
Setelah ditertawakan oleh keluarganya dan menjelaskan apa yang telah terjadi, Kendrick kembali ke hotel. Dia berjanji akan membawa Emma dan Daniel pulang setelah situasi sudah lebih baik di mana Emma bisa dia ajak bicara karena saat ini Emma masih berada di dalam situasi di mana tidak adanya rasa percaya diri dan dia masih merasa tidak berguna.
Semua yang ada di posisi Emma pasti akan merasakan hal itu dan dia tidak mau memaksa Emma karena Emma memang butuh waktu sampai rasa percaya dirinya kembali lagi. Kendrick tidak kembali dengan tangan kosong. Beberapa barang milik Daniel dia bawa, juga makanan yang dibuatkan oleh ibunya. Kendrick pun membeli beberapa keperluan untuk Emma. Meski Emma tidak meminta tapi dia tahu, Emma pasti membutuhkannya.
Kendrick kembali saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dia tertahan cukup lama karena keluarganya dan dia pun harus menunggu ibunya selesai membuat makanan. Beruntungnya dia memesan banyak makanan sebelum dia kembali sehingga Daniel dan Emma bisa makan saat mereka merasa lapar. Kendrick masuk tanpa mengetuk karena dia membawa kunci cadangan. Dia tidak mau mengganggu dan benar saja, Daniel sudah tidur sedangkan Emma tidak.
Emma sedang berbaring di sebuah kursi panjang yang ada di depan jendela, dia tampak termenung sambil memandangi pemandangan kota yang indah. Saat Kendrick masuk ke dalam, Emma berpaling ke arahnya namun tidak lama karena dia kembali memandang ke luar jendela. Kendrick meletakkan barang-barang yang dia bawa lalu menghampiri Emma.
"Boleh aku bergabung denganmu?" tanyanya basa basi.
Emma mendongak, memandangi Kendrick yang berdiri di sisinya. Tanpa berkata apa-apa, Emma bergeser agar Kendrick dapat duduk bersama dengannya.
"Kenapa tidak tidur? Apa kau lapar?" Kendrick kembali bertanya namun Emma menggeleng.
"Jika lapar katakan saja, ibuku membuatkan sup untukmu dan Daniel."
"Tidak, terima kasih sudah begitu baik padaku," ucap Emma sambil menunduk.
"Apa yang kau katakan? Sudah seharusnya aku peduli padamu," Kendrick mengangkat tangannya, hendak merangkul bahu Emma tapi dia mengurungkan niat karena dia takut Emma marah.
"Aku benar-benar malu padamu, Ken. Seandainya aku bisa mengingat sedikit saja kebersamaan kita dulu? Mungkin semua ini tidak akan terjadi!"
"Sudalah, aku tidak menyalahkan dirimu. Tidak perlu merasa menyesal seperti itu, kita perbaiki lagi dari awal. Aku ingin kau melakukannya untuk Daniel dan jangan bersikap egois lagi."
Emma mengangguk, dia kembali bersandar dan memandang ke luar jendela. Kendrick pun bersandar seperti yang mereka lakukan.
"Aku sedang mencari dokter saraf yang bagus untukmu agar ingatanmu cepat pulih."
"Tidak perlu, Kendrick. Cukup sembuhkan penyakit Daniel saja!" tolak Emma.
"Tidak, Emma," Kendrick meraih tangan Emma tanpa ragu lagi. Emma terkejut, dia hendak menarik tangannya namun Kendrick menggenggamnya.
__ADS_1
"Ingatanmu harus dipulihkan agar kau tahu apa yang terjadi padamu di masa lalu. Aku curiga Kimberly berperan besar atas ingatanmu yang hilang dan aku, tidak akan membiarkannya jika kecurigaanku ini terbukti!"
“Sudahlah Kendrick, tidak ada yang perlu dibuktikan lagi. Aku dan Kimberly sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi karena Kakekku sudah mengakhiri hubungan kami. Yang Berlalu biarlah berlalu karena aku tidak akan bertemu dengan mereka lagi.”
“Tidak bisa, aku tetap ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu di masa lalu. Meskipun Kimberly adalah adikmu, kau harus tetap menegakkan keadilan untuk dirimu sendiri. Jangan membiarkan kejahatan Kimberly semakin menjadi. Sejak dulu dia memang memiliki sifat yang tidak menyenangkan sebab itu kami tidak suka dengannya. Sekarang, jangan membiarkan dia semakin merajalela dengan sikap iri hatinya.”
"Setelah tahu apa yang terjadi, apa yang mau kau lakukan? Apa kau mau memenjarakan dirinya? Jika kau melakukannya, maka kakek yang sudah membenci aku akan mengutuk aku!"
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Aku yakin kakekmu pasti tidak tahu apa yang dilakukan oleh Kimberly di masa lalu."
"Tidak mungkin. Kakek pasti tahu karena dia selalu membela Kimberly."
"Jadi kau ingin membiarkannya saja? Kau ingin membiarkan Kimberly yang telah membuat kau jadi seperti ini?"
"Bukan begitu. Untuk sekarang, aku tidak tahu. Dari pada memikirkan Kimberly. lebih baik aku fokus memperbaiki hidupku agar tidak mengecewakan Daniel. Jika memang ingatanku bisa kembali, barulah aku memutuskan apa yang harus aku lakukan pada Kimberly nanti!"
