
Seorang pria gagah dengan penampilan santai terlihat memasuki sebuah ruangan khusus yang dihuni oleh perempuan tak sadarkan diri. Pandangan mata pria itu langsung tertuju pada sosok yang masih memejamkan kedua matanya tersebut.
Meski dokter serta perawat yang menemaninya mengatakan jika pasien tersebut baru saja menunjukkan tanda kemajuan. Namun, pria itu masih berkecil hati lantaran wanita yang begitu ia cintai masih enggan membuka kedua matanya.
"Ra, kau mendengar aku? Bangunlah, Ra. Jangan menderita seperti ini!" ucapnya sembari mengusap kedua matanya yang mulai berair hingga tanpa sadar butiran itu mulai menganak sungai di pelupuk matanya.
Pria yang begitu mencintai Raisa itu tak pernah sekalipun mengurangi kadar rasa sayangnya pada kekasih hati yang masih terbaring koma.
Selama itu pula, Fabian tak sekalipun berniat meninggalkan Raisa sedetikpun. Rasa cintanya yang tulus selalu menjadi semangat dalam membubuhkan kesetiaan pada Raisa.
Kedua anak cucu Adam itu memang saling mencintai sejak mengenyam pendidikan tinggi. Baik Fabian serta Raisa berkomitmen akan membawa hubungan mereka hingga ke tahap yang lebih tinggi.
Namun, restu dari orangtua Raisa lah yang menjadi batu sandungan pemuda pemudi itu untuk mengukur cinta mereka.
Saling mencintai serta serius saja tak cukup membuat orangtua Raisa menurunkan restunya. Bahkan hingga keduanya telah saling terikat satu sama lain saja, restu itu tak kunjung datang.
Hingga membuat Raisa rela melakukan segala macam cara demi mengantongi restu seperti sengaja bertindak hingga di luar batas yakni sampai hamil.
Namun, semua itu tak mengubah cara pandang orangtua Raisa. Murka lantaran sang anak telah mencoreng nama baiknya, membuat ayah Raisa sengaja menjodohkan sang putri dengan anak dari janda konglomerat dari keluarga Mochtar.
Raisa yang kala itu sedang hamil muda dipaksa menikah dengan calon pilihan ayahnya. Dan jika Raisa menolak, ayahnya tak segan-segan untuk menghancurkan hidup Fabian serta Raisa sendiri.
Betapa hancur lebur hati Fabian mendengar sang kekasih akan dijodohkan. Tak sampai situ saja sakit hati Fabian.
Pernikahan Raisa dengan putra orang kaya yang digadang-gadang bisa membangun bisnis orangtua gadis itu rupanya tak berjalan mulus. Raisa harus tahan menghadapi suami pilotnya yang hanya memikirkan masalah pekerjaan dan tak sekalipun memiliki waktu untuknya.
Sumpah membahagiakan hanya berada di mulut saja. Raisa tak sama sekali merasakan kebahagiaan dari sang suami seperti yang ia dapatkan dari Fabian yang penuh perhatian. Suami Raisa memiliki sikap cuek yang hanya memikirkan perasaannya saja.
Kehamilan yang semakin besar itu tak membuat suami Raisa curiga, pria itu selalu menghormati Raisa selayaknya istri. Hanya saja, Raisa lah yang tak menyadarinya. Ia selalu dibutakan oleh cinta dan terus saja membandingkan suaminya dengan Fabian.
__ADS_1
Hingga putri mereka hadir di dunia, Raisa tak sama sekali menginjakkan kakinya di batas kebahagiaan. Suaminya yang sibuk bahkan tak menemaninya dalam memperjuangkan nyawanya demi melahirkan Alicia.
Dalam kegaduhan hatinya, Raisa selalu berkeluh-kesah pada Fabian. Pria itu lah yang selalu mengerti perasaan Raisa. Bulan pun berganti, Baby Alicia semakin tumbuh cantik selayaknya anak pada umumnya. Namun, perasaan cinta Raisa ke Fabian nyatanya tak bisa dikubur dalam-dalam.
