VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep.1 Kelulusan dan Tawaran


__ADS_3

Di luar Gedung serbaguna, satu persatu pengunjung keluar dari gedung. Tiga empat orang lalu berkumpul melakukan Selfi, entah itu teman atau keluarga.


Hari ini adalah hari wisuda bagi lulusan SMK Bakti Nusa, sekolah swasta kecil di Kabupaten Kediri. Mulai hari ini setiap lulusan akan menghadapi pilihan hidup masing-masing.


Setengah dari lulusan beruntung sudah mendapat kontrak kerja dengan pabrik atau perusahaan mitra SMK. Sebagian yang lain akan mengandalkan subsidi prakerja selama belum mendapatkan pekerjaan atau masuk perguruan tinggi.


Tidak seperti puluhan tahun lalu saat perguruan tinggi menjamur dan setiap orang bisa masuk selama memiliki uang, pada zaman sekarang, semua ditentukan oleh kredit.


Kredit bukanlah mata uang, dia adalah status yang diakui oleh semua negara dan organisasi yang tergabung dalam Federasi Bumi atau Earth Federation, masyarakat biasa menyebutnya EF. AI—artificial intelegent—bernama Terra mengatur dan mengawasi alokasi kredit, sehingga EF mengklaim sistem ini sangat adil dan imparsial.


Setiap orang setelah lahir, akan mendapatkan kredit untuk setiap perbuatan yang dilakukannya. Setiap tahun setiap orang akan mendapatkan 100 kredit.


Setiap perbuatan juga menghasilkan kredit. Seperti jika seseorang memberi sumbangan pada yayasan amal, maka dia akan mendapat sejumlah kredit. Jika seseorang rajin ke tempat ibadah sesuai agamanya, dia juga akan mendapatkan kredit.


Prestasi seseorang juga bernilai kredit. Saat seseorang menjuarai lomba seperti lomba maraton atau menyanyi di komonitas, itu juga bernilai kredit. Saat seseorang lulus sekolah atau bekerja, itu juga bernilai kredit.


Kredit juga dapat berkurang. Saat seseorang melakukan kejahatan atau pelanggaran akan berkurang kreditnya. Misalnya, perbuatan seperti merokok di tempat umum atau membuang sampah sembarangan akan berkurang kreditnya, selama tertangkap CCTV yang terpasang di setiap sudut kota.


Untuk mendapatkan kualifikasi mengikuti tes masuk Universitas, seseorang harus memiliki setidaknya 3000 kredit. Remaja berusia 18 tahun yang rata-rata hanya memiliki 2000 kredit, karena itu rata-rata seseorang masuk Universitas pada usia 20-an.


.......


Seorang pemuda terlihat keluar dari gedung serbaguna. Dia memakai pakaian wisuda seperti yang lain. Yang berbeda darinya adalah dia tidak keluar dengan orang lain seperti wisudawan lainnya yang keluar bersama orang tua atau keluarga lainnya. Dia keluar sendiri.


Remaja ini berkulit kuning langsat. Dengan tinggi 170 cm dan berperawakan sedang. Wajahnya sedikit di atas rata-rata. Tapi ekspresi wajahnya yang terkesan mengantuk dan auranya yang tipis membuatnya sulit mendapatkan perhatian bila berada di kerumunan.


"Akhirnya lulus..," ujung bibirnya tertarik kesamping, membentuk senyuman. Ekspresi bahagia sekejap terlihat. Tapi hanya dua detik ekspresinya kembali ke mode mengantuk.


"Paling tidak ini layak semangkuk mie ayam," dengan langkah santai dia lalu melangkah ke toilet untuk mengganti pakaian.


"Ali, mau kemana?" seorang Laki-laki paruh baya menghampiri Ali, gadis cantik setinggi sekitar 165 cm, berjilbab krem yang masih menggunakan pakaian wisuda dan wanita tengah baya mengikuti laki-laki tersebut.


Ali menyambut Laki-laki itu, bersalaman dengan mencium tangannya dengan hormat, lalu tersenyum, "Oh pak Rudi, bu Rudi dan Ratih. Selamat siang. saya mau ganti baju ke toilet..."


Pak Rudi tersenyum lalu menepuk pundak Ali, "Al, Udah lama gak main ke warung. Kamu ke mana aja?"


