VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep 35. Hilangnya Morton dan Target Selanjutnya


__ADS_3

"Tch.. sepertinya kita belum terlambat." Di suaranya terdengar sedikit penyesalan. Melihat 4.000 prajurit yang dikepung dari tiga sisi masih bertahan, Fairus tahu kondisi mereka tidak bagus.


"Seluruh kavaleri, mari kita berpesta sembari menyelamatkan mereka." Senyum Farius tersungging.


"Serraaanggg..!"


"Serannnggg..!" Para prajurit dan beberapa pemain lalu mengikuti.


Inilah variabel kedua yang tidak diperhitungkan Merton. Selama satu jam dia mengamati, mencari petunjuk ada tidaknya pasukan cadangan yang disiapkan musuh. Dia lalu menyimpulkan tidak ada pasukan cadangan, karena hingga detik terakhir sayap kiri pasukan infantri musuh ditekan, tidak ada bala bantuan yang datang.


Dia tidak pernah menduga, situasi politik di benteng Rockhelm agak unik. Sehingga, ada dua komandan yang datang ke medan pertempuran yang tidak memiliki hubungan yang baik. Satu komandan menunggu kegagalan yang lain, untuk mendapatkan rekognisi sebagai pahlawan setelah datang menyelamatkan.


Derap langkah 2.000 pasukan kavaleri berlevel empat hingga lima ditambah 500-an pemain berkuda bagaikan petir yang menyambar di hari yang cerah. Pasukan goblin tidak memperhitungkan musuh datang di saat paling tidak terduga.


Melihat kavaleri musuh siap menghantam belakang pasukan goblin, Merton menggertakkan giginya. Dia tidak pernah merasa dicurangi seperti saat ini. Saat kemenangan di depan mata, variabel baru datang mengganggu. Dia lalu memerintahkan para goblin bersiap untuk menyambut.


Para goblin shaman lalu mengeluarkan skill serangan mereka yaitu ice ball ke arah kavaleri. Serangan-serangan itu sedikit berpengaruh pada para kavaleri, karena memiliki level lebih tinggi, sedikit dari mereka yang terkena slow.


Saat pasukan kavaleri yang dipimpin Fairus menghantam punggung pasukan goblin, formasi pasukan goblin langsung terbelah. Kekuatan yang ditunjukkan pasukan berkuda sungguh besar. Ketakutan dengan cepat menyebar di tengah pasukan goblin. Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikan pasukan kavaleri ini.


.......


Bagaikan ikan di sungai, mereka dengan bebas meluluhlantakkan pasukan goblin. Karena 20.000 pasukan goblin dibagi tiga untuk mengepung bala bantuan dari pasukan inti, Merton tidak bisa melakukan banyak hal.


Seandainya ke-20.000 pasukan goblin berada di satu formasi, mungkin Merton bisa mengurung pasukan kavaleri ini. Tapi dengan terpaginya pasukan menjadi tiga, Merton tidak punya banyak pilihan.


.......


Leo melihat formasi goblin yang menyerang mereka kacau, menduga bahwa pasukan kavaleri telah tiba.


"Pasukan kavaleri telah tiba, jangan berikan kesempatan untuk para goblin membuat manuver, tekan mereka!"

__ADS_1


Pasukan yang dipimpin Leo yang dari tadi bertahan lalu mulai menyerang pasukan goblin. Arah serangan mereka adalah formasi di tengah yang kacau karena serangan pasukan kavaleri.


.......


Swusss...


Swusss..


Satu persatu prajurit goblin mati dengan sekali serangan dari Farius. Tachi —katana yang lebih panjang— miliknya menebas prajurit goblin seperti Pisau memotong tahu, cepat dan rapi. Farius yang memiliki level 6 seperti bully membunuh prajurit level 2 dengan santai.


"Membosankan. Ayo beri aku lebih banyak perlawanan."


Farius lalu melihat 150 goblin shaman dan Merton yang lebih tinggi dari goblin disekitarnya 50 meter darinya. Sekali lihat, Farius tahu goblin tinggi itu adalah Merton.


"Komandan pasukan musuh di sana, ayo kita selesaikan peperangan ini secepatnya, dengan membunuhnya."


Farius lalu memimpin pasukan kavaleri menuju tempat Merton.


.......


Dia menyerahkan komando pasukan di sini pada ajudannya dan lalu membaca mantra beberapa lama. Kemudian cincin di jarinya mengeluarkan cahaya yang menutupi seluruh tubuhnya dan dia hilang.


