Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Rencana keji


__ADS_3

Rini menghampiri dua temannya, Rara dan Ica adalah salah satu teman terbaiknya mereka juga tidak menyukai Raya entah karena mereka iri dengannya atau karena pengaruh ucapan Rini yang selalu memburukkan Raya


“Ra.. kau tadi sebangku sama Rami kan?” Tanya Rini yang kemudian diangguki Rara


“iya kenapa emang?”


“aku bisa minta tolong gak?”


“tolong apa?”


“ambil Hp Rami diam-diam dan jauhi Rami dari Raya”


“buat apa?”


“kalian bencikan sama Raya?” Tanya Rini yang langsung diangguki kedua temannya itu “nah.. kalian lakuin aja apa yang aku minta aku bakalan pastiin kebencian kalian akan terbalaskan”


“kau mau apain Raya?” Tanya Rara dengan nada sedikit khawatir tapi tetap penasaran dengan Rencana Rini


“gak aku apa-apain, Cuma mau ngasi pelajaran sedikit aja” jawab Rini santai sambil melipat kedua tangan di dadanya


Rara dan ica saling pandang-pandangan, mereka tidak mengerti apa rencana Rini, tapi jika dipikir-pikir tidak ada orang yang mampu melawan Raya jadi tidak ada salahnya untuk ikut dalam rencana Rini sekalian membalaskan rasa benci mereka pada Raya


“oke! Tapi kalau kamu kalah dan Raya balik serang jangan ikut sertakan kami” ucap Rara sambil menatap tajam kearah Rini


“siap! kalian tidak akan kena getahnya, lagian pun Raya tidak akan bisa menang untuk untuk rencana ini” ucap Rini sengan senyum sinis penuh kebenciannya “aku tunggu di belakang Masjid, ingat jangan lama-lama dan pastikan berhasil”


Saat Rini menunggu di belakang Masjid, tidak perlu waktu lama bagi Rara dan Ica untuk melaksanakan tugasnya


“ini Hp Rami” ucap Ica sambil menyerahkan Hp nya


“bagus, Rami-nya mana? Amankan?”


“ituu.. Rami lagi sama Rara” tunjuk Ica


“ternyata kalian berguna juga ya, tetap bersama Rami” ucap Rini seraya berlalu meninggalkan Ica yang terlihat kebingungan kemana Rini akan pergi pasalnya dia menuju ke atas tebing, namun Ica tidak ambil pusing dia juga tidak mau terlibat terlalu jauh untuk rencana ini karena mereka sedang bermain-main dengan Raya yang bukan sembarang orang yang mudah memberikan maaf


Setelah sampai di suatu tempat yang menurut Rini sangat cocok untuk membinasakan Raya. Dia mengeluarkan Hp Rami dari sakunya mengetikkan pesan pada Raya


‘Raya.. tadi Rara bawa aku ke suatu tempat aku gak tau ini dimana, tidak ada orang disini dia meninggalkanku sendirian aku bingung harus kemana’ isi pesan yang di tuliskan Rini

__ADS_1


Suara deringan Hp Rami berbunyi yang ternyata adalah panggilan telepon dari Raya. Rini bingung harus berbuat apa, tidak mungkin dia menjawab telepon itu dengan suaranya, akhirnya dia memilih untuk tidak mengangkat telepon Raya dan mengirimkan pesan kembali padanya


‘Raya jangan ditelepon sinyal aku ilang timbul, batreku juga lowbat. Aku takutt.. tadi Rara ngajak aku ke atas tebing kami jalan dari arah belakang Masjid’ kiriman pesan Rini dari Hp Rami


‘nyusain banget sih lo mik.. jangan kemana-mana gua otw sekarang’ jawab Raya


Beberapa menit kemudian Raya sampai di atas tebing, betapa tekejutnya dia karena bukan Rami yang di jumpainya melainkan Rini


