VRMMORPG: LEGACY

VRMMORPG: LEGACY
Ep. 33 Tawanan dan Kekalahan Pertama


__ADS_3

Setelah turun dari raptornya 100 dari target, Ratih kemudian memasuki stealth. Dia mendekati target pelan-pelan, dia tampak tidak gugup atau waspada. Di permukaan tanah yang tertutup salju sama sekali tidak terdapat jejak langkahnya.


Semakin dekat dengan target, Ratih kemudian berjalan lebih pelan, dia menahan nafasnya.


Targetnya, seorang goblin masih belum menyadari dirinya yang dalam bahaya.


Saat jaraknya hanya 5 meter dari goblin itu, Ratih kemudian mendekatinya dengan cepat dan menikam punggung goblin itu, serangan itu kritikal. HP goblin itu tinggal sekitar 50%.


Goblin itu terbelalak, terkejut dan takut. Tapi tubuhnya kaku, dia terkena stunned. Dengan tangan kirinya, Ratih menahan tubuh goblin itu agar tidak jatuh, dan menikam lagi goblin itu 3 kali untuk membunuhnya.


Ratih lalu menutup mata goblin itu yang masih menyisakan ketakutan dan ketidakberdayaan.


"Beristirahatlah dengan tenang." Ratih membaringkan tubuh goblin itu.


Dalam 4 hari ini bermain Legacy satu hal yang disadari Ratih, setiap makhluk di sini hidup. Mereka tidak sekedar data.


Ratih merasakannya saat pertama kali masuk di Legacy, melihat seorang elf menawarkan buah-buahan di depan tokonya, Ratih melihat harapan dan vitalitas dari matanya. Saat itu Ratih mengerti tapi nalarnya menyangkalnya.


Saat bersama Sakuya dan Fiona mengelilingi benteng Rockhelm, Ratih melihat berbagai ekspresi para penduduk.


Ada seorang Hobbit perempuan yang memarahi anaknya. Anaknya lalu menangis dan meminta maaf pada ibunya.


Adapula dua anak yang berlarian di pasar, anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki itu sepertinya mengambil barang anak perempuan yang lebih kecil, sehingga dikejar.


Kemudian anak perempuan itu terjatuh dan menangis. Anak laki-laki itu kemudian dengan panik menghampiri anak perempuan itu. Dilihatnya, ternyata lutut anak perempuan itu terluka hingga berdarah.


Anak laki-laki itu tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia terus meminta maaf dan matanya basah, mungkin akan segera menangis.


Lalu datang seorang prajurit, dia lalu berlutut, membelai dengan lembut kepala anak laki-laki itu sambil tersenyum berkata,"sudah, tidak akan terjadi apapun."


Lalu prajurit itu menggunakan heal untuk mengobati luka gadis kecil itu. Dalam sekejap, luka itu sembuh. Dia lalu membelai rambut berponi anak perempuan itu, "apakah masih sakit?"


Gadis kecil itu lalu melihat mata prajurit itu dan menggelengkan kepalanya,"tidak tuan prajurit. Sudah tidak sakit "


"Lain kali hati-hati ya.." prajurit itu tersenyum dan mencoba berdiri.


Anak laki-laki itu kemudian membungkuk dan mengucapkan terimakasih berkali-kali.


"Terimakasih pak.. terimakasih telah menolong Mia.."


"Ok, aku bertugas ya. Cepat pulang. Jangan biarkan adikmu menangis lagi."


Anak laki-laki itu mengangguk.


Saat Ratih melihat peristiwa itu, ada kehangatan di hatinya. Dia tidak dapat lagi menyangkal eksistensi para makhluk di Legacy. Dari saat itu, dia merasa dirinya bukanlah orang asing lagi di dunia itu. Dia juga bagian dari benteng itu dan ingin mempertahankan kedamaian di sana.


Karena tahu setiap hidup di dunia ini berharga, maka dia tidak dapat lagi bersikap seperti sebelumnya.


Para goblin itu datang ke dunia ini untuk merampas kedamaian itu, maka Ratih tidak akan ragu menghentikan mereka.


Tapi Ratih tidak memungkiri bahwa mungkin di dunia mereka, mereka memiliki keluarga, kekasih, orang tua yang dihormati dan anak-anak yang menunggu kembalinya mereka.


Karena itu Ratih memilih untuk tidak menganggap mereka sebagai monster, tapi pejuang yang memiliki alasan yang patut diperjuangkan.


