Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Kekuatan baru


__ADS_3

Rezky merampas Hp yang di genggam Raya lalu menghapus semua video-video bejat yang di koleksi Raya selama ini “aku gak mau kamu lihat video-video yang tidak manusiawi itu lagi, jika kamu perlu bantuan untuk bisa membuatmu merasa lebih baik atas hari-harimu hubungi aku, aku selalu siap seharian penuh untuk menemanimu, untuk membuatmu merasa tidak sendiri lagi, untuk membuatmu merasa lebih berarti!” ketus Rezky sambil menggenggam tangan Raya erat.


Raya melepaskan genggaman tangan itu mengalihkan pandangannya dari Rezky “Raya lihat aku!” ucap Rezky sambil menolehkan pandangan Raya kehadapannya


“kamu denger aku? Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk buat kamu merasa lebih berharga, buat aku kamu itu hampir mendekati kata sempurna punya fisik yang cantik, keberaniaan tanpa mengenal Rasa takut, kecerdasan yang tidak dimiliki banyak orang, kamu bisa mengalihkan dunia seseorang Cuma dari tatapan indahmu, aku gak mau kamu terkotori lebih jauh lagi oleh video-video bejat itu, kamu bisa mempercayai aku.  Jika aku tidak menjalankan tugasku dengan baik, aku mengizinkanmu untuk menyobek tubuhku mengambil jantung ku seperti apa yang video kamu perlihatkan, aku serius sama ucapa ku!”


Raya menghela napas berat, kembali menundukan pandangannya “aku gak mungkin bisa ngelakuinnya ky, makasih untuk kepedulianmu terhadapku aku mempercayaimu lebih dari aku mempercayai diriku sendiri” ucap Raya lalu memeluk Rezky dengan erat, Rezky membalas pelukan itu mengelus punggung Raya lembut.


Raya membenamkan wajahnya di bahu Rezky terdengar suara isakan kecil dari Raya “jangan tahan air matamu dia juga ingin keluar bebas seperti yang lainnya, aku di sini bersamamu nangislah sepuasnya lalu coba berdiri kembali lewati semua beban itu dengan tegar, ingat aku selalu berada di sampingmu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu walaupun kamu yang meminta nya dariku” ucap Rezky berusaha menguatkan gadis yang kini dalam pelukannya.


suara isakan Raya terdengar semakin jelas. Untuk pertama kalinya dia menangis di pelukan orang lain bahkan dia merasakan kenyamanan pada pelukan itu.


Cukup lama Raya menangis dipelukan Rezky terasa sangat nyaman lebih nyaman dari apapun, dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya, Rezky mengusap air mata Raya yang membasahai pipi merah muda itu dengan ibu jarinya.


Wajah Raya masih terlihat sangat cantik walaupun dia sedang menangis. Rezky menatap wajah Raya yang tertunduk ‘Tuhan kenapa ciptaan-mu seindah ini. Kuatkan imanku Tuhan, aku tidak ingin berbuat lebih


jauh dari ini, wajahnya saja sudah sangat menyiksaku bagaimana aku bisa tahan dengan senyuman dan juga tatapannya’ batin Rezky.


Dia mencoba menerka bagaimana kejadian yang Wahyu perbuat pada Raya, imajinasi Rezky mulai liar kemana-mana tangannya sudah mulai meraih tengkuk Raya, sisi lelakinya sudah mulai muncul


Tiba-tiba dia dikejutkan dengan suara azan yang berkumandang, dengan segera dia menarik tangannya dari Raya, menundukan kepalanya dia merasa menyesal dengan apa yang di pikirkannya tadi “Raya maafkan aku” ucap Rezky dengan nada bersalah dan wajah masih tertunduk kebawah.


Raya yang tidak mengerti maksud Rezky, bingung dengan ucapan temannya itu “kenapa ky? Maaf untuk apa?” Tanya Raya bingung. Rezky menghembuskan napas kasar dia hanya menggelengkan kepala, yang membuat Raya tambah bingung


“ky kamu gakpapa?”


