
Paginya, semua orang sudah berkumpul dilapangan untuk latihan. Hari ini Raya tidak melatih mereka. Raya memfokuskan dirinya utuk pertandingan nanti. Hari ini dia sangat senang karena kehadiran Master yang sudah kembali dan sempat menemaninya tanding, bahkan sesekali Raya terlihat tersenyum pada beberapa orang karena
suasana hatinya yang sedang baik, sungguh kejadian langka.
Pertandingan Raya dimulai dia terlihat sangat antusias bahkan tidak ada terlihat khawatir maupun takut dalam raut wajahnya
Kepercayaan diri dan kharisma yang dia miliki di tambah lagi wajah cantiknya yang sudah tidak asing bagi pesilat lainnya karena dia memang sangat sering mengikuti pertandingan dan selalu keluar sebagai juara
Semua pandangan tertuju padanya, Raya sama sekali tidak mempedulikan pandangan itu, wajah cantiknya yang terlalu sering memasang raut datar dan cuek terlihat jelas
Pertandingan dimulai, Raya sangat begitu agresif bahkan tidak memberikan kesempatan pada lawannya. Tentu saja pertandingan dia yang menangkan.
Setelah waktu istirahat pada pertandingan, Master meminta mereka untuk berkumpul di mess seraya mengisi perut lantaran hari sudah siang
Sedari tadi usai Raya bertanding, ia tidak melihat Rezky juga Angga bahkan Angga tidak mengucapkan apapun padanya . saat Raya selesai bertanding mereka langsung pergi begitu saja
Di mess Master mengumumkan bahwa hari ini dan besok adalah hari semi final di mulai, itu tandanya yang memenangkan pertandingan, kemungkinan sore atau malam ini akan bertanding kembali
Rini, Rezky, dan Raya adalah yang akan bertanding semi final ini hari. Mereka sangat terkejut apalagi Raya dia baru saja bertanding tadi, dan harus bertanding lagi nantinya ditambah lawan bertandingnya adalah Rini
Tidak biasanya mereka bertemu di semi final biasanya mereka selalu di pertemukan di final. Dari itu usai makan siang Master meminta mereka untuk kembali latihan kemungkinan mereka akan bertanding nanti malam. Dan Rezky masih belum terlihat
Raya memutuskan untuk mengirim pesan padanya, menayakan dimana keberadaannya dan Angga
‘Raya’
“ky kamu dimana? Lagi sama bang Angga gak?”
‘Rezky’
“aku sama Angga lagi di Masjid, ini baru mau pulang”
‘Raya’
“buruan! Kamu harus tanding nanti malam”
‘Rezky’
“tanding apaan?”
‘Raya’
“semi final”
__ADS_1
Pukul 15:00 mereka sudah berkumpul dilapangan, Master hanya memfokuskan pada Raya, Rezky dan Rini yang lainnya Master membebaskan mereka
Rasa lelah dan malas Raya seketika hilang saat dia diminta untuk bertanding dengan Rini dilapangan sedangkan Rezky akan bertanding dengan Wahyu sebagai pengganti
Tentu Raya menang dalam latihan pertandingan ini, tapi Rezky belum berhasil saat bertanding melawan Wahyu memang kesalahannya tidak begitu fatal, dan juga Wahyu adalah pesilat andalan untuk pria di perguruan mereka
Malam harinya setelah semua berkumpul di tempat pertandingan yang sudah dipadati orang, karena ini waktu perdana semi final. Mereka memilih tempat masing-masing
Master meminta Wahyu untuk melatih Rini, dan Raya berlatih bersama Rezky sebelum mereka bertanding nantinya. Terlihat raut wajah tidak suka dari Raya waktu Wahyu dipilih Master untuk melatih Rini
Terlihat beberapa kali Rini mencuri kesempatan agar bisa lebih dekat dengan Wahyu. Raya yang sadar akan hal itu mencoba kembali fokus pada Rezky tanpa menghiraukan mereka
Pertandingan Rezky di mulai, Raya hanya bisa berdoa dan memberi semangat pada Rezky. Doa dan semangat itu di jabah Tuhan. Rezky memenangkan pertandingan padahal lawan Rezky adalah pesilat yang sudah sangat familiar di kalangan pesilat lainnya karena kemampuan hebatnya yang sudah menembus kaca Nasional
Selang beberapa pertandingan dari Rezky kini giliran Raya dan Rini yang bertanding. Sorakan dan teriakan dukungan begitu terdengar meriah saat Raya memasuki arena pertandingan, sangkin meriahnya bahkan Raya sempat melirik kearah penonton yang dominan adalah teman-temannya menurutnya itu sangat lebay, bisa-bisa gendang telinga pecah karena teriakan mereka
