
Rini terbengong kaku melihat dua orang yang ditembaknya secara brutal tergeletak ditanah dengan bersimpah darah, begitupun dengan Raya.
Semua orang sudah pergi hanya ada Raya Rini juga Rezky. Rezky yang awalnya ingin pergi bersama yang lainnya terhenti niatnya ketika melihat Raya yang masih berdiri kaku di tempatnya
Raya tersadar seketika, menatap Rini penuh dengan emosi. Dia mengambil pistol yang tadi di jatuhkan Rini dan mengarahkannya pada wanita itu
“Raya apa yang kamu lakukan?” Rezky mencoba menyadarkannya
“aku melakukan apa yang seharusnya kulakukan” jawab Raya sambil terus mengarahkan pistol kearah Rini dan melangkah perlahan mendekati Rini yang mesih berdiri ditempatnya dengan wajah takut
Rini yang melihat pistol sudah berpindah tangan langsung merasa mati ketakutan apalagi pistol itu mengarah padanya
“Raya aku tidak bermaksud begitu, ku mohon maafkan aku hikss..hikss..” ucap Rini sambil menagis, badannya bergetar hebat, rasa takutnya semakin bertambah
“udah gua bilang, urusan lo sama gua, bukan sama yang lain. Lo bener kita harus bermain dengan seru, jika aku menembak tepat di kepalamu itu hanya akan membuatmu langsung mati seketika, aku tidak ingin itu, aku ingin kau merasakan sesakit apa hatiku sekarang”
Tanpa basa-basi Raya langsung menarik pelatuk pistol itu “DUAARRRR” isi peluru pistol keluar untuk ketiga kalinya dan menembus paha Rini yang membuatnya langsung terjatuh ke tanah sambil meringis kesakitan
Rezky yang melihatnya sangat terkejut, beberapa kali dia mencoba menghentikan Raya tapi tidak dihiraukan oleh Raya
Raya mengeluarkan pisau lipat dari tas selempangnya, pisau itu selalu berada di sana. Kelihatannya pisau itu belum pernah di pakai, dari warnanya yang mengkilap juga terlihat jelas betapa tajam dan runcingnya pisau itu
Rezky yang melihat Raya dengan pisaunya dan teringat akan video bejat Raya, berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan gadis itu
“Raya ku mohon, abangmu sedang sakit disana begitupun dengan Wahyu, sudah cukup menyakitinya, sekarang kita pergi dari sini” Rezky segera melangkah mendekati Raya namun Raya menghentikan langkahnya
“DIAM! Berani maju selangkah saja akan ku pastikan dia akan lebih menderita dari apa yang kupikirkan!” teriak Raya penuh emosi
“Raya ku mohonn hikkss.. hiksss” ucap Rini sambil mencoba menghentikan darah yang terus mengalir dari kakinya akibat tembakan itu
__ADS_1
Raya melangkah mendekati Rini, dia berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Rini “air mata ini sangat menggodaku” Raya mengarahkan pisaunya kewajah Rini dan mengikuti aliran air mata Rini yang jatuh ke pipinya dengan pisau itu, sehingga menciptakan lukisan merah darah di wajah Rini
Rini meraung-raung kesakitan, Rezky bahkan tidak tau harus melakukan apa. “Raya sakitt… aku minta maaf.. sakittt hikks.. hikksss… sakitt..”
