
Kimberly sedang bersiap-siap karena dia hendak pergi menemui Kendrick. Emma sudah tidak ada jadi tidak ada yang mengganggunya lagi untuk mendekati Kendrick. Dia yakin Emma sudah pergi dengan putranya dan dia sangat berharap mereka pergi yang jauh dan tidak kembali lagi.
Fedrick menikmati tehnya, dia kembali seperti biasanya. Keberadaan Emma benar-benar tidak berarti sama sekali baginya. Mungkin dia sudah terbiasa dengan kepergian Emma selama empat tahun ditambah Emma dan Kimberly memang sudah pindah lama bersama dengan kedua orang tuanya sehingga membuatnya tidak terlalu memusingkan kepergian Emma tapi sekarang, dia ingin fokus pada Kimberly karena hanya dia satu-satunya yang tersisa.
"Kakek, aku mau pergi!" ucap Kimberly.
"Mau pergi ke mana?" tanya kakeknya sambil menikmati tehnya.
"Aku mau pergi mencari Kendrick dan akan pulang sedikit sore nanti!" jawab Kimberly.
"Berhentilah, Kimberly. Kendrick tidak menyukai dirimu jadi berhentilah!"
"Tidak mau, kenapa Kakek jadi meminta aku berhenti? Bukankah kakek sudah berjanji mau mendukung aku dengan Kendrick?"
"Itu dulu, saat Emma pergi. Saat kau bersedia menggantikan kakakmu, kakek memang mendukung dan membujuknya agar dia mau bertunangan denganmu tapi sekarang, dia sudah menolak dirimu dan kau tahu apa alasannya."
"Semua itu gara-gara Emma. Seharusnya kakek tahu tapi kenapa kakek jadi memojokkan aku seperti ini? Aku tidak melakukan apa pun yang membuatnya membenci aku dan semua itu gara-gara Emma!" Kimberly masih menyalahkan Emma yang telah menghancurkan hubungan dan Kendrick.
"Cukup!" teriak kakeknya marah. Fedrick memijit pelipis, setelah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya, kehidupan kedua cucunya benar-benar jadi berantakan.
"Kakek, aku tidak pernah mengecewakan dirimu seperti Emma tapi kenapa kau marah dan berteriak seperti ini padaku? Jika Emma tidak kembali, aku dan Kendrick pasti sudah menikah!"
"Faktor kau berpisah dengan Kendrick adalah sifat burukmu itu, bukan Emma!"
"Apa?" Kimberly sangat terkejut dengan apa yang kakeknya ucapkan karena ini pertama kalinya kakeknya berkata seperti itu.
"Aku sudah memikirkannya kenapa kau dan Emma bisa menjadi seperti ini. Aku sudah memikirkannya begitu lama jadi aku memutuskan, aku akan mencari seorang psikologi untukmu agar sifat burukmu itu berubah dan jangan pergi mencari Kendrick karena itu bisa menjatuhkan harga dirimu!"
__ADS_1
"Aku tidak mau!" teriak Kimberly menolak.
"Kau tidak bisa menolak karena aku benar-benar akan mencari seorang psikolog untuk memperbaiki tabiat burukmu yang sudah ada sejak kecil. Dulu ibumu membela dirimu, tapi sekarang aku ingin kau berubah dan sifat burukmu itu harus segera sirna agar kau memiliki kehidupan yang lebih baik jadi jangan menolak.”
“Aku tidak butuh psikolog, kakek. Aku masih normal dan aku tidak gila!” kimberly berteriak dengan lantang. Dia tidak butuh psikolog karena hal itu memalukan. Jangan sampai orang-orang menganggap dirinya sudah gila sehingga membutuhkan ahli itu. Semua yang terjadi adalah kesalahan Emma, bukan karena sifatnya. Sepertinya kakeknya mulai memihak Emma dan dia tidak suka hal itu.
“Apa yang sudah aku putuskan, tidak bisa kau bantah. Aku akan tetap mencari seorang psikolog untukmu agar sifat burukmu yang mendarah daging itu hilang dari dirimu!” ucap kakeknya. Perkataannya tidak boleh dibantah. Dia melakukan hal itu karena dia ingin memberikan yang terbaik untuk Kimberly. Emma sudah sangat mengecewakan tapi Kimberly tidak boleh dan dia akan fokus pada Kimberly agar Kimberly tidak mengecewakan dirinya seperti Emma yang sudah begitu mengecewakan dirinya.
“Aku benci dengan kakek!” teriak Kimberly seraya berlari pergi. Dia tidak akan mau kakeknya memanggil seorang psikolog untuknya karena itu sangat memalukan.
Fedrick hanya bisa menghela nafas, dia ingin yang terbaik untuk Kimberly tapi Kimberly tidak mengerti akan maksudnya. Sepertinya dia sudah membuat sebuah kesalahan di masa tuanya ini dan dia tahu itu karena dia terlalu memanjakan Kimberly.
