
Eve duduk di atas lantai yang beralas kan karpet berbulu di kamar Lea, dengan meja kecil di depan nya
maaf ya, adek gue emang anak nya nakal banget". ucap Lea sambil menaruh minuman dan camilan di atas meja
tidak papa, dia seperti itu juga karena berpikir aku adalah kau". ucap Eve sambil mengeluar kan beberapa buku dan laptop dari tas nya
iya sih, tapi tetep aja". ucap Lea merasa tidak enak
tidak usah di pikir kan, lebih baik kita langsung kerjakan saja tugas kita".
iya". ucap Lea sambil mengangguk
setelah itu mereka lalu mengerjakan tugas dengan bagian nya Masing-masing, soal nya hanya ada dua namun berbeda dengan jawaban nya yang bercabang, itu lah akibat nya tugas di kerjakan dengan cara berkelompok
Eve melirik ke arah pintu kamar Lea yang sedikit terbuka, di sana dia melihat Rafka yang sedang mengintip
Eve lalu berdiri dan berjalan menghampiri Rafka, sedang apa". ucap nya
uwahh". ucap Rafka yang terjungkal karena kaget melihat Eve
apa kau baik baik saja". ucap Eve sambil mencoba membantu Rafka untuk bangun
teman nya kakak". ucap Rafka pelan
apa kau ingin bertemu dengan kakak mu". tanya Eve dan di balas gelengan kepala oleh Rafka
bukan, lalu kenapa kau mengintip seperti itu ".
emm itu, aku". gumam Rafka sambil memainkan jari jari nya
Eve menaikan satu alis nya melihat tingkah Rafka yang terlihat malu malu
dia sangat berbeda dengan kakak nya". batin Eve, setelah itu dia lalu menarik tangan Rafka dan mengajak nya untuk masuk ke dalam kamar Lea
Lea yang sedang asik mengetik sesuatu di laptop, mengalihkan perhatian nya saat mendengar suara langkah kaki seseorang, dia lalu melihat Eve yang sedang menuntun adik nya
kenapa kau ada di sini". ucap Lea pada Rafka
Rafka tidak menjawab dia malah bersembunyi di balik tubuh Eve
tadi dia melihat kita di balik pintu, jadi aku mengajak nya untuk masuk". ucap Eve sambil duduk, dia lalu menyuruh Rafka agar duduk di samping nya
Lea mengerut kan kening nya heran saat melihat Rafka yang hanya duduk dengan tenang di samping Eve
tidak sakit". ucap nya sambil menyentuh dahi Rafka
apa yang sedang kakak lakukan". ucap Rafka tidak suka sambil menghempaskan tangan Lea dari dahi nya
kenapa lo jadi banyak diem kaya orang baik gini, biasa nya juga lu lebih rusuh dari gue". ucap Lea sambil menatap Rafka heran
kakak ini ngomong apa, bukan kah aku selalu seperti ini". ucap Rafka
mana ada, lo pasti lagi caper sama temen gue kan". ucap Lea sambil menunjuk wajah Rafka
Eve menghela nafas nya lelah saat melihat pertengkaran antara adik dan kakak di hadapan nya
__ADS_1
Lea, apa kau sudah selesai". ucap Eve, mencoba untuk menghentikan perdebatan mereka
belum, masih ada setengah lagi, lo udah selesai". ucap Lea dan di balas anggukan oleh Eve
hah serius, cepet amat". ucap Lea sambil memeriksa tugas Eve
aku akan keluar dan membawa adik mu bermain, kau kerjakan saja tugas mu setelah itu bergabung lah dengan kami". ucap Eve, sambil menggandeng tangan Rafka
Eve lalu membawa Rafka keluar karena jika terus berada di dalam, mereka mungkin akan terus berdebat
saat sudah di depan pintu, Rafka menoleh kan kepala nya ke belakang lalu menjulur kan lidah nya ke arah Lea
cih, bocah licik itu". ucap Lea, setelah itu dia pun kembali mengerjakan tugas nya yang belum selesai
teman nya kakak, kita akan kemana".
