
Mereka langsung menuju mess termasuk Raya dan Rami, tiba-tiba Wahyu menarik tangan Raya “Raya bisa kita bicara berdua” sambil melihat kearah Rami, Rami yang mengerti maksud Wahyu langsung bergegas pergi meninggalkan mereka berdua, Raya hanya dapat menatap kepergian Rami yang semakin menjauh.
“ada apa?” Tanya Raya sambil mengibaskan tangan Wahyu yang masih berada di tangannya “kamu tadi kemana?” Tanya Wahyu
“maksudnya?”
“tadi waktu kamu pergi sama Rezky, kamu pergi kemana?”
“aku pergi gak jauh dari sini, itu juga sama Rami”
“Tadi siang kamu nagapain sama Rezky?”
“Cuma ngobrol”
“trus susunya kenapa bisa ada di kamu?”
“lo kenapa sih! Emnag masalah kalau gua ngobrol sama Rezky? Kenapa? kamu cemburu?” Tanya Raya sembari menatap Wahyu.
“ia aku cemburu! Itu masalahnya” jawab Wahyu balik menatap Raya.
“emang lo siapa gua? Tadi kan juga Rini ngamperin lo ngasi bekal juga buat lo, gua gak masalah, ini kenapa lo yang permasalahin gua sama Rezky. Kami cuma temen”
“kamu gak pernah nunjukin wajah gembira kamu sama aku seperti kamu nunjukin wajah gembira kamu sama Rezky, dan Rini awalnya aku nolak pemberian dia tapi waktu aku liat Rezky hampiri kamu jadi aku terima aja bekal pemberian dia”
“emang ada masalah Rezky nyamperin aku?”
Wahyu seketika memeluk Raya. Raya yang tiba-tiba di peluk Wahyu kaget belum sempat Raya melepaskan pelukan, Wahyu dengan suara lemahnya berbisik pada Raya.
“aku sayang kamu Raya” setelah mendengar itu Raya mengurungkan niatnya dan membalas pelukan Wahyu.
“aku tau itu, tapi maaf aku belum bisa balas perasaan kamu, ini belum saatnya Wahyu, masih banyak cita-cita yang harus kamu kejar, mimpi kamu yang selalu kamu ceritakan sama aku, raih mimpimu dulu lalu pikirkan tentang cinta, aku janji bakalan ada di samping kamu seperti yang kamu minta tapi hanya sebatas seseorang yang mendukung sahabatnya” Raya melepaskan pelukan itu lalu menarik lengan baju Wahyu “sebaiknya kita kembali ini sudah terlalu malam” ucap Raya sambil terus menarik lengan baju Wahyu, Wahyu hanya bisa mengikuti langkah Raya tanpa berbicara sepatah katapun.
***
Dikamar setelah membersihkan diri sialnya Raya tidak bisa tidur, sudah beberapa kali dia memejamkan matanya tapi hasilnya sia-sia, Raya duduk melihat dua teman sekamarnya itu mereka sudah terlelap, lalu Raya beralih menatap Rami dia tersenyum melihat temannya yang sedang tertidur pulas.
Raya mengambil posel miliknya membuka beberapa pesan grup dan memilih video yang akan dia tonton, Raya menonton video kesukaannya, tapi entah mengapa dia tidak fokus pada videonya, matanya melihat layar ponsel yang sedang memutar video kesukaannya tapi pikiran Raya berlari kemana-mana, seketika dia mengingat Wahyu juga Rezky, Rezky yang berhasil membawanya ke Masjid setelah sekian lama dan Wahyu masih dengan perasaan
yang sama. Raya mematikan ponselnya dan berusaha untuk bisa tidur agar tidak memikirkan hal apapun.
__ADS_1
Keesokan paginya, waktu menunjukan pukul 04.30, Raya terbangun dari tidurnya, dia keluar kamar untuk melihat
keadaan sekitar yang masih sangat sepi hanya ada beberapa anak wanita saja yang sudah bangun.
