Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Cemburu


__ADS_3

Rezky menghampiri Wahyu yang berada di kamar mereka, Wahyu yang melihat Rezky datang langsung menatapnya dengan tatapan tidak suka “ngapain di sini bukannya tadi lagi asik ngobrol berdua sama Raya” ketus Wahyu.


Rezky menghela napas panjang “aku tadi jumpa Raya di luar lapangan, ya sesama teman tidak ada salahnya buat sekedar ngobrol.”


“ngobrolin apaan, sampai Raya ketawa senang gitu sama kau, aku yang dari lama kenal Raya aja, gak pernah dia nunjukin wajah bahagianya kayak gitu. Kau suka sama Raya?”


“Wahyu … seperti kata aku tadi kami Cuma ngobrol, ya gak mungkin kami ngobrol dengan wajah kaku, jangan pikir yang aneh-aneh” jawab Rezky dengan berusaha meyakinkan Wahyu.


***


Di dapur Rami memasak mie instant yang di beli Raya, lalu memakannya di meja makan dengan beberapa orang  yang juga sedang sibuk dengan makanannya masing-masing, selesai makan Rami menuju kamar menghampiri Raya.


“’eeeeekkkkkk….” sendawa dari Rami. Raya yang mendengar Rami bersendawa langsung melihat kearah Rami.


“udah kenyang?” Tanya Raya


“udah, makasih banyak lo ya, udah di beliin, oh iya tadi kau lagi sama Rezky kan di teras depan?”


“lo kenal dia?”


“kenal lah, dia banyak fans ceweknya tau, aku juga pernah cerita tentang dia ke kau”


“ooo” sahut Raya sambil membuka kantong plastik yang dia beli tadi, dia melihat susu coklat Rezky yang masih tertinggal di kantong plastik, dan berinisiatif mengembalikan susu itu. Raya pun beranjak dari tempat duduknya.


”Raya mau kemana?”


“baliin ini” sambil mengangkat kantong plastiknya “temenin gua yukk”


“baliin ke mana? Emang itu punya siapa?”


“Rezky” jawab Raya singkat


Rami yang mendengarnya langsung membulatkan matanya bingung sembari mengikuti langkah Raya. Sampai di kamar Rezky, Raya melihat Rezky dan Wahyu sedang mengobrol tapi terlihat sedikit berdebat, Raya juga melihat Angga yang lagi asik dengan Hp nya sendiri.


Ketokan suara pintu terdengar. Wahyu, Rezky dan Angga melihat kearah pintu yang sudah berdiri Raya dan Rami, setelah melihat siapa yang datang Angga kembali asik dengan Hp nya, sementara Wahyu dan Rezky terdiam sambil melihat kearah Raya dan Rami. Raya masuk kedalam kamar tersebut lalu meletakan bungkusan kantong

__ADS_1


plastik di atas meja.


“salah satu barang kalian tadi kebawa gua” ucap Raya tanpa melirik salah satu dari mereka dan langsung bergegas pergi.


“Raya tunggu” panggil Wahyu. Raya berbalik badan melihat Wahyu yang sudah berdiri di hadapannya “ada apa?” Tanya Raya.


“punya siapa” kata Wahyu sambil menoleh ke kantong plastik yang tadi di letakan Raya


Raya terdiam sejenak, melihat kearah Rezky lalu kembali menatap Wahyu “punya Angga” jawab Raya. Angga yang mendengar namanya disebut langsung teralihkan pandangannya lalu menatap bingung Raya.


“jangan bohong” kata Wahyu dengan nada kesal dan wajah yang sedang menahan emosi.


Raya yang bisa melihat jelas emosi dari Wahyu dan tau sebab Wahyu bersikap seperti ini karena dirinya, langsung dia membalas tatapan mata Wahyu dengan hangat dan memegang kedua pundak Wahyu sambil tersenyum “lo cemburu?” Tanya Raya dengan senyum manis di bibirnya.