"Di panti aja pak. bantu-bantu mas Soleh, kapan-kapan nanti ke warung. Dah lama pengen makan mie goreng, tapi belum sempat."


"Bohong tuh pak. Ali ini ketagihan Arena. tiap pulang sekolah selalu ke warnet," Ratih menyela sambil memperlihatkan ekspresi menantang.


Ali hanya dapat menggaruk-garuk kepala. bergumam, "Anak ini rupanya masih kesal, padahal sudah dua bulan."


Pak Rudi menghela nafas, seakan sudah menduga penyebab sikap kasar Ratih, lalu berkata, "Ratih, menang kalah itu biasa. kamu harus lapang dada. apalagi Ali adalah pahlawan desa kita. Dia adalah juara di kabupaten dan finalis di provinsi. Kekalahan mu adalah hal yang wajar."


Lalu kembali menatap Ali, "Al, apakah kamu berniat main Legacy setelah lulus? Prospek Arena of Glory terlalu terbatas. Arena bagus untuk amatir. Tapi jika mau menjadi Pro, Legacy yang paling prospektif beberapa tahun ke depan."

__ADS_1


Ayah Ratih, pak Rudi dapat dibilang orang pertama yang memperkenalkan Arena of Glory atau bisa disingkat Arena pada Ali. Untuk memainkannya, harus menggunakan RDM yang merupakan singkatan dari Real Dream Machine produk perusahaan multinasional Pasific Dream, satu dari lima perusahaan multinasional yang bisa menjadi anggota resmi EF bersama negara-negara berdaulat di dunia.


RDM adalah mesin berbentuk ranjang dengan berbagai sensor yang menghubungkan kesadaran penggunanya ke dunia virtual. Saat ini setiap negara atau bahkan kota mengembangkan kota virtual. Seperti kabupaten dan kota Kediri, membangun kota virtual Kediri. Di dalamnya prasarana kota Kediri seperti pelayanan publik dan pembelajaran sekolah sebagian dilakukan di kota virtual Kediri.


Sejak SD, Ali sering main ke rumah Ratih dibelakang warung pak Rudi. Saat main, Ali sering ditraktir makan nasi goreng atau mie goreng oleh pak Rudi. Kebiasaan ini berlangsung sampai SMP.


Suatu hari saat kelas 7 SMP, pak Rudi mengajak Ali memainkan Arena di RDM miliknya bersama Ratih. Sebagai catatan Pak Ali memiliki tiga unit RDM yang masing-masing digunakan Pak Rudi, Bu Rudi dan Ratih. Sejak saat itu Ali ketagihan bermain Arena. Pak Rudi melihat bakat Ali bermain di Arena, lalu mengizinkan Ali menggunakan RDM miliknya sambil memberi tips sesekali.


Tapi lama-lama Ali merasa gak enak pinjam terus RDM ke pak Rudi. Apa lagi semakin dewasa, perasaan Ali ke Ratih perlahan berubah dari pertemanan biasa ke perasaan suka. Ali tidak tahu apakah Ratih mengetahuinya atau tidak. Ali merasa rendah diri sebagai anak yatim piatu untuk mengungkapkan perasaannya ke Ratih.


Sejak itu Ali jarang ke rumah Ratih, kalaupun ke sana, hanya ke warung pak Rudi untuk beli nasi goreng atau mie goreng.


Lagi pula, Semenjak SMK, Ratih lebih banyak bermain bersama teman-temannya yang cewek. Sedangkan Ali selain bantu-bantu di panti asuhan, lebih sering bermain Arena di warnet. tapi sering juga Ali bertarung dengan pak Rudi dan Ratih di Arena.


Dua bulan lalu di kompetisi Arena se-kabupaten. Ali mengalahkan Ratih di babak penyisihan, yang membuat Ratih kesal hingga saat ini. Bisa dibilang wajar Ratih kesal. kalau tidak melawan Ali lebih awal, dengan kemampuan Ratih, sangat mungkin Ratih menjadi semifinalis atau bahkan finalis. Dan itu akan memberi Ratih cukup banyak kredit.


"Iya pak, beberapa Studio Profesional menawari saya untuk bergabung, tapi saya masih mikir-mikir,"


"Menurutku, memilih studio repeater yang mau masuk server baru bulan depan akan lebih baik. Apalagi yang sudah mengantongi clan legacy. Aku yakin jika kamu mau menunggu, satu atau dua studio yang ambisius akan mengontakmu. Kalau kamu dah punya pilihan, jangan lupa rekomendasikan Ratih, dari pada bantu-bantu di warung, lebih baik ikut kamu. Hahaha..," Pak Rudi tertawa terbahak-bahak.


