Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Hal mengejutkan!


__ADS_3

Setelah Rezky dan Angga melihat Raya mereka langsung bangun dari duduknya, awalnya Raya kira ini rencana Rezky ternyata dia salah.


Angga yang sudah berada di depan Raya langsung memeluk Raya dengan erat, Raya sangat keget, Rami dan Rezky juga tidak kalah kagetnya, Raya berusaha melepaskan pelukan Angga namun sia-sia Angga malah mempererat pelukannya “jangan di lepas Ray.. biarkan aku memelukmu sampai puas”


Rezky yang ingin melepaskan pelukan Angga dari Raya langsung di cegah Raya entah apa yang ada dipikiran Angga, Raya membiarkan Angga bahkan Raya membalas pelukan Angga dengan hangat, mereka seperti sudah saling memahami.


Saat Angga puas memeluk Raya, Angga menyerahkan selembar foto dari dompetnya memberikannya pada Raya, Raya hanya menatap Angga seperti sudah tau apa maksud Angga


“Raya, ini aku” kata Angga sambil menunjuk gambar anak lelaki didalam kertas foto itu “dan ini kamu” Angga menunjuk gambar bayi perempuan.


Angga menghela napas panjang mencoba menenangkan dirinya “kita saudara Raya, kita satu ayah” ucap Angga sambil menatap Raya, Rami dan Rezky sangat kaget bahkan Rami merampas foto dari tangan Raya, tapi Raya tidak begitu kaget waktu mendengar hal itu dia hanya terdiam menunggu lanjutan dari perkataan Angga.


“kita saudara satu ayah namun beda ibu, usia kita beda satu setengah tahun, waktu kamu bayi sampai umur dua tahun kamu tinggal sama aku juga ibu aku, Ayah hanya sibuk dengan urusannya, tidak memperhatikan kita"


"namun di saat ibu kamu mengandung adikmu ayah membawamu pergi dan tinggal bersama ibumu,  Raya.. gak banyak kenangan yang ku ingat saat aku bersamamu karena waktu itu umur kita masih sangat kecil tapi yang pasti aku sangat menyayangimu sampai detik ini Rasa sayang itu tidak berubah"


"aku udah berusaha buat membawamu kembali padaku, namun ayah tidak mengizinkannya. setiap tahun ayah datang kerumah hari dimana kapan aku di lahirkan dia hanya menemuiku saat hari ulang tahunku disaat hari itu dia membawakan fotomu karena aku memintanya, hadiah yang sangat aku tunggu-tunggu dalam hidupku adalah waktu dimana aku bisa melihat wajahmu walaupun hanya dalam foto"


"dan saat aku mengetahui bahwa kamu ikut gabung dalam perguruan ini aku sangat terkejut dan sangat bahagia karena bisa melihatmu secara langsung, namun ayah melarangku untuk memberi tau tentang hubungan kita, bahkan dia  menyuruhku untuk menganggap mu seperti orang asing, awalnya aku menolak namun ibu juga memberikan saran yang sama alasannya adalah untuk kebaikanmu dia tidak mau melihatmu terluka"

__ADS_1


"dihari itu aku mulai mengikutimu menjagamu dari kejauhan saat aku melihatmu dari dekat rasanya aku ingin sekali memelukmu seperti dulu lagi, rasanya aku ingin sekali memberitaukan semua kenyataannya tapi aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak ingin menyakiti perasaanmu"


"dan disaat aku mengetahui kalau Wahyu menyukaimu aku mulai mendekatinya untuk menjagamu, untuk melindungimu, aku tidak pernah mempercayai siapapun yang berada di sampingmu yang berada dekat denganmu karena aku sangat mengkhawatirkanmu"


"sekarang kehawatiran itu terjadi, aku tidak melaksanakan misiku untuk melindungimu dengan baik, aku terlalu mempercayai keadaan yang kenyataannya tidak sesuai dengan ekspetasi, aku minta maaf Raya, aku bukan abang yang baik untukmu, bahkan aku tidak bisa melindungimu dari temanku sendiri, maafkan aku...” ucap Angga sambil menggenggam tangan Raya, Rezky dan Rami sangat-sangat kaget ketika mendengar pengakuan dari Angga bahkan mereka tidak percaya kalau selama ini Raya dan Angga adalah saudara?.


Raya hanya tersenyum “aku tau kita sudara, aku tau kamu ikutin aku, beberapa kali aku melihatmu saat aku berada di luar. aku tau ayah punya anak lain selain aku dan adik-adik ku, ayah masih menyimpan foto kita saat kita masih kecil, dia menyimpan foto kita di tumpukan baju-bajunya, aku tau bahwa kamu abang aku saat aku menemukan fotomu di dompet ayah, foto dimana kamu lagi megang kue di tangan kiri dan memegang foto wajahku ditangan kanan"


"aku tidak menanyakan pada ayah karena aku tidak begitu tertarik dengan cerita masa lalu, terkadang aku juga tidak peduli dengan hari-hariku, aku hanya peduli pada adik-adikku, bagaimana caranya aku bisa menyekolahkan mereka, bagaimana caranya agar aku bisa membuat hidup mereka jauh lebih baik dari hidupku, Abang.. maaf karena telah menganngapmu cuek, maaf karena perlakuanku yang terkadang kasar padamu, maaf karena ketidak pedulianku tentang perasaanmu tapi satu hal yang harus Abang tau bahwa aku sangat menyayangimu bahkan lebih dari aku menyayangi diriku sendiri” Raya tersenyum kecil lalu tertunduk kebawah, sakit rasanya saat dia mengingat perjuangan yang selama ini dia usahakan.


