Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Tidak Terima


__ADS_3

Karena Emma pingsan, mau tidak mau Kendrick membawanya ke rumah sakit. Kali ini dia akan memeriksa keadaan Emma dan mencari tahu apakah reaksi yang ditunjukkan oleh Emma dapat berakibat buruk atau tidak pada dirinya sebab dia ingat, Kimberly pernah berkata jika Emma akan menjadi gila. meskipun dia tidak percaya akan perkataan Kimberly, tapi tidak ada salahnya mencari tahu.


Dia harap apa yang terjadi dengan Emma setelah melihat danau dapat mengembalikan sedikit ingatannya akan kejahatan yang diperbuat oleh Kimberly. Tidak hanya itu, dia juga berharap Emma dapat kembali mengingat kenangan akan masa kecilnya.


Selama di perjalanan menuju rumah sakit, Emma mengigau sambil mengucapkan sesuatu. Dia juga menyebut nama Kimberly beberapa kali dan meminta Kimberly untuk menolongnya. Sepertinya saat kejadian itu terjadi, Kimberly hanya memperhatikan tanpa berniat menolong Emma. Jika tebakannya tidak salah karena Emma  mengucapkan kata itu secara berulang-ulang.


Kimberly memang memiliki hati yang picik namun dia tidak menduga Kimberly begitu jahat sampai-sampai ingin membunuh kakaknya sendiri hanya karena dia iri dengan Emma padahal yang membuat dirinya tidak disukai adalah sifat buruknya. Kimberly tidak interopeksi diri tapi dia justru selalu mengalahkan Emma dan Emma. Kendrick yakin kakek mereka tahu akan hal itu tapi kakek mereka menyembunyikannya.


“Tolong… tolong aku, Kimberly!” tangan Emma seperti hendak menggapai sesuatu karena memang saat itu dia seperti melihat dirinya sendiri di dalam air. Wajah Emma masih pucat,  ketakutan yang dia rasakan dapat terlihat jelas dari ekspresi wajahnya


“Keterlaluan kau Kimberly, kau sungguh keterlaluan!” Kendrick memeluk Emma dengan erat. Bisa dia bayangkan bagaimana takutnya Emma saat itu? Jangankan Emma, dia yakin semua orang yang berada di posisi Emma pasti akan mengalami trauma akibat perbuatan keji Kimberly.


Seorang dokter sudah menunggu, dia adalah dokter saraf yang memang sudah dipanggil Kendrick untuk memeriksa keadaan Emma. Dokter itu tentu saja langsung bersiap-siap begitu Kendrick tiba sambil membawa Emma yang masih pingsan. Emma pun segera ditangani dan beruntungnya dia hanya pingsan akibat rasa takut dan shock saja.


"Apa dia akan menjadi gila karena ingatannya itu?" tanya Kendrick pada sang dokter yang baru saja selesai memeriksa keadaan Emma.


"Apa yang kau katakan, Tuan. Tentu saja tidak!"


"Pukulan yang dia dapatkan, apakah tidak mencederai syaraf otaknya?"


"Tentu saja pukulan itu mengenai syaraf otaknya jika tidak maka dia tidak akan hilang ingatan tapi dia tidak akan menjadi gila hanya karena pukulan yang dia dapatkan namun ada sesuatu yang lebih berbahaya dari pada pukulan itu."


"Apa maksud perkataanmu? Apa ada hal lain yang membuatnya hilang ingatan?"

__ADS_1


"Aku sudah memeriksanya tapi memang harus diperiksa lebih jauh. Dia tidak bisa mendapatkan ingatannya karena ada yang memberinya obat dan obat itu, aku rasa adalah obat yang bisa membuat seseorang tidak akan mendapatkannya ingatannya kembali. Jika dia mengkonsumsinya cukup banyak, maka hal itu akan berbahaya untuk dirinya."


Kendrick sangat terkejut mendengar perkataan dokter itu. Obat? Entah kenapa dia curiga jika pelakunya adalah Kimberly sebab tidak ada pelaku lain selain dirinya.


"Lalu bagaimana dengan keadaannya, apa dia benar-benar akan gila?" Kini Kendrick jadi khawatir sebab dia tidak tahu akan obat itu.


"Berdoalah semoga saja tidak. Kita lihat saat dia sadar nanti, apakah kelakuannya akan berubah atau tidak. Aku harap tidak karena kelakuannya berubah, itu berarti dia butuh psikolog dan ingatannya yang hilang itu, lebih baik tidak kembali sama sekali dari pada dia jadi gila."


Kendrick mengepalkan kedua tangannya karena dia sedang menahan amarah. Sungguh Kimberly sudah bertindak terlalu jauh dengan mencekoki kakaknya sendiri dengan obat berbahaya agar Emma tidak mengingat apa pun. Dia rasa Kimberly melakukan hal itu tidak saja agar Emma tidak mengingat masa kecilnya tapi agar Emma tidak mengingat kejahatan yang dia lakukan.


Setelah berbicara dengan dokter itu, Kendrick masuk ke dalam ruangan di mana Emma berada. Sepertinya dia harus mengatakan pada Emma tentang obat itu tapi dia harus melihat reaksi Emma saat sadar. Semoga saja Emma masih tetaplah Emma yang dia kenal. Jika Emma akan menjadi gila lebih baik Emma tidak mengingat apa pun.


