VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep. 23 Makan Malam dan Panen Hari itu


__ADS_3

Jalanan benten Rockhelm lebih ramai daripada kemarin malam. Banyak pemain baru sepertinya memilih benteng Rockhelm sebagai tempat tujuannya. 'Aku takut kuota 200.000 pemain untuk benteng Rockhelm akan segera penuh.’ Ali bergumam.


Di Legacy, setiap kota memiliki jumlah kuota pemain yang dapat memilih tempat tersebut sebagai tempat tujuan awalnya. Sebuah kota besar, bisa memiliki kuota sebanyak 1 juta hingga 10 juta pemain. Sedangkan sebuah desa rata-rata memiliki kuota 1.000 sampai 5.000 pemain. Sebuah dusun lebih kecil lagi, sekitar 50-200 orang.


Kuota tersebut dibuat agar sebuah tempat tidak terlalu padat. Tentu pemain dapat berpindah tempat. Misalnya beberapa pemain pergi dari benteng Rockhelm ke kota New front, dan mengatur tempat respawn mereka di Heroes Temple kota tersebut. Maka sistem akan mencatat perpindahan itu. Maka kuota Rockhelm akan bertambah, sesuai jumlah pemain yang pergi.


Ini hal baik bagi Frozen Anvil. Semakin banyak pemain, maka bisnis kedepannya akan semakin ramai. Bagaimanapun juga, pendapatan utama studio ini dari menjual equipment dan potion.


“Hmm... Aromanya sedap..” Ratih berkata disamping Ali.


Matanya memandang kios makanan yang menyajikan semacam barbeque. Pedagangnya membakar daging tebal yang disate. Lemak daging itu meleleh, dan perpaduannya dengan sausnya menyebabkan aroma yang menggugah selera.


“Mau makan? Ayo berhenti dulu. Aku bilang Ron dulu.” Kata Ali.


Ali mendekati Ron dan Sayuki yang berada di belakang tim. Lalu berteriak memanggil, “Hei Ron, bagaimana jika makan dulu. Aku yang traktir.”


“Ron berpikir sejenak, lalu menjawab,”Ok. Masih ada waktu. Ayo kita makan dulu.”


Yang lain menyambut ajakan itu dengan senang.


Fiona berkata,”ini bisa digunakan untuk pesta penyambutan bagi Sakuya.”


“Ide bagus. Kita jalan saja. Mount kita akan menggangu orang yang lewat.” Ratih menyahut.


Semua setuju. Anggota tim 2 lalu mengucapkan sampai jumpa pada mount mereka masing-masing, lalu men-unsummon mereka.


Mereka lalu memilih kios barbeque yang Ratih inginkan, setelah duduk di tempat yang disediakan kios itu, Ali memesan makanan.


”Makanan apa saja yang kau jual paman?” Ali mendekati penjual yang sedang memanggang daging.


Melihat Ali datang, dengan sopan penjual itu berkata,“Ini adalah daging long tail chicken. Baru saja sampai dari dusun upbark. Dengan saus rahasia keluarga saya, saya jamin anda akan menikmatinya.”


“Ok. Kami pesan 50 tusuk. Apakah ada makanan lain?”Ali bertanya.


Penjual itu lalu mengatakan, barbeque ini akan enak di makan dengan roti canai beserta saus. Untuk minuman tersedia kombinasi es susu dengan buah yang didatangkan dari desa Mistypond, maka Ali memesannya juga.


Tim 2 harus menunggu 30 menit sebelum makanan disajikan. Aroma yang menggugah selera segera memenuhi meja yang penuh dengan makanan. Bahkan Sakuya yang belum pernah makan makanan ini, harus mengakui makanan ini sungguh menggoda. Tapi Sakuya masih tidak tahu cara makannya.


Fiona yang menyadari kegalauan Sakuya, memberikan contoh. Pertama dia mengambil 2 tusuk barbeque dan 1 lembar roti canai dan meletakkannya di piring, lalu dia menuangkan saus dari mangkuknya di atas barbeque.


Fiona lalu memakan roti canai dan sepotong daging dari tusuknya bersamaan.


Melihat peragaan Fiona, Sakuya menirunya. Setelah memakan kombinasi roti canai, daging barbeque dan sausnya, air mata mengalir dari matanya yang terpejam. Ekspresinya menunjukkan dia sangat menikmati makanan itu.


