Transmigrasi Mage

Transmigrasi Mage
15


__ADS_3

Damon Nero Alexius, adalah anak laki-laki berusia tujuh tahun yang mempunyai wajah yang sangat tampan, namun dia di jauhi oleh teman teman seumuran nya karena dia mempunyai mata yang berwarna merah seperti darah


karena warna mata nya tersebut, semua anak anak maupun orang dewasa merasa takut dan selalu mengatakan jika dia adalah seorang iblis,


suatu hari ketika dia sedang bermain di taman ada seorang gadis kecil berdiri di depan nya dan mengatakan sesuatu yang belum pernah dia dengar dari orang lain


hey kau". ucap gadis kecil itu


Damon tidak mengatakan apa pun, dia hanya melihat gadis di depan nya dengan tatapan datar


mata mu cantik sekali". ucap gadis itu sambil menatap langsung ke arah mata nya


Damon sedikit terkejut ketika mendengar apa yang baru saja gadis itu katakan namun dia menutupi itu dengan wajah datar nya, gadis itu lalu duduk di samping nya


apa kau anak kecil yang tersesat". ucap gadis kecil itu lagi


Damon mengerutkan kening nya heran, apa yang gadis ini katakan, bukan kah yang anak kecil itu dia. " pikirnya


aku belum pernah melihat mu berada di sini sebelum nya, jadi ku pikir kau tersesat". ucap gadis itu sambil melihat ke arah Damon


kenalkan nama ku Evelyn Queensha Anthony, siapa nama mu". ucap Eve sambil mengulurkan tangan ke arah Damon


Damon Nero Alexius ". ucap Damon sambil membalas uluran tangan Eve


salam kenal Nero". ucap Eve sambil tersenyum


sejak saat itu Eve dan Damon menjadi lebih dekat dan mereka sering bermain bersama di taman, sampai di mana suatu hari Damon tidak pernah melihat Eve lagi


ku pikir dia berbeda dengan orang lain, ternyata sama saja". ucap Damon dengan nada sedikit kecewa


sejak kejadian itu Damon selalu mengurung diri di kamar nya, Damon merasa kesal dengan dirinya sendiri, kenapa dia harus mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin dia dapatkan dari orang lain, dia lalu berjanji pada dirinya sendiri jika dia tidak akan pernah percaya pada siapaun lagi.


sedangkan Eve saat ini dia sedang menunggu Damon di taman di mana dia biasa bertemu dengan Damon


apa kali ini pun dia tidak akan ke sini, apa dia marah padaku". ucap Eve sedikit sedih


tuan, kenapa kau malah bersedih untuk seseorang yang meninggal kan mu". ucap Oreo


Eve melirik ke arah Oreo yang saat ini sedang menjilat tangan nya, dan tiba-tiba matanya menjadi berbinar


kau benar". ucap Eve sambil berdiri dengan semangat

__ADS_1


tentu saja aku benar, manusia seperti itu lebih baik kau lupakan saja". ucap Oreo dengan bangga


kau pasti hapal dengan bau nya kan, gunakan hidung mu dan cari dia". ucap Eve sambil menunjuk ke arah Oreo


Oreo memiringkan kepala nya karena bingung dengan yang Eve ucapkan, setelah itu dia melotot kan matanya karena menyadari sesuatu


tuan aku ini kucing, bukan anzing". ucap Oreo marah sambil berdiri


diam dan lakukan saja". ucap Eve sambil menatap tajam Oreo


Oreo tiba-tiba menjadi ciut, dia lupa siapa tuan nya ini, dengan perasaan yang terluka Oreo pun melakukan apa yang Eve perintahkan


Oreo mengendus ngendus persis seekor anzing, sampai dia berhenti tepat di depan rumah yang terbilang cukup terpencil


kau yakin dia di sini". ucap Eve sambil melihat lihat rumah tersebut


aku sangat yakin, penciuman ku tidak mungkin salah ".


