
Sadar sudah tak muda lagi, tak membuat James harus patah semangat demi mengejar cinta Rebecca. Entah cinta seperti apa yang ia bahas di sini, nyatanya James sama sekali tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Becca.
Selain mencukupi semua kebutuhan di rumah, James juga bertanggungjawab sepenuhnya terhadap keselamatan serta kebahagiaan keluarga kecilnya termasuk salah satunya Rebecca.
Berulangkali kali ia coba mempraktekkan kiat-kiat di dalam buku yang ia baca. Iya, untuk menyenangkan hati Rebecca, James menunduk egonya dengan membeli sebuah buku sialan yang berjudul "Panduan Kencan Panas" seperti yang direkomendasikan oleh sang playernya yakni Thomas.
"Kakak harus lebih perhatian lagi sama kakak ipar, jangan galak-galak karena wanita tidak suka pasangan yang galak,"
"Terus?"
"Cobalah rayu kakak ipar dengan barang yang ia suka, seperti perhiasan atau barang mahal lainnya."
James yang seumur hidupnya tidak pernah berinisiatif memulai merasa kesulitan jika dihadapkan dengan persoalan seperti ini. Sama seperti mendiang Istri James terdahulu, pria itu kesulitan menjalin hubungan yang baik dengan wanita. Sehingga Raisa merasa sesak hidup bersama pria kaku seperti James.
Tak berbeda dengan Raisa, meski telah berulang kali Cia dan juga Thomas menyuruh James untuk bersikap lebih lunak lagi terhadap Rebecca, nyatanya pria itu masih belum juga bisa menyingkirkan perangi buruknya yang mudah sekali marah.
Hanya saja kini, James mulai tertarik dengan ketulusan hati Rebecca. Selain bersikap baik dengan Cia, Rebecca tidak pernah mengeluh sama sekali jika James perintahkan. Bukan lantaran kontrak kerja, Rebecca sering mengalah di depan James karena enggan berdebat.
Karena itulah, benih-benih yang entah apa namanya itu mulai muncul. Selama sebulan lebih ini lah, Rebecca telah menjalankan tugasnya dengan baik, bahkan Becca juga tidak keberatan ketika Nyonya Meliati sesekali memintanya untuk menemani dikala wanita itu itu melakukan kegiatan sosial.
Becca dengan sabar dan telaten mengikuti setiap acara saat Nyonya Melati mengajaknya. Tak terbesit di benaknya menolak ataupun protes karena sudah menganggap wanita tua itu sebagai ibunya sendiri.
Tak salah jika kini, James menaruh hati serta perasaannya pada Rebecca.
Merayu sudah, mengajak makan makan romantis juga sudah. Lalu hal spesial apa lagi yang harus dilakukan oleh James untuk merebut hati itu? Ataukah Rebecca tidak tertarik pada pria? Karena setiap kali James membahas ke arah yang lebih intim, Becca selalu berusaha membelokkan.
Dalam buku yang James baca, terdapat sebuah kalimat pamungkas dalam meluapkan perasaannya "Izinkan aku dengan segala perasaan yang dititipkan Tuhan ini untuk membuat pengakuan. Sudah sejak lama diri ini menyimpan rasa suka yang sangat besar. Bukan, aku tidak ingin memilikimu. Aku hanya ingin menjagamu hingga ajal menjemputku."
Meski telah berulang kali James menghapalkannya, Tetapi lidah pria itu selalu kelu jika berhadapan langsung dengan sang istri.
Kalimat simpel seperti Aku mencintaimu saja begitu sulit diucapkan oleh James, menurutnya Passenger Announcement lebih mudah diucapkan daripada pengakuan cinta.
**
Seperti sepulang kerja ini, James mendapati anak serta istrinya telah pulas dalam buaian mimpi. Di malam yang sudah larut ini lah, James baru saja tiba di rumah dari pekerjaannya.
Pria itu langsung masuk ke kamar sang putri tercinta karena sudah hapal kegiatan istri dan anaknya. Rebecca sering menemani tidur Alicia jika ia tidak ada jam jaga malam.
Dan meskipun Becca dan James telah tidur bersama, tak membuat wanita itu berani memasuki kamar papa Alicia. Entah apa yang ada di benak Rebecca, ia selalu menjaga privasi James sama seperti ketika ia baru tiba di rumah ini.
James tak bosan memandangi wajah yang belakang ini ia rasa cukup cantik itu. Sesekali James juga mengelus kepala sang istri kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.
Suara embusan napas wanita yang tengah tertidur itu mampu menenangkan hati James. Dalam beberapa hari ini, senyum Cia dan juga bawelnya Rebecca lah yang bisa mengobati segala keluh kesah James. Dalam masalah pekerjaan ataupun Fabian.
Tak ingin melewatkan momen indah seperti ini, membuat James mengeluarkan ponsel kemudian mengambil gambar dua malaikatnya yang masih tertidur.
Tidak puas dengan hanya mengabaikan momen indah ini, James lancang meng-upload foto anak serta istrinya ke media sosial miliknya dengan sebuah caption yang bisa membuat orang berdecak kagum terhadap James.