Eve ". ucap Eve
hah, maksud nya nama kakak Eve". ucap Rafka bingung dan di balas deheman oleh Eve
oh, kak Eve, kita mau kemana".
tidak tahu, aku membawa mu keluar hanya agar kau tidak bertengkar dengan kakak mu".
bagaimana kalau kita bermain game".
hah, kau bisa bermain game". ucap Eve sedikit terkejut
iya, aku sering bermain dengan kakak ku, tapi dia payah dalam bermain game, dan itu jadi sangat membosankan".
kau bahkan punya ruangan khusus untuk game, apa orang tua mu tidak melarang sama sekali". ucap Eve heran
kak Eve ini aneh sekali, kalau orang tua ku melarang aku untuk bermain game, tidak mungkin mereka membuatkan ku ruangan ini kan".
Eve mengerjap ngerjap kan kedua mata nya, ku rasa kau benar". ucap Eve, setelah itu mereka lalu bermain game bersama
hey berapa umur mu". ucap Eve
aku empat tahun". ucap Rafka sambil mengangkat ke empat jari nya
benarkah bagaimana bisa kau bermain sehebat itu". ucap Eve, karena dia sudah bermain beberapa ronde tapi dia hanya bisa menang satu kali melawan Rafka
hehee, kakak juga cukup hebat karena bisa mengalah kan ku sekali". ucap Rafka dengan wajah sombong nya
bocah sombong, aku akan mengalah kan mu lain kali". ucap Eve sambil mengusap kepala Rafka
saat mereka sedang asik bercanda tiba-tiba mereka mendengar suara ketukan pintu,
Rafka apa kau di dalam". ucap seorang wanita
Rafka yang mendengar suara tersebut pun langsung berlari dan menghampiri wanita tersebut
mami". ucap nya sambil memeluk wanita itu
wanita itu tersenyum sambil mengusap kepala Rafka, setelah itu dia lalu melihat ke arah Eve
__ADS_1
wah siapa ini". ucap nya
hallo tante saya Eve teman sekolah nya Lea ". ucap Eve sambil sedikit membungkukkan badan nya
oh teman nya Lea, apa kau sedang bermain".
tidak, saya ke sini karena ada tugas kelompok dengan Lea".
begitu, apa Rafka mengganggu kalian".
Eve menggeleng saja, setelah itu dia lalu di ajak untuk makan siang bersama
...****************...
saat Eve keluar dari rumah Lea hari sudah menjadi malam, dia terlalu asik bermain bersama Rafka sampai lupa waktu
lo beneran gak mau gue anter". ucap Lea
tidak usah".
ok, tapi lo hati hati ya, kalo ada apa apa telepon polisi aja jangan gue, karena gue pasti gak bisa bantu". ucap lea
iya Lea". ucap Eve sambil terkekeh
setelah itu dia pun pergi meninggalkan rumah Lea dengan berjalan kaki, Eve sebenar nya bisa saja memesan taxi atau apa pun itu, tapi dia sengaja memilih untuk berjalan kaki karena dia sekalian ingin mencari angin
di sepanjang perjalan nya, Eve melihat masih banyak kendaran yang berlalu lalang. lalu kemudian dia tiba-tiba dia di hadang oleh dua pengendara motor
kau Evelyn kan". ucap orang itu
iya". ucap Eve datar
kau ikut kami, bos ingin bertemu dengan mu".
kenapa juga aku harus mengikuti kalian". ucap Eve sambil berjalan pergi
Eve melirik arah kirinya saat melihat salah satu dari orang itu ingin memukul nya, Eve memutar tangan orang itu sampai terdengar bunyi kretek tanda bahwa tangan orang itu patah,
orang itu menjerit ke sakitan saat merasakan tulang nya patah, setelah itu Eve lalu melempar kan orang itu ke arah teman nya yang ingin menyerang
Eve lalu menghampiri kedua orang itu yang sedang duduk lesehan di bawah,
katakan pada bos mu itu, jika ingin bertemu, datang saja langsung pada ku". ucap Eve dengan tatapan tajam nya
orang itu hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan Eve dan tidak bisa menjawab karena terlalu takut melihat tatapan mata Eve
pergi". ucap Eve
tunggu".
mereka berdua ingin menaiki motor nya berniat untuk pergi, namun baru juga ingin menyalakan motor nya, Eve kembali menghentikan mereka
tinggal kan motor itu".
mereka saling berpandangan lalu mengangguk mengerti, setelah itu pergi dengan tunggang langgang karena takut Eve akan menghajar nya kembali
__ADS_1
Eve lalu meninggalkan tempat itu dengan menaiki motor besar milik kedua orang itu