan Dino, dia lalu membawa Dino ke hadapan seorang wanita dewasa yang sepertinya adalah seorang kepala sekolah


Dino berinisiatif untuk memperkenalkan diri nya sendiri karena melihat Eve dan juga kepala sekolah hanya tatap tatapan mata saja


permisi bu, saya Dino murid baru di sini". ucap Dino dengan sopan


kepala sekolah itu lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Dino, dia lalu melihat seorang pria muda yang sedang tersenyum dengan sopan ke arah nya


ternyata kau murid baru itu ya, nama saya tantri kenzura kepala sekolah di sini, tunggu sebentar saya akan panggil kan seseorang untuk mengantar kan mu ke kelas". ucap bu tantri sambil menelpon seseorang


beberapa menit kemudian masuklah lah seseorang ke dalam ruangan tersebut, kepala sekolah lalu menjelaskan tujuan nya memanggil guru tersebut, setelah itu Dino Eve dan juga guru tersebut keluar dari ruangan kepala sekolah


kau baik baiklah di sini, jika terjadi sesuatu telpon saja aku oke". ucap Eve sambil mengusap kepala Dino


aku mengerti kak". ucap Dino


setelah itu Eve lalu pergi meninggalkan Dino bersama dengan guru nya


Eve mengendarai mobil dengan sedikit kencang karena jarak antara sekolah nya dengan Dino cukup jauh, dia takut akan terlambat dan mendapat hukuman. Eve sampai di sekolah nya bersamaan dengan bel masuk yang berbunyi,


Eve berniat untuk pergi ke taman belakang karena ternyata pelajaran pertama nya jamkos, di karena kan guru nya yang berhalangan


Eve duduk di bangku taman yang berhadapan dengan hamparan bunga, dia lalu teringat dengan mimpi nya kemarin


aku penasaran bagaimana kabar Nero sekarang, apa dia masihlah anak yang pemalu". ucap Eve dengan kekehan nya


Eve membuka mata nya karena mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya, saat ini di depan nya terlihat Renata sedang menatap nya dengan tajam


itu kau kan". ucap Renata sambil menahan amarah nya


benar". ucap Eve datar

__ADS_1


dasar ****** sialan". teriak Renata sambil menampar pipi Eve


Eve menyentuh pipi nya yang terasa sangat panas akibat tamparan Renata, dia lalu melihat ke arah Renata sambil memainkan lidah nya


tamparan mu lumayan juga". ucap Eve


kenapa dia terlihat sangat tenang". batin Renata yang merasa bingung dengan respon yang di berikan Eve


apa yang kau lakukan pada ku kemarin". ucap Renata


melakukan apa". ucap Eve sambil memiringkan kepala


jangan pura-pura tidak tahu". ucap Renata sambil menggertakan gigi


ha ha ha, apa yang kau katakan, bukan kah seharusnya aku yang bertanya seperti itu pada mu."


kau jangan bilang". ucap Renata gugup sambil mundur satu langkah


apa,? kau pikir aku tidak tahu jika kaulah yang memasukan obat itu pada minuman ku".


kau bagaimana mungkin".


kau pasti bingung bukan, kau sudah memilih lawan yang salah Renata". ucap Eve sambil berjalan ke arah Renata


dengar, jika kau ingin hidup mu baik baik saja menjauh lah dari ku, karena kalau tidak, kau mungkin akan merasakan bagaimana rasanya di neraka". ucap Eve sambil mencekik leher Renata


Renata merinding karena merasakan aura membunuh dari Eve, dia lalu memberontak mencoba melepaskan tangan Eve dari leher nya


lepaskan". ucap Renata terbata


Renata lalu terbatuk saat Eve melepaskan cekikan nya, dia lalu melirik ke arah Eve dan melihat tatapan tenang nya


dasar iblis, bagaimana dia bisa mengeluarkan niat membunuh dengan wajah setenang itu". batin Renata


pergi". ucap Eve datar


Renata lalu buru buru pergi dari sana karena jujur saja dia juga merasa tidak nyaman berada di dekat Eve


Eve menyugar rambut nya ke belakang sambil menghela nafas lelah, karena merasa mood nya sudah rusak dia lalu berjalan meninggalkan taman tersebut


Eve kembali ke kelas nya dan melihat guru yang sedang mengajar, Eve lalu masuk tanpa mengucapkan permisi terlebih dahulu, teman sekelas nya juga tidak ada yang berani menegur nya karena wajah Eve yang terlihat sedang marah


setelah duduk Eve langsung menaruh kepala nya di atas lipatan tangan, Lea yang melihat Eve seperti itu pun merasa heran


kenapa lo". ucap Lea sambil menyenggol Eve

__ADS_1


Eve tidak mengatakan apa pun karena saat ini dia sedang berusaha menahan niat membunuh nya


__ADS_2