
Malam hari di lapangan hijau luas yang bersebelahan dengan Masjid dan berseberangan dengan Gereja. Raya duduk di antara rumput hijau sambil memperhatikan tingkah para temannya sembari menunggu latihan dimulai, entah ada angin apa tidak biasanya Raya datang cepat saat latihan.
Raya tersadar dari lamunanya ketika Wahyu memanggil namanya dan sudah duduk tepat di samping nya.
“Wahyu, bisa gak biasa aja gitu datangnya jangan ngagetin mulu kayak jalangkung yang datang tanpa di undang”
ucap Raya.
“Kamu banyak ngelamun Ra, emang ngelamunin apa sih?"
“ngelamunin masa depan” jawab Raya sembari menoleh kearah Wahyu.
“masa depan kamu kan ada disini ngapain di lamunin?” ucap Wahyu dengan percaya diri dan senyum indah mengembang di bibirnya.
“anda terlalu percaya diri tuan” jawab Raya diiringi dengan tawa kecil.
memang dari kelas 10 Wahyu sudah menaruh hati pada Raya karena waktu awal Wahyu masuk Silat Raya sudah menjadi senior di sana, Raya juga sudah menggeluti Pencak Silat dari kelas 2 SMP jadi jangan diragukan lagi kemampuan bela dirinya.
Raya juga gadis pendiam dan cuek itu yang membuat Wahyu tertarik padanya. tapi sayang perasaan Wahyu tidak diterima begitu saja oleh Raya, sejauh ini hanya Wahyu yang berani menyatakan perasaannya kepada Raya.
Latihan pun di mulai, malam ini yang memimpin latihan adalah Master ketua sendiri karena akan diadakan seleksi menuju pertandingan tingkat Provinsi.
Seleksi di mulai, Raya tentu masuk dalam salah satu nama yang paling di segani dalam seleksi ini ditambah kemampuannya yang tidak diragukan lagi.
Lawan Raya sangat sebanding dengannya dia adalah Rini orang paling populer di perguruan ini karna sifatnya yang hangat dan mudah berbaur dengan siapa saja, dia juga salah satu murid handalan Master karena prestasi yang di raih Rini hampir sepadan dengan prestasi Raya.
BTW Rini diam diam ada hati sama Wahyu yang dimana semua orang mengetahui kalau Wahyu naksir sama Raya sejak lalu. pasti bakalan jadi pertandingan yang sengit nih.
Pertandingan seleksi dimulai antara Rini dan Raya sorakan untuk keduanya sangat heboh dari pesilat-pesilat yang tanding seleksi terlebih dahulu, dengan biasa wajah datar namun bisa mempesona semua orang, Raya melangkah maju ke arena pertandingan sorakan demi sorakan mereka dengar bahkan hebohnya sampai sudah berasa di pertandingan asli bukan seperti seleksi lagi.
Teriakan Rami paling keras untuk mendukung Raya. Rami adalah salah satu teman yang Raya percaya di kegiatan Pencak Silat. Rami adalah orang yang aktif, tubuhnya yang mungil juga wajahnya yang manis membuat orang senang ketika dekat dengannya, apalagi dia sangat mudah berbaur pada siapa saja tapi tetap Raya lah yang menjadi orang pertama untuknya di kegiatan ini.
Dengan percaya diri Raya mulai mencari srategi untuk menjatuhkan Rini, begitu juga sebaliknya, saat aba-aba di mulai Raya langsung mengambil pola sambil menuju mendekati Rini. Pukulan demi pukulan tendangan demi tendangan terobosan demi terobosan tangkisan demi tangkisan mereka bertempur layaknya pesilat professional handal.
Akhir pertandingan dimenangkan oleh Raya, dia akan ikut dalam pertandingan antar Provinsi tersebut. Di saat Raya selesai membuka pengamannya dia seketika langsung dihampiri oleh Rami.
“Raya!! Kita bakalan pergi bareng, pergi kepertandingan bareng!! Ahhh … serunya!!” teriak Rami sambil menggenggam tangan Raya. Rami sudah menang seleksi sebelum Raya bertanding tadi.
“iya Mikk,iya ....” sahut Raya dengan tawa kecilnya, dia senang sekali melihat temannya yang begitu antusias dalam pertandingan ini.
__ADS_1
Waktu latihan dan seleksi pertandingan telah selesai, seperti biasa Raya berpamitan pada Rami lalu mengambil sepeda miliknya untuk dilajukan menuju rumahnya.
Sesampai di rumah, hari juga sudah larut malam dia langsung bergegas masuk kekamar membersihkan diri lalu mengambil ponsel miliknnya, menyelesaikan tontonan video yang sempat terhenti karena Wahyu menghampirinya tadi siang.
Terlihat senyum kecil di bibir nya saat dimana video menunjukan penyobekan perut yang di iringi dengan munceratan banyak darah.
Dia memang orang yang sangat sulit di tebak,dia gadis dingin tapi mengesankan, terkadang juga dia membuat suasana ramai dalam pertemanan, tidak jarang dia terlihat sangat cerdas saat berbicara dengan orang lain walaupun dia sangat menghemat suaranya.
