
Eve menelungkup kan kepala nya di atas lipatan tangan, karna jam masuk kelas masih lama jadi dia berniat untuk tidur sebentar
baru saja akan terlelap Eve di kaget kan dengan suara gebrakan meja, dia mencoba untuk abai namun rambut nya di tarik oleh seseorang
Eve memejamkan kedua matanya mencoba untuk menahan amarah nya, dia lalu membuka matanya dan menatap tajam orang itu
lepaskan". ucap Eve dengan suara yang tertahan
dia sangat tidak menyukai jika orang lain sembarang menyentuh dirinya dan orang di depan nya malah menjambak rambutnya
orang itu reflek melepaskan jambakan nya dari rambut Eve karna merasakan aura yang sangat menyeramkan keluar dari tubuh Eve
apa kau Evelyn". ucap nya mencoba untuk menekan rasa takut nya
benar".
kau, aku peringat kan kau, menjauh lah dari Archio atau aku akan membunuh mu". ucap nya dengan mengangkat satu jari nya ke arah Eve
Eve memutar bola mata nya malas, seorang wanita yang menjambak rambut ku hanya karena masalah laki-laki, benar benar clasic. pikir nya
maaf nona, apa kau ini kekasih nya".
bukan ". ucap wanita itu dengan gugup
lalu, apa kau ini ibu nya".
wanita itu tidak menjawab, dia hanya mengepalkan kedua tangan nya sambil menundukan kepala. mungkin dia merasa malu karna saat ini dia di saksi kan oleh banyak orang
ternyata kau bukan siapa siapa nya ya". ucap Eve dengan smirk nya
wanita itu lalu mengangkat kepala nya dan menatap Eve dengan penuh ke bencian
aku sudah memperingati mu, jika kau masih mendekati nya aku benar-benar akan membunuh mu". ucap nya lalu pergi
Eve memandang wanita yang sedang menerobos kerumunan itu dengan tatapan yang sulit di arti kan, dia lalu menumpu dagu nya dengan kedua tangan
apa itu dia". batin nya
dia lalu menghela nafas panjang dan menundukan kepala dengan kedua tangan di atas nya
merepotkan". kata nya sambil mengacak ngacak rambut nya
Lea merasa heran karna melihat banyak kerumunan di depan kelas nya, dia lalu bertanya pada salah satu orang di sana
ada apa, kenapa pada kumpul di depan kelas kita".
oh itu, katanya Evelyn berantem sama Renata". jawab orang itu
apa". teriak Lea sambil membulatkan kedua mata nya, dia lalu menerobos kerumun itu
setelah melewati orang-orang itu, Lea langsung berlari ke arah Eve yang saat ini sedang mengacak ngacak rambut nya
ve, lo gak papa". ucap Lea dengan nada yang terdengar khawatir
__ADS_1
Eve lalu mengangkat kepala nya dan melihat Lea sedang menatap nya dengan khawatir
tidak papa". ucap Eve sambil tersenyum
seriusan, lo gak di apa apain kan sama dia". ucap Lea sambil mengecek seluruh tubuh Eve
aku sungguh baik baik saja, jangan khawatir".
Lea mengusap dadanya sambil menghela nafas, dia lalu menatap ke arah Eve dengan tatapan garang
Eve menaikan salah satu alis nya, karna heran dengan perubahan wajah Lea
Ve cerita ke gue, lo ada masalah apa sama tuh nenek lampir". ucap Lea sambil memegang kedua pundak Eve
siapa". ucap Eve sambil memandang Lea dengan bingung
yang barusan berantem sama lo".
tidak tahu, aku bahkan tidak mengenal nya".
Lea melepaskan tangan nya dari pundak Eve lalu terdiam mencerna apa yang baru saja Eve katakan
benar, lo bahkan belum ada seminggu di sini". gumam Lea, namun Eve masih dapat mendengar nya karna jarak mereka yang sangat dekat
memang nya dia siapa". tanya Eve
dia itu salah satu bunga sekolah".
kenapa kau memanggil nya nenek lampir".
hmm, apa dia menyukai Chio".
kurasa dia mungkin cuma terobsesi dengan ketenaran, karena Archio kan adik nya sang penguasa kota". ucap Lea sambil mengetuk ngetukan jarinya di atas dagu
benarkah". ucap Eve sedikit terkejut, karna dia baru tahu jika Chio adalah adik dari sang penguasa kota
pantas saja kelakuan nya sangat buruk". batin Eve, dia berpikir seperti itu karna menurut nya peraturan di kota D itu sampah
iya, aku sering melihatnya jalan dengan beberapa laki-laki, jadi kurasa dia tidak mencintai Archio ".