“enggak, aku gakpapa, lebih baik kita sholat udah azan”. Raya terkejut mendengar ajakan Rezky, namun tidak mungkin juga dia menolak ajakan yang sangat mulia itu. Akhirnya dia mengikuti apa kata Rezky.


Sesampai di Masjid Raya melihat Angga yang berada di tempat wudhu pria “itu Abang-kan?” Tanya Raya sambil menunjuk kearah Angga


“iya, abang kamu orang yang sangat baik, kamu beruntung memilikinya” ucap Rezky sambil melihat kearah Angga “ayok buruan, entar keburu dimulai”


***


Di mess Raya tengah tertidur pulas, mungkin dia kelelahan karena pekerjaannya pagi tadi, menyiapkan serta menemani pesilat yang akan bertanding tadi


Setelah Raya pulang ke mess dia bergegas  membersihkan dirinya dan langsung tertidur bahkan tanpa sempat menyapa Rami dan menyentuh makan siangnya.


Rami duduk di samping Raya menggenggam tangannya seakan memberikan kekuatan pada gadis itu, wajah cantiknya terlihat sangat kelelahan. Rami menyelimutinya sampai keleher Raya, menjaga agar gadis itu tetap hangat


Saat Rami hendak bangkit dia melihat tas yang sangat privasi menurutnya, tidak ada yang boleh menyentuh tas itu selain Raya, bahkan dirinya saja tidak diperbolehkan menyentuh ataupun membuka tas itu. Rami sangat penasaran apa yang ada dalam isi tas itu.


Dengan diam-diam dia meraih tas yang selalu berada di samping bantal Raya, membukanya secara perlahan. Dia tidak menemukan apapun di tas itu selain Hp, lembaran uang, kartu pengenal juga buku kecil yang sering digunakan Raya untuk mencatat sesuatu.


Tidak ada yang menarik menurut Rami dalam isi buku itu hanya catatan-catatan berupa judul film, judul lagu dan catatan pekerjaan yang Raya sering lupa.


Terdapat beberapa gambar yang sangat cantik hasil lukisan tangan Raya, salah satu bakat yang dimilikinya yang pantas di acungkan jempol karena gambarannya begitu bagus. Rami berharap ia menemukan sesuatu di dalam tas itu ataupun catatan harian Raya di dalam buku kecil itu, tapi sial dia tidak menemukan apapun, entah apa yang membuat tas itu begitu privasi menurut Rami.


Saat Rami hendak mengembalikan semuanya kedalam tas selempang itu, dia melihat kancing kecil yang tersembunyi di dalam tas, kancingnya sangat bersembunyi hingga sulit dilihat, Rami berharap menemukan sesuatu di dalam kancing itu.


benar saja dia menemukan sebuah pisau lipat dan beberapa lembar foto berukuran kecil, dia lebih tertarik pada foto-foto ketimbang pisau lipat.


Dia melihat foto keluarga lengkap Raya dengan ibu, ayah dan juga adik-adiknya, namun foto itu sangat tidak enak pandang, ada beberapa bercak bekas darah di foto itu juga wajah yang di lukis sedemikian buruk.

__ADS_1


saat Rami beralih pada gambar selanjutnya terdapat duplikat gambar keluarga Raya yang tadi, hanya saja sangat berbeda pada lukisan nya kalau tadi tampak menyeramkan sekarang gambar yang satunya tampak begitu manis dengan bingkai yang dilukis Raya.


di foto selanjutnya Rami melihat foto-foto kegiatan Raya, kegiatan Pencak Silat-nya, kegiatan Marching Band-nya, kegiatan Renang nya juga foto kegiatan Volly nya yang sempat dia ikuti


terdapat juga foto teman-teman Raya beberapa dari mereka tidak asing bagi Rami, foto Aini, Wahyu juga dirinya, dia tersenyum bahagia saat melihat foto dirinya terdapat pada tas Raya.


ada juga foto Angga seperti ucapan Raya kemarin foto dengan tangan kiri memegang kue ulang tahun, dan terdapat foto wajah Raya di tangan kanan. Foto kecil Angga, sepertinya dia masih SMP waktu foto itu diambil tapi Rami masih sangat jelas mengenali wajah Angga.


