Transmigrasi Mage

Transmigrasi Mage
32


__ADS_3

"lepaskan mereka". teriak pria itu sambil menembakan pistol ke arah Eve


" kakak awas ". teriak Dino


Dino yang melihat pria itu mengarah kan pistol ke arah Eve pun langsung berlari dan menangkis semua peluru itu dengan pedang nya


" kau tidak papa kak". ucap Dino khawatir


Eve tidak menjawab dia hanya tersenyum sambil mengusap lembut kepala Dino, setelah itu dia lalu berjalan mendekat ke arah pria itu


"kau sangat berani karena sudah menembak kan peluru itu pada ku". ucap Eve


pria itu ingin berlari karena merasakan ancaman bahaya ketika Eve berjalan mendekat ke arah nya, dia merasa bahwa jika saat ini dia tidak melarikan diri maka dia akan mati sekarang juga meskipun begitu tubuh nya tidak mau mendengarkan nya karena merasa sangat kaku


" berhenti jangan mendekat". ucap nya


Eve berdiri tepat di depan pria itu lalu menyentuh kening nya dengan satu jari, beberapa detik kemudian kepala pria itu meledak dan hancur berkeping-keping bahkan isi kepala nya pun ikut hancur dan itu hanya menyisakan darah yang berceceran kemana-mana bahkan wajah Eve pun ikut terkena cipratan darah itu


Eve mengabaikan darah yang mengalir di wajah nya dia lalu berbalik dan melihat kedua pria bertopeng itu


"sekarang apa yang harus aku lakukan pada kalian". ucap Eve sambil memasang wajah seolah-olah sedang berpikir


kedua pria itu sedikit ngeri ketika melihat wajah Eve yang berlumuran darah, mereka tidak menyangka jika gadis seperti Eve akan melakukan hal kejam seperti itu


" bunuh saja kami". teriak salah satu dari mereka


"aku penasaran kenapa kalian sangat setia dengan pria itu". ucap Eve sambil menunjuk ke arah pria tanpa kepala di belakang nya


" itu karena tuan sudah menyelamat kan kami".


"begitu, bagaimana jika aku mengatakan kalau pria itu lah yang telah membantai keluarga kalian".


" apa yang kau katakan". ucap nya tidak percaya


"aku bilang dia lah yang sudah membunuh orang tua kalian".


kedua pria bertopeng itu tampak shock, meskipun Eve tidak dapat melihat wajah karena topeng yang mereka kenakan tapi dia dapat menebak nya karena tubuh mereka yang menegang


" tidak mungkin, kau pasti hanya membohongi kami saja kan". teriak pria itu marah


"yah kau tidak mungkin mempercayai ku jika tidak melihat nya secara langsung". ucap Eve setelah itu dia lalu meletakan dua jari nya di kening masing-masing pria itu


" lihat lah sendiri". ucap nya


Eve mentransfer ingatan yang dia lihat dari pria itu, sebelum dia meledakan kepala nya dia sempat membaca ingatan pria itu terlebih dahulu


"tidak, tidak mungkin, tuan tidak mungkin membohongi kami". gumam mereka berdua


" jangan sedih, bagaimana jika kalian ikut dengan ku saja ". tawar Eve


" kenapa kami harus ikut dengan mu, memang nya kau siapa".


"aku hanya orang biasa, tapi jika kalian mau ikut dengan ku setidaknya aku tidak akan pernah membohongi kalian". ucap Eve


" tapi kenapa bukan kah barusan kami ingin membunuh mu".

__ADS_1


"aku tidak masalah dengan itu, lagi pula kalian hanya menjalan kan tugas kalian saja".


kedua pria bertopeng itu tampang saling pandang dan mengangguk bersama


" baiklah, kami akan ikut dengan mu". ucap nya yakin


"bagus". ucap Eve


setelah itu dia lalu mengeluarkan api kecil dari kedua tangan nya dan melempar nya ke arah dua pria bertopeng itu, kemudian api itu pun masuk ke dalam tubuh mereka


" tuan apa yang kau lakukan kenapa tidak terjadi apa pun pada mereka". ucap Oreo heran


"aku menanam kan api lotus di tubuh mereka, jika mereka punya niat sedikit saja untuk mengkhianati ku maka api itu akan membakar mereka secara hidup hidup". jelas Eve


" ternyata begitu". ucap Oreo sambil mengangguk mengerti


sedangkan kedua pria itu menelan ludah nya, tadi nya mereka memang berniat untuk membohongi Eve dan kabur, tapi mendengar apa yang baru saja Eve katakan mereka menjadi takut dan memilih untuk benar-benar mengikuti Eve saja


"siapa nama kalian".ucap Eve


"nama saya Alvian"


"dan nama saya Alvaro". ucap mereka sambil membuka topeng nya masing-masing


" kalian saudara kembar".


