
Dimalam hari, pelatih yang menggantikan Master meminta Raya untuk mengumpulkan semua orang karena besok adalah hari perdana pertandingan. Setelah semua orang berkumpul, pelatih memberikan arahan dan meminta Raya untuk melaksanakan Amanah yang di berikan Master dengan baik. Raya tidak banyak bicara saat itu apalagi mengingat kejadian sore tadi membuatnya semakin malas untuk mengeluarkan energi, dia hanya meminta agar besok hari semua bisa mudah diatur dan tidak banyak tingkah.
Pagi harinya Raya yang dari semalam meminta semua agar bangun lebih awal untuk melakukan latihan walaupun hanya sebentar, sudah bersiap menuju lapangan seperti biasanya dia lebih mengutamakan yang akan bertanding nantinya selebihnya dia tetap menyerahkannya pada Wahyu, walaupun Raya mengizinkan Wahyu untuk tidak
mengikuti latihan karena keadaannya yang kurang baik tapi Wahyu tetap meyakinkan Raya kalau keadaannya tidak menghambatnya untuk melakukan aktivitas seperti biasa, Raya yang tidak peduli dengan Wahyu untuk sekarang, hanya menyerahkan semuanya pada Wahyu
Waktu pertandinganpun dimulai 5 orang dari perguruannya yang akan bertanding pada hari ini, Raya sangat sibuk karena dia harus menyiapkan peralatan untuk bertanding juga menemani pesilatnya sebagai pelatih sudut. Mereka tidak perlu menunggu waktu lama karena para pesilat bertanding dalam waktu yang cukup berdekatan. 4 pesilat
mereka berhasil menuju babak selanjutnya sedangkan 1 lagi terhenti langkanya. Para pesilat perguruan mereka sudah bertanding semua, tetapi acara masih berlanjut karena masih banyak pesilat yang akan bertanding nantinya. Karena semua teman mereka sudah selesai bertanding Raya membebaskan yang lainnya, tetapi harus tetap berada dalam lingkungan mereka, sebagian dari mereka ada yang memilih tetap menonton pertandingan sebagian lagi ada yang memilih kembali ke mess.
Raya memilih duduk di bawah pohon yang jaraknya tidak jauh dari tempat pertandingan, di bawah pohon rindang itu tidak ada orang hanya ada Raya di sana, namun dia masih bisa melihat pertandingan dari tempat duduknya itu, Raya mengeluarkan Hp nya dari tas nya.
__ADS_1
dia kangen dengan video kesukaannya, dia menonton video kekerasan itu dengan hikmatnya, karena tidak ada orang disana dia bebas menonton dengan suara sebesar apapun ditambah lagi suara sorakan dari dalam pertandingan pastinya suara videonya tidak akan bisa di dengar orang selain dirinya. Beberapa kali senyuman sinis terpancar di bibirnya, rasanya beban yang menimpanya bisa tersaingi dengan video-video favoritenya, saat lagi asik-asiknya nonton Rasa merasa ingin ketoilet karena udah kebelet dia jadi gak fokus sama video yang dia tonton, dia pergi ketoilet yang tidak jauh dari tempatnya, karena sudah tidak fokus sama hal apapun dia bahkan meninggalkan Hp dan tas selempangnya di bawah pohon itu.
Selesai dari toilet Raya kembali ke pohon yang tadi dijadikannya tempat istirahat, berniat untuk segera ke mess menghampiri Rami yang sedari tadi memilih kembali ke mess. Alangkah terkejutnya Raya saat melihat Rezky sudah duduk dibawah pohon itu sambil memegang Hp nya. Rezky yang sudah sadar kedatangan Raya menatap Raya dengan tatapan bingung juga tidak percaya, Raya menghela napas panjang karena sudah tau apa yang terjadi dari hanya melihat tatapan Rezky
“Raya” panggil Rezky pelan. Raya duduk di samping Rezky mengambil Hp nya yang sedari tadi berada di tangan Rezky, dia melihat layar Hp nya yang sudah beralih pada kumpulan video-video favoritenya
“Raya itu semua apa? Kamu nyimpan video-video kayak gitu?” Tanya Rezky dengan tatapan bingung
“Buat apa? Kamu belum pernah coba apa yang video itu tayangin kan? Atau jangan-jangan kamu pernah mempraktekannya secara nyata, dan jangan-jangan kamu biarin Wahyu nyentuh kamu karena terpengaruh dari video itu? Tanya Rezky dengan nada sedikit khawatir dan wajah yang kebingungan, Raya hanya diam menyandarkan kepalanya pada batang pohon “Raya jawab aku!” Raya menegakan kepalanya kembali dan
beralih menatap Rezky “udah pertanyaannya Cuma itu aja? Ada yang lain gak biar sekalian aku jawab?” Tanya Raya dengan wajah pasrah “Raya jawab aku!”
