Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Rencana Jahat Aston


__ADS_3

Aston yang tidak terima dipermalukan oleh Emma pergi mencari bantuan. Padahal Emma sudah bersedia menikah dengannya tapi Emma justru mempermalukan dirinya. Dia tidak akan terima, benar-benar tidak terima sebab harga dirinya dijatuhkan oleh seorang wanita.


Aston pergi mencari seorang teman lama yang memiliki beberapa bisnis gelap dan juga memiliki koneksi dengan beberapa penjahat berbahaya. Dia yakin sahabatnya bisa membantu karena dia ingin membalas rasa sakit hatinya pada Emma. Dia berniat menculik Emma lalu menyekapnya lalu mempermainkannya sampai mati agar rasa sakit hatinya atas penghinaan yang Emma berikan terbayarkan tapi dia harus memiliki rencana bagus untuk melakukan hal itu dan tentunya orang-orang yang bisa dia andalkan agar tujuannya tercapai.


Pasar gelap menjadi tujuan karena Aston tahu jika sahabatnya berada di sana. Malam itu pasar gelap cukup ramai seperti biasanya karena transaksi ilegal apa pun terjadi di tempat itu. Aston berpapasan dengan sekelompok orang yang seperti sedang mencari sesuatu. Seorang pemuda dengan wajah yang menakutkan berjalan di depan, dia bahkan hampir menabrak pemuda itu tapi beruntungnya dia segera menghindar jika tidak mungkin dia akan dipukul oleh anggota geng itu. Aston segera mencari sahabatnya yang sedang melakukan transaksi gelap karena dia tidak suka berada di tempat itu terlalu lama.


"Dallas," Aston memanggil sambil melambaikan tangan.


"Aston, akhirnya kau datang. Aku kira kau takut datang ke tempat ini!" ucap Dallas basa basi seraya menyambut kedatangan sahabat baiknya.


"Aku tidak takut, aku hanya malas saja berada di tempat seperti ini!" Aston segera menghampiri Dallas dan bergabung dengannya.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Aston bertanya karena begitu banyak obat di atas meja.


"Berbisnis, tentu saja. Apa kau tidak melihat? Tunggu aku selesai, baru kita bicara!"


Aston hanya melihat, bisnis gelap yang Dallas lakukan tapi pemuda yang hampir dia tabrak tadi mendekati mereka dan setelah itu pergi dengan kelompoknya. Hal itu membuat Aston penasaran karena dia ingin tahu apa saja yang dilakukan oleh orang-orang itu di pasar gelap.


"Siapa mereka, Dallas. Kenapa seperti mencari sesuatu?"


"Sttt! Pelankan suaramu. Jika dia mendengar maka kau tidak akan melihat matahari esok pagi lagi."


"Apa maksudmu, kenapa terdengar menakutkan?" Aston semakin penasaran.


"Dia adalah Keanu Maxton, pemimpin organisasi Black King. Jika kau sayang nyawa, sebaiknya tutup mulutmu!" ucap Dallas.


"Apa?" kenapa nama Maxton terdengar tidak asing baginya. Aston justru berpikir sampai akhirnya dia ingat dengan Kendrick Maxton.


"Tunggu, apa Keanu Maxton itu ada hubungannya dengan Kendrick Maxton?"

__ADS_1


"Ck, kau benar-benar tidak tahu apa pun!" Dallas melihat Keanu yang telah pergi dengan anak buahnya dan setelah itu, barulah dia berani berbicara.


"Keanu dan Kendrick adalah saudara tapi yang paling berbahaya di antara mereka berdua adalah Keanu jadi berhati-hatilah!"


Aston hanya mengangguk, dia tidak peduli karena tidak ada urusan dengannya. Yang ingin dia lakukan hanya menculik Emma dan dia butuh bantuan dari Dallas.


"Baiklah, aku ingin meminta bantuanmu. Baru saja aku dipermalukan oleh seorang wanita jadi aku ingin kau mencari seseorang yang bisa melakukan pekerjaan kotor ini untukku!" ucap Aston.


"Itu perkara mudah, Aston. Kita bahas setelah aku selesai!" ucap Dallas. Aston kembali mengangguk, dia percaya Dallas pasti bisa mencarikan orang yang bisa membantunya menangkap Emma yang akan dia ajak bersenang-senang untuk melampiaskan rasa sakit hatinya tapi jika dia ingin menangkap Emma, itu berarti dia akan mengusik kendrick karena tanpa dia tahu, Emma sudah berada bersama dengan Kendrick.


Ainsley dan Damian sudah pulang setelah mereka berbincang dan makan malam bersama. Emma membersihkan piring-piring kotor di dapur sedangkan Daniel bersama dengan ayahnya di dalam kamar. Daniel yang mendengar jika dia memiliki seorang paman tentu saja sangat ingin tahu siapa pamannya dan kenapa pamannya tidak ada di rumah sehingga dia tidak pernah bertemu dengan sang paman. Itu Karena Keanu memang tidak tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.


Kendrick yang memiliki sifat cenderung seperti ayahnya yang pendiam dan tenang, tidak terlalu tertarik dengan organisasi yang ditinggalkan oleh kakeknya. Dia lebih fokus pada perusahaan sedangkan Keanu yang memiliki sifat seperti ibunya lebih suka dengan tantangan. Meski mereka berdua sama-sama dilatih untuk menjadi pemimpin Black King tapi Kendrick menyerahkan posisi itu pada adiknya yang menurutnya lebih cocok dari pada dirinya.


