
Raya membawa Rini menjauh dari lapangan, setelah merasa cukup aman Raya langsung mendorong Rini menyudutkannya ke tembok dengan kasar
“apa yang lo lakuin sama gua?” ucap Raya sambil menahan emosi
Rini tidak berani berkata apa-apa melihat mata Raya yang begitu menakutkan membuat tubuhnya gemetar hebat, kepalanya menunduk, tubuhnya kaku tanpa ada gerakan kecuali getaran rasa takut
“APA YANG LO LAKUIN SAMA GUA!!!!” tegas Raya yang membuat Rini kaget dan nyalinya semakin menciut
Secara bersamaan Rami dan Wahyu telah berada di tempat itu, melihat wajah merah Raya dan tubuh kaku Rini membuat Rami membulatkan matanya penasaran apa yang terjadi sebenarnya. Sedangkan Wahyu hanya menunggu ungkapan kata selanjutnya karena tidak mengerti permasalahannya
“a-a-aku gak lakuin apa-apa” ucap Rini pelan
“JANGAN BOHONG SAMA GUA!!” teriak Raya sambil menghentakan tembok tepat di sebelah Rini yang membuat Rini semakin gemetar
Wahyu yang merasa ambang emosi Raya sudah sampai puncak, mencoba menenangkan suasana “Raya ada apa?” Tanya Wahyu sambil melangkah mendekati Raya
Raya langsung menoleh kearah Wahyu “dia ngasi obat perangsang sama gua tadi pagi, sampai-sampai gua hampir gak bisa nahan diri gua sendiri, gua sembunyi di ruangan kosong untuk menghilangkan pengaruh obat itu tapi gua gak bisa, untuk ada Rezky yang datang buat nolong gua” ucap Raya dengan wajah emosinya
“o-obat perangsang?” Tanya Rami bingung
“dia naruh obat itu kedalam susu yang tadi pagi dia kasi ke gua”
“A-Apa!” ucap Rami terkejut lantaran dia meminum susu pemberian Rini juga
“A-Aku gak ngasi obat apa-apa sama kau” ucap Rini terbata-bata sambil mencoba membela diri
__ADS_1
“gak ada makanan yang masuk ke mulut gua kecuali susu pemberian lo!”
Wahyu yang mengetahui permasalahannya merasa emosi, apa lagi ketika dia mengetahui kalau Raya dan Rezky berada di ruangan yang sama dalam keadaan Raya yang sedang tidak baik
“Memalukan!” ucap Wahyu dengan nada sedikit emosi pada Rini
Rini yang mendengar perkataan Wahyu yang tertuju padanya membuat tubuhnya semakin kaku, darah emosinya mulai menguap. Hal bejat yang dia lakukan pada Raya semata-mata ingin mendapatkan hati Wahyu malah merubah keadaan
“kalo aja kau cowok, jangan harap bisa selamat dari aku!” ucap Wahyu pada Rini sembari menarik tangan Raya untuk pergi yang diikuti Rami
Rini mulai tidak bisa menahan emosinya, dia merasa dipermalukan di depan orang yang dia cintai “Kurang ajar!! Kau pantas mati Raya, aku benci kau!!” gerutu Rini dengan nada emosi yang memburu
Setelah acara upacara selesai semua orang juga sudah kembali ke mess dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah
Rini yang masih merasa di permalukan, tidak bisa menahan emosinya lagi, beberapa kali dia membanting barang yang berada di sekitarnya. Dia berjalan kelantai dua menuju kamar Wahyu untuk memberikan penjelasan karena dia tidak mau Wahyu menganggapnya sebagai wanita jahat
Dia awalnya bingung kenapa pistol ini bisa ada di dalam mess. Tapi seketika dia mengingat sesuatu buru-buru dia menyembunyikan pistol itu ke dalam bajunya dan membersihkan pecahan vas bunga yang berserak lalu segera pergi dari tempat itu, mengurungkan niatnya untuk menjumpai Wahyu, dia rasa ada cara yang lebih menyenangkan untuk membalaskan dendamnya
Saat semua orang sudah bersiap-siap dan bahkan ada sebagian yang sudah memasuki bus. Raya masih berada di dalam mess memastikan semua sudah tertangani dengan aman
Dilain sisi Rezky meminta izin pada Master untuk pulang bersama pamannya tidak ikut dalam rombongan bus, karena ada suatu hal yang harus di kerjakan, Rumah paman nya juga tidak jauh dari mess
Master mengizinkannya dan meminta Angga dan Wahyu untuk mengantarkan Rezky ke rumah pamannya dan kembali dengan segera
Setelah semua sudah beres Wahyu dan Angga juga sudah kembali, bus siap untuk di lajukan. Raya tidak kebagian tempat duduk bersebelahan dengan Rami karena sudah di isi oleh orang lain dan ia memilih duduk dengan Angga dan Wahyu
__ADS_1
Dua bangku untuk 3 orang, merasa sedikit sempit memang tapi itu kemauan Raya, tidak ada kursi kosong lainnya kecuali kursi sebelah Rini
Raya yang sudah sangat benci dengannya tidak ingin duduk berseblahan dengannya, dia hanya menaruh tas ranselnya di sebelah Rini dan membawa tas selempang privasi miliknya lalu memilih duduk bersama Angga dan Wahyu
“Raya kamu kenapa duduk disini, sempit tau! Sebelah Rini kana da bangku kosong tas kamu juga di situ” Protes Angga
“Abang aja sana yang duduk sama dia, aku gak sudi!” ketus Raya kesal
“emang kenapa?” Tanya Angga bingung sembari mengerutkan dahinya
“gakpapa, jijik aja”
“ehh.. kalian udah baikan?” ucap Raya seraya tersenyum lebar kearah Angga dan Wahyu
“udah” jawab Angga singkat sambil memalingkan wajah dari Raya
“cieee..cieeee” ucap Raya sembari tertawa kecil, sedangkan Wahyu hanya mendengarkan ocehan Raya dengan menaikan satu alisnya
Bus melaju dengan kecepatan sedang. Mereka sudah di pertengah jalan namun tiba-tiba bus berhenti mandadak di jalanan yang cukup lebar dan dikelilingi oleh tebing tinggi dan jurang yang curam
Terlihat kehebohan orang-orang yang berada di dalam bus, untungnya bus sempat menepi tadi, jadi tidak terlalu mengganggu kendaraan lainnya
Dua orang pengemudi bus turun untuk memeriksa keadan bus, saat selesai memeriksa keadaan bus mereka terlihat sedang menelepon seseorang sepertinya ada sedikit masalah dengan bus itu
Mereka diminta turun dari dalam bus karena bus akan diperbaiki, mereka memilih menunggu di sebuah Masjid dengan halaman cukup luas yang tidak jauh dari keberhentian bus
__ADS_1
Dilain sisi Rini sudah merencanakan sesuatu, tapi dia tidak menyangka kalau ada kejadian bus mogok seperti ini ‘kenapa busnya harus mogok segala sih, di tempat begini lagi’
Seketika wajah cemberut Rini berubah menjadi senyuman sinis mungkin ada cara yang lebih aman bagi dirinya untuk membalaskan dendam pada Raya.