Tuhan Aku Merindukanmu

Tuhan Aku Merindukanmu
Kehidupan Rezky


__ADS_3

“Raya berikan tubuhmu padaku” ucap Rezky lirh, dia tiada henti ******* bibir mungil itu tangan kanannya berada pada area sensitif Raya yang kapan saja bisa membuat gadis itu mendesah karena sentuhannya, sedangkan tangan kirinya menjadi penopang tubuh kekarnya.


“ky… umppp…” pekikan Raya yang tertahan, Rezky kini sedang mencengkram dan menyelusuri area sensitif Raya dengan tangannya.


“aku menginginkanmu kumohon berikan tubuhmu sekarang” Rezky sudah mulai membuka kain yang melekat pada tubuh Raya, tiba-tiba suara dering Hp terdengar nyaring dan berhasil membuat mereka berhenti dari aksi panas itu.


Rezky mengabaikan suara dering ponselnya dan kembali fokus menjuluti pakaian Raya “ky Hp kamu bunyi” Raya menggenggam tangan Rezky yang kini hendak membuka pakaian dalam bawahnya “biarkan saja” ucap Rezky acuh dan berusaha membuka pakaian dalam Raya  karena tangannya digenggam kuat oleh Raya.


“ky kalau itu penting gimana?” Raya mengenggam tangan Rezky lebih kuat lagi berusaha menyadarkan pria didepannya kini yang sedang di selimuti kuat oleh nafsu.


Rezky berdecak kesal lalu mengambil ponselnya tanpa mengubah posisinya pada Raya sembari mengangkat telepon yang ternyata dari adiknya, entah apa yang sedang mereka bicarakan, Rezky hanya bergumam tidak jelas di telepon.


Raya perlahan melepaskan tidihan tubuhnya dari Rezky namun Rezky tetap kukuh pada posisinya yang membuat Raya sulit bergerak, terpaksa Raya mencari jalan lain untuk mengubah posisi mereka, diciumnya bibir Rezky yang sedang bergumam pada telepon lalu didorongnya perlahan tubuh atletis itu hingga tubuhnya bisa berleluasa bergerak “akhirnya” ucap Raya setelah berhasil melepaskan diri dari tindihan Rezky.


Rezky masih menempelkan telepon pada telinganya masih bergumam-gumam tidak jelas lalu dia mematikan sambungan telepon tersebut. “siapa?” Raya menyandarkan tubuhnya di dada Rezky dan membenamkan wajahnya dileher pria itu.


“adik” jawab Rezky sambil mengelus-elus punggung Raya “kau ngantuk?” Tanya Rezky yang dijawab gelengan kepala dari Raya “ceritakan tentang kehidupanmu” ucap Raya namun Rezky hanya terdiam dan sibuk dengan Rambut panjangnya “ceritakan tentang kehidupanmu…” rengek Raya “kenapa kau tiba-tiba tertarik pada kehidupanku” Rezky kini mendekap Raya dengan erat seakan mencurahkan perasaannya lewat pelukan itu.


Raya membalas pelukan erat Rezky “aku juga tidak tau. Tapi aku mau dengar kau bercerita tentang kehidupanmu” Rengek Raya sesekali dia mengecup leher jenjang Rezky. Entah apa yang ada di pikiran dan hatinya kini, rasanya dia tidak mau kehilangan Wahyu namun dia juga tidak sanggup berada jauh dari Rezky, perasaan yang membingungkan.


Rezky menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan “diumurku yang 3 tahun di waktu ibu sedang mengandung adikku” Rezky mulai bercerita “aku dibawa oleh tanteku tinggal di Amerika karena suaminya adalah orang sana dia membawaku karena dia belum di karuniai anak dan waktu itu ibu sedang hamil jadi biar ibu juga bisa fokus dengan kehamilannya” Raya menaikan kedua alisnya saat mendengar cerita Rezky “terus, terus?” ucapnya antusias seraya memainkan jarinya diperut kotak-kotak Rezky yang sedang tidak memakai baju.


“tinggal dan tumbuh di Negara yang begitu bebas membuat pergaulanku pun tumbuh dengan bebas ditambah lagi tante dan om ku adalah orang kaya-raya om adalah pembisnis terkenal di kalangan pembisnis lainnya tentu hidupku penuh dengan kata sempurna. Rokok, Narkotika, Bar adalah temanku” Raya mendongak keatas menatap


wajah tampan di depannya, dia sangat-sangat terkejut saat mendengar ucapan Rezky. Rezky mengecup bibirnya lalu tersenyum tipis padanya “namun saat Umi dan Abi tau tentang cara hidupku di sana, mereka membawaku kembali pulang ke Indonesia setalah aku selesai dengan sekolahku disana tepatnya dua tahun lalu” lanjut Rezky.