Seperti mereka yang memiliki alasan, Ratih tidak ingin warga desa Winter gate yang telah memberinya coklat panas dan sarapan mati di tangan goblin-goblin ini. Karena itu dia akan memasuki pertempuran dengan rasa hormat. Dia akan membunuh setiap musuhnya dengan keseriusan dan kecepatan.


"Target dilumpuhkan. Menuju target terakhir." Ucap Ratih di party channel.


"Ok, hati-hati." Ali menjawab.


Ratih menunggu sebentar untuk memanen loot crystal.


Ini adalah goblin ke-7 yang telah dibunuh Ratih. Dia dan Fiona awalnya akan berpencar, tapi karena posisi goblin pengintai satu sama lain sangat dekat, maka Ali memutuskan hanya Ratih yang akan melakukan eksekusi, dan Fiona bertugas sebagai backup.


Posisi party Ali sudah berada di belakang pasukan para goblin. Tinggal satu pengintai lagi yang perlu dilumpuhkan sebelum menyerang.


Raptor Ratih, Farah lalu menunjukkan dirinya, dia sudah berada di samping Ratih. Ratih lalu menaiki raptornya dan satu detik kemudian, raptor itu dan Ratih di punggungnya tidak lagi terlihat.


.......


Shadow clone Kuro berputar-putar di udara, ketinggiannya sekitar lebih dari 20 meter. Ini adalah tanda untuk memberitahu Ratih lokasi pengintai terakhir.

__ADS_1


Ratih menuju ke sana dalam kamuflase. Di jarak 100 meter Ratih masih belum melihat target terakhir


"Apakah shadow clone Kuro salah? Target belum terlihat." Ratih bertanya di party channel.


Ratih menunggu beberapa detik sebelum Ali menjawab," Sakuya berkata, yang ditunjukkan Shadow clone adalah target. Coba amati lebih dekat."


Ratih mengernyitkan keningnya. Dia tidak melihat target, apakah target tidak terlihat? Itu mustahil. Jika tidak terlihat, bagaimana shadow clone Kuro bisa mendeteksinya. Kesimpulannya cuma satu, dia terlihat di udara, tapi sulit dilihat dari tanah.


Ratih lalu turun dari raptornya. Dia memasuki stealth dan pelan-pelan memeriksa lagi. Setelah 3 menit, dia hampir menyerah, target kali ini bersembunyi dengan sangat baik.


"Fiona, kau menemukan sesuatu? Aku tidak melihat apa-apa di sini."


"Aku juga tidak melihat sesuatu." Suara Fiona terdengar di party channel.


"Ares.. pikirkan sesuatu.." Ratih merasa frustasi. Akhirnya meminta bantuan.


"Sebenarnya ada cara, tapi dengan menggunakannya sama saja dengan memberi tahu pasukan goblin kalau kita sudah dibelakang mereka." Ali berkata.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Ratih merasa kesal.


"Periksa setiap gundukan salju. Dia pasti di dalam salah satunya. Tapi jangan sampai terdeteksi." Ali berkata.


Ratih lalu melanjutkan mencari. Tiba-tiba dibelakangnya terdengar suara. Suara itu seperti sesuatu telah menggerakkan salju.


Ratih lalu dengan cepat menjauhi sumber suara itu dan berbalik.


Dilihatnya seorang goblin setinggi sekitar 100 cm berdiri dari gundukan salju sembari mengangkat tangannya.


Jaraknya sekitar 40 meter dari Ratih.


Dia seperti mencari seseorang. Setelah tidak melihat seorangpun, goblin itu berbicara. Bukan dengan bahasa yang tidak dikenali Ratih, tapi bahasa yang banyak digunakan oleh penduduk benua Sol.


"Siapapun kau.. aku menyerah. Jangan bunuh aku."


Ratih terkejut. Ini pertama kalinya Ratih mengalami hal semacam ini. Tapi itu tidak mempengaruhi keputusannya. Dia harus melumpuhkan goblin Ini dulu sebelum berbicara.


Ratih mengitari goblin itu, Ratih juga memerintahkan Farah, ibexnya untuk bersiap menyerang jika goblin itu berbuat mencurigakan.


Lalu goblin itu kembali mengejutkan Ratih. Goblin itu lalu berlutut dengan posisi tangannya di atas. Dia juga membuang tas ranselnya ke samping. Di tubuhnya sekarang tidak ada apapun lagi selain baju dan celananya.


Ratih kemudian memeriksa informasi goblin itu.


