Transmigrasi Mage

Transmigrasi Mage
30


__ADS_3

Eve melihat lurus ke depan di mana Dino saat ini sedang berlatih pedang


"pilihan yang bagus mengajari nya pedang, dia seperti nya memang sangat di sukai oleh pedang". ucap Eve, pasal nya baru seminggu dia mengajari Dino dan sekarang dia sudah mahir dalam menggunakan pedang


Dino menghentikan latihan nya saat melihat Eve yang berjalan ke arah nya


" kakak ". ucap nya


Eve hanya tersenyum dia lalu mengeluarkan sebuah pedang berwarna hitam dari ruang spatial nya dan memberikan nya pada Dino


" kak ini, apa ini pedang sungguhan". ucap Dino tidak percaya


"ya, karena kau sudah bisa menggunakan pedang jadi aku akan memberikan itu pada mu".


" beneran kak aku boleh memiliki ini". seru Dino semangat


"tentu". ucap Eve sambil mengangguk kecil


" ada hal lain yang ingin ku beritahukan pada mu". ucap Eve serius


Dino mengalihkan perhatian nya dari pedang dan melihat ke arah Eve


"hal lain apa". ucap nya bingung


" ini tentang pembunuh ibu mu".


"siapa". ucap nya pelan


" sebaik nya kita bicarakan di tempat lain". ucap Eve sambil berjalan pergi


Dino melihat punggung Eve yang menjauh setelah itu dia lalu mengikutinya dari belakang


saat ini Eve dan Dino sedang berada di ruang tamu, Eve melihat Dino yang juga sedang melihat ke arah nya dia lalu menyerah kan sebuah dokumen kepada Dino


"bacalah". kata nya


Dino menaikan satu alis nya tidak mengerti bukan kah Eve ingin berbicara tentang pembunuhan ibu nya lalu kenapa dia malah memberikan nya sebuah dokumen, setelah itu Dino pun membaca dokumen tersebut


di sana tertulis jika yang membunuh ibu Dino adalah pembunuh bayaran yang di sewa oleh seorang pria bernama Hariz, dia adalah seorang pengusaha sukses di bidang properti dia memiliki seorang istri dan juga tiga orang anak namun tanpa sepengetahuan istri dan anak anak nya pria itu juga memiliki seorang anak dari selingkuhan nya, namun dia juga tidak mengingin kan anak itu karena takut rumah tangga dengan istri nya akan hancur, akhir nya dia pun memilih untuk membunuh nya saja tapi siapa sangka wanita selingkuhan nya itu malah mengorban kan nyawa untuk menyelamat anak itu


Dino membulat kan mata nya lalu membanting dokumen tersebut, dia sangat terkejut sekaligus marah karena anak yang di maksud itu adalah diri nya


" kak ini". ucap Dino menatap Eve tidak percaya


"bagaimana, apa kau masih mau balas dendam".


"tuan apa yang terjadi kenapa anak itu terlihat sangat marah sekali". ucap Oreo lewat telepati


" yah, dia pasti sangat kaget yang tadi nya dia pikir hanya sendirian lalu ternyata dia masih mempunyai seorang ayah". ucap Eve


"bukan kah itu bagus, lalu kenapa dia harus marah".


" itu karena yang membunuh ibu nya adalah ayah nya sendiri".


"ah pantas saja".


"aku tidak tahu jika aku masih punya seorang ayah, aku pikir selama ini aku hanya sendirian".

__ADS_1


" apa maksud nya sendirian, apa kau tidak menganggap tuan ku sebagai keluarga ". ucap Oreo marah


Dino menatap kaget ke arah Oreo yang tiba-tiba saja teriak pada nya


"jangan konyol bocah, meskipun dia itu ayah mu, tapi dia juga tidak menginginkan kehadiran mu itulah kenapa dia membunuh ibu mu, bukan kah itu juga alasan kenapa kau ingin membunuh nya jadi kenapa sekarang kau malah bersedih". ucap Oreo menggebu-gebu


" Oreo". tekan Eve


"cih". ucap Oreo sambil memaling kan wajah nya


" Oreo benar tidak seharusnya aku menangisi orang yang bahkan tidak menginginkan ku, lagi pula aku tidak sendirian aku punya kak Eve sekarang". batin Dino sambil melihat ke arah Eve


"kak aku tetap akan membunuh nya, itu adalah janji ku pada ibu ku". ucap Dino penuh tekad


" kau yakin dia itu ayah mu loh".


"aku tidak peduli".


"baik lah". ucap Eve sambil tersenyum


****


Dino Eve dan Oreo memandang bangunan yang menjulang tinggi di depan nya


" kak apa kita akan menerobos masuk". ucap Dino


"itu merepotkan pasti akan banyak orang yang menghalangi".