Angga terkejut ketika mendengar pernyataan Raya. Orang yang selama ini di perhatikannya dalam diam ternyata mengetahui semuanya bahkan Raya bersikap sangat biasa saja ketika mengetahui bahwa Angga adalah Abangnya, mungkin karena sifatnya yang sangat cuek. Setelah melepas Rindu satu sama lain mereka pulang ke mess karena hari yang semakin gelap.


 


 


Raya duduk di pinggir lapangan, Rami yang melihat Raya ingin menghampirinya namun langkahnya di cegah Angga, Angga lalu membawanya ke mess tepat di kamar Raya dan Rami, Rami terkejut ketika dia mendapatkan Wahyu yang sedang duduk di tepi kasur dalam keadaan ruangan yang sangat berantan


“Wahyu kau ngapain disini” Tanya Rami dengan bingung, Angga yang hanya dikirimkan pesan oleh Wahyu untuk segera membawa Rami ke mess, tidak mengetahui apapun, dia bahkan tidak kalah terkejutnya ketika melihat keadaan ruangan yang begitu sangat berantakan.

__ADS_1


“Wahyu kau ngapain disini dan ini kenapa bisa berantakan begini!” teriak Rami ketika melihat Wahyu tidak berkutik dari tempatnya. “Raya” ucap Wahyu dengan suara lemah “Raya kenapa? Bicara yang jelas aku gak ngerti” ucap Rami. “Mi.. aku mohon bantu aku buat Raya mau maafin aku, aku udah ngelakuin kesalahan fatal padanya, aku mohon Mi.. bantu aku” ucap Wahyu sambil menatap Rami lesu dengan tangan yang menggenggam tangan Rami. “emang kamu buat salah apa sama Raya?” Tanya Rami bingung sekaligus penasaran.


"aku udah cumbuin Raya, tapi saat aku melakukannya aku tidak melihat reaksi apa-apa dari Ray---”belum selesai Wahyu bicara tiba-tiba


”PLAAKKKKKK”


suara tamparan terdengar sangat keras, Rami menampar Wahyu dengan tatapan bencinya “maksud kamu Raya udah ngelakuin hal gila sama kamu!” ucap Rami dengan nada kesal dan wajah benci “Aku belum melakukan semuanya dia meyadarkanku waktu aku sudah sangat liar, ini salahku maafkan aku”


Angga yang menahan emosi daritadi sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi “Beraninya kau nyentuh Raya dengan nafsu gilamu!” teriak Angga


Rami bahkan sangat kaget ketika melihat Angga emosi, orang yang selama ini dikenalnya sebagai orang humoris juga penyayang ternyata dia sangat seram saat marah. Angga mengepal kuat tangannya, wajahnya sudah memerah mendengar perkataan Wahyu, emosinya sudah tidak bisa ditahan lagi, dia menonjok kuat wajah Wahyu menghajarnya dengan amarah yang tidak bisa dikendalikan, beberapa kali Wahyu mencoba memberi penjelasan tapi Angga tidak menghiraukannya.


Rami yang sudah sangat ketakutan dengan amarah Angga mencoba menghentikan Angga, ketika dia melihat Wahyu yang sudah berada di pojok tembok dengan Wajah yang sudah tidak karuan, Rami berlari mendekat kearah Wahyu “Angga stop!” teriak Rami sambil berusaha menahan tangan Angga yang sudah terkepal sangat kuat dan siap mendaratkannya kewajah Wahyu “Angga aku mohon, jangan buat masalah di sini” ucap Rami dengan bibir yang bergetar sangkin takutnya.


Angga melihat wajah Rami yang sudah sangat ketakutan menghentikan serangannya “berani sekali saja kau ngelirik Raya, Habis kau tanpa sisa!” ancam Angga dengan bencinya. “sekarang keluar dari sini! Jangan cerita kesiapapun tentang hal ini!” tegas Angga kepada Wahyu.


Wahyu pun hanya menurutinya karena dia tau dia yang salah dan pantas mendapatkan ini semua. tapi ada keganjalan dihatinya kenapa Angga bisa semarah ini?.


“Rami, jangan kelapangan, beresin ini semua dan saat Raya sudah kembali bawa dia ketaman dekat mess” ucap Angga, Rami hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


Saat Angga sudah pergi dari mess Rami langsung membereskan ruangan yang sangat berantakan itu dan kemudian duduk di kasur dengan ketakutan dan juga kehawatiran.


__ADS_2