Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Permintaan Emma


__ADS_3

Emma berdiri di depan ruangan di mana Daniel sedang dirawat. Dia tidak berani masuk karena dia tidak mau membuat keadaan Daniel semakin memburuk saat melihatnya. Dia tahu Daniel pasti akan marah saat melihatnya jadi dia memutuskan berdiri di luar saja dengan harapan Daniel baik-baik saja. Dia tahu akan seperti ini jadinya. Siapa yang tidak marah padanya? Daniel sudah pasti kecewa karena ayahnya berada di depan mata tapi dia tidak memberitahunya.


Selama menunggu di luar, Emma sangat sadar jika dia tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Daniel. Jika tidak ada Kendrick, mana mungkin Daniel bisa langsung di tangani saat keadaannya memburuk seperti ini? Dia akan panik sendiri lalu bingung sendiri dengan biaya yang tak dia miliki. Bukankah dia hanya bisa mencelakai Daniel saja? Sebab itu dia kembali dari New York, untuk meminta bantuan kakeknya karena dia tidak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit putranya.


Emma memegangi perutnya yang berbunyi, sungguh miris. Untuk makan pun dia tidak punya uang. Yang ada padanya hanya sebuah ponsel. Sepertinya dia harus menjual benda itu agar dia dapat makan. Entah ada yang mau membelinya atau tidak, dia harus mencobanya. Dia tidak peduli pada dirinya sendiri, yang penting Daniel sudah berada di tangan yang tepat saat ini.


Air mata yang mengalir sedari tadi dihapus, sebaiknya dia pergi dari pada keberadaannya bisa membuat keadaan Daniel kembali memburuk. Walau sakit tapi dia harus memikirkan keadaan putranya. Tidak ada yang lebih penting dari pada itu. Dia percaya Kendrick bisa memberikan yang terbaik untuk Daniel sedangkan dia tidak.


Emma melihat ke dalam melalui kaca yang ada di pintu. Daniel sedang ditangani oleh seorang dokter sedangkan Kendrick dan ibunya menunggu dengan cemas di sisi Daniel. Lihatlah, dia sungguh ibu yang tidak berguna karena dia tidak bisa melakukan apa pun. Dia sudah mengecewakan banyak orang. Keluarganya, Kendrick dan putranya. Dia sudah mengecewakan mereka.


"Maafkan Mommy yang tidak berguna, maaf," ucap Emma dengan pelan. Mungkin ini terakhir kali dia melihat Daniel. Dia sudah tidak berhak karena keterbatasan yang dia miliki. Emma berjalan pergi, dengan kesedihan dan perasaan yang menyesakkan dada. Emma kembali ke dalam kamarnya dan duduk termenung di sana. Dia adalah ibu paling tidak berguna, benar-benar tidak berguna.


Daniel sudah beristirahat, tubuhnya menjadi lemah dan dia harus beristirahat, Daniel tidak diperbolehkan diajak bicara terlebih dahulu sebab itu Kendrick dan ibunya tidak membahas apa pun di dekat Daniel yang sedang tidur. Mereka khawatir Daniel mendengar lalu dia menangis.


"Tolong jaga Daniel baik-baik, Mom," pinta Kendrick pada ibunya.


"Kau mau pergi ke mana, Kendrick?" tanya ibunya.

__ADS_1


"Melihat keadaan Emma."


"Baiklah, ajak dia bicara. Jangan meninggalkan dirinya sendirian dalam keadaan seperti itu."


"Aku tahu, tolong jaga Daniel," Kendrick melangkah pergi, meninggalkan ibu dan putranya. Ainsley duduk di sisi Daniel yang sedang beristirahat. Dia harap semua baik-baik saja tanpa adanya yang tersakiti. Dia tahu Kendrick tidak mungkin tega pada Emma. Putranya pasti memberikan sedikit hukuman saja karena sikap diam Emma selama ini.


Kendrick kembali ke dalam ruangan di mana Emma berada. Jujur dia iba pada Emma tapi dia tidak mungkin langsung berlari lalu memeluknya meski dia mencintai Emma. Semua yang Emma lakukan memang harus dia pertanggungjawabkan sebab itu, untuk sementara biarkan seperti ini sampai keadaan Daniel membaik dan bisa mereka ajak bicara lagi.