Raya memilih duduk di halaman mess, dengan wajah sembabnya namun masih terlihat cantik dia mengeluarkan ponsel dari sakunya, membalas beberapa pesan masuk tiba-tiba dia dikagetkan dengan kemunculan Rezky, langkah Rezky pun terhenti ketika melihat Raya sedang duduk dihalaman mess.
“Raya kamu ngapain disini? udaranya masih dingin, baju kamu, kamu keluar dengan baju itu” Tanya Rezky bingung. Raya yang menyadari pakaiannya yang hanya mengenakan tenk top dan celana tidur di atas lutut langsung menutupi tubuhnya dengan rambut panjangnya yang terurai walaupun tidak tertutup sempurna.
“astaga, kenapa gua bisa lupa kalau gua pakai pakaian beginian” gumam Raya pelan. Raya langsung beranjak dari
tempatnya dan ingin bergegas masuk kedalam tapi di halang oleh Rezky.
“kamu mau kemana, di dalam banyak anak cowok yang udah pada bangun”
'mati gua' batin Raya "terus cara aku masuk gimana?” Tanya Raya dengan wajah paniknya. Rezky menghela napas panjang, dia lalu membuka baju kemejanya.
Raya yang melihat itu langsung memasang wajah kagetnya “kamu ngapain?” Rezky memberikan bajunya kepada Raya, tidak ada sehelai kain yang menutupi dada bidangnya itu, Raya terbengong kagum melihat tubuh atletis Rezky, namun dia sadar dan langsung memalingkan wajahnya.
“Pakai baju aku”, Raya kembali menatap Rezky dengan wajah bingungnya “pakai baju aku Raya, kamu mau masuk dengan pakian seperti itu” Raya menggelengkan kepalanya dan langsung mengembil baju Rezky lalu memakainya “terus kamu pakai apa?”
“Di dalam itu rata-rata cowok semua, ceweknya pada sibuk sama urusan dapur, jadi gak mungkin mereka terkesima sama aku malahan yang ada mereka gila liat kamu pakai pakaian yang tadi” Raya masih terbengong kaku “Raya kamu gak mau masuk?” Raya langsung melangkah kedalam setelah mendengar kata Rezky.
Benar saja setelah sampai di dalam sudah banyak yang bangun, dan yang memenuhi ruangan rata-rata laki-laki, Raya mempercepat langkahnya sedikit berlari, beberapa orang di dalam mellihat Raya dengan tatapan bingung termasuk Wahyu 'itukan baju yang tadi dipakai Rezky' gumam Wahyu dalam hati.
“Raya kamu dari mana? Itukan baju cowok” Tanya Rami bingung apalagi melihat raut wajah Raya yang terlihat sangat membingungkan. Raya langsung memeluk Rami “ini baju Rezky” Rami yang mendengar jawaban Raya langsung melepas pelukan dan mencengkram tangan Raya “kamu diapain Rezky?” Tanya Rami dengan wajah panik dan tatapan yang tajam “apasih mikk, jangan pikir yang aneh-aneh deh”
BRRUUUUAAAKKKK!!
Suara pintu yang terbuka kasar oleh Wahyu, beberapa orang bahkan sempat melirik kamar itu, Rami yang sadar akan lirikan orang-orang dan tatapan emosi Wahyu, langsung menarik Wahyu kedalam dan menutup pintu rapat-rapat.
“Wahyu” panggil Raya dengan suara lemahnya. Rami yang melihat tangan Wahyu yang sudah terkepal kuat dan tatapan yang sangat emosi langsung mencoba menenangkan keadaan
“Wahyu, jangan di sini, ini masih pagi, kau bisa buat orang-orang berkumpul di depan kamar nantinya” kata Rami sambil mencoba menenangkan Wahyu
***
Hari sudah cukup cerah sebagian orang memilih untuk berolahraga termasuk juga Rami dan Raya, mereka memilih
lari di lapangan yang tidak terlalu ramai hanya ada beberapa orang saja. Baru beberapa kali putaran Rami sudah memilih beristirahat sedangkan Raya masih terus berlari. Rami tidak sengaja melihat Rezky terlihat wajahnya sedikit memar.
__ADS_1
“Raya!” teriak Rami “apa mik?” Tanya Raya dengan napas ngos-ngosan dan segera menghampiri Rami.
