Trap Hot Billionaire

Trap Hot Billionaire
Hati Yang Mulai Terbuka


__ADS_3

Emma  sedang sibuk di dapur pagi itu karena dia sedang membuat sarapan untuk putranya dan Kendrick. Dia ingin saat Daniel sudah bangun dari tidurnya, sarapan sudah jadi sehingga Daniel bisa langsung makan. Daniel masih tidur bersama dengan ayahnya dan Emma tidak ingin mengganggu tidur mereka. Mendadak dia merasa mereka  sudah seperti sebuah keluarga tapi setelah itu dia mulai sadar jika dia tidak boleh berpikir seperti itu karena dia belum pantas.


Sebaiknya dia menyingkirkan pikiran itu jauh-jauh karena jika sampai ada yang mendengar, mungkin dia akan ditertawakan karena dia tidak tahu diri dan tidak menempatkan dirinya dengan benar. Kepercayaan dirinya belum dia dapatkan sebab dia masih menganggap jika dia belum bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sebab dia belum mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. Hari ini dia akan pergi mencari lagi dan dia harap, dia dapat menemukan pekerjaan yang dia inginkan.


Emma sedang memotong sayur ketika sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang. Tapi dia tahu siapa yang memeluknya karena itu tidak mungkin Daniel.


“Kenapa kau tidak membangunkan aku?” Kendrick bertanya sambil mencium belakang kepala Emma.


“Kau sedang tidur jadi aku tidak mau menganggu,” Emma terlihat gugup karena Kendrick mencium bagian kepala juga bagian telinganya.


“Lain kali bangunkan aku, aku ingin kita membuat makanan bersama agar kita melewati banyak hal yang menyenangkan berdua. Jika kita tidak sering-sering berinteraksi, bagaimana kau bisa jatuh cinta padaku?”


“Bisakah pelan-pelan? Jika terburu-buru, kau membuat aku takut,” Emma meminta demikian Karena dia merasa Kendrick terlalu buru-buru agar perasaan cinta di antara mereka dapat tumbuh.


“Apa aku terlalu terburu-buru?” Kendrick membalikkan Emma hingga mereka saling berhadapan. Ema mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Kendrick.


“Aku tidak merasa seperti itu, Emma. Sudah ada Daniel di antara kita dan aku rasa kita memang harus segera menumbuhkan perasaan agar kita segera menikah. Tidak ada lagi yang bisa mencegah dan jangan katakan kau masih saja merasa tidak enak hati pada Kimberly!”


“Bukan begitu. Aku hanya merasa?”


“Sttss! Jangan mengatakan apa pun!” Kendrick meletakkan jarinya ke bibir Emma. Dia tahu Emma akan memberikan segudang alasan karena rasa percaya dirinya dan dia masih belum merasa pantas jadi sebaiknya Emma tidak mengatakan apa pun.


“Pagi ini, lagi-lagi kau bersama denganku Emma. Aku sangat senang tidak saja karena keberadaan Daniel tapi juga karena keberadaan dirimu. Dulu aku mengira, aku tidak akan bisa lagi bersama denganmu sejak kau pergi dariku tapi apa pun yang kau lakukan pada akhirnya kau kembali lagi padaku. Jangan pernah menyesalinya karena ini adalah jalan yang sudah ditentukan untuk kita."


“Maafkan aku, Ken,” Emma melingkarkan kedua tangannya di leher Kendrick dan setelah itu, Emma sedikit berjinjit karena dia ingin memberikan kecupan di bibir Kendrick. Apa yang baru saja dia lakukan itu, benar-benar membuat Kendrick terkejut karena Emma mencium bibirnya tanpa dia minta.

__ADS_1


Emma memalingkan wajahnya yang memerah dengan terburu-buru. Sepertinya dia sudah gila karena dia begitu berani mencium Kendrick. Pria itu bahkan tidak bergeming akibat terkejut dan jangan katakan jika Kendrick tidak suka dengan apa yang dia lakukan. Emma jadi merasa tidak enak hati, sebab itu dia kembali berpaling namun Kendrick sudah menangkap tangannya lalu menariknya mendekat dan kali ini tidak ada lagi jarak yang memisahkan mereka sebab tidak ada keranjang sayur yang dipegang oleh Emma.


“Ken, a-aku minta maaf,” ucap Emma gugup karena dia takut Kendrick marah.


“Untuk apa kau minta maaf? Aku sangat senang kamu mau melakukan hal ini, Emma. Aku sangat senang karena kau yang berinisiatif terlebih dahulu tanpa perlu aku paksa dan tanpa aku meminta,” dagu Emma terangkat, napas Kendrick sudah membelai wajah Emma dan Emma tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Kali ini Emma melingkarkan tangannya di tubuh Kendrick. Kedua matanya pun sudah terpejam dan tanpa banyak bicara, Kendrick mendekatkan bibir mereka dan memberikan sebuah kecupan lembut. itu hanya untuk permulaan saja sebab setelah itu mereka berciuman tanpa ragu lagi.


Tubuh Emma diangkat lalu Kendrick membawanya ke meja dan mendudukkannya di sana agar dia dapat mencium bibir Emma dengan leluasa. Selagi putra mereka masih tidur jadi mereka bisa memanfaatkan waktu seperti itu dengan baik. Lagi pula itu adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan oleh Kendrick karena dengan begitu, Emma tidak lagi canggung saat berada di dekatnya.