Setelah Morton hilang, ajudannya memimpin para goblin shaman menghujani para prajurit kavaleri dan meneriakkan sesuatu dengan bahasa goblin. Para prajurit goblin seperti kerasukan setelah mendengarnya, mereka tidak lagi menyerang secara teratur, tapi menyerang tanpa nalar.


4.000 prajurit yang dipimpin Leo kembali terdesak, goblin yang seakan gila menyerang mereka dengan ganas. Seorang prajurit infanteri setelah membunuh seorang goblin tidak sempat istirahat diserang lagi oleh goblin lain, lalu seorang goblin meloncat ke kepalanya, dan ada lagi yang menyerang kakinya. Teman-teman prajurit itu bernasib sama, 3 hingga 5 goblin menyerang mereka bersamaan. Setelah satu terbunuh, goblin lainnya mengisi sekosongan itu. Jika situasi mereka sebelum kedatangan kavaleri adalah mimpi buruk, kali ini adalah neraka.


Leo yang melihat pihaknya semakin terdesak, berteriak, "Semua bertahan! Kerahkan kekuatan kalian untuk bertahan hidup! Kita hadapi ini bersama."


"Bertahan...!"


"Jangan menyerah...!"

__ADS_1


.......


"Ares, Semua sudah pulih. Kita bisa berangkat kapanpun." Dika berkata.


"Ok, ayo berangkat. Kali ini sasaran kita goblin slinger di sayap kiri pasukan goblin." Ali menaiki ibexnya, dan menunggu sejenak semuanya naik.


Setelah semua menaiki tunggangannya masing-masing mereka kembali menuju belakang pasukan goblin.


"Sakuya, bagaimana kondisi di setiap medan?" Sejak beristirahat, Ali meminta Sakuya memantau kondisi setiap medan. Ali membutuhkan informasi itu untuk mengambil langkah selanjutnya.


"Hal yang mengejutkan terjadi. Merton telah hilang dari sayap kiri. Pasukan goblin di sana secara membabi buta menyerang pasukan bala bantuan dan kavaleri. Korban dari pasukan Rockhelm mulai berjatuhan. Tapi jumlah goblin turun dengan cepat.


Di pasukan inti, Komandan Nero dan pasukannya sudah mulai menekan pasukan inti goblin. Korban dari pasukan goblin berjatuhan dalam waktu yang cepat.


Di sayap kanan masih berimbang. Peran goblin slinger sangat terlihat di sini. Saat pasukan infantri mulai menekan pasukan goblin, mereka dihujani batu oleh goblin slinger, sehingga serangan mereka melemah. Akhirnya terjadi deadlock.


Tapi jika pasukan inti Infantri berhasil memukul mundur pasukan inti goblin, cepat atau lambat sayap kiri goblin akan hancur."


"Kalian dengar itu? Jika kita berhasil menghancurkan unit goblin slinger, kemenangan akan diraih lebih cepat." Ali berkata dengan keras.


Rain tapi ragu penyerangan ini akan sesukses tadi, "Apakah mereka tidak akan lebih waspada? Mereka tentu belajar dari kesalahan terlalu sedikit menempatkan prajurit goblin di belakang."


Ali tersenyum," Bukankah kau sudah mendengar, pasukan sayap kanan sempat menekan mereka, itu cuma berarti satu hal. Kekuatan mereka berkurang seiring dengan waktu. Menurutmu apa yang kita miliki tetapi mereka tidak miliki sekarang?"


"Kavaleri?" Seorang pemain menjawab.


"Dari tadi juga gak ada lah. Pemimpin goblin?" Yang lain menyahut.


"Tentu ini cukup fatal, tapi sepertinya mereka tidak menjadi kacau setelah kehilangan pemimpinnya." Ali memberi petunjuk.


"Para goblin shaman itu kan? Karena tidak ada suport dari mereka, pasukan goblin di pasukan inti dan sayap kiri semakin lemah. Tapi aku belum dapat menebak alasannya. Bukankah jumlah mereka terbatas, bagaimana peran mereka begitu penting? Mereka tidak bisa menyembuhkan semua goblin." Rain berkata.

__ADS_1


"Menurutku, itu karena yang mereka sembuhkan adalah goblin elit. Jika komandan pasukan goblin adalah otak, mereka adalah tulang belakang. Selanjutnya, saat menyerang, target goblin elit lebih dulu! Aku rasa hal ini akan mengurangi kesulitan operasi selanjutnya." Ali menjelaskan.


"Ares, sepertinya kondisi di pasukan inti goblin berubah lagi." Sakuya mengatakan dengan serius.


__ADS_2