Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Rasa Takut Yang Teramat Sangat


__ADS_3

Emma tidak menaruh curiga sama sekali karena Kendrick mengajaknya ke sebuah taman nasional yang dikunjungi oleh banyak pengunjung. Dia menganggap jika mereka benar-benar akan berkencan di tempat yang menawarkan banyak keindahan itu. Taman bunganya yang menawan, beberapa tempat eksotis namun ada yang dia lewatkan tentunya tempat yang paling tidak dia sukai dan tidak mau dia lihat sama sekali yaitu sebuah Danau Indah yang berada di taman itu.


Emma pikir Kendrick akan membawanya berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi dengan pohon yang menjulang tinggi serta taman yang ditumbuhi dengan beberapa jenis bunga yang indah. Emma bahkan berpikir Kendrick akan mengajaknya piknik di bawah sebuah pohon besar tapi itu hanya bayangan saja karena dia tidak berani mengungkapkan keinginannya pada.


Saat memasuki tempat wisata itu, Emma sudah memperlihatkan jika dia benar-benar senang. Dia tidak bisa menyembunyikan hal itu, sebab Emma menarik tangan Kendrick menuju taman bunga. Rasanya sudah lama tidak pernah pergi ke tempat itu. Sepertinya terakhir kali waktu dia masih kuliah yang setelah itu dia tidak pernah lagi datang ke taman sebab kematian kedua orang tuanya mengubah banyak hal.


“Cepat!” pinta Emma yang masih menarik tangan Kendrick.


“Tidak perlu terburu-buru, Emma. Kita masih punya banyak waktu, jadi tidak perlu terburu-buru!”


“Aku jadi ingin mengajak Daniel karena sudah lama aku tidak mengajaknya menikmati waktu di tempat terbuka.”


“ Setelah dia sembuh, kita bisa mengajaknya pergi ke mana pun yang dia inginkan nanti!”


“Ngomong-ngomong, Ken,” Emma menghentikan langkahnya sejenak karena ada yang hendak dia tanyakan pada Kendrick tentunya itu mengenai putra mereka dan dia ingin tahu sudah sejauh mana proses yang dijalani oleh orang yang bersedia mendonorkan sumsum tulangnya untuk Daniel.


“Ada apa?” Kendrick meraih pinggang Emma dan menariknya mendekat.


“Aku hanya ingin tahu, sudah sejauh mana pemeriksaan yang dijalani oleh orang yang bersedia mendonorkan sumsum tulangnya untuk Daniel. Apakah masih lama?”


“Tidak, semua prosedur sudah selesai dijalankan. Tinggal menunggu hasil dan jika ternyata sumsum tulangnya cocok dengan Daniel maka dia akan segera dibawa ke sini sehingga Daniel bisa langsung melakukan pencangkokan sumsum tulang. Operasi pencangkokan akan dilakukan berkali-kali sampai penyakit Daniel sembuh nantinya,” jelas Kendrick dan dia yakin jika Emma senang mendengar berita yang dia sampaikan itu.


“Aku sangat senang mendengarnya, Kendrick. Padahal aku mengira sudah tidak ada harapan lagi untuk Daniel karena aku yang tidak berguna ini sebab aku tidak memiliki apa pun. Yang aku harapkan hanya kakekku tapi dia pun tidak ingin membantu aku secara cuma-cuma. Memang seharusnya sejak awal aku menyerahkan Daniel padamu dan jika aku melakukan hal itu, aku rasa Daniel sudah sembuh saat ini.”


“Aku tidak ingin kau membahas hal itu lagi, Emma. Tidak perlu lagi mengungkit apa yang telah terjadi dan sekarang serahkan semuanya padaku karena semua keluargaku pasti akan menolong aku sampai putra kita sembuh.”

__ADS_1


“Aku sangat berterima kasih. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengan mereka dan mengungkapkan rasa terima kasihku pada mereka.”


“Jika begitu, aku akan segera menghubungi nenekku dan mengatakan jika kau ingin bertemu dengan mereka. Sekarang kita nikmati dulu waktu kita berdua setelah ini aku ingin mengajakmu ke tempat yang menyenangkan,” Kendrick mengajak Emma berjalan menuju taman taman bunga. Dia akan membuat hati Emma senang terlebih dahulu sebelum menuju tempat extreme yang dia yakini tidak disukai oleh Emma tapi dia harus melakukannya karena ini ada terapi dadakan yang harus Emma dapatkan.


“Tempat yang menyenangkan?” Emma mendongak, melihat Kendrick setelah itu dia melihat ke depan.


“Yes, tempat menyenangkan dan indah. Semua orang menyukainya,” Kendrick pura-pura tidak tahu karena dia ingin melihat reaksi Emma.


Emma pun tidak curiga apalagi Kendrick benar-benar membuatnya senang. Mereka menikmati waktu di taman bunga, menyusuri jalanan yang ditumbuhi dengan deretan pohon besar sambil berpegangan tangan dan setelah ini, barulah Kendrick akan mengajak Emma Ke Danau tapi sebelum itu dia akan mencoba mencari tahu apa pendapat Emma mengenai air yang dalam dan apakah Emma pernah ke pantai atau tidak sebelumnya.