baiklah, ayo kita masuk". ucap Eve


Eve dan Oreo masuk ke dalam rumah tersebut dengan menggunakan sihir stealth, mereka lalu menelusuri rumah tersebut sampai akhir nya mereka berhenti tepat di depan pintu sebuah kamar


Eve melihat seorang anak lelaki yang sedang memeluk lutut nya dengan kedua tangan di sudut ruangan tersebut, Eve lalu menghampiri anak tersebut dan berdiri di depan nya


kenapa kau tidak pergi menemui ku, apa kau marah pada ku". ucap Eve


Damon terkejut karena mendengar suara orang yang selama ini selalu mengisi hari hari nya, dia lalu menutup kedua telinga nya dan menggelengkan kepala nya


tidak, aku pasti sedang berhalusinasi". gumam nya


Eve mengernyitkan kening nya karena mendengar apa yang Damon gumam kan, dia lalu berjongkok dan memegang kedua tangan nya


kau tidak berhalunisasi, ini memang aku". ucap Eve sambil mengusap tangan Damon


mata Damon menjadi berkaca kaca dan lalu dia menangis, Eve yang melihat Damon menangis pun memeluk nya dan menepuk nepuk punggung nya


setelah tangisan Damon berhenti Eve melepaskan pelukan nya dan lalu mengusap mata Damon yang terdapat air mata


apa kau baik baik saja". ucap Eve


Damon mengangguk lalu kembali memeluk Eve, ku pikir kau meninggal kan ku". ucap Damon dengan sesunggukan

__ADS_1


maaf kan aku, aku tidak meninggal kan mu, aku hanya tidak bisa menemui mu karena kakek selalu mengurung ku di rumah". ucap Eve sambil melepaskan pelukan Damon


benarkah, kau tidak membenci ku". ucap Damon sambil memiringkan kepala nya


aku tidak membenci mu, aku malah sangat menykuai mu". ucap Eve sambil tersenyum ke arah Damon


kedua pipi Damon tiba-tiba menjadi panas dan dia merasa jika saat ini jantung nya berdebar dengan kencang, dia lalu menoleh ke arah lain mencoba untuk menghindari tatapan Eve


Eve merasa bingung dengan wajah Damon yang tiba-tiba menjadi merah, dia lalu mendekat kan wajah nya dan menempelkan kening nya di atas kening Damon


Damon melotot karena kaget dengan apa yang baru saja Eve lakukan, dia lalu menjadi gelisah


bagaimana jika dia mendengar suara jantung ku ". batin nya


kau sakit, badan mu panas". ucap Eve


ayo, kau harus istirahat". ucap Eve sambil menarik tangan Damon menyuruh nya untuk bangun


Damon menurut saja, dia lalu bangun dan mengikuti Eve yang menarik tangan nya menuju ke arah tempat tidur dan menyuruh nya untuk berbaring di sana


Damon menutup wajahnya dengan selimut sampai hanya terlihat mata nya saja, dia lalu melihat ke arah Eve yang saat ini sedang duduk di samping


Queen". panggil Damon, dia memang memanggil Eve dengan sebutan Queen karena dia ingin di anggap berbeda oleh Eve, Eve juga tidak masalah dengan itu


hmm ada apa, apa kau butuh sesuatu". ucap Eve


saat kita dewasa nanti, apa kau mau menikah dengan ku". ucap Damon dengan malu malu


baiklah".


Eve sebenar nya terkejut dengan ucapan Damon, namun dia tetap meng iya kan itu karena dia berpikir jika itu hanya kata kata yang di ucapkan oleh seorang anak kecil


benarkah, janji". ucap Damon sambil mengangkat jari kelingking nya


janji". ucap Eve sambil mengaitkan jari nya di jari kelingking Damon


Eve membuka mata nya lalu bangun dari tidur nya sambil memegang kepala, Eve mendesis karena merasakan sakit di kepala nya


sakit sekali". ucap nya, dia lalu termenung sebentar sambil melihat ke arah luar jendela


apa aku terlalu mabuk, aku bahkan memimpikan masa lalu". ucap Eve pelan

__ADS_1


__ADS_2