“Fi.. Fiona, apakah kalian memakan makanan ini setiap hari? Ini sungguh enak, dagingnya lembut dan mengeluarkan sesuatu yang begitu sedap saat digigit, dan saat ditambah yang kau sebut saus dan roti membuatnya terasa panas di mulut dan aku tidak bisa mengungkapkan kelezatannya.” Sakuya berkata dengan antusias. Saus barbeque masih menempel di wajahnya.


Fiona dan yang lain tersenyum melihat tingkah Sakuya. Fiona lalu membersihkan wajah Sakuya dengan kain bersih.


“Rasa itu namanya pedas. Ada banyak makanan enak di Rockhelm. Besok kita akan mencoba yang lain. Dan jangan terburu-buru makan, nanti tersedak.” Fiona berkata sambil tersenyum.


“Apakah aku boleh makan lagi?” Sakuya bertanya, dengan mata berbinar ke arah Ali, mengetahui jika Ali yang membeli makanan.


“Tentu, kau bisa makan sebanyak mungkin.” Ali berkata.


Lalu Sakuya melanjutkan makan barbeque dan roti canai. Anggota tim 2 tidak makan terlalu banyak. Bukan karena barbeque itu tidak enak. Tapi kerena dengan melihat Sakuya makan, seakan mereka menjadi puas.


Lalu karena terlalu cepat makan, Sakuya tersedak,”Hukk.. huk..huk..”


Fiona yang berada di samping Sakuya lalu memberikan minuman yang dipesan tadi. Susu dingin dengan potongan tipis buah berwarna merah.


Ali sudah merasakannya, rasanya tidak terlalu manis, bahkan cenderung masam. Tapi saat diminum dingin, rasanya benar-benar segar. Rasa pedas dari barbeque langsung larut oleh minuman ini.


Setelah meminum minuman itu, Sakuya berkata,”Ahh.. ini minuman tersegar yang pernah aku minum.”


Fiona tersenyum. Dia tidak lagi menyentuh makanannya, dia hanya melihat Sakuya makan barbeque hingga potongan terakhir.


Ali berbisik pada Ratih,”Sepertinya naluri keibuan Fiona terketuk oleh keluguan Sakuya.”

__ADS_1


Ratih lalu mengernyitkan keningnya, sambil berbisik dengan nada datar,”Oh, tadi kau tertarik pada Sakuya, sekarang pada Fiona. Hmm.. aku mengerti.”


‘Damn, aku menggali kuburku sendiri.’ Ali bergumam. “Ratih, aku tidak bermaksud seperti itu. Haaaahh... Terserah lah”. Ali menyerah.


Ratih tidak puas karena Ali menyerah terlalu cepat. Tapi dia tidak mau menggoda Ali lagi. Seperti kata ibunya, “laki-laki itu seperti layang-layang, ditarik terlalu kencang, jatuh tapi jika diulur terlalu jauh, hilang.”


Setelah selesai makan, Ali membayar makanan itu. Semuanya 17 deka. Sejujurnya itu mahal. Tapi bagi Ali, memanjakan lidah bukanlah pemborosan. Bagi Ali, kenikmatan termurah di dunia adalah makanan. Untuk apa dia menghasilkan banyak uang, jika dia tidak bisa makan yang dia suka di Legacy.


.......


Setelah keluar dari kios makanan itu, Tim 2 berjalan menuju bagian Timur benteng. Mereka belum tahu letak workshop yang baru dibeli itu, jadi mereka berjalan dengan santai.


Di sepanjang jalan, Sesekali mereka berhenti, karena Sakuya tertarik pada sesuatu, baik itu lampion, penampilan kelompok minstrel, dan Snack-snack yang menarik.


Setelah keluar kios, Ron memberi 20 deka kepada Sakuya. Dia meminta Fiona mengajarkan kepada Sakuya fungsi deka dan pecahan mata uang itu. Fiona dengan sabar mengajarkannya dengan membeli apapun yang menarik perhatian Sakuya. Setelah beberapa transaksi, Sakuya sudah mengingat pecahan mata uang deka.


Lalu mereka memasuki jalan yang terlihat lebih mewah dari jalan lainnya. Di jalan itu bengunan-bangunannya setinggi tiga sampai lima lantai. Toko perhiasan, toko baju, toko senjata, dan banyak toko lain yang memiliki kesan elegan.


