
Emma Membuat makan malam begitu dia kembali karena putranya akan pulang. Dia ingin makanan sudah terhidang saat Daniel sudah tiba tapi dia tidak sibuk sendiri karena Kendrick membantunya membuat makanan. Meskipun Emma menolak namun Kendrick ingin melakukannya walaupun itu adalah sesuatu hal yang baru baginya karena selama ini dia tidak pernah masuk ke dalam dapur tapi sekarang, dia ingin menikmati waktunya bersama Emma agar hubungan mereka semakin dekat.
Yang harus dihilangkan terlebih dahulu adalah sikap canggung dan tidak enak hati Emma dan dia yakin semakin sering mereka bersama maka Emma akan semakin terbiasa dengan keberadaan dirinya. Dengan demikian maka sikap canggung dan tidak enak hati yang selalu Ema rasakan akan berkurang dengan sendirinya tanpa perlu adanya paksaan.
Lagi pula kebersamaan mereka dapat menumbuhkan perasaan di antara mereka dan dia harap Emma segera jatuh cinta padanya karena dia ingin melamar Emma sesegera mungkin supaya Daniel mendapatkan keluarga yang dia inginkan dan supaya mereka bisa tinggal bersama. Dia bisa melamar Emma hari ini juga tapi dia tahu Emma pasti menolak karena dia sedang berada di dalam krisis percaya diri.
Kendrick diminta oleh Emma untuk mencuci sayur karena dia berkata ingin membantu tapi dia justru terpaku sambil memperhatikan Emma yang sibuk memasak. Dia ingat dulu jika Emma paling tidak suka masuk ke dapur karena takut api. Entah bagaimana kehidupan Emma setelah dia pindah tapi Emma sudah banyak berubah.
“Ken, berikan sayur itu padaku!” pinta Emma Karena dia sudah harus memasaknya.
“Apa?” Kendrick benar-benar melupakan apa yang harus dia lakukan.
“Aku memintamu mencuci sayur tapi kau justru memandangi aku seperti itu. Apa ada sesuatu di wajahku?” Emma bertanya sambil mengusap wajahnya Karena dia pikir ada sesuatu di sana.
“Tidak, tentu saja tidak ada Emma. Aku memandang wajahmu karena kau cantik sejak dulu dan kau membuat aku jatuh cinta lagi dan lagi padamu!"
“A-Apa?” Emma jadi gugup dan malu karena perkataan Kendrick yang seperti itu.
“Tidak perlu malu. Saat kau mendapatkan kembali Ingatanmu, kau pasti akan tahu kenapa aku sudah menyukaimu sejak dulu."
"Maaf, aku sungguh tidak ingat apa pun," Emma menunduk, dia jadi tidak enak hati.
"Apa kau tidak memiliki bayangan sama sekali akan masa kecilmu?"
"Tidak, aku tidak tahu seperti apa bahkan aku tidak bisa membayangkannya!"
"Aneh, apa kau pernah merasa sakit kepala?" Kendrick sudah seperti dokter yang ingin tahu.
__ADS_1
"Terkadang tapi itu dulu dan sekarang sudah tidak lagi!"
"Baiklah, besok kita pergi ke rumah sakit. Aku akan menjemputmu sebelum makan siang."
"Aku?"
"Tidak perlu khawatir, kau bisa membayarnya setelah kau menemukan pekerjaan!" Kendrick menyela karena dia tahu Emma pasti akan berkata jika dia tidak memiliki uang.
“Terima kasih, tapi berikan sayurnya karena sudah harus aku masak!”
Kendrick menghampiri Emma dan memberikan keranjang berisi sayuran yang telah dia cuci tapi bukannya membiarkan Emma melanjutkan memasak setelah keranjang berpindah tangan, Kendrick justru menarik tangan Emma lalu memeluk pinggangnya. Emma terkejut, dia hendak protes namun jari Kendrick sudah berada di bibir Emma.
"Jangan berteriak, kita harus terbiasa seperti ini. Janji tidak akan mendorong dan memukul aku?" tanya Kendrick dengan jari yang masih berada di bibir Emma.
Emma mengangguk dengan kedua mata melotot. Kendrick tersenyum dan menyingkirkan jarinya dengan perlahan dari bibir Emma. Keranjang berisi sayur di cengkeram dengan erat, Emma sampai menahan napas gara-gara kedekatan mereka berdua.
"A-Aku?" Emma memalingkan wajahnya yang memerah ke samping.
"Lihat aku, Emma!" Kendrick memegangi dagu Emma dan memalingkan wajahnya kembali sehingga Emma melihat ke arahnya.