Kendrick dan Emma berciuman begitu lama. Seperti ada sebuah kerinduan yang cukup dalam di hati Emma tapi dia tidak tahu apa. Kendrick mendekap Emma dengan erat, rasanya tidak ingin dia lepaskan. Dia benar-benar beruntung bangun sedikit pagi untuk melihat apa yang Emma lakukan karena dia tidak menduga Jika dia mendapatkan ciuman dari Emma.


Setelah ciuman mereka berakhir, mereka berdua mengatur napas dan saling pandang. Emma tersenyum saat Kendrick mengusap wajahnya dengan perlahan. Kendrick pun memperlihatkan senyumannya karena dia benar-benar senang mendapat kejutan yang tak terduga dari Emma.


“Asalkan kau tidak menyesal bersama denganku Kendrick karena kau tahu aku tidak berguna jadi aku harap kau bisa menerima aku yang seperti ini. Tapi bukan berarti aku akan berhenti memperbaiki diri. Aku akan terus berjuang untuk memperbaiki diriku agar kau tidak merasa malu saat bersama denganku dan agar Daniel tidak malu memiliki Ibu seperti aku.”


“Bodoh!” Kendrick menarik Emma mendekat lalu memeluknya, “Aku tidak mungkin malu, apalagi Daniel. Dia selalu bangga padamu karena baginya kau adalah ibu yang luar biasa jadi jangan berpikir jika kau telah mempermalukan Daniel sebab selama ini dia selalu bangga akan dirimu.”


“Aku tahu, aku hanya merasa tidak berguna saja.”


“Sudahlah, tidak lama lagi perasaan itu akan hilang dari dirimu. Aku akan menjemputmu nanti siang, aku akan mengenalkan dirimu pada seseorang yang akan memberikanmu pekerjaan. Ini referensi dariku dan aku harap kau tidak menolaknya.”


“Terima kasih, Ken,” Emma memeluk Kendrick dan ini kali pertama dia merasa jika dia tidak sendirian dan ini kali pertama dia merasa jika dia dapat memperbaiki dirinya hingga putranya bangga padanya. Pagi yang sangat berbeda, itu karena Emma sudah mau menerima Kendrick meskipun perasaan tidak layak atau apa pun itu masih dia rasakan dan meskipun dia belum mengingat apa pun akan masa lalu mereka tapi apa yang dia lakukan adalah awal yang baik untuk hubungan mereka berdua. Kendrick harap Emma selalu seperti itu meskipun nanti adiknya akan menentang hubungan mereka karena Kimberly pasti tidak akan senang tapi dia berharap, Ema tidak mempedulikan perkataan Kimberly demi hubungan mereka yang baru saja dimulai.


“Aku harus membuat sarapan untuk Daniel,” Emma mendorong sedikit tubuh Kendrick, dia tidak boleh melupakan apa yang sedang dia kerjakan karena Daniel adalah yang paling utama.

__ADS_1


“Aku bantu dan setelah itu kita bangunkan Daniel bersama. Dia pasti akan senang.”


Emma mengangguk, sejak dulu Daniel memang menginginkan keluarga dan dia yakin Daniel pasti akan senang saat mereka berdua yang membangunkannya. Emma kembali membuat sarapan dibantu oleh Kendrick. Sarapan sederhana yang mereka buat tidak memakan waktu lama. Beberapa potong sandwich bayam sudah berada di atas meja beserta segala susu untuk Daniel juga dua gelas kopi untuk mereka berdua. Setelah sarapan itu jadi, Emma dan Kendrick masuk ke dalam kamar lalu mereka berdua berbaring di sisi Daniel untuk membangunkan putra mereka yang masih tidur.


“Daniel,” Emma memanggil putranya dengan sedikit berbisik tentunya sebuah ciuman tak lupa dia berikan untuk putranya.


“Mommy,” Daniel membuka kedua matanya yang masih mengantuk.


“Segera bangun, Daddy dan Mommy sudah membuat sarapan untukmu!” ucap ayahnya.


“Daddy,” Daniel semakin senang karena ayahnya juga berada di sisinya.


“Good morning, Honey” Kendrick dan Emma mencium pipi putra mereka secara bersamaan. Hal itu benar-benar membuat Daniel senang sebab itulah yang sangat dia impikan sejak lama.


“Apa Daniel bermimpi?” tanya Daniel karena dia mengira apa yang dia alami saat ini adalah mimpi.


“Tidak, Sayang. Daniel tidak sedang bermimpi,” ucap ibunya yang kembali mencium pipinya.


“Daniel harap kita selalu seperti ini Mom. Daniel sangat bahagia karena Mommy dan Daddy bersama dengan Daniel.”


“Harapan Daniel akan terkabul,” ucap ibunya.


“Benarkah?”


“Hm!” jawab Emma yang sudah berbaring di sisi putranya dan memeluknya. Kendrick pun berbaring, tidak saja memeluk putranya tapi dia juga memeluk Emma. Daniel tertawa lepas karena tubuhnya terhimpit namun dia sangat bahagia. Mereka sudah seperti keluarga meski belum ada ikatan pernikahan di antara Kendrick dan Emma tapi sepertinya hal itu tidak lama lagi akan terjadi sebab Emma sudah mulai mencoba membuka dirinya.

__ADS_1


__ADS_2