"Melindungi kalian adalah tugasku,"
Seusai melakukan tindakan di luar kebiasaannya, James berencana membawa Rebecca naik ke lantai atas, ia ingin agar wanita itu menjadi penghuni kamar sunyi di lantai atas. Kamar yang selama ini kosong, seperti bilik di hati James.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita kembali ke tempat kita!"
James merasa bersalah karena selama ini berlaku tidak pantas terhadap Rebecca. Meski sering emosi, semua itu James lakukan untuk mengajari Rebecca menjadi wanita mandiri. Dan ia juga menyesal karena sering meninggalkan sang istri.
Jika James berniat berhenti dari pekerjaannya, Nyonya Melati pasti akan langsung melemparkan semua usahanya pada James. Meski ada salah satu usaha yang kini dipegang oleh Thomas, Tetapi tak menutup kemungkinan putra sulung Mochtar itu akan menerima mandat dari mamanya.
Sudah tua menjadi senjata pamungkas Nyonya Melati untuk mengancam putranya, terutama James. Dan baru saja memperpanjang izin terbangnya menjadi alasan kuat bagi James untuk menolak permintaan itu.
James tiba di kamarnya, seperti rencananya semua James ingin agar Rebecca mengganti tempatnya tidur. Sebenarnya bukan itu saja alasannya, meminta hak James menjadi salah satu alasan terpenting. Selain aman dari gangguan Alicia, kamar ini juga cukup luas jika keduanya hendak berolahraga bersama.
Berbagai variasi bisa dicoba di kamar yang luas ini, seperti di atas ranjang pada umumnya, atau di dalam kamar mandi atau bahkan di luar balkon bisa mereka. Masih banyak waktu, untuk merealisasikan kegilaan James. Hanya melihat tubuh Rebecca saja sudah menjadikan fatish bagi James, padahal wanita itu masih berpakaian. Sejak siang penuh keringat itu, James tidak bisa menyingkirkan bayangkan tubuh Rebecca dari benaknya.
"Hm ... ada apa, Cia?" tanya Rebecca dengan suara seraknya tanpa membuka matanya sama sekali.
Wanita itu tidak sadar jika James lah yang membelainya. Sentuhan demi sentuhan lembut itu cukup mengganggu tidurnya, memang itulah tujuan awal James membelai serta menjamah sang istri. Agar Rebecca bangun dan bersiap menerima nafkah batin seperti pasal pertama pada kesepakatan pernikahan mereka.
"Itu geli ... ah!"
"Tapi enak, bukan?"
Sepertinya Becca mendengar suara bariton dari papa Alicia. Sekonyong-konyong, Becca sontak membuka kedua matanya dan melihat James tengah ber te lan jang dada menindihnya.
Kedua bola mata Rebecca nyaris mencuat karena tidak menyangka jika ia telah masuk ke dalam kandang predator.
...****...
Walaupun aku mengatakan untuk pergi
Walaupun aku mengatakan akhiri saja
Tidak lusuh, tidak pula berkurang
Mengapa cintaku seperti ini?
Satu demi satu aku menghitung berbagai kenangan
Hatiku tak dapat beristirahat meski sejenak
Mendadak seperti koper penuh yang sulit dikontrol
Mengapa tidak bisa bagiku untuk melemparkannya?
Sungguh, hatiku pasti telah membentuk sesuatu entah bagaimana itu caranya
Aku pasti telah menjadi seperti orang yang bodoh, buta karena cinta
Hanya di suatu tempat, setiap hari
Melihatmu di cahaya yang redup
Meskipun kelenjar air mataku sudah rusak
Airmataku tidak dapat berhenti
Yang aku cinta hanya kamu, kamulah satu satunya
__ADS_1
Tidak dapatkah kau mengatakannya padaku?
Meski aku mengulurkan tanganku
Tak peduli berapa kali pun aku memanggilmu
Kau selalu berada jauh dari sisiku
Cinta yang menyakitkan
Kenapa tidak bisa aku menghapusnya?
Sungguh, hatiku pasti telah membentuk sesuatu
Aku pasti telah menjadi seperti orang yang bodoh, buta karena cinta
Hanya di suatu tempat, setiap hari
Melihatmu di cahaya yang redup
Meskipun kelenjar air mataku sudah rusak
Airmataku tidak dapat berhenti
Hanya satu kata, satu frase yang menyatakan 'cinta'
Tidak dapatkah kau katakan itu padaku?
Aku mencoba menghibur diri dengan kebohongan
Bahwa aku bahagia jika kau tersenyum
Karena bukan aku tempat kau sandarkan hatimu
Airmata kesepian mengalir
Hatiku pasti telah membentuk sesuatu entah bagaimana caranya
Aku pasti telah menjadi gila dengan cinta yang begitu sulit ini
Tidak dapat memilikimu, Tidak dapat melupakanmu
Menunggu kehadiranmu hari demi hari
Aku yakin aku akan jatuh sakit hanya karena sangat merindukanmu
Karena cintaku padamu begitu dalam
Hanya satu hal, hatimu, satu hal
Dapatkah kau berbagi denganku?
Dapatkah kau mencintaiku?
__ADS_1