Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Kau Sudah Membayarnya


__ADS_3

Emma terpaksa ikut karena putranya tak henti menangis. Dia khawatir keadaan Daniel menjadi memburuk gara-gara dirinya. Meski harus menahan malu karena dia sudah pergi tapi pada akhirnya harus kembali lagi. Orang-orang pasti akan menertawakan dirinya dan mengejek dirinya. Dia akan dianggap sebagai pecundang tapi dia memang seorang pecundang dan dia mengakui itu.


Tidak saja malu pada Kendrick, sesungguhnya Emma juga malu pada keluarga Kendrick yang sebentar lagi akan dia temui. Jujur saja dia tidak memiliki muka untuk bertemu dengan ibu Kendrick sebab itu dia tidak mau mengikuti Kendrick pulang ke rumahnya. Dia belum siap bertemu dengan ibu Kendrick, benar-benar belum siap setelah apa yang dia lakukan. Mereka bahkan bertemu begitu saja tanpa membahas apa pun dan dia yakin, ibu Kendrick pasti kecewa dan marah padanya.


Kendrick tidak keberatan dengan apa yang Emma inginkan. Dia tidak akan memaksa Emma karena dia mengerti dengan situasi yang Emma hadapi, sebab itu dia tidak akan memaksa Emma untuk mengikutinya pulang jika Emma memang tidak mau tapi dia akan membawa Emma ke tempat yang aman. Untuk saat ini hotel menjadi pilihan terbaik untuk Emma berlindung. Meski enggan, tapi Emma tidak bisa menolak selain patuh karena putranya merengek tiada henti. Dia pun tidak memiliki tenaga untuk berdebat karena dia masih merasa lapar karena roti yang dia temukan baru dia gigit sebagian tapi Emma tidak berani mengatakan hal itu pada Kendrick karena dia malu.


Selama di perjalanan menuju hotel di mana Emma akan tinggal untuk sementara waktu, Daniel memeluk ibunya tanpa mau melepaskan karena dia takut ibunya pergi lagi. Meski Emma sudah melarang karena badannya kotor dan bau sebab dia belum mandi untuk beberapa hari namun Daniel tidak peduli karena dia ingin dekat dengan ibunya .


"Mommy, tolong jangan pergi meninggalkan Daniel. Daniel bersalah karena sudah membuat Mommy sedih dengan perkataan Daniel. Maafkan Daniel, Mommy. Dan berjanjilah untuk tidak pergi lagi," pinta Daniel sambil memeluk ibunya dengan erat.


"Mommy tidak bisa memberikan yang terbaik untukmu, Daniel. Daniel akan sengsara jika ikut dengan Mommy sebab itulah Mommy pergi," jelas Emma.


"Apa Mommy tidak marah pada Daniel?" putranya melihat ke ibunya lalu dia kembali bersandar di dada ibu meski bau tapi Daniel tidak mengatakan apa pun karena dia tidak mau menyinggung perasaan ibunya.


"Tidak, apa yang Daniel katakan sangatlah benar. Mommy yang seharusnya minta maaf pada Daniel karena selama ini telah menyembunyikan kebenarannya dan menipu Daniel. Tidak seharusnya Mommy melakukan hal itu padahal Daniel selalu bertanya dan selalu berkata jika Daniel ingin bertemu dengan Daddy tapi Mommy tidak berani mengatakan yang sebenarnya. Tolong maafkan Mommy yang sudah gagal menjadi ibumu dan yang tidak bisa memberikan kebahagiaan untukmu."


"Tidak apa-apa, Mommy. Bukankah Daniel sudah berkata, lebih baik kita pulang ke New York asalkan Daniel selalu bersama dengan Mommy."


"Tidak, Mommy tidak bisa mengorbankan hidupmu. Seharusnya Daniel tidak perlu mencari Mommy dan tinggal dengan Daddy. Mommy bukan membuangmu, Mommy hanya menyerahkan Daniel pada Daddy karena Mommy sudah tidak mampu untuk memberikan kebahagiaan untuk Daniel."


"Tapi Daniel tidak mau jika tidak bersama dengan Mommy. Mommy harus berjanji untuk tidak pergi ke mana pun lagi. Jika Mommy pergi, Daniel pun mau ikut jadi jangan tinggalkan Daniel lagi Mommy," pinta Daniel lagi.


Emma mengangguk sambil menahan air mata. Ibu yang paling tidak berguna adalah dirinya tapi kenapa putranya masih menginginkan dirinya? Dia tahu banyak orang yang kecewa sebab itu dia malu. Seharusnya mereka semua bersikap seperti kakeknya dan tidak mempedulikan dirinya sehingga dia tidak merasa semakin bersalah.

__ADS_1


Daniel tak mengatakan apa pun lagi, dia tampak nyaman di dalam pelukan ibunya. Selama dua hari tidak bertemu tentu perasaan rindu yang mereka rasakan. Emma pun tak bersuara, dia tak berani bertanya pada Kendrick ke mana mereka akan pergi dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya karena dia merasa jika dia tidak berhak untuk bersuara.


Kendrick pun tak mengatakan apa-apa karena dia sedang berpikir. Apa yang akan dia lakukan setelah ini? Dia bisa mengajak Emma untuk menikah tapi dia yakin Emma tidak semudah itu mau setelah apa yang dia lewati.


