Transmigrasi Mage

Transmigrasi Mage
05


__ADS_3

saat Eve memasuki kelas semua mata jadi tertuju ke arahnya, ada yang melihat dengan tatapan kagum ada juga yang melihat nya dengan tatapan iri karna kecantikan nya, namun Eve masa bodo dia berjalan ke arah kursi yang masih kosong dan di samping nya ada seseorang yang sedang melambai kan tangan ke arah nya


"hay, kita ketemu lagi". ucap orang itu


"kenalin nama aku Lea Mahena Daniazara, panggil aja lea". ucapnya sambil mengulurkan tangan


"Evelyn". ucap Eve sambil membalas uluran tangan Lea


Lea sempat bingung karena Eve yang tidak menyebutkan nama marga keluarga nya, tapi dia juga tidak berani untuk bertanya karna melihat wajah Eve yang sangat datar jadi dia memilih untuk melupakan nya, lagipula setiap orang punya rahasia masing-masing


padahal mah Eve tidak menyebut nama lengkap nya karena malas, menurutnya itu sangat panjang


"kamu cantik banget si Evelyn, lihat semua laki-laki di kelas melihat kamu dengan tatapan memuja". ucap Lea sambil menunjuk ke arah mereka


Eve melihat ke arah yang di tunjuk Lea dan benar saja semua laki-laki di sana sedang melihat ke arah nya saat ini


"aku yakin sebentar lagi laci meja mu bakal penuh oleh surat cinta".


Eve hanya bisa tersenyum kecil saja menanggapi ucapan Lea, karena dia tidak tahu harus menjawab apa setelah itu mereka lalu berbincang tentang pelajaran lalu tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi


......................


saat ini Eve sedang berada di kantin dengan Lea di sampingnya tengah mengantri untuk memesan makanan, saat bel istirahat berbunyi tadi Lea langsung menyeretnya untuk pergi ke kantin


Lea melirik ke arah belakang karna punggung nya yang tiba tiba terasa panas, dia melotot kaget karena melihat kerumunan siswa di belakang nya


"pesona nya Evelyn emang luar biasa". batin nya sambil melihat ke arah Eve dengan berbinar


setelah mendapat makanan mereka duduk di bangku yang masih kosong di ikuti oleh para laki-laki di belakang nya


" kenapa kalian juga ikut duduk di sini". ucap Lea sambil melotot ke arah mereka


"memangnya kenapa, kami kan juga mau duduk bareng Evelyn ". ucap salah satu dari mereka dan yang lainnya hanya menganggukkan kepala tanda setuju


"gak ada, lu semua ganggu gue makan tau gak". ucap nya sambil mengibaskan satu tangan


mereka pun akhirnya memilih untuk pergi karna tidak ingin terjadi keributan namun ada satu orang yang masih tetap duduk di sana, dia adalah orang yang menjawab ucapan Lea tadi


"kenapa lu masih di sini". ucap Lea dengan sewot


"serah gue lah". ucap pria itu tak kalah sewot


"kauu". geram Lea sambil menunjuk pria itu dengan garpu


pria itu tidak memperdulikan Lea, dan memilih untuk melihat ke arah Eve dengan senyum yang mengembang di wajah nya


"hai Evelyn, kenalin nama gue Brian Ardiona Wirahardja panggil Brian atau sayang juga gak papa". ucap Brian dengan nada tengil nya sambil mengulurkan tangan

__ADS_1


Eve hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Brian, sedangkan Lea memutar bola matanya malas


"Evelyn". ucap Eve sambil membalas uluran tangan Brian


"Eve cantik deh, mau gak jadi pacar nya Brian". ucap Brian sambil mengedipkan sebelah matanya


"diem lo buaya, sekali lagi lo ngomong gue tebas pala lo".


"iya iya, galak banget sih mbak".


setelah itu tidak ada obrolan lagi di antara mereka karena pokus pada makanan masing-masing


Eve, Lea dan juga Brian kembali ke kelas setelah selesai dengan acara makan nya, selama di perjalanan Eve merasa tertekan karena suara berisik Lea dan juga Brian yang bertengkar di samping nya


"kenapa aku harus terjebak dengan orang-orang ini". batin Eve


dia sangat menyukai yang nama nya ketenangan tapi mulai sekarang sepertinya dia harus mengucap kan selamat tinggal pada kehidupan nya yang tenang karna kehadiran dua mahluk berisik yang akan menjadi teman sekolah nya


sementara itu di tempat lain, ada beberapa pria muda yang sedang berkumpul di sebuah tempat yang bisa di katakan markas nya mereka


"bro, gue ada info". ucap salah satu dari mereka, dia adalah Rizal Zainal Arshady si tukang gosip


