
Malam semakin larut, tidak ada satu kendaraan lagi yang melintas namun Emma terus mencari rumah Kendrick tanpa berhenti. Lelah, lapar dan haus harus Emma rasakan. Setelah pergi dari rumah kakeknya, dia terus mencari tanpa berhenti meski dia tidak tahu di mana dia harus mencari. Barang-barang yang dilemparkan oleh Kimberly tidak dia bawa karena dia tahu akan merepotkan. Terserah Kimberly mau diapakan, dia tidak peduli karena yang paling penting adalah mencari keberadaan putranya.
Emma sudah berputar-putar, bertanya sana sini menggunakan sedikit informasi yang dia dapatkan. Kantor polisi atau siapa pun sudah dia datangi namun dia mengalami kesulitan. Uang yang dia miliki pun sudah habis untuk beli minuman, makanan dan juga untuk membayar kendaraan umum.
Sekarang dia sudah seperti orang gila, berjalan di kegelapan malam untuk menuju rumah Kendrick. Berkat orang baik yang dia temui setelah sekian lama mencari, akhirnya dia mendapatkan alamat tinggal pria itu. Emma memutuskan untuk langsung pergi karena dia tidak mau membuang waktu. Lagi pula dia tidak memiliki uang lagi untuk membayar ongkos taksi. Jalan kaki adalah satu-satunya pilihan yang bisa dia lakukan.
Emma mengira tujuannya dekat dan bisa dia capai dengan berjalan kaki tapi sudah lama dia berjalan, tujuannya tidak terlihat sama sekali. Bukan karena gelap tapi memang rumah Kendrick masih sangat jauh. Senter dari ponsel masih menyala tapi dayanya sudah mau habis. Dia yakin tidak mungkin salah, dia yakin orang yang memberikan alamat kediaman Kendrick tidak mungkin berbohong.
"Tunggu Mommy, Daniel. Tunggu Mommy," ucap Emma yang kembali melangkahkan kedua kakinya menyusuri jalan. Dia akan menjelaskan semuanya pada Daniel, dia akan mengatakan pada Daniel semua kebenarannya dan dia berharap Daniel tidak marah dan membenci dirinya.
Emma terus berjalan sampai penerangan di ponselnya mati karena kehabisan daya tapi dia tidak berhenti sampai dia tidak mampu untuk berjalan lagi. Inikah Risiko yang lain harus dia tanggung karena telah menipu putranya dan Kendrick? Dia benar-benar bodoh dan inilah akibat kebodohan yang dia lakukan.
Daniel bangun lebih pagi hari itu, dia sudah tidak sabar menunggu ibunya datang. Dia juga tidak sabar mengatakan pada ibunya jika Uncle Ken bersedia membantu ibunya dengan cara meminjamkan uang. Ibunya pasti akan senang karena ibunya tidak perlu meminta bantuan dari kakek jahat lagi.
Ainsley pun bangun lebih pagi karena dia ingin membuat sarapan untuk Daniel. Dia sudah mendengar jika Daniel mudah lapar jadi dia khawatir Daniel mencari makanan begitu dia terbangun. Kabar itu belum dia beritahukan pada keluarga besarnya. Mereka pasti akan terkejut karena tiba-tiba saja dia sudah memiliki seorang cucu.
Suara Daniel yang berbicara dengan perawatnya sudah terdengar ketika Ainsley masih berada di luar. Senyuman menghiasi wajah, sungguh dia sangat senang.
"Morning, apa nenek mengganggu?" Tanya Ainsley basa basi saat masuk ke dalam kamar Daniel.
"Selamat pagi, Nenek. Apa Mommy sudah datang?"
"Belum, Kendrick belum pergi menjemputnya."
"Kenapa belum, apa Uncle belum bangun?"
"Sudah, mungkin sedang mandi."
"Pinta Uncle untuk cepat nenek, Daniel sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mommy," pinta Daniel.
"Tentu saja. Sekarang katakan pada nenek, Daniel mau makan apa? Nenek akan buatkan."
__ADS_1
"Apa saja boleh, nenek," ucap Daniel sambil memperlihatkan senyumannya.
"Jika begitu tunggu di sini baik-baik," Ainsley keluar dari kamar itu, dia bertemu dengan suaminya yang hendak mengajaknya bicara. Bagaimanapun mereka harus mengabari keluarga besar mereka tapi agar Daniel tidak terkejut karena dia belum mengetahui kebenarannya jadi mereka harus berhati-hati dalam bicara.
"Apa kau sudah menghubungi ayah dan ibumu?" tanya Damian.
"Aku sedang memikirkan kata-kata yang bagus. Tidak mungkin kita mengatakan pada mereka jika Kendrick di perkosa oleh teman masa kecilnya hingga melahirkan seorang anak, bukan?"
"Memang seperti itu kejadiannya jadi katakan saja terus terang."
