Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Sakit


__ADS_3

Dikantin Rezky melihat Raya sedang duduk sembari memaikan ponselnya, dia segera menghampiri Raya “hemm” gumam Rezky yang berhasil mengalihkan fokus gadis didepannya, Raya hanya menatap singkat lalu kembali asik dengan ponselnya tanpa mengatakan sepatah katapun.


“kamu udah pesen makanan?” Tanya Rezky masih setia menatapi wajah cantik didepannya.


“udah” jawab Raya singkat.


“emang diponselnya ada apa? Kenapa fokus keponsel mulu?”.


Raya meletakan ponselnya diatas meja dan beralih menatap Rezky “gak ada, Cuma lagi chat sama Aini aja”.


Rezky menganggukan kepala sambil tersenyum. Seketika Raya menggenggam tangan Rezky yang berada diatas meja saat melihat beberapa pasang mata Wanita sedang memperhatikan Rezky.


Rezky yang tidak tau apa-apa hanya bingung dengan genggaman tangan Raya “kenapa?” Tanya Rezky saat melihat raut kesal pada wajah gadis itu “huh! Mereka sedang lihatin kamu” Raya melepaskan genggaman tangannya.


Rezky menoleh seketika pada sekitar dan mulai paham apa maksud Raya, dia hanya tersenyum sambil terus menatap raut wajah Raya yang masih menampilkan wajah kesal “kenapa senyum-senyum gitu?!”.


“kamu tadi duduk disini beberapa pria juga sedang merhatiin kamu” Rezky menyandarkan tubuhnya kekursi.


“gak peduli” ucap Raya cuek.


Pesanan Raya sudah siap seorang pelayan mengantarkan pesanannya kemeja yang sedang ditempati Raya. Raya mengeluarkan beberapa lembar uang dari sakunya namun seperti biasa dia kalah cepat dari Rezky yang sudah membayar semua makanan itu “kembaliannya ambil aja mbak” kata Rezky sambil membawa kantong makanan dan menggenggam tangan Raya untuk pergi, Raya hanya melangkah mengikuti Rezky.


Diruangan Angga, Raya menyerahkan bungkusan makanan pada ibu dan menyuruh ibu untuk beristirahat dan memakan makanannya.


Angga menatap Raya dalam tanpa sepatah katapun sedangkan Rezky disuruh Raya untuk menjemput Rami kerumah sakit. Rami sedari tadi heboh banget ngechatin Raya buat nyuruh Rezky jemput dia ke rumah sakit, soalnya Rami gak berani pergi sendirian dan jadilah Raya menyuruh Rezky untuk menjemputnya.


“kenapa?” Tanya Raya bingung saat melihat tatapan aneh Angga pada dirinya.


“Raya aku tidak ingin merepotkanmu, biarkan kami tetap tinggal dirumah lama” ucap Angga masih dengan tatapan yang sama.


Raya mengembil napas panjang lalu menghembuskannya perlahan “sama sekali tidak merepotkanku, aku malahan senang jika ibu dan Abang tinggal bersamaku”.


“tapi kan kam---“


“udah deh bang, jangan dibahas lagi, itu bukan masalah” Raya tersenyum hangat pada Angga.


“aku keruangan Wahyu dulu, Abang istirahatlah, hari ini hari terakhirmu dirumah sakit”.


***

__ADS_1


“kenapa tidak ada orang disini?” gumam Raya saat memasuki ruangan Wahyu. Hanya ada Wahyu yang sedang berbaring di ranjang, biasanya selalu ada orang yang mengawasinya entah itu tante atau pun kak Jihan.


Raya melangkah masuk menghampiri Wahyu yang sedang mengelus-elus dadanya, sepertinya dadanya sedang sakit “apa perlu kupanggilkan suster?” Tanya Raya saat melihat Wahyu sedang memegangi dadanya.


Wahyu tersenyum ketika mendapati Raya sudah berdiri disampingnya “tidak perlu, ini bukan apa-apa”.


“dimana Tante juga Kak Jihan?”


“Mamah dirumah lagi jagain Raka, Kak Jihan lagi kerja”


“trus yang jaga kamu?”


“tadi Papa disini, tapi dia pergi sebentar katanya ada urusan dikantor”


Raya mengangguk pelan “bang Angga besok sudah diperbolehkan pulang” ucap Raya dengan senyum mengembang di bibirnya.


“dia sudah sembuh?”


“kata dokter keadaannya sudah membaik. Kamu kapan nyusul pulang? Bang Angga udah sembuh lo.. kamu jangan mau lama-lama dirumah sakit” Raya mengelus lembut dada Wahyu.


“sebentar lagi aku pulang kok” ucap Wahyu tanpa ekspresi “saat Angga sudah dirumah nanti, apa kamu masih sering jenguk aku disini?”.


“aku akan selalu datang kesini, seperti biasanya” ucap Raya yang berhasil membuat Wahyu tersenyum “cepet sembuh ya” Raya mengecup singkat bibir Wahyu namun dengan sigap Wahyu menarik tengkuk Raya untuk tidak beranjak pada posisinya dan terjadilah ciuman hangat pada kedua insan.


“aku mau cium lagi” ucap Wahyu sedikit ragu namun Raya hanya tersenyum kecil dan mendekatkan wajahnya pada Wahyu.


Wahyu menciumnya begitu lembut, rasanya tidak ingin melepaskan Raya dalam sentuhannya. Dengan Wahyu sadari Rezky sedang memperhatikan mereka didepan pintu yang sedikit terbuka, sedangkan Raya terus sibuk ******* bibir Wahyu.


Wahyu sengaja tidak melepaskan ciuman itu bahkan dia memperdalam ciuman mereka, seperti sengaja memberi kode pada Rezky bahwa Raya adalah miliknya.


