Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Obat


__ADS_3

Besok harinya semua pesilat dari seluruh perguruan yang akan bertanding pada semi final terjadi di hari ini. Terlihat jelas wajah lelah dari Raya, bahkan ketika semua orang sedang istirahat, dia masih disibukan dengan melatih beberapa orang yang sudah mendekati waktu pertandingan, bahkan dia belum sempat makan sebungkus roti ataupun sebutir nasi


Saat hari sudah malam, pertandingan pun usai. Rezky, Angga dan Wahyu berhasil menuju final sedangkan Rami harus menghentikan langkahnya dan menjadi peringkat ketiga. Rami sangat bersyukur atas hal itu


Tidak sedikit dari mereka yang menuju final, itu membuktikan bahwa usaha mereka selama ini tidak sia-sia


Dipertandingan selanjutnya 9 diantara mereka harus bertanding dengan ekstra karena ini adalah penentuan juara


Waktunya memasuki babak final, saat pertandingan berlangsung, terdengar suara heboh sorakan serta dukungan untuk teman-teman mereka. Rami pun tidak mau kalah, suara cempreng khasnya berhasil memenuhi seluruh isi ruangan


Saatnya pertandingan Raya. Dia seperti tidak asing dengan lawannya, beberapa kali dia pernah berhadapan dengan lawannya itu tapi mereka belum pernah bertemu di final, hal itu yang membuat Raya semakin tertantang untuk melihat kemampuan lawan tandingnya itu


Raya akui, lawannya sudah sangat berubah dia berlatih dengan baik selama ini, tapi dia belum bisa mengalahkan Raya, lagi-lagi Raya yang harus memegang cap juara bertahan untuk putri pada kelas tanding nya


4 dari mereka mendapatkan mendali emas dan berhasil menjadi juara. Tentu Raya dan Wahyu masuk dalam 4 orang itu, tapi entah kebetulan ataupun nasib bagus Rezky juga berhasil mendapatkan gelar juara. Biasanya dia yang berada di juara 2 atau 3 kini naik peringkat menjadi juara 1


Malam itu semua orang sibuk mengemasi barang masing-masing lantaran ketika upacara penutupan juga penyerahan mendali, mereka langsung bergegas pulang


 


Dimalam yang sama pikiran jahat terlintas di benak Rini dia ingin mempermalukan Raya di depan umum untuk membalas kebenciannya pada gadis itu. Awalnya dia bingung rencana apa yang harus di lakukannya untuk menjatuhkan Raya


Namun seketika dia mengigat suatu hal, hal yang dulu pernah merengut kesuciannya, ya.. Rini bukan wanita perawan lagi. Dia pernah bekerja di Bar. Awalnya dia hanya ingin menjadi pelayan saja, tapi dia di jebak oleh pelayan pria dan berhasil merengut kesuciannya. Dia tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun itu pasti akan memalukan, hanya Raya lah yang tau kejadian itu, Karena Raya yang menjemput Rini di jalanan pada tengah malam dengan kondisi Rini yang sangat berantakan


Hal jahat itu terlintas dipikirannya, menjadikan Raya terlihat hina di mata orang. Jika rencana nya berhasil keuntungan untuk dirinya pasti akan double, Master pasti tidak akan percaya lagi padanya dan Wahyu pasti akan membencinya dan menganggap Raya gadis rendahan


Dia memesan sebungkus obat melalui online di apotek illegal, tidak perlu waktu lama obat pesananya sudah sampai di tangannya, dia merasa besok adalah hari kemenangannya, melihat Raya akan di pandang remeh oleh orang lain


Besok paginya semua orang telah bersiap-siap menuju lapangan yang mengadakan upacara penutupan. Tingkah Rini pada Raya dipagi ini sedikit berbeda dia terlihat sedikit perhatian pada Raya


Di saat beberapa orang sudah menuju ke lapangan, Rini membawakan dua kotak susu putih untuk di serahkan ke Raya dan Rami namun niatnya tidak sebaik itu


Sebelum dia menyerahkan pada Raya dia menyuntikan obat yang tadi malam di pesannya, itu bukanlah obat tidur melainkan obat perangsang yang akan membuat siapa saja yang meminumnya akan mengeluarkan gairah seksual yang luar biasa

__ADS_1


Rini membawa 2 susu kotak, satu untuk Rami dan satu untuk Raya, tentu dia sudah tanda yang mana yang sudah di beri obat


“Mi.. aku masih punya 2 kotak susu putih lagi, aku belum sempat minum dan sekarang aku sudah sangat kenyang, mungkin kalian mau” ucap Rini sambil menyodorkan 2 kotak susu putih itu pada Raya dan Rami


“tumben, kenapa tiba-tiba kau jadi baik gini” ucap Rami penasaran sambil mengambil susu yang diberikan Rini


Melihat Rami sudah mengambil susunya dan bahkan sudah meminumnya Rini merasa senang karena menurutnya rencananya akan berhasil, tapi seketika kesenangan itu pupus saat Raya tidak mengambil susu dari tangannya