"Hei, ini memalukan. Kita akan mempermalukan putra kita sendiri karena di keluargaku belum pernah ada istilah diperkosa jadi aku harus memikirkan kata-kata yang bagus saat mengabari mereka akan keberadaan Daniel."
"Jika memang seperti itu kenyataannya, sebaiknya tidak perlu menutupi apa pun!"
"Aku tahu, tapi jika kata-katanya bisa diperhalus maka itu lebih baik tapi tunggu, kenapa kau tidak marah atau apa pun saat tahu Daniel cucu kita?"
"Memangnya kau ingin aku berbuat apa? Menangis karena putra kita diperkosa? Atau kau ingin aku marah [ada Kendrick yang adalah korban? Jika aku ingin marah maka yang akan aku marahi adalah Emma!"
"Memang sebaiknya aku yang buat dari pada cucuku sakit perut."
"Sembarangan, cepat bantu!" Ainsley menarik suaminya menuju dapur untuk membantunya membuat sarapan.
Kendrick yang sudah mandi pergi ke kamar Daniel. Hari ini dia tidak akan pergi bekerja. Dia akan mengutus seseorang untuk membawa Emma karena dia tidak bisa membohongi Daniel lebih lama. Dia sudah berjanji pada Daniel akan membawa ibunya hari ini maka dia harus menepati janjinya agar Daniel tidak membenci dirinya. Begitu masuk ke kamar, Daniel yang baru saja mandi langsung berteriak memanggilnya.
"Uncle, apa sudah menghubungi Mommy? Apa Uncle sudah meminta Mommy untuk datang?"
"Sudah, Uncle yang akan pergi menjemputnya nanti."
"Jangan lama-lama, Uncle. Aku tidak suka membuat Mommy khawatir."
"Tidak akan, setelah melihat keadaanmu barulah Uncle akan pergi," rasanya sudah tidak sabar Daniel memanggilnya dengan panggilan yang berbeda dan dia sudah tidak sabar mendengar Daniel memanggilnya dengan sebutan Daddy.
__ADS_1
"Daniel baik-baik saja, Uncle lihat?" Daniel memperlihatkan kedua lengannya yang kurus, "Daniel anak kuat." ucapnya.
"Baiklah, jika begitu Uncle akan pergi menjemput Mommy," sebaiknya dia yang pergi dari pada memerintahkan seseorang untuk membawa Emma.
"Cepat Uncle, cepat. Daniel sudah tidak sabar!" teriaknya.
"Baiklah, jangan lupa untuk menjadi anak baik!"
"Tentu," Daniel tersenyum lebar, dia sudah tidak sabar. Senyuman tipis pun menghiasi wajah Kendrick, dia pun sudah tidak sabar. Kendrick keluar dari kamar itu lalu mencari ayah dan ibunya karena dia ingin mereka menjaga Daniel selama dia pergi mencari dan membawa Emma.
"Mom, Dad, aku mau pergi jadi tolong jaga Daniel baik-bail," pinta Kendrick.
"Apa kau akan menjemput Emma, Ken?" tanya ibunya.
"Yeah, aku tidak bisa menipu Daniel begitu lama."
"Kau memang harus melakukannya karena dia butuh ibunya!" ucap ayahnya.
"Aku tahu, Dad. Itulah sebabnya aku akan menjemputnya."
"Pergilah, jika kau ingin menghukumnya gunakan cara lain, bukan dengan cara memisahkan Emma dengan putranya."
"Aku tahu, Mom. Aku pergi dulu!"
Kendrick pamit pergi, untuk mencari Emma tapi tanpa dia duga, Emma sudah berada tidak jauh dari rumahnya. Emma sudah tak kuat berjalan, dia memilih merangkak di rerumputan. Sedikit lagi, tinggal sedikit tapi dia sudah tidak bisa bertahan dan pada akhirnya dia pingsan. Keberadaan dirinya yang tergeletak di sisi jalan menarik perhatian seorang anak buah Kendrick, dua orang anak buah segera keluar untuk melihat karena mereka khawatir ada musuh yang datang.
"Ada apa begitu berisik?" Kendrick sangat heran karena beberapa anak buahnya berlari keluar.
"Ada seorang wanita pingsan di sana, Sir?"
"Apa?" Kendrick melangkah cepat menyusul beberapa anak buahnya. Hati kecilnya memerintahkan dirinya untuk melihat meski dia sudah akan pergi. Para anak buahnya menyingkir saat dia datang, Kendrick pun melihat wanita yang dimaksud oleh anak buahnya.
__ADS_1
"Emma!" Kendrick sangat terkejut melihat Emma tak sadarkan diri dalam keadaan menyedihkan. Sial, apa yang terjadi pada Emma? Kendrick membawa Emma dalam gendongan dan membawanya ke rumah sakit. Jangan sampai Daniel melihat keadaan ibunya yang seperti itu karena Daniel akan memarahinya lalu membenci dirinya.