Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Perasaan Malu


__ADS_3

Sudah tiga hari Emma pergi, dia tahu ada yang mengikuti dirinya. Entah siapa, yang pasti dia terus menghindar agar tidak tertangkap. Jujur saja dia takut Aston yang mengejar karena pria itu berkata akan membalas dendam atas penolakan yang dia lakukan. Emma juga bersyukur Daniel tidak bersama dengannya saat ini karena dia hanya akan mencelakai putranya saja.


Dia harap Aston tidak tahu di mana putranya berada sehingga keberadaan Daniel tidak terancam. Sekarang, biarkan saja dia yang diburu oleh Aston dan beruntungnya dia pergi sehingga tidak ada yang melihat keadaannya yang menyedihkan.


Penampilan Emma sudah seperti seorang gelandangan tapi dia memang sudah menjadi gelandangan saat ini. Uang yang dia miliki dari menjual ponsel sudah habis, dia sudah tidak memiliki uang untuk makan. Saat ini dia berada di titik terendah dalam hidupnya. Dia harus menahan lapar sambil melarikan diri darikejaran anak buah Kendrick yang dia sangka sebagai anak buah Aston.


Kendrick sudah turun tangan, namun Emma yang licin seperti ular terus lari dan lari. Sepertinya dia sudah salah strategi karena dia merasa jika dia hanya menakuti Emma. Entah apa yang Emma takutkan karena setiap kali dia berusaha mendekat, Emma sudah lari sehingga dia harus mengejar dan mengejar namun yang dia lakukan justru semakin menakuti Emma tapi hari ini, dia tidak akan lagi melakukan hal yang sama.


Kali ini Kendrick benar-benar mengajak Daniel serta karena biasanya dia meninggalkan Daniel di hotel bersama dengan ibunya. Dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk mengintai Emma tanpa harus menakuti dirinya seperti yang mereka lakukan kemarin.


Emma yang semakin waspada takut untuk berada di keramaian. Dia takut orang-orang yang mengejar dirinya dari kemarin  menangkapnya. Dia benar-benar tidak mau jatuh ke tangan Aston tapi rasa lapar yang sudah dia tahan sejak semalam sepertinya sudah tidak bisa dia tahan lagi.


Emma memegangi perutnya yang lapar dan terus berbunyi, dari mana dia bisa mendapatkan makanan? Pandangannya tertuju pada tong sampah yang ada di dekatnya di mana dia sedang bersembunyi. Apakah dia harus melakukannya?


Sepertinya dia tidak tidak punya pilihan lain selain melakukan hal itu karena perutnya benar-benar sudah lapar. Emma menelan ludah, dia tidak peduli yang penting dia dapat makan. Dia benar-benar bersyukur Daniel tidak ikut dengannya sehingga putranya tidak perlu menderita bersama dengannya. Semoga saja Daniel bahagia bersama dengan ayahnya, itu sudah lebih dari cukup untuknya. Emma mengintip karena dia takut ada yang melihat apa yang akan dia lakukan. Semoga tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan saat ini karena dia harus bertahan hidup dengan mencari makanan di tong sampah.


Tidak apa-apa, dia berkata dalam hati jika semua baik-baik saja. Dia pasti bisa melewati itu semua dan setelah ini dia akan kembali melarikan diri dari kejaran Aston. Semoga dia menemukan pekerjaan dan bertemu dengan orang baik yang mau memberikan pekerjaan untuk dirinya yang seperti gelandangan itu.


Emma mulai mengais di dalam tong sampah, mencari makanan namun di tong sampah pertama dia tidak menemukan apa pun. Mau tidak mau dia keluar dari gang sempit di mana dia berada untuk mencari tong sampah lainnya. Dia harap ada yang baru membuang makanannya sehingga dapat diambil agar dia tidak mendapatkan makanan yang sudah busuk.


Anak buah Kendrick yang masih mengintai dirinya memberitahu Kendrick jika Emma mulai keluar dari persembunyian. Kendrick meminta mereka untuk tidak melakukan apa pun agar Emma tidak lari lagi seperti yang sudah-sudah. Kali ini dia akan melakukannya dengan benar dan Daniel yang akan membujuk ibunya untuk pulang.

__ADS_1


Tong sampah yang tidak jauh darinya menjadi tujuan Emma. Dia sangat berharap dapat menemukan sesuatu yang dapat dia makan entah itu roti atau apa pun. Situasi aman,  Emma bergegas berlari menuju tong sampah itu. Dia pun mulai mencari, makanan sisa yang dibuang oleh orang. Sungguh dia sangat malu dengan kehidupan yang harus dia jalani sekarang. Mungkin ini adalah Karma karena dia telah menipu banyak orang dan dia telah mengecewakan  kakeknya.


Kendrick yang melihat hal itu tidak mengerti dengan apa yang hendak Emma lakukan melakukan. Dia sedang melihat bersama dengan putranya yang sudah tidak sabar namun dia berusaha untuk menahannya agar mereka tidak kehilangan Emma lagi.


"Apa yang sedang Mommy lakukan Daddy?" Daniel bertanya karena dia melihat ibunya sedang mengorek-ngorek tong sampah.


"Daddy tidak tahu, kita lihat saja sebentar lagi," ucap Kendrick namun dia curiga jika Emma sedang mencari makanan di sana. Hal itu tidak mungkin terjadi, bukan? Kendrick tidak ingin mempercayai apa yang dia tebak namun apa yang dia lihat menjawab semuanya karena Emma terlihat sangat senang saat menemukan sepotong roti yang baru dibuang oleh seseorang.


