Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Hanya Marah Saja


__ADS_3

Keadaan Daniel sudah baik-baik saja tapi anak itu tidak mau berbicara sama sekali bahkan dia tidak mau dengan siapa pun meski Ainsley sudah berusaha membujuknya. Kendrick pun membujuk tapi Daniel pun tidak mau. Ainsley meminta Kendrick untuk memanggil Emma karena dia pikir hanya Emma yang Daniel inginkan tapi lagi-lagi Daniel menolak. Daniel menangis tiada henti, tentunya itu tidak baik untuk kesehatannya.


"Pergilah, bujuk dia dan ajak dia bicara," ucap Ainsley pada putranya. Dia tidak bisa melakukan apa pun karenw Daniel menolaknya.


"Apa dia mau mendengarkan aku, Mom?"


"Kau ayahnya, dia pasti akan mendengarkan dirimu. Asal kau tidak menanamkan kebencian di dalam hatinya pada Emma yang bisa memperburuk keadaan jadi ajaklah dia bicara."


"Baiklah, aku akan mencobanya," ucap Kendrick.


"Mommy akan mendengar dari sini!" jika perlu bantuannya maka dia akan membantu membujuk cucunya agar tidak marah dan membenci ibunya. Kendrick menghampiri Daniel yang masih menangis, dia akan mencoba membujuk.


"Daniel, ayo bicara dengan Daddy," Kendrick duduk di sisi putranya, dia akan mengajak putranya berbicara meski putranya tidak mau.


"Tidak mau!" tolak Daniel.


"Lalu mau sampai kapan seperti ini. Apa Daniel membenci Mommy hanya karena Mommy tidak mengatakan pada Daniel siapa aku?"


"Tidak, Daniel tidak membenci Mommy," ucap Daniel seraya menghapus air matanya.


"Jika Daniel tidak membenci Mommy, kenapa Daniel menangis seperti ini dan tidak mau berbicara dengan siapa pun?"


"Daniel hanya marah saja, bukan benci. Kenapa Mommy berbohong dan tidak mau mengatakan hal ini pada Daniel lebih cepat. Kenapa, Daddy?"


"Baiklah, ini juga pertanyaan yang sama denganku. Apa Daniel mengira hanya Daniel saja yang kecewa? Daddy juga kecewa karena Emma tidak mengatakan padaku akan keberadaan dirimu. Aku sungguh tidak tahu jika kau ada. Jika ingin marah, aku adalah orang pertama yang seharusnya marah akan kelakuan Emma dan membenci dirinya."


"Apa Daddy marah dan membenci Daddy?"


"Yeah, aku marah tapi aku tidak membenci dirinya. Aku hanya memberikan sedikit hukuman untuk ibumu tapi aku tidak membencinya. Apa kau tahu kenapa?" Daniel menggeleng saat ayahnya bertanya demikian.


"Aku tidak membencinya karena aku tahu situasi sulit yang dia alami. Ibumu memiliki alasan sehingga dia tidak mengatakan pada kita akan kebenarannya dan salah satu alasannya adalah penyakit Daniel. Mungkin memang rumit untuk Daniel mengerti tapi suatu saat nanti, Daniel bisa mengerti kenapa ibumu melakukan hal itu. Semua orang memiliki kesulitannya sendiri yang tidak kita tahu dan mengerti. Setelah dipikir-pikir, tidak saja ibumu yang salah tapi aku juga salah," benar, dia tidak bisa melemparkan semua kesalahan pada Emma karena dia juga turut andil akan semua yang terjadi. Seandainya dia mencari siapa yang menjebaknya empat tahun yang lalu dengan serius, seandainya dia membuang egonya dan meminta bantuan kedua pamannya untuk membantunya mencari wanita yang  menjebaknya, sudah pasti dia akan mengetahui jika Emma yang melakukannya.

__ADS_1


Mungkin apa yang Emma alami saat ini tidak akan terjadi. Dia tidak akan dibenci oleh kakeknya, Daniel pun tidak akan mengidap penyakitnya terlalu lama dan yang paling penting dari kejadian ini, Emma tidak akan dibenci oleh Deniel dan dibenci oleh kakeknya.


"Kenapa. Daddy? Apa kehidupan orang dewasa semuanya rumit?"


"Yes, setelah dewasa kau akan mengerti."


"Jika begitu Daniel tidak mau jadi dewasa. Daniel mau jadi anak-anak saja untuk selamanya."


"Hal itu bukan kita yang menentukan karena semua anak-anak pasti tumbuh dewasa dan akan mendapatkan kesulitannya sendiri."


"Jadi, Mommy menipu kita karena sebuah alasan?" tanya Daniel.


"Sudah pasti, bukan? Daddy yakin, ibumu pasti ingin memberikan yang terbaik untukmu."


