
Emma benar-benar pergi karena dia merasa sudah gagal menjadi seorang ibu. Dia merasa tidak berguna, dia bahkan kecewa pada dirinya sendiri. dia pun tidak berdaya karena Daniel tidak akan bahagia bersama dengannya. Dia pun tidak mampu menyembuhkan penyakit Daniel, dia sungguh sadar akan ketidakberdayaannya sebagai seorang ibu. Dia juga malu, malu pada semua orang. Malu pada Daniel, dan dia pun malu pada Kendrick karena dia tidak berguna.
Kendrick pasti akan menertawakan dirinya yang tidak memiliki apa pun. Sungguh dia sangat malu sebab itu dia memilih pergi. Lagi pula Daniel sudah bersama dengan ayahnya dan itu sudah cukup. Kendrick pasti mampu memberikan apa pun untuk Daniel dan dia tidak.
Ponsel yang dia miliki benar-benar dijual dengan harga murah. Itu pun kebetulan ada orang baik yang mau membelinya karena ponselnya tidaklah lagi bagus apalagi modelnya yang sudah ketinggalan. Meski harganya murah tapi itu cukup untuk Emma makan. Emma yang malu dengan keadaannya pergi secara diam-diam. Dia tidak mau ada yang menemukan dirinya yang sedang dalam keadaan menyedihkan. Dia takut kakeknya melihat, dia juga tidak mau Kimberly melihat keadaannya itu sehingga dia ditertawakan tapi yang paling penting adalah, dia tidak mau Daniel melihatnya yang menyedihkan sehingga Daniel malu karena memiliki ibu yang memalukan dan tidak berguna seperti dirinya.
Kendrick mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Emma. Dia juga meminta bantuan kedua pamannya, Kali ini tidak akan membiarkan Emma sendirian lagi tapi Emma yang tidak ingin ditemukan oleh siapa pun karena malu dan merasa tidak berguna, pergi dengan begitu cerdiknya. Emma menumpang dari satu mobil ke mobil yang lain, dia berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga sulit dilacak.
Waktu yang terbuang juga sudah banyak, mereka hampir kehilangan jejak namun beruntungnya keberadaan Emma dapat ditemukan kembali. Emma masih terlihat menumpangi sebuah mobil padahal sudah malam. Entah ke mana Emma akan pergi, tidak ada yang tahu. Dia sudah cukup jauh dari kota itu, yang Emma inginkan hanya pergi yang jauh, menjauh dari semua orang yang mengenali dirinya.
Daniel yang sudah diajak pulang pun tak bisa tenang karena ibunya belum juga ditemukan. Daniel menangis tiada henti, dia juga memanggil ibunya tiada henti. Ainsley tidak bisa berbuat banyak selain menunggu Kendrick kembali. Dia hanya bisa membujuk dan menenangkan Daniel yang tidak mau makan dan tidak mau melakukan apa pun.
"Kenapa Mommy belum juga kembali, nenek? Kenapa Daddy belum juga kembali bersama dengan Mommy?" tanya Daniel di sela tangisannya.
"Jangan menangis, Daddy pasti akan kembali bersama dengan Mommy. Sekarang Daniel harus makan setelah itu beristirahat."
"Daniel tidak mau makan sebelum Mommy pulang," ucap Daniel.
"Daniel, jika Daniel menangis seperti ini dan tidak mau makan, Daniel akan sakit. Saat Mommy Daniel pulang lalu dia melihat keadaan Daniel, coba tebak bagaimana reaksi Mommy nanti? Dia pasti akan sedih jika Daniel jatuh sakit jadi sebaiknya Daniel tidak terlalu banyak menangis dan harus makan. Jangan khawatir, Daddy pasti akan membawa Mommy pulang."
"Tapi ini sudah malam, Nenek. Mommy tidak punya uang lagi. Di mana Mommy akan tidur malam ini? Mommy akan makan apa? Mommy tidak punya uang nenek, jadi Mommy akan makan apa?"
Ainsley jadi sedih dan prihatin mendengar perkataan cucunya. Sungguh anak yang sangat tahu akan kesulitan yang ibunya hadapi tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia sudah meminta bantuan kakaknya, dia juga sudah meminta bantuan para keponakannya tapi memang sudah malam dan mereka tidak bisa terus terusan mencari keberadaan Emma di malam yang semakin larut.
__ADS_1
"Untuk itu Daniel tidak perlu khawatir, Mommy pasti bisa makan. Semua ada yang mengatur jadi Daniel tidak perlu khawatir, Sekarang makan, nenek akan menyuapimu makan," ucap Ainsley. Daniel mengangguk dan menghapus air matanya. Meski dia tidak lapar karena ibunya belum kembali tapi dia tidak mau jatuh sakit yang bisa membuat ibunya khawatir.