Sebuah hotel sudah terlihat, Emma semakin tidak enak hati karena Kendrick membawanya ke sebuah hotel mewah. Padahal tidak perlu, dia hanya memerlukan tempat berlindung saja dan sekarang dia benar-benar mempersulit Kendrick.


"Mommy, Kenapa Mommy tidak membawa apa-apa?" tanya putranya karena Emma mengikuti mereka dengan tangan kosong.


"Mommy tidak memiliki apa pun lagi, Daniel. Hanya baju yang melekat di tubuh ini saja yang Mommy miliki," ucap Emma.  Mereka sudah berada di kamar yang sangat besar dan kamar itu akan ditempati olehnya untuk sementara waktu sampai Emma bersedia pulang ke rumah dan tinggal bersama dengannya.


"Pakaian kita ke mana Mommy? Apa Mommy tidak mengambilnya di rumah kakek buyut?" tanya Daniel lagi karena yang dia tahu pakaian mereka memang ada di sana.


"Sepertinya sudah Aunty buang. Mommy juga tidak bisa membawanya karena Mommy pikir semua itu akan sangat merepotkan," dia tidak akan mengatakan pada putranya apa yang terjadi padanya saat mencari keberadaan Daniel yang saat itu dibawa oleh Kendrick tanpa sepengetahuannya.


"Jadi sekarang Mommy pakai baju apa?" tanya putranya lagi dengan polos.


"Jangan lupa dengan makanan Daddy, Mommy pasti sudah lapar," minta Daniel karena selama di jalan dia dapat mendengar suara perut ibunya yang terus berbunyi.


Emma menunduk, dia benar-benar malu. Tidak seharusnya Kendrick dan putranya melihat dirinya dalam keadaan seperti itu. Dulu dia menjebak Kendrick dengan sombongnya, tapi sekarang derajat pelayan yang ada di rumah pria itu lebih tinggi dari pada dirinya karena dia sudah menjadi gelandang.


"Untuk itu sudah pasti. Daddy akan membelikan makanan untuk Mommy. Apa Daniel mau sesuatu?"


"Daniel mau makan dengan Mommy!" teriak Daniel.

__ADS_1


"Baiklah. Daddy akan segera memesan makanan. Pergilah mandi Emma,  jangan merasa tidak enak hati seperti itu.  Aku tidak akan mengucapkan perkataan buruk tentangmu karena Apa yang terjadi padamu adalah kesalahanku. Seharusnya aku yang minta maaf padamu karena kau pergi gara-gara tindakanku yang gegabah."


"Tidak, semua adalah salahku. Aku yang telah memulai seharusnya kau tidak perlu mempedulikan aku,  seharusnya kau menepati janjimu untuk menjaga Daniel.  Aku tidak keberatan tinggal di jalan. Aku pun tidak keberatan makan makanan yang harus aku ambil dari tong sampah karena aku memang pantas mendapatkan.  inilah ganjaran yang harus aku terima untuk semua kesalahan yang telah aku lakukan."


"Baiklah," Kendrick meletakkan telapak tangannya ke atas kepala Emma lalu mengusapnya dengan perlahan, "Kau sudah membayarnya dan sekarang waktunya kita memperbaiki semuanya. Kita akan membesarkan Daniel bersama. Kita bahas hal ini lagi nanti, sekarang bersihkanlah dirimu. Aku akan memerintahkan seorang membawakan baju untukmu dan juga makanan.  Mulai sekarang kau tidak perlu khawatir akan apa pun lagi karena kau sudah membayar semua perbuatan yang telah kau lakukan."


"Tolong, maafkan aku Kendrick," pinta Emma.


"Tidak pernah menyalahkan dirimu jadi tidak perlu minta maaf. Takdir kita dirangkai dengan rumit dan seperti benang Kusut tapi sekarang kita bisa menguranginya agar takdir kita menjadi indah."


Emma mengganggu, dia tidak mengerti apa yang Kendrick katakan. Dia tidak berharap lebih karena maaf dari pria itu sudah cukup serta maaf dari putranya.  Emma segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor. Putranya menunggu di luar, begitu juga dengan Kendrick. Meski belum ada pakaian yang bisa dia kenakan tapi sebuah kimono bisa dia gunakan untuk sementara waktu.


"Mommy cepat, Daniel akan menyuapi Mommy makan," panggil putranya. Beberapa menu makanan sudah ada, aroma lezatnya membuat perut Emma semakin berbunyi. Emma tersipu malu sambil mendekati putranya dan Kendrick yang sudah menunggu.


"Buka mulut Mommy, Daniel sudah meniupnya sampai dingin," ucap Daniel yang ingin menyuapi ibunya makan.


"Terima kasih," Emma duduk di sisi Daniel dan menerima makanan yang putranya suapkan.


"Bagaimana, apa enak?" tanya Daniel.


Emma mengangguk dengan air mata mengalir.


"Kenapa Mommy menangis? Apa panas?" tanya putranya. Emma menggeleng dan memeluk Daniel. Air matanya tak bisa dia tahan lagi. Dia benar-benar menyedihkan, sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Jangan menangis, Mommy. Daniel dan Daddy tidak akan membiarkan Mommy mengambil makanan dari tong sampah lagi," ucap Daniel sambil memeluk ibunya.


Emma tertawa, di balik tangisannya. Kendrick hanya memperhatikan kebersamaan mereka tanpa mengganggu karena dia yakin, dengan kebersamaan itu, Emma tidak akan pergi lagi dari mereka.


__ADS_2