"Yang ayahmu katakan benar, Daniel," Ainsley yang sedari tadi mendengar menghampiri mereka. Dia harap mereka berdua tidak terlalu menghakimi Emma. Memang apa yang dilakukan oleh Emma sangat salah tapi mereka tidak boleh lupa akan keadaan Emma.


"Di balik semua yang terjadi, kalian jangan melupakan keadaan Emma. Dia pasti mengalami kesulitan, coba Daniel ingat-ingat apa yang Mommy pusingkan selama ini? Daniel pasti tahu, bukan?"


"Tidak punya uang adalah problem paling sulit bagi orang dewasa apalagi untuk Emma yang harus berjuang untuk Daniel. Bagi seorang ibu, anak adalah segalanya. Emma pasti mengupayakan apa saja untuk Daniel sebab itu banyak hal yang dia pertimbangkan jadi jangan menghakimi dirinya seperti itu karena kita tidak tahu apa yang dia rasakan selama ini."


"Jika Daniel membenci Mommy, berarti Daniel harus membenci Daddy juga," ucap Kendrick.


"Kenapa?" tanya Daniel sambil memandangi ayahnya.


"Apa yang terjadi denganmu dan ibumu sudah pasti salahku juga. Seandainya aku tidak memikirkan egoku, aku pasti sudah menemukan keberadaan kalian sejak lama jadi jangan menyalahkan ibumu saja tapi salahkan aku juga. Kau mengerti?" Kendrick mengusap punggung putranya dengan perlahan, dia harap putranya mengerti dengan apa yang dia katakan. Meski dia menghukum Emma tapi dia tidak membenci Emma sama sekali.


Daniel diam, menunduk. Tidak ada yang berbicara lagi. Mereka semua diam, seperti membutuhkan waktu untuk berpikir sejenak. Ainsley tersenyum  melihat mereka berdua. Setidaknya chemistry di antara mereka sebagai ayah dan anak sudah tercipta.


"Daniel mau menemui Mommy dan meminta maaf," ucap Daniel seraya turun dari ranjang.


"Ayo, kita pergi bersama untuk menemui Mommy," ajak Kendrick. Daniel sudah berada di dalam gendongan, mereka akan menemui Emma yang berada di dalam ruangan lain untuk berbicara dengannya.

__ADS_1


"Daddy, apa Mommy akan marah pada Daniel yang sudah berkata jahat?"


"Tidak, dia tidak akan marah."


"Daniel tidak akan mengatakan perkataan jahat lagi pada Mommy, Daniel berjanji."


"Bagus, ibumu pasti senang dan bangga padamu!" tanpa menaruh rasa curiga, mereka pergi ke ruangan Emma. Kendrick mengira Emma sedang tidur karena saat dia pergi Emma memang sedang tidur tapi nyatanya, Emma tidak ada di dalam ruangan itu.


"Mommy!" Daniel memanggil ibunya karena dia mengira ibunya berada di kamar mandi.


"Emma, apa kau di dalam?" Kendrick mengetuk pintu kamar mandi, dia juga berpikiran sama seperti putranya tapi sayangnya Emma tidak ada. Kendrick menghubungi Emma, untuk mencari tahu di mana dia berada namun ponselnya memang sudah tidak aktif dan sudah dijual oleh Emma dengan harga yang sangat murah.


Mereka masih mengira Emma pergi sebentar oleh sebab itu, mereka menunggu Emma kembali tapi sayangnya setelah sekian lama menunggu, Emma tak juga kunjung kembali. Kendrick jadi curiga apalagi perkataan Emma seperti ucapan untuk sebuah perpisahan.


"Di mana Mommy, Daddy. Mommy pergi ke mana?" Daniel mulai menangis, karena ibunya tak ada.


"Daniel bersama dengan Nenek terlebih dahulu, Daddy pergi mencari Mommy!" Kendrick membawa Daniel ke dalam ruangan di mana ibunya berada.


"Mom, tolong jaga Daniel," pintanya seraya memberikan Daniel yang sedang menangis.


"Ada apa?"


"Emma pergi."


"Apa? Pergi seperti apa yang kau maksudkan?"


"Mommy pergi gara-gara Daniel, Nenek," ucap Daniel sambil menangis dengan keras.


"Jangan menangis, ibumu pasti kembali."


"Aku pergi cari Emma terlebih dahulu!" Kendrick segera berlari keluar, sial. Dia tidak tahu jika Emma akan pergi. Kali ini dia pasti akan menemukan Emma karena dia tidak akan membiarkan Emma sendirian di luar sana dengan perasaan bersalahnya. Semoga saja Emma tidak mengambil jalan yang nekat dan bertindak bodoh.

__ADS_1


__ADS_2