Beberapa kereta kuda melewati mereka, kereta yang digunakan itu tampak mahal. Kuda-kudanya juga kuda yang besar dan kuat. Di trotoar jalan, beberapa NPC berbusana mewah berjalan bersama pasangan atau teman mereka.


Salah satu kelompok NPC melihat tim 2, pertama-tama tampak mereka keheranan, lalu setelah beberapa saat, mereka membungkukkan badan dengan tangan kanan di dada, tanda hormat.


Semua anggota tim 2 kemudian membalas memberi hormat. Melihat semua anggota tim 2 melakukan gerakan aneh, walaupun tidak paham, Sakuya ikut menirukan.


Mendapatkan penghormatan dari tim 2, beberapa NPC tersebut terlihat merasa tersanjung.


Ron kemudian mendatangi mereka lalu bertanya,”Permisi, apakah kalian tahu toko milik seorang dwarf bernama Glaen? Kami sudah mencari di mana-mana. Tapi belum menemukannya.”


Salah seorang wanita menjawab, “Jika tuan mencari toko milik Glaen, sepertinya anda terlambat, toko itu telah tutup beberapa hari lalu.”


“Klan kami membeli toko itu. Kami akan ke sana, tetapi tidak diberi tahu tempatnya.” Ali menjelaskan.


“Wow... kami akan datang saat pembukaan. Apakah kalian ingin kami antar?” Wanita itu bertanya dengan antusias.


“Tentu jika kalian tidak keberatan.” Ron menjawab.


Kemudian mereka memperkenalkan diri. Ternyata para NPC ini adalah anak para pedagang dan birokrat di benteng Rockhelm. Wanita yang menjawab Ron bernama Cintya. Dia anak kepala departemen logistik benteng Rockhelm Vetro.


Selain mereka berdua, ada dua perempuan yang mirip satu sama lain. Mereka adalah anak pedagang di jalan itu, Rosa dan Rosi, keduanya saudara kembar.


Mereka berempat sedang menempuh pendidikan di akademi Rockhelm. Akademi Rockhelm, seperti namanya adalah lembaga pendidikan tertinggi di benteng Rockhelm. Di sini bibit-bibit muda birokrat dan staf militer dididik.


Cintya, Rosa dan Rosi mengikuti kelas administrasi dan Hiro mengikuti kelas strategi militer. Mereka lalu datang ke jalan yang bernama jalan Farda. Jalan yang dinisbatkan kepada pahlawan Aliansi Tenggara Farda Coldwood. Seorang Beastman yang gugur saat memimpin para prajurit Aliansi Sol menghadang kejaran monster saat pengungsi melintasi pegunungan Thundernest.


Beberapa menit kemudian, tim 2 dengan diantar Cintya berdiri di depan bangunan lantai 4 yang dibeli Delia tadi siang.


Setelah sampai, Cintya dan kawan-kawannya mohon diri, karena hari telah beranjak malam. Ron, Ali dan lainnya melepas mereka dengan persetujuan, jika mereka sempat, maka mereka akan datang lagi ke toko yang Ron memberi tahukan kepada mereka bernama Frozen Anvil.


Setelah itu Ron mengetuk pintu. Dari kaca jendela, Ali bisa melihat Bima dan Komang dari tim 1 membantu Lia dari tim 3 mengangkat sebuah meja display. Lia mengarahkan mereka mengangkat meja itu dari tengah ruangan ke pinggir.


Setelah mendengar ketukan pintu, Lia menoleh, dan mendapati Tim 2 berdiri di depan toko.


Setelah memberi instruksi terakhir, Lia membukakan pintu yang sebenarnya tidak terkunci dan menyuruh tim 2 masuk.


“Kalian lama sekali, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Oh siapa ini?” Lia awalnya belum menyadarinya, tapi setelah tim 2 masuk, ternyata ada seorang perempuan cantik memakai kostum miko ikut masuk bersama mereka.


Ron menjawab,”Perkenalkan ini Sakuya, baru saja menjadi follower clan Mythcaller. Dan ini Lia, seorang master tailor. Btw Lia, tolong buatkan sekalian Equipment set untuk Sakuya. Baju yang dipakainya sekarang hanya kosmetik, tidak memiliki atribut.”


Lia mengangguk,”Ok, aku akan membuat kimono yang indah untuk Sakuya. Sakuya, selamat datang ke Frozen Anvil. Aku harap kita bisa jadi teman.”