"info apaan". jawab Riski Satria Kusuma, dia adalah teman gibah nya Rizal


"di sekolah kita ada murid baru, cantik nya ngalahin si Renata". ucap Rizal dengan semangat


"mana coba gue liat". ucap Riski sambil mengubah posisinya menjadi duduk di samping Rizal,setelah itu mereka berdua lalu melanjutkan acara gibah nya tanpa memperdulikan Haider sama sekali


mata Haider berkedut melihat dua orang tukang gibah yang sayang nya adalah temannya, tidak memperdulikan mereka lagi Haider lalu melanjutkan acara makan nya


sedangkan di sisi lain ada satu orang yang melihat itu semua dengan tatapan malas nya dia adalah Zergan Galang Nicholas sedang di samping nya ada Archio Cyrus Alexius yang sedang berbaring menatap atap ruangan itu dengan alis yang berkerut


"kenapa". tanya Zergan pada Archio


"hah". jawab Archio dengan wajah bingung nya


"lo lagi mikirin sesuatu kan".


karna mendengar ucapan Zergan,mereka semua lalu memusatkan pandangan nya ke arah Archio, menunggu jawaban dari nya, Archio terdiam sebentar sambil melihat ke arah mereka setelah itu dia lalu bangun sambil menghela nafasnya


"kemarin gue kepergok sama orang".


"terus".


"dia_".


"palingan juga di bunuh, biasa nya juga kan kek gitu". ucap Rizal memotong ucapan Chio

__ADS_1


Chio menatap Rizal dengan tatapan datar nya jika saja bukan teman mungkin dia akan membunuhnya sekarang juga karna sudah berani memotong ucapannya


"dia masih hidup". ucap Chio


"hah ko bisa, tumben gak di bunuh".


"hooh, biasanya juga bakal langsung di bunuh kalo kepergok". timpal Riski membenarkan ucapan Rizal


"dia orang aneh, padahal terlihat lemah seperti orang biasa, tapi punya auranya yang sangat menakutkan".


mereka semua terdiam mencerna apa yang baru saja Chio katakan


"lo pasti udah cari informasi tentang dia kan". ucap Haider yang berhasil menyadarkan mereka dari lamunan nya masing masing Chio lalu mengangkuk menjawab ucapan Haider


"siapa".


" nama nya Evelyn Quensha Anthony dari kota A".


"lah, dia mah si murid baru". ucap Rizal sambil menggebrak meja, dan mendapat tatapan tajam dari mereka semua, Rizal hanya bisa tersenyum canggung


"maaf reflek ". ucap nya


setelah itu dia lalu mengambil hp nya dan menunjukan foto seseorang pada mereka


Chio melihat poto tersebut dan cukup terkejut karna orang yang ada di foto tersebut menang orang yang sama dengan orang yang waktu itu dia temui, dia lalu bangun dari duduk nya dan pergi meninggal kan mereka


"woy mau kemana lo, sekolah udah pada bubar kali". ucap Rizal sambil berteriak karna melihat Chio yang sudah menjauh


Chio tidak memperdulikan teriakan Rizal, dia tetap melangkah kan kaki nya menuju ke arah dimana motornya berada lalu pergi meninggal kan tempat itu


Chio berhenti tepat di depan gerbang sekolah yang sudah tertutup dan melihat bahwa itu sudah sepi dan tidak ada orang sama sekali, dia lalu kembali menaiki motor nya dan mengendarai dengan sedikit ugal-ugalan, di sepanjang jalan dia melihat ke kanan dan ke kirinya mencari sesuatu


saat melewati toko makanan dia tidak sengaja melihat wajah seseorang yang di kenal nya sedang berdiri sambil memegang makanan di kedua tangan nya, dia lalu menghampiri orang tersebut dengan memelan kan sedikit laju motor nya


setelah dekat dengan orang itu, tanpa aba aba dia langsung menarik tangan orang itu dan menyuruh nya untuk naik ke atas motor


"apaan sih tangan orang maen tarik aja". ucap orang itu


"naik". ucap Chio dengan datar


"anda gak liat saya bawa mobil sendiri". ucap nya sambil menunjuk ke arah mobil berwarna hitam yang ada di sana


bukannya menjawab Chio malah mengangkat tubuh orang itu dan memaksa nya untuk naik ke atas motor, setelah itu dia langsung melajukan motornya tanpa memperdulikan teriakan orang di belakang nya


beberapa menit kemudian, Chio membawa orang itu ke bangunan yang sepertinya adalah apartemen tempat tinggal nya, dia menarik tangan orang itu untuk masuk ke dalam lift


setelah sampai, Chio membuka pintu apartemen nya dan membiarkan orang itu untuk masuk, setelah itu menyuruh nya untuk duduk di kursi ruang tamu sedangkan dia pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian

__ADS_1


__ADS_2