Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Teman baru


__ADS_3

Entah mengapa laki-laki disebelahnya ini berhasil menarik pandangan Raya, Raya terus menatapnya dan tenggelam dalam pikirannya. Si pria yang sadar sedari tadi dipandangi oleh Raya mulai merasa aneh tapi dia membiarkan Raya terus menatapnya dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


Tanpa Raya sadari semua orang sudah berkumpul termasuk Rami, Rami yang tidak kebagian tempat duduk berdekatan dengan Raya, memilih untuk duduk di sebelah Wahyu yang masih tersisa tempat kosong, Master pun mulai memberikan instruksi-instruksi kepada muridnya.


“Baik semua, kita berada di sini kurang lebih selama 1 minggu, dikarenakan ini adalah ajang olahraga tingkat Provinsi pasti kita harus mengikuti upacara pembukaan dan acara-acara lainnya. Jangan bertingkah yang tidak-tidak, Buat diri kalian senyaman mungkin di sini, Master memberikan waktu 15 menit untuk bersiap menggati baju Silat lengkap dengan atributnya, kita akan melaksanakan upacara pembukaan” ucap Master yang membuat semua mata tertuju fokus padanya.


Tanpa basa-basi semua mulai bergegas menggati baju sesuai dengan perintah yang diberikan Master. Setelah semua selesai dan berkumpul di halaman depan, mereka mulai jalan menuju lapangan yang menyelenggarakan upacara, jaraknya tidak jauh dari tempat mereka.


Sesampai di sana Raya melihat suasana yang begitu ramai ditambah lagi hari yang panas membuatnya tidak betah berada lama di sana, dia hanya mengikuti awal upacara saja itupun sudah membuatnya merasa sangat bosan.


Rami yang sangat antusias mengikuti upacara juga ingin melihat berbagai pertunjukan, tidak bisa Raya andalkan untuk mengajaknya keluar lapangan, diapun keluar lapangan seorang diri memilih duduk di bawah pohon rindang yang bisa melindunginya dari panas Matahari.


Suasana di luar tidak begitu ramai karena orang-orang sedang berada di lapangan. Raya melihat sekitar mendengarkan suara-suara yang berasal dari lapangan yang terdengar sampai keluar, dia mulai mengambil ponsel miliknya dan ingin menonton video-video yang bisa mengusir rasa bosannya.


Belum sempat dia membuka video itu, hadir seorang laki-laki yang juga ikut duduk di sampingnya, Raya sontak menyimpan ponsel ke dalam sakunya lalu mulai memperhatikan orang di sampingnya, laki-laki itu tersenyum pada Raya dan mulai menyapa.


“kamu Raya kan?” Tanya laki-laki itu.


“ehh iya, dari mana kamu tau namaku”? Tanya Raya sambil menutupi kegugupannya.


“Santai aja, Ray. Gak usah gugup gitu, lagian pun semua Pesilat gelanggang kita udah pasti kenal kamu” jawab laki-laki itu dengan senyum memancar di wajahnya.


Raya hanya tersenyum kecil sambil memperhatikan orang di sampingnya kini “oh iya, kenalin nama aku Rezky, aku temannya Wahyu dan Angga, aku udah 2 tahun di perguruan ini, aku juga pernah ikut bela diri sebelumnya. Wahyu juga suka cerita tentang kamu” kata laki-laki itu sambil balik memandangi Raya. Raya yang sadar akan pandangan itu langsung mengalihkan pandangannya, Rezky yang melihat tingkah Raya hanya tertawa kecil.


Rezky adalah orang yang sangat banyak di kagumi wanita, karena wajahnya yang tampan, tubuh tingginya yang atletis juga karna keramahannya pada setiap orang. Rezky  bukan orang yang terlalu banyak bicara dia hanya bicara pada orang yang berhasil menarik perhatiaannya saja.


“ternyata kamu lucu juga ya, aku sering denger kamu itu orangnya dingin ternyata ada sifat lucu juga dari kamu” ucap Rezky.


 Raya hanya menjawab dengan senyum canggung. Untuk pertama kalinya Raya bersikap canggung terhadap orang lain, kehebatannya mengatasi sesuatu kini tidak dia temukan di dalam dirinya.


“emang bener kalian pacaran?” Tanya Rezky tersenyum.


“emang wahyu bilang kalau kami pacaran?” Tanya Raya dengan nada sedikit kesal.


“enggak, dia gak bilang gitu, cuma kamu tau sendiri semua temen kita juga tau kamu sama Wahyu itu gimana, Wahyu juga suka cerita di balik sifatmu yang dingin terkadang kamu juga bisa bikin orang tertawa dan mengagumimu disaat dekat kamu, aku rasa aku juga sedang mengalaminya”

__ADS_1


“maksudnya?” Tanya Raya bingung.


“dari kamu pandangin aku waktu Master lagi ngasih arahan, jujur aku kurang nyaman sama tatapan itu tapi aku suka, karena itu aku biarin kamu sampai sadar sendiri” kata Rezky sambil tertawa.


Wajah Raya seketika memerah saat mengetahui kalau Rezky menyadari tindakan konyolnya itu.


“hahaha … kan wajahnya merah gitu. Kamu lucu kalau lagi gitu wajahnya, aku baru pertama kali lihat kamu sedekat ini, biasanya hanya dari kejauhan dan itupun kamu anggap cuek” ucap Rezky sambil tertawa “Santai aja, Ra. kita kan temen, jangan baperan gitu.”


“kamu ternyata nyebelin ya.” jawab Raya masih dengan wajah merah padam.