Meskipunpun Raya sering melihat video-video yang tidak manusiawi dia belum pernah mempratekannya secara langsung.
***
Raya terbangun dari tidurnya, duduk di bibir ranjang sembari memeluk gulingnya, pikirannya mengatakan hari ini harus lebih kuat dari hari kemarin.Seketika Raya dikejutkan dengan pesan masuk di ponselnya ternyata itu adalah pesan dari grup chat Perguruannya. Master menginformasikan nama-nama yang akan bertanding dan berangkat lusa nanti, mata Raya memandangi nama Rini yang ternyata dia juga ikut berangkat di pertandingan nantinya.
‘kok bisa ada nama dia di sini jelas-jelas tadi malam dia kalah tanding sama gua, aaa … bodoh! Ngapai dipikirin, gak perlu juga’ gumam Raya dalam hati, dan pesan masuk kembali hadir lagi pada ponselnya.
Ramik
“Raya kau tau gak, Rini ikut tanding sama kita nanti!”
Rayaa
Ramik
“kok bisa sih?! Kan jelas-jelas dia kalah pas seleksi tadi malam sama kau”
Rayaa
“biarin aja lah mik, gua gak peduli jugak”
Ramik
“kau mah gitu, kalau aku jadi kau pasti aku bakalan protes sama Master”
Rayaa
“da ahh mik gua mau beresin kerjaan dulu”
Ramik
__ADS_1
“Huuhh … ya udah, tapi jangan lupa pas pergi nanti kita barengan, stay di samping aku”
Rayaa
“hmmm”
Hari keberangkatan pun tiba, para pesilat sudah menunggu di lapangan tempat biasa mereka latihan, termasuk Rami tapi dia belum melihat Raya, terpaksa dia duduk sendiri termenung menunggu kedatangan temannya itu.
Tidak lama terlihat Raya sedang mengendarai sepeda sembari menggendong tas ranselnya menuju tempat pemarkiran kendaraan. Rami langsung menghampiri Raya dengan semangat Raya pun menyambutnya dengan hangat.
Tidak sengaja mata Raya menoleh kearah Rini yang asik mengobrol dengan orang di sekitarnya, pandangan Raya terlihat sedikit ketidak suka, Rami yang menyadari hal itu langsung menarik tangan Raya menuju halaman masjid yang berada di samping lapangan.
“Raya aku punya berita heboh ni” ucap Rami sembari membulatkan kedua matanya pada Raya.
“apaan? Kalau tidak penting gak usah cerita” jawab Raya malas, sembari mengeluarkan ponselnya.
“Ini penting Ray, kau tau gak kenapa Rini bisa ikut tanding? ternyata dia memanfaatkan statusnya sebagai keponakan Master, awalnya Master gak mau akan permintaan Rini tapi dia meyakinkan Master bahwa dia mampu! dan kau tau gak, dia bakalan jadi salah satu lawan kau saat tanding nanti” jelas Rami.
“lo tau dari mana?” Tanya Raya mulai fokus dengan cerita Rami.
“dari Angga, Angga tau dari Wahyu, Wahyu tau dari Rini langsung, soalnya dia cerita langsung ke Wahyu, tapi jangan bilang siapa-siapa ya, ini rahasia kita” Rami sedikit berbisik pada Raya.
“mereka pacaran?” Tanya Raya dengan mata mulai mencari keberadaan Wahyu.
“ya gak mungkinlah Wahyu pacaran sama Rini, semua orang juga tau kalau Wahyu itu sukanya sama---” Raya langsung penutup mulut Rami seakan tidak mengijinkan meneruskan kalimatnya.
“Apaaan sih tutup-tutup mulut segala!” ketus Rami.
“Udah jangan bahas mereka lagi” jawab Raya malas.
***
Perjalananpun di mulai mereka menggunakan Bis yang akan membawa mereka ketempat tujuan, Raya duduk disamping Rami pastinya, namun berdepanan dengan kursi yang di duduki Rini, di kursi seberang terdapat Wahyu yang sedang mengobrol asik dengan Angga, namun sesekali Wahyu menoleh kearah Raya.
Sesampai di tempat pertandingan, mereka langsung menuju rumah besar yang mereka sebut mess dan berbagi kamar dengan yang lainnya.
Mereka menyusun barang masing-masing dan sesuai instruksi, yang sudah selesai langsung berkumpul di ruang depan karena ada beberapa bimbingan yang akan disampaikan.
Raya duduk menunggu Rami yang masih belum selesai membereskan barangnya. Orang-orang mulai berkumpul di ruang depan dan ada seorang laki-laki yang duduk di sebelah Raya, awalnya dia berharap bahwa Rami la yang akan duduk di situ.
__ADS_1
Namun laki-laki tersebut berhasil menarik perhatian Raya hanya dari wajahnya saja. Raya mulai memperhatikan laki-laki di sebelahnya, dia sangat sering berjumpa dengan orang tersebut namun karna sifat Raya yang dingin dan juga tidak suka berbaur jadi dia tidak terlalu mengenal orang disebelahnya itu.