Beberapa foto lain terdapat gambar Raya, foto yang memamerkan wajah cantik gadis itu, karena ayah Raya keturunan China, maka wajah cantik yang Raya dapatkan keturunan dari ayahnya dengan mata yang sipit, bibir yang mungil juga kulit putih bersih, tapi Rambut, hidung, dagu juga postur tubuhnya lebih mirip orang Eropa dari pada orang Asia.


Ada lembaran foto yang membuat Rami mengkerutkan dahi pasalnya foto itu menggambarkan Raya yang sedang menggunakan hijab dan di kelilingi orang-orang yang sepertinya sangat memahami dan patuh agama, juga terdapat foto Raya sambil memeluk Al-qur’an berwarna emas dengan senyum indah di bibirnya.


Memang Rami pernah melihat Raya menggunakan hijab tapi itu waktu Rami pertama kali masuk Silat dan belum dekat dengan Raya tapi setelah itu Rami tidak melihat Raya menggunakan hijab lagi, gambar itu membuat Rami sangat penasaran


dia mengingat seseorang dalam foto sebelumnya Aini yang sempat dikenalkan Raya pada dirinya dia ingat kalau waktu itu Aini bilang bahwa dia sudah kenal Raya dari lama, untung saja waktu itu mereka bertukaran nomor telepon. Rami langsung mengembalikan barang dan tas Raya ketempat semula dan segera menghubungi Aini untuk menanyakan apa yang ada di kepalanya saat ini


‘Rami’


“Aini ini aku Rami teman silatnya Raya, aku mau nanya sesuatu nih boleh gak?”


‘Aini’


“ehh, iya Rami, ada apa mau nanyain apaan?”


‘Rami’


“mau Tanya tentang Raya”


‘Aini’


‘Rami’


“Enggak, Raya baik-baik aja kok sekarang malahan dia lagi tidur”


‘Aini’


“syukurlah, aku udah sempat khawatir tadi. Mau Tanya apaan?”


‘Rami’


“hehe.. maaf ya. Aku mau Tanya tentang kehidupan masa lalu Raya”


‘Aini’


“waduh... aku gak bisa bantu kamu kalau tentang masalah itu, bisa-bisa aku nanti udah tinggal nama doang dibuat Raya. Kamu taukan dia orangnya sangat sangat tertutup”


‘Rami’


“aku janji gak bilang kesiapa-siapa ini rahasia kita berdua aku mohon”


Cukup sulit bagi Rami untuk meyakinkan Aini namun hasil tidak pernah menghianati usaha. setelah Aini menceritakan semua tentang Raya, Rami sangat-sangat terkejut karena orang yang selama ini selalu ada disampingnya ternyata bukan sembarang orang


***

__ADS_1


Rami duduk di bangku taman yang tidak jau dari mess, Raya masih tertidur di kamar jadi dia sendirian, berusaha menerka apa yang diucapkan Aini barusan.


Tidak lama tiba-tiba Angga dan Rezky datang menghampirinya “Rami... Raya mana? Kok kamu sendirian, biasakan sama Raya?” Tanya Angga.


Rami tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara Angga “Raya lagi tidur” seketikat dia menyadari hubungan Raya dan Angga dia berinisiatif


menanyakan kebenaran tentang Raya “Angga aku boleh nanyak sesuatu gak?”


“nanyak apaan Mi?”


“masa lalu Raya gimana sih? Aku penasaran”


“aku kurang tau Mi... kamu kan tau sendiri Raya orangnya sangat tertutup”


“aku denger Raya pernah pakai hijab ya?”