“ngapain lo disini Rami mana?” Tanya Raya sambil menoleh kanan kiri untuk mencari keberadaan Rami


“Rami? Ini” ucap Rini sambil melemparkan Hp Rami kearah Raya. Raya mengambil Hp itu kemudian mengepalkan tangan kesal


“jadi lo yang ngirim pesan ke gua dari Hp Rami, KURANG AJAR!!!” ucap Raya kesal dengan mata membulat dan tatapan tajam


Raya yang ingin melangkah pergi meninggalkan Rini terhenti langkahnya ketika melihat Rini memegang pistol yang menghadap pada dirinya


“lo gila ya?! Mau bunuh gua?, gak takut di penjara?”


“gak ada orang lain disini kecuali kita berdua Raya sayang.. jadi saat kau mati pun gak akan ada yang bisa nemuin mayatmu di sini mereka juga gak akan tau kalau aku yang bunuh kau” ucap Rini dengan tawa penuh kebencian


“Siapa bilang gak ada orang lain disini!!” ucap Angga secara tiba-tiba yang langsung mengagetkan Raya dan Rini. Rini yang melihat kedatangan Angga dan Wahyu dengan segera menarik Raya dan mendekapnya lalu mengarahkan pistol tepat di kepala Raya


“berani maju selangkah aja, jangan harap Raya bisa selamat!” ucap Rini sambil terus mengarahkan pistol ke kepala Raya


Rini yang melihat kepergian Wahyu mulai merasa gelisah namun dia punya sedikit keberanian karena nyawa Raya sekarang ada ditangannya


Angga berusaha untuk menyelamatkan Raya dengan segala cara, tapi Rini tidak menghiraukannya. Wahyu kembali dengan wajah memerah, tangannya di kepal erat


“jangan ada yang melangkah maju!!!” teriak Rini


Wahyu sedang mengontrol emosinya menunggu kedatangan Master juga yang lainnya, sedangkan Angga sudah sangat frustasi melihat adiknya dalam keadaan terancam


Ingin rasanya Rini menarik pelatuk pistol itu dan menghamburkan segala isi di dalam kepala Raya. Namun seketika Master datang bersama yang lainnya dengan napas yang terengah-engah


“Rini apa yang kamu lakukan, jangan memalukan keluarga, ini tidak benar, jika ada kesalah pahaman disini sebaiknya kita bicarakan baik-baik jangan seperti ini” ucap Master seraya melangkah mendekati Rini


Rami yang melihat Raya sudah tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menagis sambil memanggil nama Raya


“jangan ada yang melangkah maju, atau tidak aku akan pastikan Raya tidak bisa bernapas lagi!” ucap Rini dengan nada emosi dan wajah memerah

__ADS_1


Raya yang tidak bisa berbuat apa-apa seketika memberanikan diri mengumpulkan semua kekuatannya, dia mendorong tubuhnya yang didekap Rini melangkah mundur kebelakang yang otomatis di ikuti oleh Rini dorongannya sampai tepat di pinggir jurang curam yang dibawahnya adalah jalan besar yang dilalui kendaraan


“tembak aja gua, gua juga udah bosen hidup, tapi inget gua gak mati sendirian kita akan mati sama-sama” ucap Raya yang terus berusaha mendorong tubuhnya dan Rini kebelakang namun segera di tahan Rini


“gua gak mau mati sama oaring munafik kayak kau!!!” teriak Rini dan mendekap Raya lebih erat lagi


“Rini.. ini gak bener, kita bisa omongin baik-baik” ucap Wahyu menyakinkan Rini


“DIAMMM!!. Dalam keadaan begini kau juga masih belain Raya? Wahyu kau tau gak, selama ini aku suka sama kau Raya juga tau itu, tapi dia terlalu egois! Dia selalu menang untuk hal apapun, dia berhasil untuk mengambil hatimu, dia berhasil untuk merebut kepercayaan Master, dia berhasil merebut juara yang seharusnya itu semua menjadi milikku! Dia selalu berhasil dalam hal apapun, tapi tidak untuk sekarang aku tidak akan mengijinkannya untuk merebut apa yang seharusnya menjadi milikku!”