Ali hanya dapat diam, tidak tahu harus menjawab apa.


"Bapak!" Ratih berteriak, wajahnya memerah lalu meninju lengan bapaknya.


disampingnya, Bu Rudi tersenyum, lalu menengahi, "Sudah! sudah! Ratih jaga perilaku mu, kamu sudah besar. Lihat, banyak orang melihat."


"Iya Bu..," Ratih lalu menundukkan kepalanya karena malu.


Ali hanya bisa tersenyum, teringat olehnya kenangan masa kecil. Ratih dari dulu memang agak tomboi. Tapi sejak kelas 8 SMP, Ratih perlahan semakin feminim. Sejak saat itu Ali mulai menyukai Ratih.


Mengenai ucapan pak Rudi, Ali merasa besar kepala. Pak Rudi memang sering menggodanya. Ali berkata dalam hati, "Apakah ini yang disebut restu secara tersamar?"


"Ya sudah Ali, kami pulang dulu. sekali-kali mampir ke warung ya! ayo pak!" Merasa tidak nyaman dengan perhatian banyak orang terhadap mereka, bu Rudi lalu menarik tangan Ratih yang masih malu.


Menghela nafas, Pak Rudi menepuk pundak Ali lagi, "Al, kalo kamu butuh masukan, datang ke warung aja. Jelek-jelek gini, aku sudah berpengalaman di Legacy. walaupun guildku cuma guild kelas 3 di server 5. Aku harap kamu menjadi pemain profesional dengan backing guild kelas 1."


"Al, lain kali aku akan mengalahkan kamu..," Ratih memandang Ali dengan tajam. Tapi senyum kemudian mengembang di bibirnya.


"Dalam mimpimu Ra..," Ali menggoda, lalu membalas senyum.


Keluarga Ratih pun berlalu.


***


Srupp...

__ADS_1


Dengan lahap Ali menghabiskan mie terakhir di mangkoknya.


Mie ayam di depan sekolah adalah mie ayam yang menurut Ali terenak. Mienya dengan ketebalan sedang, sehingga punya kekenyalan yang baik, tapi cepat menyerap bumbu kuahnya. Kuahnya adalah kuah bakso yang gurih, dan ditambah 3 butir telur puyuh selain potongan ayam membuatnya makin mantap.


"Aku akan merindukan mie ayam ini," panti asuhan tempat Ali tinggal terletak 15 km dari SMK Bakti Nusa. Tepatnya di perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang. Jadi, kedepannya akan jarang sekali ke sini.


Setelah menghabiskan es teh, dan membayar ke penjual. Ali menunggu bis di halte sambil memeriksa pesan di Smartphone-nya.


Ada lima pesan. Tiga pesan dari operator seluler, dua pesan masing-masing dari mas Soleh yang menyuruh Ali segera kembali karena akan ada perayaan kelulusannya nanti malam dan satu lagi dari Dino, sahabatnya. Isinya cukup menarik.


[Masku mau ketemu kamu, katanya tawaran kali ini tidak akan bisa kamu tolak. Tempat di kafe Grassroot, waktunya terserah kamu.]


Ali lalu membalas, [Aku segera kesana.]


Lima menit selanjutnya, Bis yang ditunggu Ali datang. Bis melaju dengan pelan di jalan yang ramai.Tapi hanya Lima belas menit dibutuhkan untuk sampai ke tujuan.


Bangunan warnet sekaligus kafe di depan Ali adalah bangunan ruko bertingkat tiga. Lantai pertama digunakan sebagai kafe, lantai kedua dan ketiga adalah tempat dimana 20 RDM disewakan. Harga sewa per jamnya Rp 10 per jamnya. Perlu diketahui Rupiah pernah diredominasi tiga digit puluhan tahun lalu.


klinting..


Lonceng pintu berbunyi saat Ali membuka pintu kafe. Di dalam kafe terdapat enam meja dengan empat kursi dan empat meja dengan dua kursi yang terletak masing-masing di dekat tembok kafe. Di dalamnya ada beberapa pengunjung yang sedang makan siang.