Kendrick duduk di sisi Emma dan memegangi tangannya. Hukuman apa yang pantas Kimberly dapatkan atas kejahatan yang telah dia lakukan? Yang pantas menghukumnya sudah pasti Emma dan dia harap Emma baik-baik saja karena Daniel akan sangat sedih saat melihat ibunya nanti. Selama menunggu Emma sadar, Kendrick tampak was-was akan dampak obat yang telah Kimberly berikan untuk Emma apalagi dia tidak tahu berapa banyak dosis obat yang telah Kimberly berikan untuk kakaknya sendiri.


"Emma!" Kendrick mendekatinya dan memegangi tangannya semakin erat. Emma masih mengigau dan benar-benar tersadar ketika dia berteriak dengan keras. Tidak ada yang bisa Kendrick lakukan selain menenangkan Emma dan menyeka keringat yang mengalir dari dahinya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Kendrick padanya. Dia harap Emma tetaplah Emma.


Emma menjawabnya dengan anggukan tapi dia tidak yakin sampai Emma benar-benar menunjukkan jika dia baik-baik saja.


"Apa kau mengenali aku, Emma? Apa kau ingat dengan apa yang baru saja kita lakukan?"


Emma memandanginya dan hal itu membuat Kendrick sedikit khawatir. Kendrick mengulangi pertanyaannya kembali dengan perasaan yang semakin was-was.

__ADS_1


“Kimberly, dia yang mendorong aku jatuh ke dalam Sungai. Dia yang telah memukul aku!” ucap Emma karena dia mengingat bagian itu.


“Hei, Jadi kau mengingatnya? Apa kau juga tahu siapa aku?”


“Apa maksud dari perkataan, Ken? Tentu saja aku ingat dan kau dengan sengaja membuat aku ke danau itu padahal aku sudah berkata jika aku?” ucapan Emma terhenti karena Kendrick tiba-tiba saja memeluknya.


“Aku tahu aku sudah keterlaluan tapi aku memang sengaja agar kau mengingat sesuatu. Aku sangat senang kau telah kembali, Emma. Meski ingatanmu tidak sepenuhnya kembali tapi aku sangat senang karena kau baik-baik saja. Aku takut saat kau sadar, aku mendapati dirimu yang berbeda. Aku sungguh tidak mau hal itu terjadi karena aku akan sangat membenci diriku jika sampai terjadi hal buruk padamu.”


“ Apa maksud perkataanmu? jika memang ingatan itu akan kembali apa aku akan menjadi orang lain?”


“Tidak, tapi tanpa kau sadari sepertinya Kimberly memberikan obat padamu dan obat itu adalah obat yang bisa membuat seseorang tidak dapat mengingat akan masa lalunya lagi. obat itu juga memiliki efek samping dan obat itu bisa membuatmu gila.”


“Apa?” Emma sangat terkejut mendengar perkataan Kendrick. Apakah adiknya sendiri segila itu melakukan perbuatan keji demi tujuannya? Tapi sepertinya apa yang dikatakan oleh Kendrick bukanlah sebuah tipuan belaka.


“Aku tidak terima!” Emma beringsut dari ranjang karena dia hendak pergi. Kimberly sudah begitu keterlaluan dan dia tidak akan membiarkan Kimberly semakin merajalela. Hari ini juga dia akan membuat perhitungan pada Kimberly.


“Mau pergi ke mana, Emma? Kau harus beristirahat, jadi jangan pergi ke mana pun!” cegah Kendrick namun Emma tidak bisa menerima apa yang sudah dilakukan Kimberly padanya. Dia tidak peduli dengan apa pun karena dia ingin memberikan pelajaran untuk adiknya kurang ajar.


“Tentu saja mencari Kimberly. Aku ingin memberikan pelajaran untuknya yang telah membuat aku jadi seperti ini jadi jangan cegah aku. Tidak saja mencelakai aku tapi dia juga ingin membunuh aku dengan obat itu. Apa dia sudah kehilangan pikirannya dan sudah gila? Aku yakin kakek tahu akan hal ini dan dia diam saja selama ini bahkan dia membela Kimberly. Aku benar-benar tidak akan tinggal diam. Seharusnya kakek tidak terlalu membela Kimberly padahal dia juga sudah keterlaluan!”


“Jika begitu pergi denganku. Aku takut saat kau lengah Kimberly justru melakukan sesuatu padamu. Aku yakin dia sengaja memberikan obat itu tidak saja agar ingatanmu tidak kembali tapi untuk menutupi kejahatannya jadi aku pergi bersama denganmu!”


Emma mengangguk saja karena dia sudah tidak sabar. Sekarang dia tidak akan ragu lagi menunjukkan kebersamaannya dengan Kendrick pada Kimberly dan kakeknya. Hari ini juga dia ingin mereka berdua tahu jika Kendrick adalah Ayah dari putranya. Terserah mereka mau berkata apa yang pasti dia ingin memberikan pelajaran pada Kimberly atas apa yang telah Kimberly lakukan padanya meski dia belum mendapatkan seluruh ingatannya.

__ADS_1


__ADS_2