Rezky masih terpaku didepan pintu, melihat betapa intimnya mereka berdua, ini bukan kali pertamanya dia melihat Raya berciuman dengan Wahyu.


Perasaannya pasti sangat sakit, mengingat Raya adalah wanita pertama dalam hidupnya dan dia sedang bercumbu dengan orang lain yang tidak bukan adalah temannya sediri teramat sakit itu yang dirasakan hatinya, namun mau bagaimana lagi dia tidak berhak memisahkan mereka, apalagi ketika melihat Raya begitu terbukanya akan sentuhan Wahyu.


Suasana seketika buyar saat Rami datang menghampiri Rezky yang sedang diam terpaku “Rezky kau sedang apa?” ucap Rami dengan suara tingginya yang berhasil membuat Raya terkejut dan seketika melepaskan ciumannya.


Untung pintunya hanya sedikit terbuka, jadi Rami tidak bisa melihat keadaan di dalam ruangan, Raya terkejut ketika sudah mendapati Rezky berdiri didepan pintu sambil terus menatap kedalam ruangan.


Tidak mendapat jawaban maupun reaksi apa-apa dari Rezky, Rami langsung membuka pintunya lebar dan melangkah masuk menghampiri Raya “Rami?” panggil Raya kaku.

__ADS_1


“kenapa kau terkejut begitu?” Tanya Rami heran saat melihat Raya berdiri kaku dengan wajah kaget.


“ahh.. tidak.. aku tidak apa-apa” Raya mengelap bibirnya dengan tangannya, sepertinya air liur mereka masih menempel pada bibir Raya.


“Raya kenapa bibirmu merah begitu? Dan… sedikit bengkak?” Rami memperhatikan bibir Raya dengan heran.


Raya terdiam dan melihat kearah Wahyu sekilas, ini pasti karna ulah Wahyu tadi “hmm, aahh.. tidak, kau- kau mungkin sa-lah lihat” ucap Raya sedikit terbata sambil merapatkan bibirnya agar Rami berhenti menyelidiki bibirnya itu.


Raya melihat kearah Rezky yang kini berdiri di sebelah ranjang Wahyu berseberangan dengan tempatnya “bagaimana keadaanmu?” Tanya Rezky pada Wahyu, dia berusaha untuk tidak menatap Raya.


“ya.. seperti yang kau lihat” jawab Wahyu sambil menoleh kearah Rezky


“ah.. iya! Kami kemari juga ingin menjengukmu, maafkan aku lupa menanyai kabarmu, soalnya aku sedikit bingung dengan bibir Raya” saut Rami.


‘Rami! Kumohon berhentilah membahas bibir’ batin Raya


“tidak apa-apa” jawab Wahyu tersenyum “Raya selalu menemaniku disini, aku pasti merasa lebih baik karena tidak kesepian”.


Rami banyak membahas tentang kondisi Wahyu saat dia mengetahui kalau Wahyu menderita penyakit langka, sedangkan Raya hanya diam membisu, sesekali dia melihat kearah Rezky yang lebih tertarik dengan pembahasan Rami ketimbang dirinya.


“aku keluar sebentar” izin Raya


“aku ikut, aku juga ingin kekantin haus nih” Rami mengikuti langkah Raya “Rezky kamu jagain Wahyu”


Setelah Raya dan Rami keluar ruangan, Wahyu mulai serius dengan Rezky “aku ingin bicara” ucap Wahyu


“bicaralah aku mendengarkanmu” Rezky duduk dikursi sebelah ranjang Wahyu


“aku titip Raya padamu” ucap Wahyu lemah


“apa maksudmu?” Tanya Rezky heran


“semua tidak akan berakhir indah di hidupku. Raya adalah wanita baik, sulit ditebak, dia kemarin bilang ingin menikah denganku ketika aku sembuh nanti” Wajah Rezky seketika berubah menjadi murung saat mendengar ucapan Wahyu “namun aku tidak akan pernah sembuh Ky. Raya mencintaimu, dia hanya menyayangiku sebagai seorang teman, walaupun aku bisa melihat jelas pada tatapannya bahwa dia tidak ingin kehilanganku, tapi perasaannya berbeda kepadamu dia benar-benar mencintaimu. Jika nanti aku tidak bisa berada disampingnya lagi aku mohon padamu gantikan posisiku, tubuh dan pemikirannya sangat kokoh tapi hatinya rapuh, hidupnya sangat sulit Ky, aku tau kau juga mencintainya aku harap kau bersedia menerima permintaan terakhirku padamu, buat dia merasa tidak kesepian lagi, buat dia merasa dihargai”.


“permintaan terakhir?”


“aku tidak akan lama, keadaanku kian memburuk, aku bisa merasakannya”


“Raya menyayangimu lebih dari apapun, dia bahkan mengorbankan waktunya untuk bisa terus berada bersamamu, jadi kau harus bertahan demi dirinya, jangan hiraukan aku” Rezky berbicara begitu pasrah.

__ADS_1


“percuma, sekuat apapun aku bertahan jika tuhan mempunyai kehendak lain akan hidupku, itu hanya akan percuma” Wahyu memejamkan matanya “jika suatu hari nanti aku tidak bisa lagi melihat wajahnya, tidak bisa lagi membuatnya tertawa, maka kau harus siap berada selalu untuknya demi perasaan mu dan juga perasaannya”.


“aku akan melakukannya walau tanpa kau minta, mungkin aku tidak sehebat dirimu untuk selalu ada dan membuatnya bahagia tapi aku akan berusaha keras untuk perasaanku dan pertemanan kita”.


__ADS_2