"Kita harus melewatkan lebih banyak waktu seperti ini. Tidak saja agar kau terbiasa denganku tapi aku juga ingin kau memiliki perasaan padaku karena aku ingin menikah denganmu. Aku tahu kau pasti akan menolak jika aku ajak menikah sekarang jadi aku ingin kita memulainya secara perlahan sampai kau merasa aman denganku dan sampai kau merasa nyaman saat bersama denganku."
"Aku, aku tidak pantas untukmu. Kau lihat aku? Aku hanyalah orang gagal yang sedang berusaha memperbaiki diri. Sebaiknya jangan denganku, masih banyak wanita yang jauh lebih baik dari pada aku. Lagi pula kau adalah mantan tunangan adikku, bagaimana aku bisa bersama denganmu? Kau pria yang sudah aku tolak, kau pun tunangan adikku, semua orang tahu itu dan jika kita bersama, apa yang akan dikatakan oleh orang-orang tentang dirimu? Jangan sampai citramu buruk hanya gara-gara aku, si gagal ini!"
"Aku tidak peduli dengan apa yang akan orang-orang katakan tentang kita karena yang paling penting adalah kau, aku dan Daniel. Siapa yang berani mengatakan jika kau adalah orang gagal? Semua orang memiliki masa sulit dan semua orang pernah mengalami sebuah kegagalan dan aku pun pernah gagal dan kegagalanku adalah menemukan keberadaan dirimu. Yang lain tidak penting bagiku apalagi perkataan orang-orang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kita jadi kau tidak perlu berpikir terlalu jauh. Kau berkata ingin memperbaiki diri, maka fokuslah dengan hal itu sampai kau sudah merasa pantas untukku jadi jangan memikirkan perkataan orang tentang kita.'
"Kau dan Kimberly?" Emma kembali memalingkan wajahnya sampai tangan Kendrick terlepas dari dagunya.
__ADS_1
"Kenapa?" Kendrick memandanginya dan mencoba membaca ekspresi yang ditunjukkan oleh Emma sampai dia mengerti apa yang sedang Emma pikirkan saat ini.
"Tidak perlu khawatir, Emma. Aku dan Kimberly tidak pernah melakukan apa pun di luar batas!"
"Benarkah?" Emma kembali berpaling dan melihat ke arahnya.
"Kenapa? Apa kau takut aku sudah berhubungan intim dengannya ataukah kau cemburu karena kau pikir aku sudah melakukan hal itu dengannya?"
"Bu-bukan begitu?" Emma hendak melangkah mundur namun Kendrick menariknya mendekat lagi hingga jarak mereka terhalang oleh keranjang sayur yang masih dipegang oleh Emma. Sungguh keranjang yang mengganggu.
"Jika bukan lalu apa? Katakan padaku?" dagu Emma kembali diangkat, Kendrick pun mendekatkan wajah mereka meski terhalang oleh si keranjang sayur yang seharusnya dia letakkan ke atas meja sejak tadi.
"Ken-Kendrick?" Emma jadi gugup, dia pun bergerak gelisah karena Kendrick semakin mendekatkan bibir mereka berdua.
"Boleh aku mencium bibirmu? Sedikit saja sebagai permulaan hubungan kita berdua."
"Ti-Tidak boleh!" tolak Emma.
"Aku mendengar kau berkata iya!" kali ini Kendrick tidak menerima penolakan sebab itu, dagu Emma diangkat sedikit lebih tinggi. Emma semakin gugup saja, detak jantungnya bahkan dapat dia dengar sendiri. Wajah Kendrick semakin dekat, begitu juga dengan bibirnya. Emma memejamkan kedua mata dengan rapat, keranjang berisi sayur semakin dicengkeram dengan erat dan dia terlihat sudah pasrah. Kendrick pun yakin jika dia bisa mencium bibir Emma hari ini tapi sayangnya, suara Daniel terdengar di luar sana.
"Mommy, Daniel pulang bersama dengan nenek!" teriakan putranya membuat Emma terkejut. Kedua matanya kembali terbuka dan dia melangkah mundur dengan cepat. Apa?
"Mommy," Daniel kembali memanggil.
Kendrick mengumpat dalam hati. Padahal tinggal sedikit lagi dia dapat tapi dia justru gagal. Emma meletakkan keranjang sayur dan buru-buru keluar. Dia sangat terkejut saat Daniel masuk ke dalam bersama dengan kedua orang tua Kendrick.
Emma berdiri di tempat, celaka. Kenapa Kendrick tidak mengatakan padanya jika kedua orang tuanya mau datang? Jujur saja, dia belum siap bertemu dengan kedua orang tua Kendrick karena dia masih belum percaya diri sebab dia tidak memiliki apa pun bahkan dia masih menjadi benalu yang menyusahkan Kendrick.
__ADS_1