“awalnya sulit bagiku berinteraksi dengan orang di sekelilingku mereka sangat berbeda jauh denganku. Abi mengajariku tentang Agama, meluruskan jalanku yang sudah sangat kusut. Aku bahkan dimasukkan kepesantren milik Abi selama 3 bulan untuk membiasakan diriku agar terlepas dengan kehidupan lamaku. Dan saat aku berhasil


melewati 3 bulan di pesanteren aku masuk keperguruan Silat kita sekarang, awalnya aku juga mengikuti beladiri Silat di Amerika, dan jadilah seperti aku yang sekarang” jelas Rezky.


Raya membenamkan wajahnya lebih dalam lagi “sudah berapa banyak wanita yang tidur denganmu” Tanya Raya lirih bibirnya sedikit bergetar saat mempertanyakannya.


Rezky hanya tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan Raya “kenapa kau tanyakan itu” ucapnya sambil diiringi tawa “kau bilang Bar adalah temanmu, pasti disana banyak wanita penggoda. Tidak mungkin mereka tidak menggodamu dengan wajahmu seperti ini” ucap Raya ragu dia bahkan menggigit bibi bawahnya perasaannya terasa sesak saat dia mengucapkan kalimat itu.


“ada apa dengan wajahku” ucap Rezky masih dengan tawanya “terlalu banyak wanita penggoda disana mereka sangat cantik dan sempurna dengan pakaian minimnya” Raya menggigit lebih kuat lagi bibir bawahnya dan tanpa dia sadari airmata telah menetes membasahi pipinya.


Rezky mengangkat wajah Raya menghadapnya, menghapus air mata yang telah menodai wajah cantik gadis dihadapannya, ditatapnya mata Raya yang kini sedang berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Rezky mengecup mata itu berulang-ulang lalu kecupan itu berubah menjadi ciuman hangat saat dia sudah berada di bibir


Raya “aku belum menyentuh siapapun selain dirimu, bahkan ciuman pertamku ada padamu Raya” ucap Rezky disela-sela ciuman mereka, lalu dia kembali ******* bibir gadis itu dengan sangat lembut. Mungkin keliaran yang sekarang sedang menyelimuti Rezky karena terbawa pengaruh dari kehidupannya yang begitu bebas.


Raya tersenyum lega saat mengetahui dialah orang pertama dalam hidup Rezky “jadi dimana keluargamu sekarang? Kenapa kau tidak tinggal dengan mereka?” Tanya Raya setelah berhasil menyelamatkan bibirnya dari ciuman bertubi-tubi Rezky dan membenamkan wajahnya pada dada bidang itu.


“aku tinggal bersama mereka, namun terkadang aku tidur disini saat aku ingin sendiri, rumah ini dibangun Abi tiga tahun lalu, memang disediakan khusus untukku. Aku juga akan tinggal disini bersama istriku nanti” tiba-tiba jantung


Raya serasa berhenti berdetak saat mendengar kata ‘istri’ terlontar dari bibir Rezky.

__ADS_1


Andai saja semua tidak begini, andai saja dulu dia tidak bertemu Rezky mungkin perasaan yang teramat sakit ini tidak akan muncul “ky boleh aku jujur padamu” Raya terlihat sedikit Ragu “tentu saja” Rezky kembali menangkup wajah Raya menghadapnya dan dielusnya pipi mulus Raya dengan ibu jarinya.


“aku sedikit bingung dengan perasaanku saat aku bersamamu” Raya memejamkan matanya menundukan wajahnya ‘kumohon jangan menagis aku bukan wanita yang lemah’.


“aku mencintaimu” ucapnya namun terdiam sebentar lalu melanjutkan kalimatnya “tapi aku juga tidak ingin kehilangan Wahyu aku menyayanginya lebih dari apapun, dia selalu ada saat aku terpuruk dia orang yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkah konyolnya. Aku tidak mau kehilangannya ky.. hikksss… tapi aku juga tidak mau berada jauh dari mu, aku harus apa hikss..hikksss..” Rezky menghela napas kasar memeluk Raya dengan sangat hangat dia tau perasaan Raya sekarang seperti apa namun dia juga senang ketika Raya juga memiliki perasaan yang sama sepertinya.