“ya namanya wanita apalagi Wanita muslim ya pasti pernah pakai hijab, di tambah lagi Raya sekolah khusus muslim ya pasti diwajibkan memakai hijab, kan kamu satu sekolah sama dia, gimana sih”


“maksud aku dalam keseharian Raya, ya kami emang satu sekolah tapikan beda Raya di SMK sedangkan aku di SMA-nya”


“kalau di keseharian Raya aku kurang tau, tapi waktu ayah ngasi foto Raya ke aku, beberapa kali aku kedapatan Raya menggunakan hijab di foto itu, tapi itu udah cukup lama sih sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu”


“jadi semuanya bener, astaga aku gak percaya”


“emang kenapa Mi?” Tanya Angga bingung sedangkan Rezky hanya menghayati pembicaraan mereka


“jadi tadi itu aku buka tas privasi-nya Raya, trus aku nemuin beberapa foto termasuk foto Raya yang lagi pakai hijab dan dikelilingi orang-orang yang patuh agama gitu dan foto Raya dengan Al-qur’an”


“maksudnya?” sambung Rezky


“nah setelah aku lihat itu foto aku Tanya sama temen-nya Raya namanya Aini, aku pernah jumpa beberapa kali  sama Aini dan dia pernah bilang kalau dia dan Raya itu udah lama kenal, jadi aku cari tau tentang Raya ke dia"


"Aku kaget banget waktu tau kalau Raya pernah ada dijalan yang benar, maksud aku itu kehidupannya yang serba ngerti agama bahkan Aini bilang kalau Raya dulunya hafidz qur’an dia bahkan  hapal 20 juz Al-qur’an dalam waktu 2 tahun"


"Aini juga bilang kalau Raya sering ikut ke perlombaan baca Qur’an gitu dan dia selalu keluar sebagai juara karena kefasihannya menghapal Al-qur’an yang tidak diragukan lagi”


Rezky dan Angga terpelongoh dan tidak percaya ketika mendengar perkataan Rami. “trus kenapa Raya bisa jadi seperti ini sekarang?” Tanya Angga


“itu semua karena keluarga-nya, ada hari dimana dia sangat terpuruk ketika mengetahui kalau ayahnya mempunyai keluarga lain diluar sana"


"Belum sembuh luka dihati Raya tentang kenyataan itu, dia sudah di kagetkan lagi bahwa ibunya juga punya keluarga baru bahkan sudah mempunyai anak yang baru lahir, itu sebabnya ibunya tidak pernah pulang selama hampir setahun, di saat itu Raya merasa sangat hancur, kesepian, juga pernah berniat untuk bunuh diri kalau saja dia tidak ingat kepada adik-adiknya"


"Saat itu Raya merasa Tuhan tidak adil pada dirinya, dari Raya SMP orang tuanya sudah menyerahkan seluruh tanggung jawab mereka terhadap dirinya dan juga adik-adiknya kepada Raya, karena Raya adalah gadis yang sangat kuat dan tidak mengenal takut dia bisa menghidupi serta menyekolahkan adik-adiknya dari usahanya sendiri bahkan sampai saat ini”


Angga menghela napas berat saat mendengar ucapan Rami, adiknya orang yang selama ini sangat disayanginya harus menanggung beban berat itu sendirian


Rezky bahkan sempat bengong mendengar ucapan Rami, sontak dia teringat tentang kekerasan yang di sukai Raya


“trus kekerasan itu?” Tanya Rezky spontan ketika teringat dengan koleksi video-video Raya


“kekerasan apa?” Tanya Angga bingung. Seketika Rezky teringat bahwa hanya dia Raya dan Tuhan lah yang tau rahasia itu


“ahh.. tidak, aku pasti asal sebut saja tadi” jawab Rezky berusaha untuk meyakinkan Angga dan Rami.

__ADS_1


__ADS_2