“Kenapa Uncle terlihat menakutkan, Dad?” tanya Daniel pada ayahnya yang sedang menunjukkan foto Keanu pada Daniel yang sangat ingin tahu akan rupa pamannya.


“Rupanya memang seperti itu. Uncle bukan orang yang suka banyak bicara dan ekspresinya memang selalu seperti itu tapi Daniel tidak perlu takut saat bertemu dengannya karena sesungguhnya Uncle itu orang yang baik hanya sifatnya saja yang tidak menyenangkan.”


“Tentu saja tidak, Daddy akan meminta Uncle  pulang saat dia sudah punya waktu.”


“Tapi Daniel takut,” ucap Daniel Seraya memeluk Ayahnya.


“Anak laki-laki tidak boleh takut, jika Daniel takut lalu bagaimana Daniel bisa melindungi Mommy dari orang jahat? Jika ada yang tahu kelemahan Daniel maka akan ada yang memanfaatkan hal itu jadi jangan pernah menunjukkan kelemahan kita pada orang lain karena itu bisa dimanfaatkan. Daniel mengerti?”


“Mengerti, Dad. Daniel Mau menjadi kuat agar Daniel dapat melindungi Mommy dari Aunty jahat!” ucap Daniel sambil mengangkat kedua lengannya dan memperlihatkan kedua tangannya yang kurus.


“Bagus, laki-laki memang harus seperti itu. Tidak boleh lemah dan tidak boleh takut dengan apa pun,” Kendrick  mengusap kepala putranya saat mengatakan perkataan itu. Setiap laki-laki yang lahir di keluarganya memang harus memiliki mental yang  bagus dan tak boleh menunjukkan  kelemahan yang ada pada dirinya pada orang lain.


“Daniel, apa kau sudah menggosok gigimu?” Emma masuk ke dalam kamar karena dia baru saja selesai mencuci piring.

__ADS_1


“Belum, Mommy. Daniel sedang melihat rupa Uncle. Apa Mommy mau melihat? Uncle terlihat menakutkan!” teriak putranya sambil memperlihatkan rupa tamannya dari ponsel ayahnya .


“Kau punya saudara laki-laki?” Emma  bertanya pada Kendrick.


“Tentu, tapi kau tidak terlalu mengenalnya karena dia lebih suka bersama dengan kedua pamanku. Lagi pula dulu kau cengeng jadi adikku tidak suka denganmu.”


“Oh,” ucap Emma sambil mengangguk. Satu hal lagi yang dia tahu, ternyata Kendrick memiliki saudara.


“Kemarilah!” Kendrick mengulurkan tangannya ke arah Emma. Dia ingin Emma datang padanya dan bergabung dengannya.


“Daniel mau gosok gigi terlebih dahulu,” ucap Daniel.


“Ayo bersama dengan Mommy,” ajak Emma.


“Tidak perlu, Mommy. Daddy yang akan menggendong Daniel tapi sebelum itu,”Daniel mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya dan setelah itu Daniel memberikannya kepada ibunya dan barang yang dia ambil adalah uang yang dia dapatkan hari ini.


“Ini untuk Mommy,” ucapnya sambil memberikan gulungan uang yang tergulung dengan rapi.


“Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak ini, Daniel? Kau tidak meminta uang pada kakek dan nenek, bukan?” tanya Emma curiga.


“Tidak, Nenek yang memberikannya  tapi karena Mommy yang lebih membutuhkan uang ini jadi Daniel berikan pada Mommy saja,” ucap putranya.


“Apakah kau tidak berbohong?”


“Emma, Putra kita tidak mungkin berbohong. Terimalah uang itu dan gunakan untuk membeli keperluanmu sehari-hari. Tidak perlu sungkan, ibuku sudah memberikannya untuk Daniel jadi Kau berhak menggunakannya,” sesungguhnya dia yang meminta ibunya untuk memberi Daniel uang karena jika dia memberikannya secara langsung pada Emma, Emma pasti tidak mau menerimanya dan Emma akan menganggap uang yang dia berikan itu adalah hutang yang harus dia ganti. jadi menurutnya itu jalan satu-satunya yang bisa dia lakukan agar dia dapat memberikan uang yang bisa Emma gunakan untuk keperluan sehari-hari


“Ambillah Mommy,” ucap Daniel.


“Lain kali jangan mengambil uang nenek, Daniel mengerti?” Emma mengambilnya tanpa menaruh rasa curiga. Dia akan menyimpan uang itu baik-baik karena itu adalah milik Daniel tapi uang itu bisa juga dia gunakan di saat keadaan yang seperti saat ini sebab ia belum memiliki pekerjaan.

__ADS_1


Kendrick segera membawa Daniel untuk menggosok giginya, sedangkan Emma menyiapkan tempat tidur karena Daniel sudah akan tidur sebentar lagi. Seperti  kemarin, mereka tidur bersama di mana Emma dan Daniel berbaring di sisi kanan dan sisi kiri Kendrick.


Malam itu lagi-lagi mereka melewatinya  bersama dan mungkin saja esok mereka akan seperti itu lagi namun sayangnya tanpa mereka tahu jika malam itu Aston sedang membuat rencana jahat untuk membalaskan rasa sakitnya terhadap Emma.


__ADS_2