“Tempat ini benar-benar indah. Aku jadi ingin membawa baca buku sambil duduk di bawah pohon,” ucap Emma.


“Kau benar, apalagi saat musim semi. Akan lebih indah lagi tapi sekarang sedang musim panas. Bagaimana jika kita ke pantai? Kau pernah ke pantai, bukan?”


“Pantai?” ekspresi wajah Emma berubah. Dia tidak terlihat menyukai tempat itu bahkan dia tidak menjawab pertanyaan Kendrick.


“Aku?” Emma menghentikan langkah. Selama ini dia selalu menghindari genangan air yang luas dan dalam seperti sungai, danau atau pun lautan. Entah kenapa dia tidak pernah menyukainya. Setiap kali dia melihat laut, sungai atau pun danau, sebuah perasaan aneh dia rasakan. Sebuah ketakutan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dia bahkan merasa jika dia tidak mau mendekatinya karena dia takut.


“Emma, apa kau tidak menyukai laut?” tanya Kendrick seraya mendekati Emma yang berdiri sedikit jauh darimu.


“Aku tidak tahu, Ken. Aku selalu merasa takut saat melihat danau, Laut atau apa pun itu sebab itu aku tidak pernah mau mendekatinya.”


“kenapa kau merasa seperti itu, pasti pernah terjadi sesuatu bukan? Apa kau pernah tenggelam atau semacamnya?” Kendrick mulai memancing karena bisa saja Emma mengingat sesuatu dari pertanyaannya itu.


“Entahlah, aku hanya merasa jika aku pernah mengalami hal tidak menyenangkan di tempat seperti itu jadi aku tidak mau mendekatinya.”

__ADS_1


“Emma, Apa kau tidak mau mencari tahu akan hal ini?”


“Apa maksud perkataanmu?”


“Ikut aku!” Kendrick meraih tangan Emma dan membawanya pergi menuju danau.


“Kau mau bawa aku ke mana, Ken?” tanya Emma curiga.


“Untuk mencari tahu, kenapa kau bisa takut dengan air yang dalam. Rasa takutmu itu pasti ada alasannya, bukan? Aku yakin ada hubungannya dengan apa yang kau alami namun kau tidak bisa mengingatnya jadi ayo kita cari tahu. Kita pergi ke danau itu karena aku ingin melihat sebenarnya apa yang kau takutkan.”


“Tidak mau, Ken. Aku tidak mau!” Emma menarik lengan Kendrick agar Kendrick menghentikan ide gilanya sebab dia benar-benar takut.


“Tidak perlu khawatir, Emma. Ada aku, jadi kau tidak perlu khawatir.”


“Tapi aku takut, tolong jangan lakukan!” Emma masih meminta namun Kendrick tetap menariknya menuju danau.


Napas Emma sudah memburu saat danau yang indah itu sudah terlihat. Mungkin indah bagi yang menyukainya tapi tidak bagi Emma karena itu tempat yang sangat menakutkan baginya yang memiliki ketakutan luar biasa akan tempat seperti itu akibat trauma masa lalu yang belum dapat dia ingat. Emma masih memohon kepada Kendrick agar menghentikan hal gila itu.


Wajah Emma bahkan sudah pucat padahal jarak Danau masih beberapa ratus langkah dari mereka. Kedua kakinya semakin gemetar sehingga Emma jatuh terduduk sebab dia tidak sanggup lagi untuk melangkahkan kakinya menuju danau. Emma memeluk diri, dia merasakan rasa takut yang teramat sangat. keringat dingin bahkan mengalir membasahi dahinya.


“Tidak… tidak!” Emma ketakutan luar biasa dan dia tidak bisa menyembunyikan hal itu.


“Emma, apa kau mengingat sesuatu? Apa kau mengingat kejadian yang kau alami dulu?” Kendrick sudah berjongkok di dekatnya dan dia harap Emma mengingat sesuatu.


“Aku tidak tahu, tidak tahu!” Emma memegangi kepalanya, mendadak dia seperti melihat dua anak kecil di sisi sebuah sungai.

__ADS_1


“Emma, lihat danau itu dan ingatlah saat Kimberly mendorongmu jatuh ke dalam sungai!”


Emma terkejut mendengar perkataan Kendrick. Kimberly mendorongnya ke dalam sungai? Kedua matanya melotot namun tatapan matanya tertuju pada Danau. Bayang-bayang dua anak kecil itu justru semakin jelas terlihat, semakin jelas dan dengan samar Emma mengingat masa itu namun sakit kepala yang tiba-tiba menyerang tak kuasa dia tahan sehingga membuat Emma berteriak dengan keras dan tidak lama kemudian dia  pingsan. Kendrick segera meraih tubuh Emma yang tumbang. Sepertinya Emma sudah mengingat sesuatu, dia harap ini awal yang baik untuk Emma mendapatkan ingatannya kembali meski pun dengan cara yang sedikit memaksa.


__ADS_2