"Kenapa Mommy makan roti dari tong sampah Daddy? Kenapa?" Daniel bertanya pada ayahnya saat dia melihat ibunya menikmati roti yang baru dia temukan.


"Ayo kita kita hampir Mommy. Daniel harus membantu Daddy membujuk Mommy agar Mommy mau pulang bersama dengan kita!" ajak Kendrick. Dia sudah tidak tahan melihat apa yang sedang Emma lakukan. Dia tidak menduga Emma harus makan sesuatu dari tong sampah. Seharusnya Pemandangan itu tidak dia lihat, wanita yang telah melahirkan anaknya dan wanita yang dia cintai selama ini harus melakukan hal itu.


Kendrick menggendong Daniel dan membawanya menghampiri Emma yang sedang makan. Emma tidak menyadari kedatangan mereka karena Kendrick mendekati Emma dengan sehati-hati mungkin agar Emma tidak curiga lalu melarikan diri.


"Kenapa Mommy makan roti yang dipungut dari tong sampah?"  Daniel kembali bertanya karena dia tidak mengerti kenapa ibunya harus mengambil makanan dari dalam tong sampah.


"Da-Daniel?" kini Emma berpaling, dia takut untuk melihat ke belakang tapi dia harus melakukannya karena dia tahu, dia tidak sedang berhalusinasi.  Emma terkejut mendapati putranya bersama dengan Kendrick.  Mereka berdiri tidak jauh darinya. Wajah Emma  pucat,  roti yang ada di tangan buru-buru disembunyikan ke belakang karena dia tidak mau putranya melihat Apa yang sedang dia lakukan.


"Kenapa Mommy? Kenapa Mommy mengambil roti dari tong sampah?"  Daniel kembali bertanya karena Ibunya belum menjawab dan mengatakan padanya Kenapa Ibunya mengambil makanan dari tong sampah itu.


"Ke-Kenapa kalian ada di sini?"  Emma mengalihkan perhatian agar putranya tidak lagi bertanya apa yang sedang dia lakukan..

__ADS_1


"Mommy belum menjawab Daniel, apa yang sedang Mommy lakukan? Kenapa Mommy mengambil makanan dari tong sampah dan Kenapa Mommy pergi meninggalkan Daniel? " Daniel meminta ayahnya untuk menurunkan dirinya dari gendongan. Emma tampak gugup, dia tidak berani melihat ke arah Kendrick sama sekali karena dia malu.


“Mommy tidak bisa menjadi Ibu yang baik untukmu Daniel. Sekarang Daniel sudah memiliki Daddy jadi pergilah bersama Daddy.  Kau lihat keadaan Mommy sekarang?  Mommy tidak memiliki apa pun lagi dan Mommy tidak bisa menyembuhkan penyakitmu jadi pergilah. Jadilah anak yang baik selama tinggal bersama dengan Daddy.”  Emma menangis saat mengatakan itu padahal dia sudah rela. Dia tidak pernah mau putranya melihat keadaannya yang sangat memalukan itu.


"Daniel tidak mau jika tidak tidak ada Mommy!" ucap putranya seraya mendekati Emma. Daniel hendak memeluk ibunya tapi Emma menghindar karena dia kotor.


"Tidak, Daniel. Mommy tidak memiliki apa pun dan tidak bisa membahagiakan dirimu.  Pergilah dengan Daddy, Daniel akan bahagia bersama dengannya dan penyakit Daniel pun akan sembuh!"


"Tidak mau, Daniel mau ikut Mommy. Daniel salah, maafkan perkataan Daniel. Jika Mommy tidak mau ikut kami pulang maka Daniel yang akan ikut dengan Mommy!" Daniel menangis karena dia tidak mau berpisah dari ibunya.


"Tidak! Kau lihat keadaan Mommy, Mommy tidak punya uang untuk makan jadi jangan ikut dengan Mommy karena Mommy tidak mampu jadi pergilah. Tinggalkan Mommy seorang diri!"


"Tidak mau!" tolak Daniel.


"Kembalilah dengan kami. Emma," kali ini Kendrick yang meminta. Dia harap Emma mau ikut dengan mereka.


"Tidak, Ken. Aku malu. Bawalah Daniel bersamamu. Aku pantas mendapatkan semua ini. Ini adalah hukuman untukku karena telah menipumu dan telah mengecewakan kakekku. Aku tidak berguna dan aku sudah gagal menjadi ibunya. Aku tidak bisa membahagiakan dirinya karena hanya penderitaan saja yang aku berikan jadi bawalah Deniel pergi. Tepati janjimu. itu sudah cukup untukku jadi pergilah!" Emma memutar langkah, dia tidak sanggup melihat kepergian putranya. Biarlah dia seperti itu, biarlah dia menanggung semuanya karena sejak awal dialah yang salah dan ini ganjaran yang harus dia terima.


"Tidak!" Ken melangkah mendekat lalu memeluk Emma dari belakang, "Daniel membutuhkan dirimu, begitu juga aku. Kembalilah bersama dengan kami, kita mulai dari awal lagi."


Emma diam seribu bahasa, sebaiknya tidak karena dia malu pada dirinya. Dia juga malu pada putranya dan malu pada keluarga Kendrick. Jika dia kembali, bukankah dia akan ditertawakan?  Emma menunduk, air mata tak bisa dia tahan, kenapa tidak membiarkan dirinya pergi saja?

__ADS_1


"Kembalilah dengan kami, Emma!" Kendrick kembali meminta, begitu juga Daniel yang sudah memeluk ibunya dari arah depan. Daniel memohon sambil menangis, memohon agar ibunya mau kembali bersama dengan mereka.


__ADS_2