Raya di dampingi oleh Wahyu sedangkan Rini bersama Master. Raya awalnya sempat bingung kenapa Master menunjuk Wahyu mendampingi dirinya padahal jelas-jelas Rini tadi latihannya bersama Wahyu
Beberapa kali Wahyu memberi semangat pada Raya. Wahyu tidak perlu memberikan intruksi lagi karena Raya tau apa yang harus dilakukannya di pertandingan nanti
Beberapa kali Raya menjatuhkan Rini dan di saat itu pula dia menolong Rini untuk kembali bangkit. Terlihat jelas wajah tidak suka dari Rini ditambah lagi Raya yang akan maju ke final bahkan dirinya harus terhenti di peringkat ke tiga itu membuat Rini semakin membenci Raya
“Raya!!!.. selamat ya, cieee masuk kefinal” ucap Rami dengan suara hebohnya
“Raya karena kau udah menang pertandingan aku mau ngasi hadiah”
“apaan”
“kau aku teraktirin makan bakso”
“gua mau tidur”
“iiiiiiisssss!!! Raya!!! Aku laper, ayo kita makan bakso”
“lo kan tadi udah makan”
“itu kan tadi, aku laperrr”
“udah malam mik”
“kau nolak hadiah dari aku ya” ucap Rami dengan wajah tertunduk dan suara lemahnya
Raya menarik napas panjang dan membuangnya kasar “ya udah ayo buruan”
__ADS_1
“yeessss!!” ucap Rami dengan wajah gembiranya. Raya bahkan tertawa kecil ketika melihat temannya itu. Sebenarnya Raya tidak begitu menyukai bakso tapi dia juga tidak tega melihat Wajah sedih Rami
Setelah mereka selesai makan bakso mereka kembali ke mess dan menuju kamar. Raya memilih membersihkan diri terlebih dahulu lalu duduk di kasur sambil memainkan ponselnya. Tidak lama dikejutkan dengan kedatangan Rini yang tiba-tiba, Rini menyuruh kedua teman lainnya yang berada satu kamar dengan Raya untuk keluar
sedangkan Rami masih berada di kamar mandi.
Setelah mereka keluar Rini menutup pintu rapat-rapat dan berjalan menuju Raya dengan wajah tidak suka. Raya yang tidak merasa takut ataupun khawatir sama sekali hanya melihat Rini berjalan kearahnya tanpa merubah posisi duduknya
“ada apa?” Tanya Raya datar
“senang ya udah mempermalukan aku di depan banyak orang” jawab Rini dengan suara sinis dan mata memerahnya
“maluin apa” Tanya Raya cuek sambil kembali fokus pada ponselnya
Rini yang melihat Raya tidak bergeming pada posisinya dan kembali fokus pada Hp nya merasa sangat kesal. Dia merampas Hp Raya yang kebetulan Raya sedang membalas pesan dari Wahyu
Melihat nama Wahyu di Hp Raya membuat Rini semakin marah dia menaruh kasar ponsel Raya diatas meja
“setelah kau berhasil merebut hati Wahyu dan sekarang kau berhasil merebut posisi aku di final dan memalukan aku di depan banyak orang, kau masih bersikap seperti ini, seakan-akan tidak ada masalah” ucap Rini kesal
“lebih baik lo tidur jangan sampai besok pagi lo gua hukum karena udah ngelewati jam malam” kata Raya yang berhasil membuat darah emosi Rini mendidih
“kau pikir aku takut sama kau!” ucap Rini sambil melayangkan tamparan ke wajah Raya namun tangannya berhasil di tahan Raya
“jangan coba-coba nyentuh gua” ucap Raya sambil mempelintir tangan Rini
Rami yang mendengar jeritan di luar buru-buru keluar dari kamar mandi. Betapa tekejutnya ia ketika melihat Rini meringis kesakitan karena tangannya di pelintir Raya
“kalian kenapa?” Tanya Rami kaget
Rini langsung melihat kearah Rami sedangkan Raya masih tetap pada posisi dan tatapannya
“Mi.. tolongin aku, sakit, tanganku sakit hikss..hikss..” ucap Rini sambil merintih kesakitan
“Raya lepasin, tangan dia bisa terkilir kalau kau gituin terus” teriak Rami sambil berjalan tergesa-gesa menghampiri Raya
Raya bangkit dari duduknya mempelintir tangan Rini lebih kuat tidak menghiraukan perkataan Rami, terdengar suara rintihan kesakitan Rini yang semakin jelas
“Raya lepasinn!!” ucap Rami sambil memukul-mukul tangan Raya
Raya melepaskan tangan Rini “jangan ganggu hidup gua lagi, gua gak suka lo deket-deket Wahyu” ucap Raya sambil mendorong Rini kebelakang
Rini hanya terdiam menahan sakit pada tangannya. Rami langsung menarik Rini keluar dari kamar
__ADS_1
“lihat aja aku bakalan balas semuanya!” tegas Rini pada Raya. Sedangkan Raya hanya menaikan kedua bahunya tanda tidak peduli pada ucapan Rini.