
Daniel sangat senang saat mendengar Kendrick telah kembali karena dia mengira ibunya sudah datang. Daniel sudah tidak sabar menunggu ibunya masuk ke dalam sebab itu dia sudah menunggu di sisi ranjang, wajah Daniel pun terlihat ceria tapi begitu Kendrick masuk seorang diri, ekspresi wajahnya langsung berubah.
"Mana Mommy, Uncle? Kenapa Mommy tidak datang bersama dengan Uncle?" tanyanya.
"Mommy ada di rumah sakit. Ayo ikut dengan Uncle."
"Apa? Mommy sakit apa? Kenapa di rumah sakit?"
"Sekarang kita pergi ke sana untuk melihat keadaannya," entah bagaimana reaksi Daniel nanti tapi dia yakin Daniel bisa memaafkan ibunya meski awalnya kecewa karena dia pun kecewa begitu tahu.
"Cepat, Uncle!" teriak Daniel dan panggilan itu akan berubah sebentar lagi.
Daniel sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan ibunya. Kali ini Kendrick mengajak ibunya serta tapi ayahnya tidak pergi padahal dia bilang ingin memarahi Emma. Ainsley memang ingin ikut meski dia sudah mendengar apa yang Kendrick katakan. Saat seperti ini perlu seseorang menengahi agar tidak semakin kacau.
Emma yang ditinggal pergi menunggu kedatangan Daniel dengan tatapan kosong. Mungkin dia harus mengucapkan kata perpisahan pada putranya setelah ini. Dia memang pantas mendapatkannya karena memang dia yang salah selama ini. Jika memang harus demikian, dia akan rela asalkan Daniel bahagia dan sembuh.
Memikirkan akan berpisah dengan Daniel saja sudah membuat air matanya jatuh. Kesedihan hati menyesakkan dada padahal dia dan Daniel belum berpisah tapi rasanya sudah begitu menyakitkan.
"Maafkan aku, maaf," Emma menutupi wajahnya dan menangis. Dia tidak bisa menahan kesedihan hanya karena membayangkan harus berpisah dengan putranya.
"Mommy, aku datang," terdengar suara Daniel diiringi oleh pintu yang terbuka. Emma menghapus air mata dengan cepat agar putranya tidak melihatnya. Kendrick yang menggendong Daniel membawanya mendekat. Daniel segera menghampiri ibunya untuk melihat keadaannya.
"Mommy, kenapa menangis? Apa ada yang sakit?"
"Tidak, tidak ada. Bagaimana dengan keadaan Daniel, apa Daniel menjadi anak baik?" Emma berusaha tersenyum meski dia tahu setelah ini putranya pasti akan kecewa padanya bahkan yang paling buruk adalah, Daniel akan membenci dirinya karena dia telah merahasiakan apa yang tidak boleh dirahasiakan.
"Daniel selalu menjadi anak baik, Mommy. Bagaimana dengan Mommy? Apa yang sakit?" Daniel memeriksa keadaan ibunya untuk mencari tahu, "Kaki Mommy kenapa?" tanyanya.
"Mommy tersandung batu saat berjalan. Tidak apa-apa," dustanya.
"Mommy harus hati-hati, malu jika dilihat orang," Daniel duduk di sisi ibunya, sekarang dia ingin berbicara dengan ibunya.
"Mommy, ada yang hendak Daniel bicarakan dengan Mommy," ucapnya.
"Kebetulan, ada yang hendak Mommy sampaikan juga dengan Daniel tapi Mommy ingin mendengar apa yang hendak Daniel sampaikan terlebih dahulu."
__ADS_1
"Baiklah, Mommy dengar. Daniel sudah meminta bantuan Uncle Ken dan Uncle bersedia meminjamkan uang pada Mommy jadi Mommy tidak perlu meminta bantuan pada Kakek buyut yang jahat lagi," ucap Daniel.
"Apa Daniel menyukai Uncle?" Emma melihat ke arah Kendrick saat mengatakan hal itu.
"Suka karena Uncle sangat baik. Kakek dan Nenek juga sangat baik dengan Daniel. Mereka tidak seperti Aunty dan kakek buyut yang jahat!"
"Apa Daniel?" Emma menunduk, saatnya mengungkapkan kebenarannya pada putranya, "Apa Daniel mau tinggal bersama dengan mereka?" tanyanya.
"Mau, tapi jika bersama dengan Mommy. Jika tidak ada maka Daniel tidak mau. Tapi kenapa Mommy bertanya demikian? Apa kita akan tinggal dengan Uncle mulai sekarang?"
"Ke marilah, ada hal penting yang hendak Mommy bicarakan padamu," pinta Emma pada putranya.
"Bicara apa Mommy? Jika soal biaya untuk Daniel, Uncle berkata dia mau membantu. Benarkan, Uncle?" tanya Daniel yang sudah melihat ke arah Kendrick.