“Rezky! Kayaknya dia lagi luka deh, coba kau perhatiin itu pipinya agak memar.”
“Mana? Lo salah lihat kali, gua mau lari lagi” Rami menggerutu kesal dan langsung menarik tangan Raya untuk menghampiri Rezky.
“Rezky! Rezky!” teriak Rami yang membuat Rezky menghentikan langkahnya.
“Mik apa-apaan sih, lo mau bawa gua kemana lepasin gak gua mau lari lagi!” ucap Raya sedikit kesal.
Rami melepaskan tangan Raya lalu berjalan kebelakang Raya dan mendorongnya, Raya sampai kaget melihat tingkah Rami akhirnya dia mengikuti arah temannya itu. Setelah mereka berada tepat di depan Rezky, benar saja pipi kirinya memar dan terdapat sedikit darah di ujung bibirnya.
“Ky kamu kenapa? Pipi kamu kok bisa luka gini?" Tanya Raya bingung. Belum sempat Rezky menjawab tiba-tiba Angga datang dengan tergesa-gesa “ky kau gak kenapa-kenapa kan?, maafin aku karna gak bisa cegah Wahyu tadi”
“kau gak salah, malahan aku yang harus berterima kasih”
“kau kenapa gak lawan tadi ky? Malah diem aja”
“Stop! Ini pipinya Rezky kenapa? Aku gak ngerti kalian bicara apaan” ucap Rami sambil menatap Angga dan Rezky bergantian.
“Tadi, Wahyu nonjok Rezky aku sendiri juga gak paham apa masalahnya."
Raya langsung mengerti setelah mendengar ucapan Angga, langsung dia menyentuh pipi Rezky lembut,
Rezky sedikit meringis menahan sakit, tapi dia membiarkan tangan indah itu menyentuh pipinya.
“maaf” ucap Raya sambil menatap Rezky dengan wajah bersalah, Rezky membalas tatapan Raya sambil tersenyum “aku baik-baik aja kok.”
Tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan beberapa orang yang sudah berada di samping mereka “kalian kenapa masih disini, kalian gak baca grup? Master nyuruh kita kumpul. kamu juga Raya, Master nyuruh kamu sudah sampai disana sebelum semuanya kumpul” kata salah satu dari mereka. Rami langsung mengambil ponsel di sakunya dan membaca pesan grup.
Seketika Rami langsung menarik tangan Raya dan berlari, Raya langsung berlari secepat mungkin karena sudah
mengerti maksud dari Rami. Sambil ngos-ngosan Raya masuk kedalam, benar saja sudah banyak orang yang berkumpul juga ada Master disana “maaf Master saya telat"” ucap Raya sambil mengatur napasnya.
Raya duduk disebelah Rini yang diikuti dengan Rami namun Master menyuruhnya untuk duduk di depan bersebelahan dengan Master. Tidak lama Rezky dan beberapa orang datang dan masuk lalu ikut duduk bersama yang lainnya.
“Master menyuruh kalian kumpul, ingin memberi tahukan selama beberapa hari Master tidak di sini, karena ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di undurkan, nanti ada pelatih lain yang sudah Master tugaskan untuk menggantikan posisi Master, Namun untuk menghandel kalian Master menyerahkan semua pada Raya dia yang akan memimpin latihan juga mengambil ahli untuk menjaga ketertiban semua, Master harap kalian bisa memahami dan meringankan tugas Raya di sini”
Semua kaget ketika mendengar ucapa Master termasuk Raya karna dia yang di pilih untuk mengambil ahli semuanya kecuali beberapa urusan pertandingan yang Master serahkan kepada pelatih yang akan menggantikan posisinya.
__ADS_1
terlihat Rini dengan raut wajah yang tidak suka saat melihat Master lebih mempercayai Raya ketimbang dirinya.
Setelah Master berangkat, pelatih yang menggantikan Master pun sudah datang, Raya memberi taukan latihan hari ini diadakan di siang hari, karena besok hari perdana pertandingan jadi Raya memilih waktu siang untuk berlatih agar malam mereka bisa beristirahat.