Emma tidak melihat ke arahnya saat Kendrick masuk. Dia tahu pria itu yang datang. Emma duduk di depan jendela dan termenung, semua jadi seperti ini dan dia rasa sudah tidak bisa diperbaiki lagi selain kepergiannya. Kakek yang dia kecewakan, putranya dan Kendrick, dia sudah memikirkannya dan telah memutuskan.


"Bagaimana dengan keadaan Daniel?" tanya Emma, tatapan matanya masih melihat keluar jendela. Langit begitu indah tapi tidak dengan hidupnya dan dialah penyebab utamanya. Tidak ada yang bisa dia salahkan. Bukan kakeknya, bukan Kimberly dan bukan Kendrick.  Yang paling bersalah adalah dirinya sendiri yang melakukan sesuatu tanpa pikir panjang.


"Terima kasih," Emma menunduk dan menahan air mata, "Apakah kau mau berjanji padaku, Ken?" pinta Emma.


"Berjanji apa?" Kendrick melihat ke arahnya, entah apa yang Emma inginkan. Emma mengangkat wajahnya, melihat ke arahnya juga.


"Tolong berikan yang terbaik dan sembuhkan penyakit Daniel. Tolong berjanjilah kau akan menyembuhkan penyakitnya," pinta Emma.

__ADS_1


"Soal itu, kau tidak perlu khawatir. Aku sedang mencari sumsum tulang yang cocok untuknya. Aku pasti menemukannya jadi kau tidak perlu khawatir karena Daniel pasti bisa sembuh."


"Aku sangat lega mendengarnya," Emma berpaling dan kembali melihat keluar jendela, "Selama ini, aku tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Daniel. Aku tidak bisa memberikan apa yang dia inginkan jadi aku berharap, kau bisa memberikan apa pun yang dia inginkan. Apa kau juga mau berjanji padaku untuk hal ini?"


"Emma, semenjak aku tahu dia adalah putraku, sejak itu pula dia akan mendapatkannya. Aku pasti memberikan yang terbaik untuknya. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Penyakit yang dia derita pun pasti sembuh. Selama aku menunggu sumsum tulang yang cocok untuknya, Daniel akan melanjutkan terapinya jadi kau tidak perlu takut."


"Terima kasih, Ken. Aku sangat senang mendengarnya. Tolong maafkan aku, aku telah menjebakmu empat tahun yang lalu dan telah menipumu. Tolong maafkan aku."


"Sudahlah, tidak perlu dibahas. Jika kau tidak menjebak aku maka tidak akan ada Daniel. Aku tidak menyalahkan dirimu. Kita lupakan masalah itu dan berfokus pada Daniel."


"Terima kasih. Sudah ada kau yang dapat menjaga dirinya dan memberikan yang terbaik untuknya, itu sudah lebih dari pada cukup. Aku sudah tidak mengharapkan apa pun lagi, Kendrick," Emma memandangi Kendrick kembali dan tersenyum, "Tolong jaga dia baik-baik dan jadilah ayah yang selalu dia impikan selama ini," ucapnya lagi.


"Itu sudah pasti aku lakukan, Emma," ucap Kendrick tapi entah kenapa dia jadi curiga dengan perkataan Emma.


"Aku benar-benar lega. Sekarang Daniel sudah berada di tangan yang benar. Seharusnya aku melakukan ini sejak lama, tapi aku terlalu takut. Sekarang sudah tidak lagi, memang inilah yang terbaik untuk Daniel."


"Kenapa kau berkata demikian?" tanya Kendrick curiga tapi Emma tidak menjawab. Emma beranjak, Kendrick memandangi kepergiannya. Emma berbaring, dia tampak tidur sebab itu Kendrick tidak lagi berbicara dengannya dan memilih keluar dari ruangan, membiarkan Emma beristirahat dan dia pun ingin melihat keadaan Daniel.

__ADS_1


Emma menangis setelah dia pergi, begini lebih baik. Tidak akan ada lagi yang dia sakiti namun perasaan yang menyesakkan dada tak bisa dia tahan. Emma memegangi perutnya yang lapar, sebaiknya dia pergi menjual satu-satunya benda yang dia miliki yaitu ponsel karena dia memang tidak punya uang lagi. Sampai akhir, dia tetaplah ibu tidak berguna. Jangankan membahagiakan dan menyembuhkan penyakit Daniel, untuk dirinya sendiri saja dia tidak punya. Sungguh menyedihkan. Dia benar- benar malu dan tidak berguna.


__ADS_2