“aku tadi mau ngasi sama yang lain tapi keburu mereka udah pergi, dan aku lihat kalian masih disini jadi apa salahnya berbagi” ucap Rini berusaha meyakini Raya dan Rami


“ini susu kamu Raya” ucap Rini seraya menyodorkan kotak susu itu untuk kedua kalinya


Tanpa pikir panjang Raya mengambil susu itu, dia juga belum sempat sarapan tadi pagi dan susu itu terlalu menggodanya untuk di minum


Saat Raya mengembil susunya dan meminum susu itu, Rini melangkah keluar kamar dengan bibir yang tersenyum sinis setelah memastikan Raya meminum susunya, dia tidak sabar melihat aksi Raya nantinya ‘pasti nama baik Raya akan berubah bejat ketika semua orang melihat aksinya’ gumam Rini dalam hati


Semua orang sudah dilapangan termasuk Raya dan juga Rami, acara juga sudah di mulai. Baru setengah dari pelaksanaan upacara, Raya merasa badannya begitu panas, kepalanya mulai pusing


Tapi dia tidak menghiraukannya dia pikir ini adalah efek dari panas sinar matahari. Tapi lama-kelamaan tubuhnya sudah tidak bisa ia kendalikan lagi, tangannya bergetar, keringatnya bercucuran deras


Ruangan itu sepertinya dipakai untuk berganti busana, tapi saat ini ruangan itu kosong bahkan tidak ditemukan pakaian di dalamnya hanya terdapat kasur berukuran kecil, cermin dan beberapa gambar sketsa busana


Raya masuk dalam ruangan itu dia menutup pintu tetapi tidak sepenuhnya tertutup. Dia mencoba menahan sesuatu dalam dirinya, otaknya berpikir keras kenapa dia bisa seperti ini


Seketika dia teringat akan Rini dan susu kotak yang diberikan padanya. Raya menggerutu kesal mengepalkan tanggannya dengan begitu erat. Entah dia sedang menahan emosi atas perbuatan Rini atau dia sedang menahan sesuatu yang kini sudah tidak bisa dia kuasai dalam dirinya


Raya bukanlah gadis yang begitu polos, dia pernah beberapa kali bergaul dengan orang yang salah. Memang bukan sebagai teman hanya sebagai kenalan yang suatu saat mungkin akan dia butuhkan.


Tentu dia tau apa yang di berikan Rini pada dirinya, melihat tanda-tanda di tubuhnya, dia sangat yakin pasti obat perangsang seksual yang sekarang sedang bekerja dalam dirinya


Raya beberpa kali meringis, tangannya masih terkepal kuat, terlihat beberapa kancing bajunya terlepas karena gerakan kasar tubuhnya untuk menahan hasratnya


Rezky yang tidak sengaja melewati ruangan itu usai membeli minuman dan ingin kembali ke lapangan, mendengar sesuatu yang aneh dalam ruangan yang berada di sebelahnya, dia berhenti sejenak, sepertinya dia sangat mengenali suara itu

__ADS_1


Dia melangkah menuju ruangan yang pintunya tidak tertutup sempurna, suara ringisan itu mulai terdengar jelas, dan dia yakin bahwa suara itu sangat familiar di telinganya


Buru-buru dia masuk keruangan itu, betapa tekejutnya ia ketika melihat Raya sedang duduk di lantai dengan pakaian yang sudah tidak beraturan di tambah lagi suara ringisan yang keluar dari bibir gadis itu


“Raya…” panggil Rezky


“Raya langsung menoleh ke asal suara tersebut, gairahnya sudah semangkin membara ketika dia melihat siapa yang masuk


“A-Aku mohon keluar dari sini sekarang ky” ucap Raya yang semakin mengepal kuat kedua tangannya


“kamu kenapa?” ucap Rezky sambil melangkah mendekati Raya, namun segera Raya melarangnya


“A-Aku sedang t-tidak baik, keluar dari sini, biarin aku sendirian”


“kamu kenapa sih?” Tanya Rezky dengan raut wajah penasaran dan khawatir


Raya bangkit dari duduknya kepalan tangannya mulai longgar dia maju beberapa langkah kearah Rezky namun dia terhenti dari langkahnya ngepalkan lebih erat tangannya kembali dan mundur menjauhi Rezky


“kamu kenapa Raya?” Tanya Rezky yang sudah mulai khawatir dengan keadaan-nya


“ky.. aku mohon keluar sekarang”


“gak! Aku gak akan keluar sebelum kamu bilang kenapa kamu jadi seperti ini”


“A-aku.. A-aku di kasi obat perangsang sama Rini, jadi aku mohon keluar sekarang, ky.. sebelum aku kehilangan kendali diri aku”


“obat perangsang?” Tanya Rezky tidak percaya


Terdengar pengumuman dari dalam lapangan agar semua segera berkumpul dilapangan karena akan di berikan mendali


“Raya…” panggil Rezky lirih


“ky.. aku udah gak bisa nahan lagi, biarin aku sendiri disini” ucap Raya dengan napas yang memburu

__ADS_1


“aku gak akan ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini”


__ADS_2