“kau yang ingin mengajakku bermain-main tadikan, sekarang aku sedang barmain-main denganmu”
“Raya maaf kan aku… Rezkyy tolong bantu aku”
“Raya.. sudahlah, kita pergi sekarang” ucap Rezky
“aku ganti peringatan sekarang, jika kau mengatakan sepatah katapun akan kupastikan dia akan lebih menderita dari apa yang kupikirkan”
“Raya…”
“kau tidak mendengar perkataanku ya ky..” Raya menancapkan pisaunya ke bahu Rini yang membuat Rini semakin menagis dan memohon ampun
Raya tersenyum sinis melihat Rini yang sedang meraung kesakitan ditambah lagi aliran darah yang keluar begitu banyak dari tubuh Rini
Dia menancapkan pisau itu keperut Rini yang membuat muncratan darah yang membasahi baju kemeja putihnya itu, Raya yang melihat darah keluar seperti pancuran kecil membuatnya tersenyum penuh kebanggaan
Seketika hujan lebat tiba-tiba turun, luka serta sobekan yang di berikan Raya ditubuh Rini di basahi dengan Air hujan yang membuat Rini tambah meraung-raung kesakitan
“Raya hentikan!” tegas Rezky yang sudah tidak tahan lagi melihat aksi Raya
Raya hanya tersenyum sinis dan kembali menancapkan pisau itu bertubi-tubi di tubuh Rini yang seketika membuat Rini kehilangan kesadaran
Raya yang melihat Rini sudah tidak bergerak sama sekali langsung berdiri dan mendorong tubuh Rini dari atas tebing ke bawah jalanan yang berada di bawah tebing
Dengan waktu bersamaan truk besar lewat, karena hujan yang begitu lebat, pengemudi truk tidak bisa melihat jalanan dengan jelas dan tidak bisa menghidari tubuh Rini yang jatuh dari atas
__ADS_1
Truk menabrak dan melindas tubuh Rini sehingga menjadikan tubuh gadis itu terpecah belah hancur berantakan bahkan tidak bisa dikenali bahwa itu adalah tubuh manusia sangkin hancurnya
Raya dan Rezky yang melihat itu sangat terkejut dan tidak percaya bahkan Raya terbengong kaku tanpa ada pergerakan
Rezky berusaha menyadarkan Raya tapi sia-sia. Raya tidak bergeming pada posisinya. Rezky menarik Raya menjauhi tepi tebing, mengguncang-guncangkan tubuh gadis itu tapi tidak mendapatkan hasil yang puas juga
“Raya kumohon sadar lah… Raya..” Rezky terus menggoyang-goyangkan tubuh Raya dan sesekali menepuk halus pipi Raya untuk menyadarkannya
Tapi usahanya sia-sia, dia menarik Raya turun dari tebing, mereka tidak boleh berlama-lama disana sebelum orang lain melihatnya
Tidak lupa sebelum pergi dia mengambil pisau yang tadi sempat dijatuhkan Raya dan menuntun Raya menuruni tebing
Saat sudah berada di bawah, Rezky dengan segera memasukan Raya kedalam mobil pribadi yang dibawanya. Dia berusaha menyadarkan Raya tapi gadis itu belum sadar juga, Raya tidak bisa pergi dengan baju yang ternoda darah begini
Tanpa pikir panjang Rezky membuka kemejanya yang hanya menyisakan kaos hitam di tubuhnya dirobeknya baju Raya sampai terlepas dari tubuh gadis itu
Rezky terdiam sebentar melihat tubuh Raya yang kini hanya mengenakan bra “Raya maafkan aku” ucapnya lirih kemudian segera dia memakaikan kemeja itu pada tubuh Raya belum sempat kemeja itu menutupi tubuh indah gadis itu terdengar suara Raya memanggil namanya
“kyy..” panggil Raya lemah
“R-Raya.. kamu baik-baik aja?”
“aku takut ky…”
Mendengar suara Raya yang begitu lemah seketika membuat Rezky merasa sangat khawatir. Di kecupnya bibir gadis itu yang lama kelamaan menjadi lumatan hangat, ciuman itu semakin dalam saat Raya juga membalas ciuman Rezky. Cukup lama mereka hanyut dalam ciuman hangat itu, napas mereka sangat panjang, sampai Raya melepas ikatan bibir mereka karena napas yang mulai tesenggal
Raya menyatukan dahinya dengan Rezky, napas mereka sedikit memburu karena ciuman itu “kita pergi dari sini Raya” Rezky lagi-lagi ******* bibir Raya, Raya pun tidak menolaknya, saat meraka merasa sudah cukup bercumbu di dalam mobil. Rezky langsung memakaikan kemejanya ke tubuh Raya dan buru-buru melajukan mobil
menuju rumah sakit. Jalanan sedikit mengalami kemacetan, mungkin karena tubuh Rini yang bersimpah di jalanan.
__ADS_1