
Sebuah ponsel sudah Emma dapatkan tentunya itu bukan benda murah yang bisa dibeli dengan mudahnya. Emma benar-benar menolak karena dia tidak mau Kendrick mengeluarkan uang begitu banyak hanya untuk sebuah ponsel saja. Sebagai seseorang yang pernah mengalami krisis keuangan tentu dia merasa keberatan mengeluarkan uang begitu banyak hanya untuk sebuah ponsel tapi Kendrick tetap memberikannya karena dia merasa Emma pantas mendapatkannya.
Setelah memberikan sebuah ponsel, Kendrick mengajak Emma pergi makan ke restoran. Emma begitu patuh dan mengikutinya karena dia tahu percuma saja dia menolak. Kendrick yang tahu jika Emma tidak enak hati padanya tidak mempedulikan penolakan Emma. Dia ingin Emma terbiasa dengan dirinya dan dia juga ingin Ema terbiasa dengan pemberian yang dia berikan agar Emma tidak lagi merasa canggung dan tidak enak hati padanya.
Menu makanan pun sudah berada di atas meja namun Emma tidak memesan apa pun. Terus terang saja ini kali pertama dia dan mendatangi restoran mewah seperti itu akibat ekonominya yang buruk apalagi yang selalu dipedulikan adalah Daniel sejak dari kandungan sampai dia melahirkan Daniel. Dapat makan sepotong ayam sisa Daniel saja sudah sangat bersyukur jangankan makan makanan seperti itu.
“Kenapa kau tidak memesan? Apa kau tidak menyukai makanan di restoran ini?” Kendrick bertanya tanpa tahu jika Emma tidak tahu harus memesan apa.
“Ken, aku terbiasa dengan restoran fastfood dan restoran mewah seperti ini adalah hal tabu bagiku. Aku tidak tahu harus memesan apa, bagaimana jika kita pergi ke restoran fastfood saja. Aku lebih suka sepotong ayam goreng dari pada makanan mahal di tempat seperti ini. Sebaiknya simpan uangmu baik-baik dan jangan kau sia-siakan hanya untuk makanan mahal. Restoran ini terlihat mewah tapi pada dasarnya rasanya sama saja dengan restoran fastfood lainnya,” Emma mengatakan hal itu sambil berbisik karena dia takut ada yang mendengar.
“Apa? Kenapa kau berkata seperti itu??” Kendrick sangat heran dengan tingkah laku Emma. Jangan katakan Emma tidak pernah mendatangi restoran seperti itu dan memang kenyataannya seperti itu.
“Kita pergi saja, harga makanan di menu ini sangat mahal. Kita makan di restoran fastfood dan setelah itu kita pergi membeli bahan makanan. Itu lebih baik dari pada membuang uangmu di restoran seperti ini,” Emma masih berbicara sepelan mungkin meskipun. Sesungguhnya dia sangat malu tapi dia tidak mau Kendrick mengeluarkan uang lebih banyak lagi.
“Emma, Sebenarnya kehidupan seperti apa yang kau jalani selama ini? Apa kau benar-benar tidak pernah makan di restoran seperti ini?”
“Aku tidak suka makan di restoran karena itu akan menghabiskan uangku. Aku lebih suka memasak di rumah karena itu lebih hemat untukku dan untuk Daniel jadi restoran seperti ini sangat tabu untukku apalagi satu menu dengan harga fantastis ini, jiwa miskinku tetap saja menangis karena selama ini aku selalu berhemat agar Daniel dapat makan yang layak. Jika aku sembarangan memakai uang, maka Daniel akan kelaparan. Jadi kita pergi saja, aku benar-benar tidak terbiasa dengan suasana di restoran seperti ini,” pinta Emma dan dia harap Kendrick membawanya pergi.
“Aku benar-benar merasa bersalah sekarang. Bahkan untuk makan saja kau masih memikirkan keadaan Daniel. Aku jadi malu pada diriku sendiri yang hendak menghukummu waktu itu tanpa tahu kesulitan yang kau alami. Maafkan aku Emma tapi seperti yang aku katakan, kau sudah tidak sendirian lagi karena kita akan menanggungnya berdua. Jika kau tidak terbiasa makan di tempat seperti ini, ayo kita pergi. Aku akan mengikutimu agar kau merasa nyaman. Aku tidak mau kau tertekan saat makan, jadi ayo kita pergi.” Kendrick sudah beranjak dan mengulurkan tangannya ke arah Emma. Selama ini dia selalu menikmati makanan apa pun yang ingin dia nikmati. Dia benar-benar tidak menduga jika Emma menjalani kehidupannya yang menyedihkan selama ini dan sekarang dia akan mengikuti gaya Emma agar Emma tidak merasa malu dan agar Emma dapat menikmati kebersamaan mereka berdua.
“Maaf,” ucap Emma.
“Sudahlah, jangan meminta maaf. Sekali-kali aku ingin mengganti suasana dan mencoba makanan fastfood yang banyak orang bilang jika makanan itu sangat enak jadi aku ingin mencobanya sekarang. Ayo kita pergi dan setelah itu kita lakukan hal yang ingin kau lakukan. kau ingin beli bahan makanan bukan?”
Emma mengangguk dan meletakkan tangannya ke atas telapak tangan Kendrick. Sebelum pergi, Kendrick membayar minuman yang sudah mereka pesan sebelumnya dan setelah itu, dia dan Emma pergi ke restoran fastfood yang letaknya tidak jauh dari restoran itu. Kendrick melakukan hal itu karena dia ingin Emma benar-benar nyaman saat bersama dengannya. Jika Emma harus tertekan hanya gara-gara makan bersama dengannya, lalu bagaimana dia bisa mengambil hati Emma? Dia tahu meski Emma sudah melahirkan putranya, dia harus tetap berjuang untuk mendapatkan hati Emma.
