Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Kau Sudah Tidak Sendirian Lagi


__ADS_3

Mencari pekerjaan ternyata tidak semudah yang dibayangkan oleh Emma. Dia selalu ditolak saat melamar pekerjaan. Beberapa lamaran pekerjaan pun sudah dia tinggalkan di beberapa perusahaan. Semoga saja ada yang mau menerima dirinya bekerja agar dia bisa segera mendapatkan penghasilan sehingga hidupnya tidak lagi menyedihkan dan memalukan.


Emma berhenti sejenak, dia duduk di sebuah kursi taman dengan sebotol minuman yang dia bawa dari rumah. Ke mana lagi dia harus mencari? Sebaiknya dia beristirahat sebentar di taman itu karena cuaca yang cukup panas. Emma mengangkat satu tangannya ke atas untuk menghalangi sinar matahari agar tidak menyilaukan matanya karena saat itu dia sedang mendongak untuk melihat matahari yang bersinar dengan terik.


Dia yakin pasti ada pekerjaan untuk dirinya. Dia hanya perlu berusaha saja dan tidak boleh menyerah begitu saja untuk mendapatkan pekerjaan yang memang sedang sulit ditemukan. Emma menghela napas, dia akan pergi sebentar lagi. Botol minuman dibuka, Emma meneguk isinya tapi seseorang yang duduk di sisinya secara tiba-tiba membuatnya hampir tersedak air.


“Apa sudah selesai petualangannya?”


“Ken?” Emma menyeka alir yang mengalir dari mulut dan berpaling melihat ke arah Kendrick yang duduk di sisinya. Bagaimana pria itu bisa tahu dia berada di sana? Apa Kendrick mengikutinya sedari tadi?


“Kenapa melihat aku seperti itu, apa kau sedang melihat hantu?”


“Kenapa kau bisa berada di sini, apa kau mengikuti aku?” tanya Emma curiga.


“Tidak, untuk apa aku mengikutimu? Aku hanya melihatmu tanpa sengaja. Bagaimana petualanganmu, apa kau sudah menemukan pekerjaan?”


Emma tersenyum tipis, lalu memandangi botol air yang ada di tangan. Dia jadi malu untuk menjawab pertanyaan Kendrick. Padahal dia ingin mengubah hidupnya agar lebih baik tapi pekerjaan yang dia harapkan ternyata sulit dia dapatkan. Mungkin pria itu akan menertawakan dirinya karena dia masih saja gagal bahkan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan pun dia tidak mampu. Dia benar-benar hanya bisa mengecewakan dan membuat Daniel malu saja.


“Kenapa tidak menjawab, apa kau belum menemukannya?” Kendrick kembali bertanya karena Emma diam saja. Dia sangat ingin membantu, memberikan Emma pekerjaan tapi dia tahu Emma tidak akan mau dan dia pun tidak mau memaksa sehingga Emma merasa dirinya tidak berguna.


“Belum, ternyata sulit,” jawab Emma sambil menahan rasa malu yang teramat sangat.


“Jangan menyerah begitu cepat, kau pasti akan mendapatkannya nanti. Apa perlu aku bantu? Aku bisa memberikan referensi bagus dan mungkin saja kau bisa diterima di tempat itu,” Kendrick mencoba menawarkan bantuan dan dia harap Emma menerima tawarannya itu.


“Lagi-lagi aku merepotkan dirimu, Ken. Aku sungguh tidak enak hati.”

__ADS_1


“Sudah, hanya referensi saja tidak lebih. Aku yakin kau bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dengan usahamu tapi terimalah referensi dariku. Bukankah kau ingin cepat mendapatkan pekerjaan agar Daniel bangga padamu jadi terimalah sedikit bantuan dariku ini.”


Emma memandangi Kendrick sejenak. Dia pun mengangguk dengan perlahan sebagai tanda jika dia menerima bantuan dari Kendrick. Sebaiknya tidak terlalu gengsi karena sudah dari tadi dia sulit menemukan pekerjaan.


“Bagus!” Kendrick Memegangi tangan Emma lalu beranjak, “Ikut denganku,” ajaknya.


“Mau ke mana?” tanya Emma tidak mengerti.


“Makan siang dan jalan-jalan denganku,” ajak Kendrick.


“Bagaimana dengan Daniel, apakah keadaannya hari ini baik-baik saja?”


“Tidak perlu khawatir, Daniel bersama ibuku dan dia sedang menjalani terapi. Aku telah mendapat informasi dari salah satu sepupuku Jika ada yang bersedia mendonorkan sumsum tulangnya untuk Daniel.”


“Benarkah?” Emma terlihat senang mendengar informasi itu karena itu adalah informasi yang sangat ingin dia dengar selama ini.


“Aku sangat senang mendengarnya, benar-benar senang,” kedua mata Ema berkaca-kaca, memang tidak salah Daniel bersama dengan ayahnya karena lihatlah, dalam sekejap mata saja Kendrick sudah bisa menemukan seorang pendonor yang bersedia mendonorkan sumsum tulangnya untuk Daniel.