“aku tidak memaksamu, berbahagialah dengan orang yang bisa membuatmu bahagia. Aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan berada jauh darimu, kau masih ingat janjiku padamu waktu itu kan, kau bisa melakukan apapun padaku jika aku melanggar janjiku. Jangan memikirkan hal yang membuatmu bersedih, jalani saja sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan Tuhan untuk kita. Aku tidak sanggup melihatmu terus bersedih Raya”.


Raya terus memeluk pinggang Rezky dengan erat, dia berusaha keras menahan airmatanya agar tidak tumpah sampai sesekali dia senggugukan. Rezky membaringkan tubuhnya dengan Raya didekapannya “kau pasti lelah, tidurlah jangan khawatirkan apapun aku disini bersamamu” Rezky mengelus-elus punggung Raya elusan itu terasa


nyaman dan membuat Raya lebih tenag sama persis seperti elusan Angga padanya.


Raya mencoba memejamkan matanya berusaha tidak memikirkan apapun lambat laun ia pun tertidur dalam bekapan Rezky.


 


***


 


Raya terbangun dari tidurnya dia tidak menemukan Rezky disana, jam sekarang menunjukan pukul 02.00, dia mengucek-ucek matanya diraihnya tas selempang miliknya dan mengambil Hp dalam tas selempang itu lalu mengecek Hpnya “astaga” pekiknya.


Panggilan tidak terjawab dari Angga sebanyak 12 kali dan dari ibu sebanyak 6 kali. Raya bangkit dari kasur berjalan kebawah sambil mengecek pesan masuk yang bertubi-tubi dari Angga.


‘Abang’


“ini udah malam kok belum balik juga”


“ibu udah mulai khawatir ni”


“teleponnya kok gak dianggkat”


“Raya kamu dimana? Masih sama Rezky gak?”


“ini hujan deras”


“Raya jawab Abang!”


BRUKK!! Tanpa sengaja Raya menabrak tubuh Rezky di hadapannya “eh..” pekiknya kaget “kamu tu kalo jalan liat-liat apalagi sekarang ada ditangga, ntar kalo jatuh gimana?”.


Rezky yang sengaja menghentikan langkahnya karena melihat Raya jalan tergesa-gesa menuruni tangga malah ditabrak Raya begitu saja, untung badan Rezky kekar jadi bisa menopang tubuh mereka kalau tidak sudah dipastikan mereka akan terguling kebawah.


“maaf ky” Raya menyembunyikan Hp dibalik punggungnya “kamu kenapa?” Tanya Rezky heran dengan tingkah Raya “enggak, enggak papa kok” jawab Raya dengan senyum mengembang di bibirnya padahal sekarang ini perasaannya sedang kacau apa yang harus dikatakannya pada Angga nanti.


“kamu lapar? Mau makan apa?” Tanya Rezky yang berhasil membuat Raya tersadar dari lamunannya. Huh! Abangnya pasti akan marah padanya sekarang karena tidak mengabari apapun “aku gak laper” ucap Raya “kamu dari tadi malam belum makan apapun kemarilah akan kubuatkan sesuatu untukmu” Rezky berjalan mengarah dapur yang diikuti dengan Raya.

__ADS_1


Raya duduk dimeja makan dia hanya duduk diam termenung


Cup


Rezky mengecupnya dengan tiba-tiba “eh..” Raya kaget dari lamunannya “kamu mau makan apa? Kenapa dari tadi bengong terus” Rezky mencoba kembali mengecup bibir Raya namun dengan cepat di tahan oleh tangan Raya “aku makan roti aja” Raya mengambil selembar roti diatas meja makan namun rotinya malah diambil oleh Rezky. Rezky menghembus napas kasar “aku masakin kamu pasta tunggu sebentar” Rezky mengambil pasta instant di lemari dan mulai mengolahnya.


Raya hanya melihat Rezky yang menurut penglihatannya sangat ahli dalam masak-memasak, Rezky hanya mengenakan boxer hitam polos sedangkan tubuh atasnya tidak tertutup apapun menampakan jelas otot-otot sempurna pada tubuhnya yang tinggi tegap ditambah wajah yang sangat tampan.


Raya berdiri dari duduknya berjalan mengarah Rezky yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk dirinya “ada yang bisa saya bantu chef” ucap Raya dengan senyum mengembang di bibirnya seakan sudah lupa dengan pemikirannya tentang Angga dan Ibu.