“BAJINGANNN!! Lepasin adikku atau kau akan menyesal seumur hidup!” tegas Angga yang dipenuhi dengan amarah, tangannya terkepal kuat mata sipitnya membulat terlihat jelas amarah emosi yang membeludak dari wajahnya


“apa? Adik? Jadi Raya adik mu?” Tanya Rini terkejut. Bahkan teman-teman yang lainpun terkejut saat mendengar pengakuan Angga


“dia adikku! Aku sudah berjanji padanya agar menjaganya tetap aman apapun resikonya, jadi lepasin dia atau kau akan menyesal nantinya”


“hahahahah….” Tawa Rini terdengar sangat keras “permainan yang sangat seru” sepertinya dia sudah kehilangan akal juga kesadaran dirinya


“Rini gua mohon lepasin Raya” Wahyu melangkah perlahan dan berdiri di samping Angga “kalau kau melepaskannya, aku berjanji akan memberikan apapun yang kau inginkan, menjadi juara yang akan membuatmu dikenal banyak orang, mendapatkan kepercayaan Master, aku juga akan membuka hati untukmu. Tapi ku mohon lepaskan Raya”


“kau membuka hatimu untukku demi menyelamatkannya? Kau pikir aku ini apa? Dendamku hanya akan terbalas saat aku melihat kematiaannya!” seketika Rini terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu “atau mungkin melihat penderitaannya” ucap Rini sambil memindahkan pistol ke arah Angga


Raya yang melihat pistol sudah berubah arah membuat emosinya semangkin mendidih luap “BANGSATTTT! Urusan lo sama gua! Bukan sama yang lain, sakiti gua! Lakuin apa yang lo mau terhadap gua, gua janji gak akan memberontak tapi gua mohon jangan sakiti mereka!” teriak Raya sambil melepaskan diri dari bekapan Rini


Rini hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Raya “kelemahanmu adalah orang yang kau sayangi. Kau bahkan tidak bergeming saat aku mengancam akan membunuhmu, tapi kau semarah ini saat aku hanya mengarahkan pistol pada abangmu ini, sanggat seru” Rini terus mengarahkan pistol kearah Angga sambil tersenyum sinis


“tembak gua lepasin Raya!” tegas Angga


“tembak gua dan jangan ganggu yang lainnya!” tegas Raya


Seketika Rezky datang, ia yang tadi di beritaukan oleh Wahyu segera bergegas pergi. Alangkah terkejutnya dia saat melihat Rini yang memegang pistol dan mengarahkannya pada Angga


“aku milih bunuh keduanya” ucap Rini yang mulai menarik pelatuk pistolnya


“Rini! Hentikan kau belum terbiasa menggunakan pistol, sasaranmu tidak akan tepat, jangan melakukan hal gila ini, hentikan semuanya!” teriak Rezky tapi Rini tetap teguh pada pendiriannya


“DUARRRR!!!!” pelatuk pistol telah tertarik, benar saja Rini belum terbiasa dengan pistol itu, dia menembak orang yang salah bukan Angga yang tertembak tapi Wahyu yang berdiri tepat di sebelah Angga


Rini yang melihat darah mengalir dari tubuh Wahyu dan menyadari bukan Angga yang tertembak langsung menarikan pelatuk untuk kedua kalinya

__ADS_1


“DUARRR!!” suara tembakan kedua terdengar semua menjerit histeris saat melihat Angga juga Wahyu sudah terbaring di tanah penuh dengan darah


Rini langsung menjatuhkan pistol ketanah. Orang-orang sudah pada sibuk mengangkat tubuh Angga dan Wahyu untuk segara menuju Rumah sakit.


__ADS_2