Btw sorry ya, harus nya tadi gue gak ninggalin lo". ucap Lea dengan wajah melas nya
tidak papa, lagi pula mau bagaimana lagi kau kan buru buru ingin ke toilet". ucap Eve sambil mengusap tangan Lea
tetap aja, harus nya tadi gue ngajak lo aja".
sementara itu di tempat lain
sial, beraninya dia mempermalukan ku di depan semua orang". ucap nya sambil menendang sebuah kursi
sabar Ren, kita balas dia nanti". ucap seorang wanita yang bernama Starlla Anastasya dia adalah teman nya Renata
Renata lalu menatap ke arah Starlla, lalu tersenyum pada nya
__ADS_1
makasih star". ucap nya
santai kali, kita kan udah temenan lama". ucap nya sambil menepuk pundak Renata
...****************...
Eve kita mau kemana". ucap Lea yang saat ini tangan nya sedang di tarik oleh Eve
ikut saja bukan nya kau ingin tahu siapa teman baru ku".
Lea tidak bertanya lagi dan membiarkan Eve menarik tangan nya, dia memang sangat penasaran dengan teman baru nya Eve itu
Eve lalu membawa Lea ke arah rooftop, dan setelah sampai dia langsung membuka pintu rooftop tersebut, karna memang dia sudah memberi tahu Chio dan kawan-kawan jika dia akan menemui mereka
mendengar suara pintu yang terbuka mereka lalu menoleh kan kepala nya dan melihat Eve yang sedang tersenyum ke arah mereka
oh Eve udah dateng, siapa itu di belakang lo". ucap Rizal sambil melihat ke arah belakang Eve
dia teman ku". ucap Eve sambil menarik Lea agar berdiri di samping nya
Lea seketika membulat kan mata nya karena terkejut melihat orang-orang di depan nya
Eve lo gak salah tempat kan, mereka beneran teman baru lo". ucap Lea sambil berbisik ke arah Eve
benar mereka memang teman ku".
lo gak boong kan, lo bukan nya punya masalah sama mereka terus gue di jadiin jaminan kan".
kau ini bicara apa". ucap Eve sambil mengernyit kan dahi nya
habis nya mereka itu kan_".
kenapa kalian malah bisik bisik". ucap seseorang yang menghentikan ucapan Lea
Lea menjadi gugup karena ketahuan bisik bisik dengan Eve, dia lalu menggenggam tangan Eve untuk mengurangi kegugupan nya
mereka lalu duduk dan bergabung dengan mereka,
kau menakuti teman ku". ucap Eve sambil melihat ke arah Chio
Chio menatap Eve datar, memang nya apa yang ku lakukan. begitu lah yang dia pikir kan
lo gak mau kenalin dia ke kita". ucap Haider melirik Lea, lalu menatap kembali ke arah Eve
Eve menoleh ke arah samping nya dan melihat Lea yang sedang duduk dengan kedua kaki dan tangan yang tertutup rapat
Lea kenalan gih". ucap Eve sambil menyenggol lengan Lea
Lea Mahena Daniazara, salam kenal semua nya". ucap Lea cepat sambil menundukan kepala nya
gak usah gugup kaya gitu, kita gak makan orang kali". ucap Rizal sambil terkekeh
Lea menelan ludah nya kasar, bagaimana dia tidak gugup sedangkan suasana di sini terasa sangat suram, karena aura dari Chio dan juga Zergan yang terasa sangat menekan nya
__ADS_1
sedangkan Brian, saat ini dia sedang berkeliling sekolah mencari ke beradaan Lea dan juga Eve
mereka kemana sih". ucap nya prustasi karna dari pertama bel istirahat berbunyi di langsung pergi ke kantin namun tidak melihat Lea maupun Eve, jadi dia berinisiatif untuk mencari mereka namun dia tetap tidak menemukan nya, padahal dia sudah mencari kemana-mana