Rezky mengecilkan api pada kompor “ya tentu” ucapnya sembari menunjuk pipi kanannya mengisyaratkan Raya untuk menciumnya “huh!” decak Raya kesal tapi tetap saja dia mencium pipi Rezky. Rezky hanya tertawa kecil melihat wajah Raya “hanya sebelah?” ucap Rezky sambil menyentuh bibir mungil Raya yang mulai cemberut “kau hanya menunjuk disebelah situ” ucap Raya “teman sebelahnya cemburu karna kau hanya mencium di satu sisi saja”.


Cup


Raya mendaratkan ciuman keduanya lagi pada pipi kiri Rezky “disini belum” Rezky menunjuk bibirnya yang sedang tersenyum kecil “TIDAK! Kalau disitu bukan hanya kecupan yang terjadi pasti kau akan meminta yang lebih lagi” Raya menatap dengan tatapan kesal dahinya mengkerut seakan menyatukan kedua alisnya.


Raya berjalan kearah lemari gantung, mengobrak-abrik lemari mencari sesuatu yang bisa ditambahkan pada pastanya nanti, seketika bibirnya tersenyum semringah ketika mendapatkan sekotak keju dilemari gantung tersebut.


Rezky sudah selesai dengan hidangannya, Raya menambahkan parutan keju yang sudah diparutnya tadi cukup banyak pada pasta buatan Rezky.


Dia mulai menyantap pasta itu “enak” Raya tersenyum pada Rezky yang duduk di sampingnya, Rezky juga membalas senyuman Raya “terima kasih” ucap Raya lalu kembali menyantap makanan di hadapannya.


“kapan terakhir kali kamu makan nasi?” Tanya Rezky penasaran karena dia belum pernah melihat Raya memakan makanan lain selain Roti dan susu putih


“hemmm” Raya memutar-mutarkan bola matanya mengingat kapan terakhir kali dia menyentuh nasi “tiga bulan lalu ehh tidak… empat bulan yang lalu sepertinya” ucap Raya mencoba mengingat kembali. Waktu itu mereka dapat nasi kotak dari Aini karena ibunya sedang arisan, tentu Raya tidak memakannya dia memberikan pada adiknya,


dengan tiba-tiba adiknya malah menyuapi makanan itu pada Raya, dengan terpaksa dimakannya lah sesuap nasi dengan lauk daging rendang.


“apa kau tidak pernah makan makanan lain selain roti keju dan susu putih itu?” Rezky menatap aneh orang didepannya kenapa ada orang sepeerti Raya, nasi adalah makanan pokok, bahkan ada yang beranggapan kalau belum makan nasi belum kenyang, Gadis ini malah sebaliknya.


“aku suka Durian, setiap musim durian aku pasti akan membelinya”.


“Durian?” Tanya Rezky bingung.


“Durian itu enak tau, apalagi baunya” Raya tersenyum memejamkan mata membayangkan rasa juga harum pada buah Durian kesukaannya.


Raya mengelus-elus perutnya pastanya sudah habis terlahap, baru kali ini dia merasakan perut yang begitu kenyang dan begah, dia beranjak dari kursi mencuci piring makannya lalu kembali duduk bersama Rezky di meja makan.


Rezky mengecup bibir Raya sekilas lalu mengancingkan tiga kancing baju kemeja Raya yang terbuka. Raya malu jadi salah tingkah sendiri, kenapa dia tidak sadar kalau kancing bajunya terbuka. Kancing baju itu pasti karena ulah Rezky dikamar tadi.


“apa kasus Rini sudah selesai? Apa tidak ada meminta keterangan lagi dari polisi?” Tanya Raya dengan pandangan tunduk kebawah tapi wajahnya masih menghadap Rezky.


Rezky menyelipkan rambut ketelinga Raya mengelus lembut pipi merah muda itu “tidak, semua sudah selesai” Raya kembali menatap Rezky matanya kini mulai berkaca-kaca “jangan bicarakan tentang Rini jika itu membuatmu sedih” Rezky masih terus mengelus pipi Raya


“Rini adalah temanku, dia teman baikku dulu” ucap Raya sembari membenamkan wajahnya pada leher Rezky

__ADS_1


“teman baik?” Tanya Rezky heran. Raya kan sama Rini selalu terlihat tidak akur, ini kenapa bisa jadi teman baik gimana ceritanya?


__ADS_2