
Eve terbangun dari tidurnya karna mendengar suara ketukan pintu dari arah luar dia lalu bangun dan membuka pintu tersebut, Eve melihat pelayan wanita yang tengah berdiri di depan pintu kamar nya saat ini
"ada apa". tanya Eve dengan suara khas bangun tidur nya
"makan malam sudah siap nona". ucap wanita itu sambil menundukan kepalanya karna dia tidak berani melihat langsung wajah tuan nya tersebut
"hmm, aku mengerti".
wanita itu lalu membungkukan badan nya dan berbalik badan berniat untuk pergi kembali pada pekerjaan nya namun langkah nya harus terhenti karna suara seseorang
"tunggu".
wanita itu lalu berbalik badan dengan sedikit kaku, iya nona". ucap nya
"siapa nama mu".
wanita itu menghela nafas lega dia berpikir dirinya membuat kesalahan tadi, ternyata hanya menanyakan nama nya saja
"nama saya Nuri nona". ucap nya masih dengan kepala yang menunduk
Eve mengangkuk kan sedikit kepalanya. "baiklah, kau bisa kembali Nuri". ucap nya
Nuri lalu melanjutkan langkah nya kembali untuk pergi dari sana, sedangkan Eve dia memasuki kamar nya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajah nya
setelah selesai makan malam Eve mengganti pakaian nya lalu memakai topi di kepala nya
"tuan kemana kau akan pergi". ucap Oreo
Eve memutar kepala nya dan melihat ke arah Oreo yang sedang duduk di atas kursi samping kiri nya
"jalan jalan, aku ingin melihat seberapa bahaya nya kota D ini". ucap nya dengan menarik sedikit sudut bibir nya
"kalau begitu aku akan ikut dengan mu". ucap Oreo sambil melompat turun dari atas kursi
setelah itu mereka lalu pergi keluar melewati balkon yang berada di kamar nya dengan cara melompat dari atas nya.
Eve mendarat dengan sempurna setelah itu dia lalu melesat pergi menyusuri gelap nya malam
saat ini Eve sedang di atas bangunan berjalan dari atap ke atap bangunan lain nya, dia berhenti sebentar karna hidung nya mencium bau sesuatu. Eve menyeringai lalu berjalan lebih cepat melompati setiap bangunan menuju ke arah asal bau tersebut
Eve berdiri di atas tembok yang lumayan tinggi memperhatikan seorang pria di bawah nya yang sedang menyayat tubuh seorang wanita menggunakan pisau di tangan nya
"ahh, pantas saja aku mencium bau darah ternyata memang ada pembunuhan di sini". ucap Eve dengan seringai nya
pria itu tidak menyadari kehadiran Eve sama sekali karna dia sibuk dengan kegiatan yang di lakukan nya saat ini selain itu Eve juga menggunakan sihir pada tubuh nya agar langkah kaki nya tidak terdengar sama sekali
__ADS_1
Eve melihat pria itu menyayat tubuh korban nya sambil tersenyum bahagia seolah apa yang sedang di lakukan nya itu menyenangkan, pria itu lalu memotong satu persatu jari korban nya dia tidak memperdulikan jerit kesakitan dari sang korban lalu kemudian dia menyayat wajah yang mana membuat korban nya semakin menjerit sambil menangis karena sakitan
"cup cup,, jangan menangis". ucap pria itu sambil menghapus air mata wanita itu dengan tangan nya
mendapat usapan dari wajah nya wanita itu menahan tangisan nya karna dia takut akan membuat pria di depan nya melakukan sesuatu yang lebih menyakitkan
"gadis pintar apa ini sangat sakit". ucap pria itu dan mendapat anggukan dari sang wanita
"maaf aku akan membuat mu tidak merasakan sakit lagi". ucap pria itu sambil tersenyum, bukan nya merasa lega wanita itu malah menggigil ketakutan karna senyum pria itu yang terlihat menyeram kan
melihat wanita di depan nya yang sedang ketakutan di depan nya pria itu tidak merasa kasihan sama sekali dia malah tertawa dengan keras
"ha ha ha benar ekspresi itu, aku sangat menyukai nya". ucap pria itu sambil menutup mulut dengan satu tangan nya
"kumohon jangan bunuh aku".
pria itu tidak mendengar kan permohonan wanita itu dia malah menusuk nusuk dada wanita itu dengan pisau sampai darah mengenai wajah nya, namun dia tidak peduli sama sekali dia terus menusuk dada dan merobek perut wanita itu sampai akhirnya wanita itu mati
" cih lemah mati nya cepat sekali".