__ADS_1
“baik, pertama aku belum mempraktekannya langsung pada apapun, kedua aku bukan orang penyuka video porno aku hanya menyukai kesadisan, aku pernah mencoba menonton video porno yang penuh dengan nafsu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalaku karena setiap kali aku melihat video pemerkosaan aku merasa bahagia tapi pemerkosaan yang penuh dengan kekerasan aku sama sekali tidak tertarik dengan video porno yang penuh dengan nafsu itu, dan aku membiarkan Wahyu menyentuhku bukan karena video itu, tapi karena aku terbawa suasana dan tidak bisa mengendalikan diriku sendiri”
“buat apa kamu nonton gituan kamu tau kan itu bisa menimbulkan dampak negative yang bisa merugikan orang lain juga diri kamu sendiri”
“aku tau, aku juga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, tapi entah mengapa saat aku merasa kesepian, saat aku merasa sedih, saat aku merasa kesal semua itu bisa hilang karena video-video ini, aku merasa lebih baik saat aku menontonya, video ini buatku bukan Cuma hiburan semata tapi menurutku dia adalah sebagian dari diriku”
“Raya aku....”
“ky… aku terlalu lemah untuk melewati hari-hari ku, aku terlalu lemah untuk menanggung beban ini sendirian, semua orang mengira bahwa aku adalah orang yang kuat baik secara fisik maupun secara mental tapi mereka salah ky… aku tidak cukup kuat untuk itu semua, aku telah banyak melewati hari-hari burukku, berusaha bersikap
seperti manusia normal yang ceria pada adik-adikku. Ayahku mempunyai anak dari wanita lain ibuku juga sama dia menikah dengan pria lain dan memiliki anak yang masih kecil” Rezky terkejut ketika mendengar pengakuan dari Raya
__ADS_1
“alasan ibu sangat jarang pulang kerumah adalah karena ada keluarga lain selain kami, karena ada pekerjaan yang menurutnya lebih penting dari kami dia bahkan tidak memberi tahuku tentang keluarga barunya begitupun juga dengan ayahku. Namun video-video itu bisa menyembuhkan luka di hatiku bisa mengembalikan kepercayaan diriku, bisa menguatkanku kembali, aku pernah ikut dalam kelompok pembegalan yang memimpin kelompok itu adalah temanku, rasanya seru sekali bisa mengibas kepala orang begitu saja yang pastinya dengan muncratan darah dimana-mana” Raya tersenyum saat membayangkan hasratnya “namun saat aku mencobanya sendiri, saat korban sudah ada di hadapanku, rasanya ingin ku kibaskan saja parang itu di lehernya membelah perutnya seperti yang ada di video itu, tapi aku gak tega ky.. melihatnya memohon dengan air mata yang mengalir dengan deras mengingatkanku pada orang yang ku sayangi adik-adikku, teman-temanku, dan orang yang selalu mendukungku, kau tau apa yang kulakukan padanya setelah itu, aku melepaskannya membiarkannya pergi dengan selamat bahkan aku sempat memberinya uang yang seharusnya uang itu ku bayar untuk uang sekolahku, aku hanya menonton dari kejauhan kesadisan yang dilakukan temanku kesadisan yang biasa aku tonton di layar Hp maupun leptop kini bisa ku tonton secara nyata, walaupun aku tidak punya keberanian untuk melakukannnya, menurutku melihatnya saja sudah membuatku sangat bahagia dan sangat di hargai” jelas Raya “ky aku tidak pernah membicarakan ini pada siapapun hanya aku dan tuhanlah yang mengetahuinya aku harap kamu bisa menyembunyikan rahasiaku dengan baik,entah apa yang mendorongku untuk menceritakannya padamu tapi aku percaya padamu ky, percaya bahwa kamu bisa memahamiku”.