"aku baru pertama kali lihat kamu dengan wajah ini udah bikin aku penasaran sama wajah lain yang kamu miliki” ucap Rezky dengan senyum sedikit menggoda.


“tiba-tiba aku lagi pingin nonjok wajah orang nih” ucap Raya dengan kepalan telapak tangannya yang sudah berada di depan wajahnya.


“kamu serem kalau lagi marah, gimana kalau kita beli minum? haus nih harinya lagi panas” Rezky sedikit melihat kearah matahari.


Dan untuk pertama kalinya Raya tidak bisa menolak ajakan orang lain, bahkan dia sedikit antusias saat Rezky mengajaknya.


Sampai di depan warung makan, mereka memesan dua jus wortel, Rezky tidak hanya memesan minuman dia juga memesan makanan “Raya kamu mau makan apa?” Tanya Rezky sambil menyodorkan menu makanan pada Raya.


“emang kamu mau makan juga? Di sini?” Tanya Raya.


“aku beli roti aja di Minimarket seberang jalan nanti”


Rezky mengangguk pelan "nanti aku temenin" ucapnya.


Tidak perlu waktu lama makanan dan jus yang mereka pesan sudah siap. Raya ingin mengeluarkan selambar uang tapi Rezky sudah membayarnya semua.


Mereka lalu menuju Minimarket yang berada di seberang jalan. Karena mereka menyebrangi jalan yang cukup besar dan banyak di lalui kendaraan, Raya merasa sedikit gugup untuk nyebrang, Rezky yang menyadari hal itu langsung menarik halus lengan baju  yang di pakai Raya dan menuntunnya menyebrang jalan.


sontak Raya terkejut saat melihat hal itu, tapi dia tidak memiliki keberanian pada Rezky untuk sekedar mengibaskan tangan saja.


Sesampai di Minimarket, Raya mengambil beberapa bungkus roti dan susu kotak putih. Memang Raya lebih menyukai Roti dari pada nasi. Dia singgah ketempat dimana para jenis mie terjual dan mengambil beberapa bungkus mie instant pedas untuk Rami, dia yakin Rami pasti kelaparan setelah pulang dari upacara dan belum sempat membeli makanan.


Sesampai di kasir Raya meletakan semua belanjaan untuk di hitung lalu Rezky juga meletakan sekotak susu coklat ditempat yang sama.

__ADS_1


Saat kasir memberikan jumlah total harga, Raya mengeluarkan beberapa uang kertas untuk di bayarnya, tapi didahului oleh Rezky yang sudah membayar semuanya dan membawa belanjaan berlalu meninggalkan Raya yang masih terbengong.


“Rezky tunggu!” ucap Raya dengan nada sedikit berteriak.


“Ada apa, Raya. ada yang lupa kamu beli?” tanya Rezky sambil melihat kantong belanjaan yang baru saja diambilnya.


“bukan, aku udah beli semua.”


“terus?”


“aku bawa uang, aku gak ninggalin uang di mess, uangnya ada di kantong aku.”


“Ya terus kenapa, Raya?”


“ya terus kenapa kamu yang bayar?”


"emang ada masalah kalau aku yang bayar?" tanya Rezky “sekarang mending kita pulang, disini panas” Rezky menarik lembut lengan baju Raya untuk menuntunnya menyebrang jalan.


Sampai di mess, Rezky dan Raya duduk di teras depan karena kunci pintu mess berada pada salah satu teman dan mereka masih belum kembali dari upacara di lapangan, jadi Raya dan Rezky langsung memilih teras sebagai teman istirahat mereka. Rezky membuka kotak makannya yang berisi mie goreng sedangkan Raya membuka bungkusan rotinya, mereka makan tanpa canggung sambil sesekali berbincang.


Tidak perlu waktu lama makanan mereka sudah habis terlahap. Rezky menanyakan sesuatu yang dia ingin tau dari diri Raya, Raya pun menjawab dengan singkat padat dan jelas. Mereka berbincang bincang layaknya teman akrab yang sudah mengenal satu sama lain dan sesekali diiringi dengan tawa.


Tanpa mereka sadari Wahyu sedang memperhatikan mereka dari jarak jauh, dia mulai terlihat kesal lalu berjalan kearah mess sambil menatap tajam kearah mereka, Wahyu membuka pintu mess yang kuncinya berada padanya dan langsung masuk kedalam tanpa sepatah-katapun. Rezky dan Raya yang menyadari kedatangan Wahyu langsung berhenti dari obrolan asik mereka sambil melihat Wahyu yang terus jalan menjauh.


“dia kenapa?” Tanya Raya.


Belum sempat Rezky menjawab, segerombolan orang sudah berjalan kearah mess termasuk Rami yang menuju mess dengan berlari kecil untuk segera menghampiri Raya.


“Raya, aku masuk kedalam dulu, semua orang juga uda pada pulang” ucap Rezky melangkah berlalu meninggalkan Raya.


“Raya!” teriak Rami sambil berlari kearahnya.


“ada apa Mikk?” terlihat Rami yang ngos-ngosan karena lari tadi.


“aku lapar! pingin mie, temenin beli yuk, kau udah makan belum? Kita beli makan sekarang udah laper nih” ucap Rami sembari mengatur napasnya.

__ADS_1


Raya menyerahkan sebungkus mie instant pada Rami, dengan semangat Rami mengambil bungkus itu “kau beli dimana? Emang di sini ada warung?” Tanya Rami sambil melihat kearah sekitar mencari keberadaan Warung di sekitar mereka.


“udah buruan masuk yuk, aku udah makan tadi” Raya menarik tangan Rami dan berjalan masuk ke dalam mess.


__ADS_2