“Kau sangat baik Lia. Aku merasa senang kita menjadi teman.” Sakuya menjabat tangan Lia.


“Ron, Delia mengatakan, jika kau datang, kau disuruh langsung ke lantai 3.” Lia mengatakan.


“Ok, Ali kau ikut aku. Yang lain, besok libur, kalian bisa melakukan apapun baik offline atau di Rockhelm. Fiona, kau bertanggung jawab untuk menjaga Sakuya. Perkenalkan dia pada semua anggota Frozen Anvil. Dan besok kau bisa keliling Rockhelm dengannya.” Ron memberi instruksi.


Fiona berkata,”Serahkan padaku. Sakuya, ayo ikut aku. Aku perkenalkan ke teman-teman yang lain.” Dia menarik tangan Sakuya, mengajaknya ke arah Bima dan Komang.

__ADS_1


Sedangkan Lia mengatur tugas masing-masing anggota tim 2.


Ron mengajak Ali naik ke lantai 3. Di lantai 2 mereka bertemu dengan anggota tim 1 yang juga sedang sibuk beres-beres.


Menghadap jendela, Ali melihat dwarf paruh baya yang bukan Toran. Ali menduga dia adalah Glaen.


Rin dan Ali melanjutkan berjalan ke lantai 3. Di sana terdapat meja panjang yang terlihat baru. Ali menduga meja ini baru dibeli.


Duduk di meja itu Adam, Delia, Wulan, Coki dan Toran. Mereka nampak membicarakan sesuatu.


“Hallo guys, maaf telat. Kami punya anggota baru di tim. Jadi harus buat pesta penyambutan.” Ron berkata.


“Oh, tidak apa-apa, Ayo duduk dulu, Ali kamu juga duduk. Ok, ayo kita lanjutkan.” Adam berkata.


Setelah Ron dan Ali duduk, Adam bertanya,” Bagaimana panen di hutan uppines?”


“Lumayan, kami bahkan mendapatkan 8 material grade perak. Ini kau periksa sendiri.” Ron lalu menaruh hasil perburuan dan sumberdaya yang dikumpulkan dari hutan uppines di atas meja.


Melihat tumpukan material dan shadow core, Delia mulai menghitung.


Panen tim 2 cukup banyak, Delia lalu menghitung dengan teliti. Hasil panen tim 2 adalah:


• 274 deka


• 3 legacy shadow core level 2


• 7 shadow core elemen udara level 2


• 21 blank shadow core level 1


• 28 blank shadow core level 2


• 150 level 1 long tail chicken feather ( 80 grade tembaga dan 45 grade besi, dan 25 grade perunggu)


• 14 level 1 rabbit horn (8 grade tembaga dan 5 grade besi, dan 1 grade perunggu)


• 18 level 1 silver rat leather (8 grade tembaga dan 7 grade besi, dan 3 grade perunggu)


• 76 level 2 windwolf leather (9 grade tembaga, 46 grade besi, 16 grade perunggu, dan 5 grade perak)


• 38 level 2 windwolf heart (21 grade besi, 14 grade perunggu, dan 3 grade perak)


• item misi berupa ekor windwolf berjumlah 38, 5 elite dan 33 biasa.


• 61 level 1 dan 13 level 2 blood grass


• 48 level 1 dan 20 level 2 blue root


• 7 level 2 amber stone


• 2 level 2 night swallow nest


• 18 level 1 bramble fruit


• 287 level 1 emerald berry


• 15 level 3 stealth flower


Delia berkata,”Aku tidak menduga hutan uppines sangat kaya sumberdaya. Aku terima semua ini sebagai panen tim 2. Untuk deka, apa bagian tim 2 sudah kau ambil?”


“Belum” Ron berkata.


“Ok, ini bagian tim 2, untuk lainnya, seperti biasa masuk kontribusi bulanan” Delia memberikan pada Ron 137 deka.


Delia lalu berkata.”Btw Ron, tuan Toran adalah follower clan kita, aku berpendapat dia jadi manajer toko. Bagaimana?”


“Aku sependapat, tapi Tuan Toran, aku punya beberapa pertanyaan yang saya berharap anda menjawabnya.” Ron berkata.

__ADS_1


“Apapun itu tuan Ron.” Toran menjawab dengan sopan.


“Bisakah kau ceritakan struktur pemerintahan dan bisnis di Benteng Rockhelm?”


__ADS_2