Kimberly menutup pintu dan keras. Entah apa yang terjadi dengan kakeknya pasti semua itu gara-gara Emma. Lagi dan lagi Emma membuatnya berada di dalam masalah dan dia tidak akan membiarkan Emma tertawa karena hal ini memalukan. Dia benci, benar-benar benci dengan Emma dan lagi-lagi Emma Yang dia salahkan padahal Emma tidak tahu apa pun.
Emma yang tidak tahu akan apa yang direncanakan kakeknya pada Kimberly pergi mengikuti Kendrick bersama dengan putranya. Tentunya mereka pergi untuk melihat rumah yang akan dia tempati. Meski dia tidak enak hati tapi dia juga tidak bisa tinggal di hotel lebih lama karena satu malam di Hotel itu cukup mahal.
“Wah.. lihat ini, Mommy. Apa Mommy menyukai rumah ini?” tanya Daniel yang berada di dalam gendongan ayahnya.
“Tentu saja, rumah ini sudah cukup bagus untuk Mommy tempati sendiri.”
“Apa maksud ucapan Mommy?” tanya Daniel tidak mengerti.
“Daniel sudah mendengarnya bukan, Mommy akan tinggal sendiri di sini dan Daniel harus tinggal dengan Daddy!”
“Tidak mau, Daniel tidak mau!” tolak putranya.
“Daniel, kau harus selalu mendapat perawatan dan jangan mempersulit Daddy untuk menyiapkan lagi ruangan khusus untukmu yang sudah ada di rumahnya. Daniel tinggallah dengan Deddy. Mommy pasti akan pergi untuk menjenguk Daniel dan Daniel bisa datang kapan saja jika Daniel merindukan Mommy. Untuk sementara kita seperti ini terlebih dahulu sampai keadaan Mommy lebih baik. Jika Daniel berada di sini, siapa yang akan menjaga Daniel? Tolong beri Mommy waktu sampai Mommy memperbaiki diri. Mommy harus mencari pekerjaan agar Mommy memiliki uang untuk Mommy gunakan. Terus terang saja, Mommy tidak bisa mempersulit ayahmu lebih dari pada ini. Jadi dengarkan perkataan Mommy, ini juga untuk kebaikanmu. Mommy tidak akan pergi ke mana-mana lagi, Mommy hanya ingin memperbaiki diri saja."
__ADS_1
“Tapi Mommy, Daniel ingin bersama dengan Mommy,” ucap putranya.
“Selama ini, Daniel sudah menghabiskan banyak waktu bersama Mommy jadi sekarang, Daniel harus menghabiskan waktu bersama Daddy. Mommy tidak membuang Daniel, kita hanya terpisah tempat tinggal saja.”
“Tinggallah di rumahku, Emma. kedua orang tuaku tidak akan keberatan, mereka pasti akan menerima dirimu seperti yang sudah-sudah dan aku akan memberikan pekerjaan untukmu."
“Aku tidak bisa, Kendrick. Tolong mengerti akan posisiku, aku benar-benar malu padamu dan pada mereka jadi berikan aku waktu untuk memperbaiki diriku agar aku tidak seperti pecundang dan benalu yang hanya bisa mempersulit dirimu. Sudah aku katakan sejak awal, kau cukup peduli pada Daniel saja karena dia yang paling penting. Sekarang jaga dia baik-baik dan aku akan menata hidupku agar lebih baik lagi sampai aku merasa pantas untuk bertemu dengan keluargamu dan menjelaskan pada mereka kesalahan yang telah aku lakukan.”
“Baiklah, tapi jangan lama-lama karena minggu depan keluarga besarku ingin bertemu denganmu.”
“Apa?” Emma sangat terkejut mendengarnya. Apa dia tidak salah mendengar?
“Hari ini kau bisa menghindar tapi minggu depan, kau harus tetap ikut denganku dan kau tidak bisa menolak!” ucap Kendrick.
“Daddy mau ajak Mommy pergi ke mana?” tanya Daniel.
“Bertemu dengan kakek dan nenek buyut dan bertemu dengan paman-pamanmu. Daniel mau, bukan?”
“Apakah mereka baik?” Daniel bertanya seperti itu karena dia takut mendapat perlakuan tidak baik sepertiyang diberikan oleh kakek Emma dan Kimberly.
“Tentu saja mereka baik, Daniel pasti menyukai mereka.”
“Wah, jika begitu Daniel sudah tidak sabar!” ucap Daniel sambil tersenyum lebar.
Emma tersenyum tipis melihat kebersamaan Daniel dengan ayahnya. Seharusnya dia melakukan hal itu sejak lama. Memberitahu Kendrick akan kebenarannya tapi gara-gara hubungan Kendrick dengan Kimberly membuatnya tidak bisa mengatakan hal itu. Meski banyak yang sudah terjadi, tapi kebenaran itu sudah terungkap dan sekarang dia tidak akan segan lagi pada Kimberly Karena dia sudah tidak mengharapkan bantuan dari kakeknya.
Dia tahu, Kimberly pasti akan murka saat tahu jika Daniel adalah putra Kendrick tapi sekarang dia tidak akan membiarkan Kimberly semena-mena karena dia dia tidak akan ragu untuk memukul mulut Kimberly sampai giginya rontok.
__ADS_1