"Baiklah, besok aku akan mencari rumah untukmu. Sekarang nikmati sup yang ibuku buatkan sebelum dingin."
Emma mengangguk, meski dia tidak lapar tapi dia tidak boleh menolak karena ibu Kendrick telah bersusah payah membuatkan sup untuknya. Mendadak dia jadi ingin tahu, apakah kedua orang tua Kendrick tidak marah dan membenci dirinya?
“Mommy?” panggilan Daniel mengalihkan mereka berdua. Kendrick berdehem lalu beranjak dan melangkah menuju ranjang setelah meletakkan sup panas ke atas meja. Emma pun memalingkan wajahnya yang memerah, apa yang baru saja dia lakukan? Mereka tidak memiliki hubungan seperti itu meskipun dia telah melahirkan anak Kendrick.
“Daddy, kenapa tidak membangunkan Daniel?” tanya Daniel yang sudah duduk di atas ranjang.
“Kau sedang tidur, jadi Daddy tidak ingin mengganggu. Sekarang kau sudah bangun, apa kau mau makan sup buatan nenek?”
“Mau, tapi setelah itu Daniel mau kembali tidur bersama Mommy dan Daddy,” ucap putranya seraya mengulurkan kedua tangan sebagai tanda jika dia ingin minta digendong.
Kendrick menggendong Daniel dan membawanya menghampiri Emma yang sedang meniup sup karena dia ingin menyuapi Daniel. Beruntungnya Daniel terbangun jika tidak dia tidak tahu apa yang akan mereka lakukan setelah aksi pandang itu.
“Mommy, bagaimana dengan kakimu?” Daniel bertanya pada ibunya karena kaki ibunya memang masih dipenuhi dengan luka akibat berjalan cukup jauh.
__ADS_1
“Sudah tidak apa-apa, sekarang nikmati supnya setelah itu kembali tidur!” ucap Emma.
“Daniel mau Mommy yang menyuapi!” ucap Daniel.
“Kemarilah, duduk dengan Mommy!” minta Emma sambil menepuk kursi yang ada di sisinya.
"Setelah ini Daniel mau tidur dengan Mommy dan Daddy!" ucap Daniel.
Emma mengiyakan permintaan putranya tanpa banyak berpikir. Hanya tidur saja dan ranjang begitu besar, dia yakin tidak perlu sampai berdekatan dengan Kendrick tapi nyatanya, setelah sup habis, Daniel menarik ayah dan ibunya. Emma masih mengira Daniel yang akan berada di tengah sehingga dia dan Kendrick memiliki jarak dan Daniel akan menjadi pembatas di antara mereka.
“Daniel, Kenapa bukan Daniel yang ada di tengah? kenapa Daddy?” tanya Emma. Jika begitu, dia harus tidur di sisi Kendrick dan dia tidak mau.
“Daniel tidak suka Daddy hanya memeluk Daniel saja. Daniel ingin Daddy memeluk Mommy juga. Jadi Daddy harus berada di tengah supaya impas,” ucap putranya
“Tapi?” Emma tampak ragu, karena permintaan mendadak Daniel yang di luar prediksi.
“Sudahlah, kita turuti saja. Lagi pula aku tidak akan melakukan hal yang merugikan dirimu,” ucap Kendrick.
“Cepat Daddy, Daniel sudah mengantuk!” teriak putranya yang sudah berbaring di atas ranjang.
Kendrick segera menghampiri Daniel dan berbaring di sisinya. Emma diam dan tampak ragu namun Daniel kembali memanggil sehingga mau tidak mau Emma pun naik ke atas ranjang dan berbaring di sisi Kendrick.
“Daddy harus memeluk Mommy juga!” teriak Daniel karena ayahnya sudah memeluknya dengan satu lengannya.
“Jangan memukul aku,” minta Kendrick pada Emma sebelum dia memeluk Emma dengan lengan lain. Emma diam saja, tak melawan. Daniel sangat senang, karena inilah yang dia inginkan.
“Bagaimana, Mommy? Dipeluk oleh Daddy sangat nyaman bukan?” pertanyaan anak-anak yang polos tanpa maksud apa-apa namun Emma tersipu malu bahkan dia menyembunyikan wajahnya yang merona di dada Kendrick.
“Ada apa dengan Mommy, Daddy?” tanya Daniel.
“Tidak ada apa-apa, sebaiknya Daniel segera tidur. Bukankah Daniel berkata jika Daniel sudah mengantuk? Jadi tidurlah, Daddy yang akan menjaga kalian berdua!” sesungguhnya dia sangat senang bisa seperti itu. Daniel benar-benar membawa keberuntungan dan dia berharap secepatnya mereka bisa menjadi keluarga Karena dia ingin menikahi Emma.
__ADS_1
“ Good night Dad, Good night Mom,” ucap Daniel sebelum tidur.
Emma pun mengucapkan selamat malam pada putranya, rasanya sangat ingin segera berpindah namun pelukan Kendrick terasa nyaman sehingga membuat Emma terlelap dengan cepat karena selama beberapa hari dia memang kurang tidur dan kelelahan. Kendrick sangat senang, kebahagiaan pun memenuhi hati. Wanita yang dia cintai sejak dulu berada di dalam pelukan bersama dengan putra mereka. Dia bersumpah, tidak akan membiarkan Emma pergi lagi dari hidupnya.