" lalu kita harus apa".


" tapi kak dia itu seorang presiden, pasti ruangan nya berada di bagian paling atas kan, bagaimana bisa kita langsung kesana". seru Dino


Eve tersenyum miring, memang nya kenapa itu sangat mudah bagi ku ".ucap Eve


setelah mengucap kan itu Eve lalu merangkul Dino dan membawa nya terbang, sedang Oreo dia tentu saja tidak perlu bantuan Eve


" waahh". seru Dino kaget


setelah Eve dan Dino berada di lantai paling atas, Eve langsung menendang kaca ruangan itu sampai pecah berkeping-keping


sedang kan orang yang berada di ruangan tersebut merasa sangat kaget karena kaca ruangan nya yang tiba-tiba pecah, dia lalu melihat dua orang remaja dan satu ekor kucing yang mendarat di depan nya


"siapa kalian". teriak nya


Eve melirik sebentar ke arah pria itu lalu kembali mengabaikan nya


" kau tidak perlu takut orang lain akan mendengar nya, aku sudah memasang sihir peredam suara di ruangan ini". ucap Eve


"Terima kasih kak". ucap Dino sambil tersenyum ke arah Eve


setelah itu Eve lalu duduk di atas kursi yang ada di sana, dia hanya akan memperhatikan Dino dan tidak akan menggangu nya sama sekali


" siapa kau". ucap pria itu lagi


"apa kau sungguh tidak mengenal ku tuan Hariz oh tidak, haruskah aku memanggil mu ayah". ucap Dino dengan senyum sarkas nya


" apa yang kau katakan aku tidak punya anak seperti mu". ucap Hariz

__ADS_1


Dino terkekeh lalu mendekat ke arah Hariz


"benarkah coba lihat wajah ku baik baik, tidak kah kau ingat seseorang ".


Hariz lalu meneliti wajah Dino, dia memang seperti pernah melihat wajah itu tapi dia melupakan nya


" kau, aku tidak mengenal mu". teriak Hariz


"sayang sekali". ucap Dino sambil menggeleng


" apa yang kau ingin kan".


"yang aku ingin kan itu adalah nyawa mu". ucap Dino sambil mengangkat dagu Hariz dengan pedang nya


" tidak jangan bunuh aku, aku punya banyak uang aku akan memberikan mu berapa pun asal kan kau jangan membunuh ku". ucap Hariz takut


mendengar ucapan Hariz Dino pun tertawa terbahak bahak


"ha ha ha apa yang kau katakan, bisakah uang itu mengembalikan ibu ku". ucap Dino sambil menatap tajam Hariz


" hey, apa kau ingat seorang wanita bernama Elma, dia adalah ibu ku dan kau sudah membunuh nya di depan mata ku sendiri, dan sekarang kau ingin aku mengampuni nyawa mu hanya karena kau memberikan ku beberapa uang".


Hariz tersentak saat Dino menyebut nama Elma dia tentu tahu siapa wanita itu,


"kau, bukan kah kau sudah mati dengan ibu mu". ucap Hariz tidak percaya


" seperti nya orang-orang itu tidak bilang jika aku masih hidup ya".


itu benar, Hariz memang tidak tahu karena orang-orang yang dia sewa memberi tahu nya jika ibu dan anak itu sudah mati bersama, dia pun mempercayai orang orang itu lagi pula mereka adalah pembunuh berpengalaman jadi tidak mungkin gagal".pikir nya


"apa kau ada kata kata terakhir ayah". ucap Dino sambil menekan kata terakhir nya


"jangan bunuh aku".


"berikan aku alasan kenapa aku tidak boleh membunuh mu".


Hariz tampak berpikir sejenak, aku ayah mu kan, jika kau melepaskan ku maka aku akan mengakui mu sebagai putra ku" ucap nya


kedua mata Dino membola sesaat,lalu


"ha ha ha apa yang bangs*t ini katakan, mengakui ku sebagai putra kata nya". ucap ucap Dino sambil menutup kedua matanya dengan satu tangan


" omong kosong, mati lah". ucap Dino, setelah itu dia lalu memenggal kepala Hariz


Dino menghela nafas kemudian dia lalu memasukan kembali pedang nya ke dalam sarung,


"apa kau merasa takut". ucap Eve, pasal nya ini adalah pertama kali nya Dino membunuh manusia


" tidak". ucap Dino sambil menggeleng


"bagus lah, sekarang ayo kita ke tempat berikut nya". ucap Eve


Eve



" Selamat berpuasa~

__ADS_1


__ADS_2