"benar nona".


" baiklah karena urusan di sini sudah selesai, mari kita pergi ". ucap Eve sambil membuka sebuah portal


Dino dan Oreo tampak biasa saja melihat portal itu namun berbeda dengan Alvian dan Alvaro meraka tampak nya lagi lagi terkejut melihat kekuatan Eve


"apa yang kalian lakukan, cepat masuk jika tidak kau akan meledak bersamaan dengan bangunan ini".


" apa maksud mu". ucap mereka


"tempat ini akan segera meledak".


mendengar itu mereka lalu buru buru memasuki portal tersebut dan pergi meninggalkan kan tempat itu, bersamaan dengan portal yang menghilang tempat itu pun meledak dan hangus tak tersisa


mereka mendarat tepat di halaman depan rumah Eve


"aku sangat lelah dan ingin istirahat jadi kalian masuk dan pilih saja kamar yang kalian suka ". ucap Eve cuek sambil berjalan masuk


Alvian dan Alvaro memandang Eve dengan heran namun mereka juga tetap mengikuti perintah Eve dan mengikuti nya dari belakang


ke esokan hari nya..


Eve Dino Oreo Alvian dan Alvaro mereka semua berkumpul di ruang keluarga bahkan Kevin pun ikut bergabung dengan mereka, mereka sedang memakan camilan sambil menonton tv yang sedang menayangkan berita tentang hilang nya seorang CEO dari perusahaan besar di kota D, mereka menduga jika hilang nya CEO itu ada hubungan nya dengan musuh perusahan tersebut


" apa yang akan kau lakukan dengan keluarga itu". ucap Eve pada Dino


"aku tidak peduli dengan mereka karena dendam ku hanya pada pria itu saja". ucap Dino acuh tak acuh


" ngomong ngomong kak, apa yang akan kau lakukan pada dua pria itu ". ucap Dino sambil menunjuk ke arah dua Al

__ADS_1


" hmmm, bagaimana jika mereka menjadi pengawal mu saja".


"pengawal ku". ucap Dino sambil menunjuk dirinya sendiri


" iya, kau itu adik ku jadi tentu kau harus punya seorang pengawal kan".


Dino sebenarnya ingin menolak karena dia sangat tidak suka jika harus di ikuti oleh seseorang tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan Eve


"eugh, terserah kakak saja". pasrah Dino


" bagaimana, kalian juga setuju bukan".


"nona kami akan menuruti apa pun perintah anda". ucap dua Al patuh


mereka tadi nya mungkin terpaksa mengikuti Eve tapi setelah bertemu dengan Kevin, mereka mendengar cerita tentang bagaimana hebat nya Eve saat melawan musuh musuh nya dari Kevin selain itu mereka juga sudah melihat sendiri bagaimana ngeri nya kekuatan Eve, mereka juga di beritahu oleh Kevin jika ternyata Eve adalah kekasih dari tuan penguasa, itu semakin menambah rasa hormat mereka saja


" nona".


saat sedang asik mengobrol Eve tiba-tiba di datangi oleh Nuri


"ada apa Nuri". ucap Eve


" itu, di luar ada orang kata nya teman sekolah anda nona ". ucap Nuri sedikit gugup


" biarkan mereka masuk". ucap Eve


"baik nona". ucap Nuri sambil membungkuk, setelah itu dia lalu berlari kecil untuk membuka pintu


" kalian pergi lah". ucap Eve sambil mengibaskan tangan nya


"baik nona". ucap Kevin dan dua Al serempak sedang Dino dan Oreo, mereka tetap tinggal


Eve lalu mengikuti Nuri pergi untuk melihat siapa yang datang, setelah sampai dia melihat Lea Brian Nanda dan kawan-kawan, Chio dan teman nya juga


Eve mengerutkan kening nya heran melihat mereka semua berkumpul di depan rumah nya


" Eve ". teriak Lea sambil berlari ke arah Eve


" Lea, untuk apa kau datang ke rumah ku".


"lo gak sekolah sih kita kesini karena ada tugas tahu". ucap Lea sambil cemberut


" tugas sekolah". ucap Eve bingung


"iya, sebentar lagi kan ulang tahun nya sekolah jadi kita bakal ngerayain pertunjukan gitu". ucap Lea


Eve lalu melihat ke arah geng nya Nanda dan Chio


" apa mereka juga termasuk". ucap Eve sambil menunjuk ke arah mereka


"kalo geng nya Nanda sih iya, tapi kalo geng nya Archio mereka maksa buat ikut".ucap Lea sambil nyelonong masuk


" gue masuk duluan ya". ucap nya


dua AL

__ADS_1



selamat berpuasa.. "


__ADS_2