
Saat tiba, Kendrick sangat heran karena banyak mobil di depan rumahnya. Suara ramai juga terdengar dari dalam rumah. Sepertinya seluruh keluarga datang. Jangan katakan mereka sudah tahu apa yang telah terjadi dengannya. Sial, dia menebak pasti ayahnya yang bocor karena ibunya tidak mungkin. Semoga saja mereka hanya datang berkunjung.
Bukannya dia tidak mau mereka tahu apa yang terjadi tapi dia ingin menjelaskan menggunakan caranya tanpa mengucapkan kata diperkosa tapi sekarang, dia khawatir aib yang dia jaga selama empat tahun terbongkar begitu saja karena dia sibuk meminta bantuan kedua pamannya beberapa hari belakangan.
"Guys, Kendrick sudah pulang!" ucap Ainsley yang baru saja mengintip dari jendela saat mendengar suara mobil di luar sana.
"Oke, semua diam!" perintah Albert.
Mereka semua diam, tak ada yang bersuara. Kedua paman Kendrick datang beserta dengan istri dan anak-anak mereka. Sebab itulah suasana terdengar ramai. Kendrick masuk ke dalam rumah dengan harapan keluarganya tidak tahu aibnya. Semua mata tertuju pada dirinya, mereka pun berusaha menahan tawa mereka karena dalam sejarah, ini kali pertama ada yang memperkosa salah satu anggota keluarga dan yang lebih membuat tak masuk akal, yang diperkosa justru laki-laki.
Kendrick menatap mereka dengan tatapan curiga apalagi pandangan mereka semua mengikuti ke mana dia pergi. Kendrick semakin curiga saja dan benar saja, salah satu sepupunya yang kembar enam tak tahan menahan tawanya. Salah satu dari mereka tertawa jadi yang lain ikut tertawa karena mereka sudah tidak tahan.
"Mom, Dad!" sudah dia duga, pasti aibnya sudah bocor.
"Bukan aku, tapi ayahmu!" ucap ibunya. Kendrick menggeleng, sudah dia duga akan menjadi bahan tertawaan. Sebab itulah dia diam selama empat tahun dan tak berani meminta bantuan kedua pamannya untuk mencari tahu siapa yang telah menjebaknya.
"Kemarilah, Kendrick. Katakan pada kami bagaimana kau bisa diperkosa!" ucap neneknya.
"Aku tidak diperkosa!" sangkal Kendrick.
"Ayolah, kami ingin mendengarnya. Bagaimana kau bisa diperkosa dan siapa pelakunya?" tanya kakeknya.
"Sudah aku katakan, aku tidak diperkosa!" Kendrick masih menyangkal.
"Mana Daniel, Ken. Kenapa dia tidak ikut denganmu?" tanya ibunya.
"Daniel bersama dengan Emma tapi aku akan pergi lagi ke sana. Aku pulang hanya mengambil beberapa barang milik Daniel saja."
__ADS_1
"Tunggu, jangan katakan jika yang memperkosa dirimu adalah Emma," ucap salah satu sepupunya yang juga mengenal Emma. Dulu mereka sudah datang ke sana dan Emma selalu mengekori Kendrick ke mana pun dia pergi. bahkan tak jarang Ainsley mengajak Emma untuk pergi bersama dengannya untuk bermain dengan yang lainnya. Karena Emma disukai oleh Kendrick dan para sepupunya, sebab itulah yang membuat Kimberly iri dan membenci Emma.
"Yeah, begitulah," jawab Kendrick mengiyakan. Dia sudah bersama dengan keluarganya dan duduk di sisi ibunya. Meski ditertawakan, tapi memang sudah saatnya mereka semua tahu apa yang terjadi karena dia memang meminta mereka semua mencari sumsum tulang untuk Daniel. Tidak saja meminta bantuan pada keluarga yang ada di California tapi dia juga meminta bantuan pada keluarga yang ada di Colorado, New York, Australia dan di beberapa negara lagi. Jika mereka semua bergerak, dia yakin sumsum tulang yang cocok untuk Daniel dapat segera ditemukan.
"Wah... Wah, ternyata si cengeng itu cukup hebat sampai bisa menjebakmu," ucap neneknya. Mereka semua memang memanggil Emma dengan sebutan si cengeng karena sewaktu kecil Emma memang selalu menangis di belakang Kendrick sambil membawa sebuah boneka.
"Sesungguhnya ini bukan lelucon. Entah apa yang terjadi dengannya tapi Emma tidak mengingat kita."