Wahyu tidak tahan melihat wajah menawan Raya, rasanya ingin dia melakukan apa yang ada di pikirannya sekarang terhadap gadis itu tapi dia tidak punya keberaniaan, langsung dia memalingkan pandangannya. Rezky yang mendengar kata itu sontak berdiri, sedangkan Rami dan Angga hanya menonton tanpa tau harus berbuat apa.


Raya yang melihat tingkah Wahyu, tersenyum dan mengelus pipi lelaki itu dengan lembut, Wahyu langsung kembali menatap Raya tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya “Wahyu ... kalo lo mau ngungkapin perasaan sama gua, ungkapin dengan cara yang benar” Wahyu terdiam seperti patung, tidak tau harus berbuat apa, Tangan Raya masih mengelus lembut pipinya.


Raya yang mengerti perasaan Wahyu memilih pergi dan meninggalkan ketiga orang itu yang masih terbengong kaku. Sesampai di kamar, Rami menanyakan bertubi-tubi pertanyaan tapi Raya hanya menjawab sangat-sangat singkat yang membuat Rami kesal.


Master meminta malam ini latihan seperti biasa, Master menunjuk Raya untuk memimpin latihan. Terlihat jelas wajah Rini menggambar ketidak sukaan saat Master memilih Raya yang memimpin latihan. Setelah Master berangkat menghadiri rapat, Raya menginformasikan latihan diadakan di lapangan terbuka yang tidak jauh dari mess.


“Selamat malam semuanya, sesuai pesan Master saya yang akan memimpin latihan, kita akan mengadakan latihan di lapangan, saya beri waktu 15 menit untuk sampai disanaTANPA TERKECUALI!”


Semua bergegas mengganti pakaian dan langsung menuju lapangan, Raya pergi dengan Rami menuju lapangan, benar saja semua orang sudah berkumpul, setelah mereka melihat Raya jalan menuju lapangan mereka langsung membentuk barisan.


Karena sudah terlalu sering Raya melatih, dengan tegas dia memberi intruksi apa yang harus di kerjakan, semua menuruti termasuk Rini walaupun dengan wajah yang sangat tidak bersahabat mau tidak mau Rini mengikuti arahan Raya.


Awalnya Rini berharap bahwa dia yang di pilih Raya untuk menjadi asisten pelatih pembantu tapi sayang Raya malah memilih Wahyu untuk membantunya dan itu membuat Rini semakin kesal.


Raya melihat jam di Hp nya ini waktunya makan malam


“Mohon perhatiannya!” teriak Raya yang membuat semua orang berkumpul tertib “baik terima kasih atas perhatiannya, saya memberi kalian waktu 30 menit untuk istirahat, silahkan gunakan waktu kalian sebaik mungkin, dan jangan kembali dalam keadaan perut masih kosong!” itu artinya setelah istirahat Raya akan benar-benar menguji kekuatan fisik mereka, tanpa basa-basi semua orang langsung berhamburan ada yang pergi membeli makanan ada juga yang kembali ke mess untuk memasak.


Raya dan Rami karena sudah bersiaga, mereka membawa bekal masing-masing dan memilih makan di lapangan. Tidak sedikit orang memilih makan di lapangan untuk menjaga waktu agar tidak terlambat latihan.

__ADS_1


Selesai makan Raya dan Rami memilih duduk menikmati indahnya malam sambil mengobrol. Mata Raya tertuju pada Wahyu yang ingin menghampiri dirinya tapi tertahan oleh Rini, Rini yang langsung menarik tangan Wahyu untuk kembali duduk, dia menyerahkan sekotak makanan yang dibawanya kepada Wahyu, Wahyu yang awalnya menolak akhirnya menerima bekal dari Rini.