Ali langsung menghampiri meja depan yang ditempati dua orang yang merupakan kombinasi yang aneh. Orang pertama berperawakan cukup gemuk dengan tinggi 180 cm. Kaca minus tipis terletak di hidungnya yang mancung, dengan kulitnya yang gelap, Dia memakai kaos berkerah berwarna biru dan celana hitam. Namanya adalah Dino. Dia adalah manager kafe dan warnet ini. pandangannya fokus pada smartphone.


Di depannya, Pria berumur sekitar 30 tahun. Tubuhnya kurus dengan tinggi sekitar 175 cm. ada kemiripan wajah dengan Dino, tapi kulitnya lebih terang. Ada aura kepemimpinan dan intelektualitas di tubuhnya. Ali dulu menduga dia adalah lulusan Universitas ternama di kota besar dan sedikit banyak berpengalaman di dunia bisnis. Dia adalah Adam, kakak Dino. Dia sedang memainkan tablet.


Ali pernah bertanya mengenai Usia kakaknya. Mendengar jawaban sahabatnya bahwa kakaknya baru berumur 24 tahun, Ali sempat terkejut. Mendengar penjelasan bahwa kakaknya sudah bermain Legacy sejak bulan pertama Legacy diluncurkan, jadi umur mental kakaknya setidaknya 24 tahun lebih tua. Ini karena Waktu di Legacy empat kali lebih panjang dari dunia nyata. Hal inilah yang membuat Legacy begitu populer.


Saat ini pemain aktif Legacy seluruh dunia sekitar 3 miliar. Mengingat bahwa jumlah manusia di bumi saat ini 12 milliar, berarti seperempat penduduk dunia memainkan Legacy. Kabarnya, hampir setiap orang di Eropa dan Amerika Utara memainkan Legacy.


Hanya saja, hal ini masih menjadi hal yang mewah di sebagian besar negara Asia dan Afrika. Harga RDM saat ini sekitar Rp 25.000, seharga sebuah sepeda motor. Ini mungkin masih dapat dijangkau masyarakat menengah Indonesia. Tapi, Biaya perbulan Rp 500 per akun Legacy akan memberatkan perekonomian banyak keluarga di Indonesia.


"Assalamualaikum!" Ali menyapa keduanya.


"Waalaikumsalam!" keduanya menjawab, Dino tersenyum dan mengangkat tangan kanannya menyapa ke arah Ali lalu perhatiannya kembali terfokus pada Smartphonenya. Tapi Kakaknya Adam langsung berdiri dan mengulurkan tangannya dengan sikap yang sopan.


Ali cukup terkesan. Sambil menjabat tangan Adam, Ali tersenyum sambil berkata, "Maaf menunggu lama."


Setelah mempersilahkan Ali duduk, Adam berkata, "Aku yang seharusnya minta maaf. Kamu harus buru-buru ke sini. Sudah makan? Atau pesan minum dulu."


Ali menjawab, "Alhamdulillah, tadi sudah. pesan es teh aja."


Kali ini Dino yang menjawab, sambil mematikan Smartphone-nya, "Oke, aku ambilkan, kamu juga suka takoyaki kan. Ku ambilkan sekalian. Hari ini aku yang traktir. kamu ngobrol aja sama mas-ku," Dino lalu berdiri dan berjalan ke arah dapur kafe.


Setelah Dino masuk dapur, Adam berkata, "Aku tahu banyak studio menghubungimu. Tapi untuk menunjukkan iktikad baik studio kami, aku akan menjelaskan kondisi studio kami. Studio kami baru saja dibentuk satu bulan yang lalu. Tapi jangan salah, mayoritas anggota kami adalah veteran dari server 1 dan server 4. Aku dulu cuma kapten grup petualangan, yang fokus memburu monster dan menjual shadow core hasil buruan kami dan material produksi yang kami temukan, nama grup kami IceAnts, tidak begitu terkenal memang. Sedangkan istriku adalah seorang enchanter. Dia bersama grup produksinya cukup terkenal di server 4, nama grubnya Blue Anvil. Beberapa kali membuat equipment level berlian. Grupku beranggotakan 10 orang, sedangkan grub istriku beranggotakan 7 orang. Kami akan membuat guild di server 7. Tentu, ada alasan kenapa kami rela menghapus akun kami dan membuat akun baru di server 7. Tapi sebelumnya, Apakah kamu pernah mendengar tentang Clan Legacy?"

__ADS_1


__ADS_2