"Ya, tapi Uncle rasa bukan itu yang dikhawatirkan oleh Mommy."
"OH, yeah? Apa ada yang lainnya?" tanya Daniel.
"Daniel, apa kau masih ingin bertemu dengan Daddy?" tanya Emma.
"Kenapa? Bukankah Daniel selalu ingin bertemu dengan Daddy Daniel?"
"Dulu Daniel memang ingin bertemu dengan Daddy tapi sekarang tidak lagi."
"Kenapa?" tanya Emma.
"Daddy jahat. Mommy selalu berusaha sendiri tapi Daddy tidak pernah ada. Daniel tidak mau bertemu lagi dengan Daddy yang tidak pernah peduli dengan Daniel!" Daniel memperlihatkan kekesalannya dan kekecewaannya. Kendrick hendak membela diri namun ibunya menahan karena Emma belum selesai. Sebaiknya mereka menjadi pendengar karena yang harus menjelaskan sudah pasti Emma.
"Dengar, Daddy Daniel tidak tahu apa-apa akan keadaan Daniel bahkan Daddy Daniel tidak tahu akan keberadaan Daniel," ucap Emma.
"Kenapa Mommy berkata demikian?"
"Daniel, semua salah Mommy. Mommy tidak pernah mengatakan kebenarannya padamu. Maafkan Mommy."
"Maksud Mommy?" Daniel memandangi ibunya, dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
"Mommy yang salah, Mommy tidak pernah mengatakan pada Daniel siapa ayah Daniel dan Mommy tidak mengatakan pada Daddymu jika kau adalah putranya."
"Mommy, jangan membuat Daniel bingung," ucap putranya yang tidak mengerti.
"Dengar, Daddy Daniel ada bersama dengan Daniel tapi Mommy tidak pernah memberi tahu jadi ayahmu tidak tahu jika kau adalah putranya."
"Ada bersama dengan kita, siapa?" Daniel justru melihat sekitar dan tatapan matanya tertuju pada Kendrick.
"Tidak mungkin?" ucap Daniel yang sudah menebaknya.
"Yes, Kendrick adalah ayahmu tapi Mommy tidak mengatakan padanya jika kau adalah putranya. Seharusnya Mommy mengatakan hal ini padanya dan seharusnya Mommy memberitahu Daniel jika dia adalah ayahmu."
"Momy bohong, Mommy bohong!" Daniel memundurkan tubuhnya ke belakang, dia seperti tidak bisa menerima kenyataan itu. Bukan karena siapa ayahnya tapi karena ibunya.
"Maafkan Mommy, Daniel. Seharusnya Mommy memberitahu dirimu saat kalian pertama kali bertemu," Emma berusaha mendekat namun Daniel menghindar.
"Kenapa Mommy, kenapa tidak mengatakannya pada Daniel? Kenapa Mommy berbohong?" Daniel menangis karena ibunya sudah menipu dirinya.
"Maaf, aku sungguh tidak bermaksud mengecewakan dirimu. Maafkan Mommy," pinta Emma yang masih berusaha membujuk Daniel yang menangis semakin keras.
"Mommy jahat, Mommy jahat!" ucap Daniel yang sudah turun dari ranjang, "Mommy tahu Daniel sangat ingin bertemu dengan Daddy tapi Mommy tidak mau mengatakan pada Daniel jika Uncle Ken adalah Daddy Daniel, kenapa Mommy?"
"Maafkan Mommy Daniel, Mommy memang bersalah!" pinta Emma.
"Mommy jahat, Daniel tidak mau lagi dengan Mommy!" teriak Daniel sebelum anak itu berlari keluar. Hati Emma hancur, air mata jatuh tak tertahankan. Akhirnya, dia mendapatkan karma dari apa yang telah dia lakukan.
"Tunggu, Daniel!" teriaknya.
Kendrick segera mengejar namun dia mendapati Daniel sedang muntah di luar sana. Kini dia yang panik, Ainsley pun keluar begitu juga dengan Emma yang tak peduli dengan rasa sakit di kakinya. Emma terkejut melihat putranya berada di dalam gendongan Kendrick dalam keadaan tidak berdaya.
"Daniel!" Emma berlari mendekat namun putranya memalingkan wajahnya.
"Daniel tidak mau dengan Mommy," tolak Daniel. Langkah Emma terhenti, dia hanya bisa menangis, melihat kepergian Kendrick bersama dengan putranya.
"Tunggu di sini baik-baik, aku yang akan membujuknya." ucap Ainsley. Emma hanya bisa mengangguk, Ainsley pun segera mengikuti Ken karena dia ingin berbicara dengan Daniel.
__ADS_1
Emma ditinggal sendiri, dalam keadaan hancur. Tidak ada yang lebih menyakitkan selain dibenci oleh putranya sendiri. Emma menghapus air matanya dan berjalan pergi untuk menyusul Kendrick, sekarang dia hanya bisa pasrah saja karena ini memang risiko yang harus dia tanggung.