karna merasa jika wanita itu sudah mati pria itu lalu berdiri dan membuang sarung tangan yang di pakai nya dan mengelap cipratan darah yang terkena wajah nya menggunakan sapu tangan miliknya lalu kemudian membuangnya
"dasar orang gila". ucap Oreo dengan wajah ngeri nya sedangkan Eve hanya mandang datar semua kejadian itu karna baginya itu tidak menakut kan sama sekali,
"wah wah, apa itu sangat menyenangkan ". ucap Eve sambil bertepuk tangan
"apa aku terlalu terbawa suasana sampai tidak menyadari ada seseorang di belakang ku". batin pria itu
"siapa kau". ucap pria itu sambil menatap tajam ke arah Eve
"hanya orang lewat". ucap Eve
pria itu mendatarkan wajahnya, dia mana percaya sama jawaban Eve
"aku hanya sedang jalan jalan dan tidak sengaja melihat mu, sungguh". ucap Eve menjelaskan karna melihat raut wajah pria itu yang seperti tidak percaya pada ucapan nya
"karna kau sudah selesai aku akan pergi, selamat tinggal". karna tidak mau lama lama terjebak dengan pria itu Eve dengan cepat pergi meninggalkan tempat itu
melihat wanita itu yang sudah pergi entah kemana, pria itu lalu pergi meninggalkan tempat itu namun sebelum pergi pria itu membakar mayat korban nya terlebih dahulu kemudian berjalan menjauh dari tempat itu
setelah pergi dari tempat itu Eve langsung kembali kerumah nya dan masuk melalui balkon kamarnya, setelah itu dia lalu mandi dan mengganti bajunya dengan piyama lalu pergi tidur karna besok dia akan pergi ke sekolah barunya
ke esokan harinya Eve bangun saat matahari belum menampakan dirinya dia melakukan olahraga ringan seperti push up, sit up dan olahraga ringan lain nya. kebiasaan ini dia lakukan saat masih berada di rumah nya karna sering di ajari beladiri oleh kakek nya
setelah selesai dengan olahraga nya Eve pergi untuk mandi dan sarapan kemudian bersiap untuk pergi ke sekolah nya
__ADS_1
Eve berangkat sendiri menggunakan mobil sport warna hitam nya dia berjalan dengan pelan karna waktu masih pagi jadi dia tidak terburu buru sama sekali
setelah sampai, Eve keluar dari mobil dan melihat bangunan sekolah yang sangat besar dengan tulisan Deimon High School yang terpampang jelas di atasnya, dia lalu berjalan menelusuri lorong sekolah untuk mencari dimana letak ruangan kepala sekolah mengabaikan tatapan semua orang yang tertuju ke arah nya
karna terlalu asik melihat sekeliling nya Eve tidak sengaja menabrak tubuh seseorang hingga semua buku yang orang itu bawa jatuh berserakan
"maaf aku tidak sengaja". ucap Eve sambil membereskan kembali buku² tersebut
"tidak papa salah ku juga karna tidak melihat jalan tadi". ucap orang itu
Eve melihat orang yang barusan dia tabrak yang ternyata adalah seorang wanita, dia lalu mengembalikan buku milik wanita tersebut
"terimakasih". ucap wanita itu sambil tersenyum dan hanya di balas anggukan oleh Eve
"aku baru melihat mu apa kau murid baru".
Eve tidak menjawab dan hanya menganggukan kepalanya saja, setelah itu dia lalu berjalan kembali dan meninggal kan wanita itu sendirian
"gadis yang sangat cantik tapi dingin sekali". ucap wanita itu sambil melihat punggung Eve yang menjauh
Eve sampai di depan pintu ruangan dengan tulisan Ruang Kepala Sekolah di atas nya, setelah mengetuk pintu dia lalu memasuki ruangan tersebut dan berjalan ke arah seorang pria paruh baya yang sedang duduk di atas kursi ke besaran nya
pria itu mendongak karna mendengar suara langkah kaki dan melihat seseorang yang sedang berdiri di depan nya
"apa kamu Evelyn Quensha Anthony murid baru itu". ucap pria itu dan di balas anggukan kepala oleh Eve
"tunggu". pria itu lalu mengambil telepon dan memanggil seseorang untuk pergi ke ruangan nya
beberapa menit kemudian pintu terbuka dan masuklah seorang pria yang berjalan mendekat ke arah mereka berdua
"perkenalkan dia pak Hadi yang akan menjadi wali kelas mu sekaligus guru Fisika di sekolah ini".
"hallo". ucap pak Hadi
tiba tiba suasana menjadi canggung karna Eve tidak mengatakan apapun dan hanya memasang wajah datarnya, kepala sekolah lalu berdehem untuk mengurangi kegugupan nya
"dia adalah Evelyn Quensha Anthony murid baru di sini, tolong antar kan dia ke kelasnya". ucap kepala sekolah sambil menunjuk ke arah Eve
"baik pak". pria itu lalu berpamitan dan menuntun Eve menuju kelas nya
Eve mengikuti pria itu dari belakang sambil mendengar kan ucapan nya yang sedang menjelas kan tentang tata letak sekolah
"ini adalah kelas kamu, masuklah sebentar lagi bel masuk akan berbunyi".
Eve lalu memasuki kelas tersebut dan meninggal kan pak hadi sendirian di depan pintu kelas,
__ADS_1
"dia bahkan tidak mengucapkan terimakasih". ucapnya sambil menghela nafas
setelah itu dia lalu meninggalkan kelas tersebut dan kembali ke ruangan nya