Ainsley kembali dengan sepiring makanan. Daniel tampak enggan, dia masih mencari ibunya yang belum juga kembali. Setiap kali dia makan, Daniel pasti berkata jika ibunya belum makan karena tidak punya uang. Ainsley benar-benar sedih mendengarnya karena selama ini dia hidup serba berkecukupan jadi dia tidak tahu bagaimana rasanya saat tidak memiliki uang. Dia tidak menyangka jika gadis yang tinggal di dekat rumahnya dulu harus menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan.
Daniel hanya makan dua suap saja, dia tidak mau lagi. Meski neneknya sudah memaksa tapi dia benar-benar tidak mau lagi.
"Daddy kenapa belum kembali, nenek? Apa Mommy tidak bisa Daddy temukan?"
"Pasti bisa, percayalah jika Daddy bisa menemukan Mommy Daniel dan setelah itu, Daniel harus meminta maaf pada Mommy dan ajaklah dia untuk tinggal bersama."
"Apa Mommy mau, Nenek?"
"Jika Daniel yang mengajak, sudah pasti Mommy tidak akan menolak asalkan Daniel meminta maaf terlebih dahulu dengan Mommy. Mengerti?"
"Mengerti, Nenek. Sekarang Daniel mau berdoa agar Daddy segera membawa Mommy pulang."
Malam sudah semakin larut, Daniel yang mengkhawatirkan keadaan ibunya tidak tidur sama sekali. Ainsley yang menemani cucunya pun tak bisa tidur, seperti Daniel, dia juga mengkhawatirkan keadaan Emma. Kendrick kembali saat tengah malam tentunya dia kembali seorang diri. Bukannya tidak menemukan keberadaan Emma tapi Emma masih mengikuti seseorang, entah mau pergi ke mana. Jaraknya sudah cukup jauh karena dia menumpang dari satu mobil ke mobil yang lain. Dia tidak bisa langsung menyusul karena hanya akan membuang waktu dan tenaga karena keberadaan Emma belum bisa dipastikan apalagi bisa saja dia kembali menumpang mobil yang lainnya.
Kendrick masuk ke dalam kamar putranya untuk melihat keadaan Daniel tapi dia justru mendapati ibunya dan putranya tidak tidur sama sekali. Daniel sangat senang karena ayahnya sudah kembali tapi dia kembali terlihat sedih karena ayahnya kembali seorang diri.
"Mana Mommy, Daddy. Apa Daddy tidak menemukan Mommy?" tanya Daniel.
"Tidak perlu khawatir, besok Daddy pasti akan menemukan keberadaannya dan membawanya pulang."
__ADS_1
"Kenapa, Ken? Apa Uncle Michael tidak bisa menemukan keberadaan Emma?"
"Bukan tidak bisa, Mom. Tapi Uncle berkata besok saja, lagi pula sudah malam jadi aku tidak bisa mengganggu Uncle. Emma pun entah mau pergi ke mana, dia menumpang dari satu mobil ke mobil yang lainnya. Kami belum tahu tujuan pastinya jadi kami harus menunggu sampai dia menetapkan tujuannya."
"Ya ampun, kenapa jadi seperti ini?"
"Salahku, seharusnya aku tidak menghukumnya!" benar, jika dia tidak menghukum Emma? Tapi dia tidak mungkin menari bahagia untuk membenarkan apa yang Emma lalukan, bukan? Dia hanya mengambil Daniel untuk satu malam saja. Bagaimana jika dia benar-benar jahat lalu merebut Daniel tanpa peduli dengan Emma lagi? Semua jadi kacau dan dia tidak tahu akan berakhir seperti ini.
"Sekarang Mommy ada di mana Daddy? Mommy ada di mana?"
"Daddy juga tidak bisa memastikan tapi besok, kita akan tahu."
"Apa Daddy berjanji akan membawa Mommy besok?"
"Tentu saja, Daddy berjanji. Sekarang Daniel harus beristirahat, mengerti?"
"Daniel mau ikut. Daniel mau minta maaf pada Mommy," ucap Daniel.
"Baiklah, tapi sekarang Daniel harus beristirahat terlebih dahulu!"
"Daniel mau tidur nenek!" ucap Daniel yang sudah berbaring.
"Bagus, nenek senang mendengarnya!" Ainsley menguap karena sudah mengantuk.
__ADS_1
"Mom, pergilah tidur. Aku yang akan menemani Daniel."
"Baiklah, Mommy memang sudah mengantuk," ibunya keluar dari kamar sedangkan Kendrick menemani putranya. Dia harap Emma memiliki tempat berlindung malam ini dan dia juga berharap, Emma baik-baik saja saat di jalan. Meski dia tidak menyusul tapi dia sudah mengutus beberapa anak buah menyusul menggunakan helikopter untuk memantau Emma. Besok, dia akan pergi menemui Emma untuk memperbaiki semuanya dan dia harap Emma mau kembali bersama dengannya.