__ADS_1
Kendrick pikir jika makanan fastfood itu tidak enak tapi ternyata di luar dugaan meski dia tahu makanan seperti itu tidaklah baik untuk kesehatan. Sekali atau dua kali mungkin tidak masalah karena setelah ini dia ingin Emma yang terbiasa dengan gaya hidupnya.
“Tidak buruk, tapi makan seperti ini tidak baik untuk kesehatanmu. Aku sudah mencobanya, jadi mulai besok giliranmu yang mengikuti aku. Impas, bukan?"
Emma mengangguk, dia tidak bisa menolak karena Kendrick sudah mau mengikutinya makan di tempat seperti itu. Rasanya jadi tidak adil jika selalu Kendrick yang mengalah. Kendrick tersenyum, ternyata cara yang dia lakukan berhasil.
“Ayo kita pergi, sekarang saatnya membeli bahan makanan yang kau inginkan!” Kendrick kembali mengulurkan tangan pada Emma. Lagi-lagi Emma menyambutnya dan mengikuti Kendrick ke sebuah pusat perbelanjaan.
"Kenapa kau tidak mengambil apa pun? Bukankah kau berkata ingin membeli bahan makanan?" tanya Kendrick karena Emma hanya mendorong keranjang kosong.
"Hm, aku tidak punya uang. Bisakah kau membayarnya terlebih dahulu? Aku akan menggantinya nanti setelah aku mendapatkan pekerjaan!" ucap Emma sambil menahan rasa malu luar biasa.
"Apa? kenapa kau berkata seperti itu, Emma?"
"Ck, aku yang bayar. Tidak perlu khawatir karena semua itu juga untuk Daniel jadi ambillah bahan makanan yang kau butuhkan!" ucap Kendrick.
"Tidak, kau sudah memberikan ponsel untukku juga sudah membayar makan siang jadi kali ini aku yang bayar tapi pinjami aku uang terlebih dahulu. Tolong, ini harga diri terakhirku!" pinta Emma.
Kendrick menghela napas, dia tidak punya pilihan selain mengiyakan permintaan Emma. Dia tahu, Emma sedang memperbaiki diri dan sedang berada di dalam krisis kepercayaan diri akibat tidak memiliki apa pun. Sebaiknya dia mengikuti apa yang Emma inginkan agar Emma tidak semakin malu.
"Baiklah, aku akan meminjamkannya untukmu dan kau bisa menggantinya setelah kau mendapatkan pekerjaan nanti."
"Terima kasih," ekspresi wajah Emma kembali berseri dan dia tidak ragu lagi setelah Kendrick setuju untuk meminjamkan uang padanya.
Emma sedang memilih buah-buahan kesukaan Daniel saat Daniel menghubungi ayahnya. Dia yang sudah selesai menjalani terapi meminta neneknya menghubungi ayahnya karena dia ingin tahu apa yang sedang ibunya lakukan saat ini. Daniel tahu jika ayahnya sedang bersama dengan ibunya tentunya dari sang nenek. Karena Daniel sudah sangat ingin berbicara dengan ibunya, jadi Kendrick memberikan ponselnya kepada Emma.
__ADS_1
“Mommy, apa yang sedang Mommy lakukan?” tanya Daniel saat ponsel itu sudah berpindah ke tangan ibunya.
“Mommy dan Daddy sedang membeli bahan makanan dan buah-buahan yang Daniel sukai. Nanti Mommy akan meminta Daddy membawanya pulang untuk Daniel.”
“Tidak mau, Daniel sudah lama tidak makan makanan yang Mommy buatkan jadi Daniel ingin makan bersama dengan Mommy malam ini. Daddy harus menjemput aku karena aku ingin menginap dengan Mommy,” pinta putranya. Emma melihat ke arah Kendrick karena dia tidak tahu Kendrick bersedia menjemput Daniel atau tidak.
“Aku akan menjemputnya nanti setelah aku mengantarmu pulang,” ucap Kendrick.
“Hore, aku akan menunggu Daddy pulang!” Daniel sangat senang karena malam ini dia dapat makan bersama dengan ayah dan ibunya. Keceriaan ditunjukkan oleh putranya membuat Emma sangat senang karena putranya tidak pernah terlihat sebahagia itu sebelumnya. Asalkan putranya bahagia maka dia pun bahagia.
"Mommy, nenek ingin berbicara dengan Daddy jadi berikan ponselnya," pinta Daniel.
"Oke, Daniel harus jadi anak baik dan tidak boleh mempersulit nenek."
"Sudah pasti, Mommy," ucap Daniel. Emma mengembalikan ponsel Daniel dan kembali mengambil buah untuk putranya. Kendrick melangkah sedikit menjauh atas permintaan ibunya.
"Ada apa, Mom?"
"Kau tidak perlu kembali, aku dan ayahmu yang akan pergi mengantarnya!"
"Tapi, aku rasa Emma?"
"Tidak apa-apa, Mommy tahu. Dia tidak mungkin mengusir saat kami datang. Sudah saatnya kami menemuinya jadi kami yang akan mengantar Daniel. Jangan katakan padanya, mendadak lebih baik," ucap ibunya.
"Baiklah, Mom. Aku tidak akan mengatakan apa pun," Kendrick melihat ke arah Emma yang sudah melangkah pergi. Memang sudah seharusnya ibunya menemui Emma agar Emma tidak lagi selalu mengalami krisis percaya diri. Dengan kedatangan kedua orang tuanya nanti, Emma akan lebih percaya diri saat dia membawa Emma menemui kakek dan neneknya serta yang lainnya minggu depan.
__ADS_1