"Kenapa begitu?" tanya para sepupunya yang sering bermain dengan Emma bahkan Maximus yang selalu bersembunyi di dalam lemari pernah mengunci Emma di dalam lemari karena dia pusing mendengar tangisan Emma dan alhasil, Emma justru menangis semakin keras.
"Entahlah, aku justru ingin tahu ini dan aku berencana membawanya ke rumah sakit nanti."
"Jadi, kau meminta kami untuk mencari sumsum tulang untuk siapa?" kali ini salah satu pamannya bertanya.
"Untuk putraku, dia mengidap Leukimia dan memerlukannya. Jadi bantu aku menemukannya. Aku pun sudah meminta bantuan yang lainnya!"
"Astaga, kenapa kau baru mengatakan hal ini, Kendrick?" tanya neneknya.
"Kenapa? Kenapa Emma tidak mengatakannya padamu?" tanya kakeknya.
"Ceritanya panjang," jawab Kendrick.
"Singkat, padat dan jelas!" perintah kakeknya.
Mau tidak mau Kendrick menceritakan apa yang terjadi dan mengatakan hubungannya dengan Kimberly yang telah berakhir tapi dari semua yang dia katakan, dia kembali ditertawakan saat Kendrick menceritakan bagaimana dia bisa dijebak oleh Emma. Semua terdengar begitu rumit namun mereka bisa mengerti dengan apa yang terjadi.
"Mana Emma dan putramu?" tanya neneknya.
__ADS_1
"Di hotel. Jangan katakan nenek ingin pergi dan menyambutnya dengan pisau terbang karena dia tidak ahli!"
"Aku tahu, sejak dulu yang dia lakukan hanya menangis saja. Mana mungkin dia bisa menangkap pisau terbang dariku!" ucap neneknya.
"Kapan kau akan membawanya pulang, Ken?" kali ini ibunya yang bertanya.
"Mom, Emma berkata dia malu untuk bertemu dengan kalian jadi aku?"
"Minggu depan. Minggu depan bawa dia pulang untuk menemui kami semua. Aku ingin berbicara dengannya!" perintah kakeknya.
"Benar, bawa dia pulang. Kami ingin menginterogasinya. Kami juga ingin bertemu dengan putramu jadi bawalah mereka!" perintah neneknya.
"Baiklah, aku akan membujuknya dan membawanya pulang minggu depan tapi jangan menakuti karena dia sedang hilang ingatan!" ucap Kendrick. Semoga saja Emma mau ikut tapi jika Emma tidak mau maka dia akan membawa Emma begitu saja. Mungkin saja setelah bertemu dengan para sepupunya yang pernah bermain dengannya dulu bisa membuat Emma jadi teringat dengan masa kecil mereka. Meski sedikit tapi itu sudah bagus.
"Ken, kapan kau mau membawa Emma ke rumah sakit?" tanya ibunya.
"Apa ada yang mengenal spesialis penyakit syaraf yang bagus?" tanya Kendrick tapi semua menunjuk ke arah Maximus.
"Hei, kenapa aku?" tanya Maximus tidak mengerti.
"Kau yang paling suka mengganggunya saat masih kecil. Masukkan Emma ke dalam lemarimu. Mungkin saja dia bisa mendapatkan ingatannya setelah berada di dalam tempat gelap itu!" ucap salah satu sepupunya.
"Mana ada yang seperti itu. Jangan asal bicara!"
"Dari pada menguncinya di dalam lemari, bukanlah lebih baik Kendrick menguncinya di dalam kamar gelap lalu meminta Emma memperkosa dirinya lagi?" goda salah satu sepupunya.
"Aku tidak diperkosa!" Kendrick kembali menyangkal untuk kesekian kali.
__ADS_1
"Setuju!" mereka bersorak setuju dengan ide gila itu. Gelak tawa kembali terdengar. Lagi-lagi Kendrick menjadi bahan tertawaan mereka. Kendrick menggeleng, sudahlah. Asal tidak ada piala atau predikat yang harus dia sandang, terserah mereka saja karena memang nyatanya dia jebak oleh Emma dan diperkosa oleh Emma karena waktu itu Emma yang ada di atas.
Kendrick masih saja menjadi bahan tertawaan mereka bahkan tak ragu mereka bertanya pada Kendrick bagaimana rasanya diperkosa. Kendrick tak berdaya, dia ingin melarikan diri tapi tak bisa. Para sepupunya yang mengenal Emma memuji keberhasilan Emma yang menjebaknya padahal dulu Emma hanya gadis cengeng yang selalu mengekor ke mana pun Kendrick pergi. Meski hilang ingatan tapi pada akhirnya, Emma kembali lagi pada pria yang sama, pria yang selalu dia ikuti saat masih kecil.