Pendirian Raisa mulai goyah, terlebih lagi James tak memberi perhatian lebih padanya. Hingga menjelang satu tahun pernikahannya, Raisa dengan berani meminta perpisahan dari James.
Tentu saja hal itu menjadi pukulan terberat bagi James, pilot tampak itu tak menyangka jika Raisa belum bisa memupus perasaannya pada sang mantan. Hingga James semakin murka kala mendengarkan fakta mengejutkannya bahwa Alicia bukanlah darah dagingnya.
James tidak terima akan hal tersebut, emosinya membuncah hingga melampirkan pada setiap orang di depan matanya.
Pada malam penuh konflik itu Raisa keluar dari rumah James dan berniat membawa Alicia. Tetapi James melarangnya. Meski Alicia bukan anak kandungnya. Namun, secara hukum, Alicia masih menjadi putrinya. Hingga James mengancam jika sampai Raisa membawa putrinya, James tak segan-segan untuk membunuh Raisa serta Fabian.
Raisa yang ketahuan setengah mati karen ancaman James, berhasil meloloskan diri dengan dibantu oleh temannya. Wanita itu segera menghubungi Fabian dan mengajaknya bergegas pergi dari kota ini dan memulai hidup baru.
Namun, nahas. Rencana tinggal rencana. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Dalam pelarian itu, mobil yang ditumpangi oleh Raisa dan Fabian mengalami kecelakaan karena ditabrak dari belakang yang menyebabkan mobil itu masuk ke jurang.
"Ra, apa kamu tak ingin melihat aku lagi?" Fabian mengelus rambut Raisa dengan lembut seraya berkata demikian.
Tetapi Raisa tak kunjung membuka kedua matanya. Ia masih betah berlama-lama di tempat lain.
**
"Mama ... " seru Alicia memanggil Rebecca yang datang menjemputnya untuk kali pertama selama menjadi mamanya.
"Hai, Belle!" Rebecca gemar memanggil Alicia dengan sebutan Belle yang berasal dari bahasa Perancis dengan arti gadis cantik. Entah mengapa Rebecca menyukai panggilan itu.
"Mama, ini Bu Arum. Guru Alicia.' Cia mengenalkan Rebecca dengan guru TK-nya.
"Selamat siang, Bu! terimakasih telah menjaga Alicia selama ini."
__ADS_1
Tak banyak Rebecca tahu jika Arum adalah teman masa kecil James. Arum sendiri bahkan sampai tersentak ketika Alicia mengenalkan Rebecca sebagai mamanya. Karena selama ini James tidak pernah membahas masalah calon mama Alicia.
"Sama-sama, Alicia sudah ku anggap anakku sendiri. Selamat atas pernikahan Anda. Tapi aku tidak pernah mendengar kabar itu dari papanya Cia?"
Rebecca bingung bagaimana cara menjelaskan pada Arum bahwa ia dan James hanya sepakat untuk pura-pura menikah. Hingga Rebecca hanya menjawabnya dengan senyuman saja.
"Terimakasih atas ucapannya, kita pulang dulu, ya?' Rebecca tak menjelaskan masalah pernikahan itu, dan hal tersebut semakin membuat Arum bertanya-tanya tentang kebenaran pernikahan James dengan Rebecca.
Arum hanya bisa memperhatikan kepulangan Alicia serta ditemani oleh Rebecca saja. Hati kecilnya bergejolak benarkah Rebecca adalah wanita yang dipilih oleh James?
...****...
Aku pernah teronggok pada kehancuran karenamu
Butir butir air mata mengalir dan melahap diriku
Bunga cintamu yang pernah merajai hatiku, ku biarkan lenyap dan terbuang
Karena aku takut, hatiku dipenuhi cinta palsu
Tanpamu di sisiku akan terasa berat bagiku. Namun, seseorang sepertimu harus kulupakan
Sebab hadirmu hanya merajut luka hati yang membawa kepedihan bagiku
Aku akan berjuang tuk hempaskan bayang bayang dirimu dari hati dan
__ADS_1