“Kau tidak perlu khawatir akan hal ini karena aku sudah meminta bantuan seluruh keluargaku. Salah satu dari mereka pasti menemukan seorang pendonor yang memiliki sumsum tulang yang cocok untuk Daniel. Berdoa saja semoga orang yang bersedia itu dapat mendonorkan sumsum tulangnya agar penyakit Daniel segera bisa disembuhkan.”


“Terima kasih, Ken. Terima kasih,” air mata Emma jatuh karena itu adalah kabar bahagia yang sangat ingin dia dengar. Kendrick menariknya hingga Emma berdiri setelah itu Kendrick memeluknya.


“Mulai sekarang, kau tidak sendirian lagi karena sudah ada aku. Sekarang giliranku memberikan yang terbaik untuk Daniel dan kau tidak perlu mengkhawatirkan apa pun lagi. Kau ingin menata hidupmu lebih baik maka lakukan tapi jangan menolak bantuan yang aku berikan. Anggap aku sedang menebus segala kesalahan yang aku lakukan padamu.”


“Kau tidak melakukan kesalahan apa pun karena akulah yang salah!” ucap Emma karena memang dia yang salah selama ini.

__ADS_1


“Tidak,. Emma. Aku juga bersalah karena aku tidak mencari kebenarannya dengan serius jadi aku tidak mau kau menanggungnya sendirian lagi. Mulai sekarang kita tanggung berdua. Kau harus mengatakan padaku apa pun yang akan terjadi. Apa kau mau berjanji akan hal itu?”


Emma  mengangguk dan untuk pertama kali dia memberanikan diri untuk memeluk Kendrick meskipun ada rasa malu yang dia rasakan dan ada rasa canggung tapi Kendrick bukan tunangan Kimberly lagi dan dia rasa tidak ada salahnya jika hanya sebuah pelukan saja. Pelukan pertama kali yang Emma berikan untuknya membuat Kendrick sangat senang. Terus terang saja dia sudah sangat menginginkan hubungan mereka yang seperti itu dan dia yakin lambat laun, Ema dan dirinya pasti bisa dekat. Seiring berjalannya waktu perasaan tidak enak hati dan perasaan canggung yang ada pada Emma pasti akan sirna.


“Sekarang ikut denganku, kita pergi membeli sebuah ponsel juga makan siang,” ajak Kendrick.


“Tapi aku tidak punya uang, Ken. Kau tahu aku tidak akan mampu membeli sebuah ponsel.”


“Sudahlah, anggap itu sebagai sebuah hadiah dariku karena selama ini kau sudah berjuang untuk Daniel.”


“Aku adalah ibunya dan aku tidak butuh hadiah karena itu memang tugasku,” Emma masih menolak karena dia tidak enak hati pada Kendrick.


“Ck, sudah aku katakan kau tidak boleh menolak Emma. Lagi pula sangat sulit menghubungimu jika kau tidak memiliki ponsel. Daniel pun akan sulit berbicara denganmu saat dia merindukan dirimu jadi jangan menolak.”


Mau tidak mau Emma mengangguk setuju. Dia memang membutuhkan sebuah ponsel agar dia dapat berbicara dengan Daniel kapan saja dan benda itu pun bisa mempermudah dirinya untuk mencari pekerjaan.


Kendrick  melonggarkan pelukannya namun dia tidak langsung mengajak Emma pergi. Kendrick justru memandangi wajah Emma sambil mengusapnya perlahan. Emma jadi salah tingkah saat memandangi senyuman lembut yang Kendrick tunjukan.


“Meski kau hilang ingatan, tapi kau tidak berubah sama sekali. Aku berjanji akan mengembalikan ingatanmu lagi agar kau bisa mengingat masa-masa yang telah kita lalui berdua.”


“Aku?” ucapan Emma terhenti saat Kendrick mencium pipinya.


“Aku ingin kau segera mengingatnya agar kau tahu jika hanya kau yang aku cintai sejak dulu,” Kendrick kembali berkata dan memberikan sebuah ciuman lagi di pipi Emma.


Emma tak menjawab, dia bisa merasakan jika pria itu tidak berbohong dengan apa yang dia katakan. Meski dia tidak ingat tapi dia jadi penasaran sebenarnya seperti apa masa kecil mereka berdua? Tapi yang paling penting adalah Kenapa dia bisa hilang ingatan dan apa yang telah Kimberly lakukan padanya sehingga dia tidak bisa mengingat apa pun.

__ADS_1


“Ayo kita pergi,” ajak Kendrick meski sesungguhnya dia tidak ingin melepaskan Emma dan masih ingin menghabiskan waktu seperti itu dengan Emma tapi mereka masih memiliki banyak waktu yang dapat mereka lalui bertiga tentunya bersama dengan putra mereka.


__ADS_2