Raya yang melihat hal itu menggerutu tidak suka, seketikan pandangan Raya terhalangi oleh seseorang yang berdiri di depannya yang ternyata adalah Rezky, dia langsung duduk disebelah Raya


“Raya” panggil Rezky dengan nada yang sedikit canggung


“hmmm” Raya menoleh kearah Rezky


“tadi itu Wahyu salah sangka sama kita, dia pikir---” Raya langsung menutuup mulut Rezky dengan botol minumnya “iya aku tau, tadi aku juga denger walaupun sebagian” jawab Raya. Rezky hanya menghela napas panjang dan tersenyum, Raya juga membalas senyumannya.


terdengar suara azan berkumandang “Raya kamu lagi libur gak?” tanya Rezky canggung “libur maksudnya” jawab Raya heran


Rezky hanya terunduk malu, Rami yang menyadarinya langsung membisikan pada Raya “maksudnya kamu lagi datang bulan gak” mendengar ucapan Rami, Raya diam sebentar lalu melihat kearah Rezky “aku gak lagi libur, emang kenapa?”


“ikut aku yuk”


“kemana?” Tanya Raya heran “di deket sini ada Masjid, udah waktunya sholat” jawab Rezky sambil berdiri, menyadari Raya belum bangun dari duduknya juga “Raya ikut atau enggak?”


“hmm iya, aku- aku ikut” jawab Raya sambil berdiri menarik tangan Rami, Rami yang ingin bertanya langsung di bekap Raya mulutnya “udah jangan banyak tanyak, ikuti aja gua” bisik Raya. Rami tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya mengikuti langkah temannya itu.


Sampai di tempat tujuan Rami terpelongo melihat Raya menariknya masuk kedalam Masjid “Raya lo yakin ini tempatnya?” Raya hanya menunjuk kearah Rezky sambil bilang “dia yang ngajak”


Rami hanya mengikuti Raya ketempat wudhu, untungnya hari ini dia juga lagi gak libur. mereka melakukan sholat berjamaah, untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, Rami melihat Raya sholat, bahkan sholatnya tidak khusyuk karena terus memperhatikan Raya.


Awalnya dia kira Raya hanya melihat kesana kemari kebingungan karena tidak tau cara melakukannya, tetapi pemikirannya salah besar Raya bahkan sholat lebih tenang dan khusyuk tanpa ada satu hambatanpun. Selesai sholat mereka keluar dari Masjid menuju lapangan.


“Raya aku pikir kau bakalan kebingungan tadinya bakalan gak tau harus berbuat apa, bahkan aku berada di samping kau itu, tujuannya buat bimbing kau, ehh teryata aku salah besar, kau lebih khusyuk sholatnya dari pada aku, aku gak nyangka lo Ray” ucap Rami tiada henti menatap Raya.


“kurang ajar! Lo kira gua iblis, gua juga punya iman kali” tanpa mereka sadari Rezky mendengar percakapan mereka dan sudah berada di samping Raya, Rami terkejut menyadari ketangan Rezky dan langsung menarik tangan Raya “apaan si mikk!”


“lihat sebelah kau” bisik Rami. Raya menoleh kesebelahnya betapa amat terkejutnya dia saat mendapati Rezky berada di sebelahnya “ehh ... maaf aku ganggu kalian ya?” Tanya Rezky tersenyum “enggak kok” jawab Rami “ganggu!” sahut Raya


Rezky hanya tersenyum lalu berlari menuju lapagan yang sudah ramai. Rami hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Raya sembari melangkah menuju lapangan.


benar saja latihan kali ini tidak main-main, Raya melatih fisik mereka dengan ekstra bahkan sebagian dari mereka terlihat kewalahan namun tidak bisa berbuat apa-apa karena kalau mereka protes Raya malah akan menghukum mereka. Setelah merasa cukup, Raya menyudahi latihan.

__ADS_1


“latihan hari ini cukup sampai disini, segera kembali ke mess jangan ada yang keluar lagi, bersihkan diri kalian lalu beristirahatlah, saya tidak mau ada yang melewati jam malam, yang melewati jam malam saya sendiri yang akan menghukum kalian, tidak peduli laki-laki ataupun perempuan hukumannya sama!” tegas Raya.


__ADS_2