
Kini, pernikahan penuh benefit tersebut telah berjalan sebulan lamanya. Baik Rebecca maupun James Sama-sama enggan untuk bergerak ke posisi yang lebih jauh lagi. keduanya masih memegang teguh kesepakatan yang telah dibuat untuk tidak ikut campur pada urusan masing-masing.
Seperti pada suatu pagi, sebelum Rebecca keluar dari rumah untuk mengantar sang putri semata wayangnya sekolah, seorang kolega James datang ke rumah mereka untuk mengantarkan sebuah barang yang dimasukkan ke dalam travel bag khusus Nusantara Air. Para air crew memang menggiurkan tas itu untuk menyimpan peralatan mereka.
"Saya membawakan barang kapten, Bu! penjaga di depan mengatakan jika saya bisa menemui Nyonya rumah." jelas pria muda yang mengaku teman dari James, suami alakadarnya Becca.
"Nyonya? Aku tidak tahu di mana Nyonya rumah ini. Tapi Kamu bisa menitipkan saja padaku," jawab Rebecca dengan wajah santai, lebih dari sesantai ketika menikmati sunrise di pagi hari.
"Loh, Anda bukan Nyonya rumah?"
"Bukanlah, aku pengasuh anaknya." Rebecca menerima tas itu dan segera membawanya masuk sebelum ia dan Alicia terjebak macet nantinya.
**
James pun sama, pria malang itu tak ingin membuang-buang waktunya untuk ikut campur urusan Rebecca. Selain urusan Fabian kakaknya, karena hal itu berpengaruh terhadap dirinya.
Tepat seusai landing dari Pangkal Pinang, jadwal flight paginya. James segera pergi untuk melaporkan jam kerjanya. Pada saat itu, datanglah pria muda yang James telah mintai tolong untuk membawakan barangnya ke rumah.
"Pagi, Capt!"
"Hai, pagi juga. Bagaimana barangku?" James yang meminta penjelasan dari juniornya menuntut jawaban itu.
"Beres, saya tidak bertemu dengan istri Anda. Tapi barang Anda saya titipkan pada pengasuh putri Anda, Capt."
"Pengasuh?" Seingat James, ia tidak memesan jasa pengasuh infal untuk Alicia karena jadwal kerja Becca yang akan dimulai pada pagi ini.
"Iya, wanita cantik yang berada di rumah Anda, bertubuh kurus serta berambut hitam pekat."
__ADS_1
Dari jawaban junior tersebut, James menduga jika temannya salah menduga bahwa Rebecca adalah suster Alicia.
"Tidak! kau salah, dia bukan pengasuh anakku. Dia adalah ... " Belum sampai James menjelaskan perihal status Rebecca. Namun, pilot muda itu telah memotong pembicaraan James.
"Dia mengatakan sendiri jika pengasuh putri Anda, Capt ... Anda pintar mencari pegawai."
Dan pada akhirnya, James hanya bisa cengo seperti kerbau yang dicocok hidungnya mengajari Rebecca yang keberatan mengungkapkan status pernikahannya.
"Apa menjadi istriku begitu aib baginya? Apa mengakui sebagai nyonya rumah sangat berat baginya?" James kesal sendiri dengan tingkah Rebecca yang sama sekali tidak mempublikasikan pernikahannya.
**
Di tempat lain, Rebecca bersin-bersin dan langsung menutup mulutnya. Becca tidak mau jika seisi ruang poli Toraks dan Kardiovaskula menjadi tertular oleh kuman yang ia keluarkan lewat bersin barusan.
Hari ini Becca akan menjadi dokter praktik pada poli tersebut. Tiba-tiba ponselnya berpendar yang menandakan ada pesan yang baru saja masuk. Untung saja, belum ada pasien yang mendaftar ke poli. Sehingga ia masih bisa leluasa membuka pesan tersebut.
"Nanti malam ikut gala dinner, tak ada jawaban TIDAK!" Isi pesan dari James.
Rebecca membayangkan jika James dengan wajah tak santai miliknya berkata seperti itu. Hal tersebut bisa membuat asam lambung Becca naik pagi ini.
"Caps lock-nya jebol kali ya?" Kesal, Becca mencerca James setelah melihat kata tidak ditulis menggunakan huruf kapital yang menandakan jika James sedang memaksa.
"Aku tak memiliki cukup waktu untuk pulang mengambil gown." Alasan klasik seperti itu dipakai oleh Becca untuk menolak James dengan alasan harus pulang dulu ke rumah mamanya untuk menyesuaikan busana yang akan ia pakai jika jadi.
Tak perlu menunggu lama, pada layar ponsel Becca terlihat James sedang typing yang menandakan jika pria klasik itu sedang melakukan perlawanan.
"Tak perlu, aku akan menjemputmu memilih gown."
__ADS_1
Nah loh, alasan apalagi yang akan diucapkan oleh Rebecca untuk menghindari gala nanti malam. Gala dinner Bukan hal yang aneh bagi Rebecca. Tetapi yang aneh adalah ia akan menghadiri acara resmi dengan James. "Apa dia waras? Cari mati saja!" umpat dokter cantik itu tanpa membalas pesan James dan segera memasukkan ponsel ke dalam sakunya.
**
Seperti janjinya pada Rebecca, James tampak memarkirkan mobilnya dan menunggu Becca keluar dari tempatnya bekerja. Bahkan, siang tadi tugas menjemput Alicia yang ia serahkan pada Becca, James lakukan sendiri.
Entah dirasuki setan apa yang jelas sore tanpa angin ribut atau badai ini James datang menjemput pengasuh Alicia seperti yang dikatakan oleh Becca sendri.
"Kurang baik apa aku mau menjemput pengasuh anakku?" James bermonolog sendiri di depan mobilnya yang sudah terparkir rapi di tempat parkir khusus.
Padahal Rebecca sendiri datang ke rumah sakit dengan mengendarai mobilnya. Dan atas permintaan nyeleneh inilah, Becca harus membuat mobilnya menginap di rumah sakit lagi.
"Kenapa harus menghamburkan untuk hal yang tidak perlu?" Becca tahu betul seperti apa rasanya mencari rupiah. Dan James dengan santai mengajaknya memilih busana yang cucok untuk dipakai nantinya.
"Ya, aku harus membuat pengasuh putriku menjadi peran utama." jawab James begitu melihat rona ketidakpuasan di wajah Rebecca.
Selama ini tak banyak yang Becca tahu seperti apa kehidupan ekonomi James. Yang Becca tahu, James hanya seorang pilot penerbangan sipil meski memiliki ibu orang kaya, tetapi James tidak pernah menampakkan diri sebagai pria kaya sebagaimana adik lelakinya.
Apalagi James begitu menyinggung kata pengasuh, "Apa aku melakukan kesalahan lagi? Bukankah aku tidak membuat masalah dengannya?" pikir Rebecca.
"Oh, masalah tas tadi? Aku tidak membukanya kok! sumpah."
...****...
__ADS_1