[Goblin Scout, level 3]


Ratih lalu mendekatinya dengan hati-hati. Setelah berjarak sekitar 5 meter, Ratih begerak cepat lalu menekan ujung pisaunya ke punggung goblin itu. Dan melemparkan tali ke depan goblin itu.


"Ikat tanganmu jika kau benar-benar menyerah?"


Goblin itu lalu dengan pelan mengambil tali itu, membuat simpul jerat, memasukkan kedua tangannya dan menggigit tali itu agar simpul itu menutup.


Setelah melihatnya sudah mengikat tangannya, Ratih meraih ujung tali itu lalu mengikat lebih kencang. Ratih lalu menyumpal mulutnya dengan kain. Goblin itu memandang Ratih dengan tatapan protes, seakan-akan bertanya,"apakah ini diperlukan?"


Ratih tidak menghiraukan tatapan goblin itu. Setelah itu Ratih berkata, "Ares ada hal aneh. Goblin itu tiba-tiba mengatakan ingin menyerah. Jadi aku ikat dia. Kau bisa ke sini?"


Setelah beberapa detik, terdengar suara Ali, "Apa maksudmu menyerah?"


Ratih lalu menceritakan bagaimana goblin itu menyerah.


"Jadi goblin itu tahu kalau ada seorang yang ingin membereskannya, tapi karena tidak bisa menentukan lokasi lawan, goblin itu menyerah. Dia adalah goblin yang pengecut atau pintar."


Mendengar Ali masih sempat menganalisa keadaan, Ratih menjadi tidak sabar. "Kau bisa menganalisa semaumu nanti, sekarang cepat kesini!"


"Huh... Sorry. Ok, kami segera ke sana."


.......


2 menit kemudian, Ali dan 383 anggota party-nya sampai ke posisi Ratih.


"Wow, Sepertinya kau mendapatkan buruan yang hidup kali ini, Apakah kau berpikir membuat peternakan goblin?." Dino mencoba untuk bercanda. Tapi Ratih tidak menganggapnya lucu, dan sepertinya semua sependapat dengan Ratih.


"Rex, diamlah.. bisakah kau.. haaahh.. lupakanlah." Dika bahkan tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


Melihat suasana menjadi canggung, Ali berkata," Bagus Ratih, kita tidak akan berada di belakang pasukan goblin, tanpa kerja kerasmu. Ok.. mari kita periksa tawanan kita."


Ratih hanya tersenyum.


Ali lalu turun dari ibexnya, berjongkok di depan goblin yang terikat, dan membuka sumpal mulutnya.


"Baiklah tuan goblin, Aku ingin bertanya sesuatu.." belum sempat Ali menyelesaikan kalimatnya, Sakuya menyela.


"Ares.. boss goblin mulai bergerak, formasi di sayap kiri pasukan infantri tertekan hebat. Mungkin hanya akan bertahan beberapa menit."


Mendengarnya, Ali menyumpal kembali mulut goblin itu. "Maaf tuan goblin, mungkin ini tidak akan nyaman. Tapi paling tidak kau tidak akan mati. Kita lanjutkan pembicaraan kita nanti. Semua bersiap untuk bertempur!" Ali lalu membungkus goblin itu dengan selimut wool dan menempatkannya di belakang pelananya.


Goblin itu hanya dapat menarik nafas lega. Dia pikir pemimpin manusia ini akan membunuhnya. Paling tidak dia tidak akan mati selama manusia ini tidak mati.


Ali lalu berkata di party channel. "Semua menempati posisi. Yang memiliki ibex di depan, Ratih dan Fiona di belakangku, klan Chrome Blade berbaris lima lima. Seperti rencana semula, saat akan membentur para goblin, Susun air wall di depan para ibex. Kemudian bergantian dengan anggota di belakangnya.


Pastikan kita buat formasi renggang. Jangan terlalu dekat sehingga mengganggu pergerakan yang lain.


Tara, kau pimpin para healer, jangan sampai terjadi heal yang tertumpuk, kecuali keadaan memaksa.


Farid, jaga ekor formasi, jangan sampai ada yang tertinggal dan terkepung goblin.


Jika semua sudah siap, mari kita berangkat."


"Hoo..." Semua anggota party menjawab di party channel.


.......


Sementara itu, dari celah yang diciptakan Ratih, seorang prajurit goblin secara diam-diam menelusup keluar dari medan perang.


Setelah berjalan 5 km, goblin itu berhenti di bawah pepohonan yang rimbun. Dia lalu mengucapkan sejenis mantra. Kemudian kalung yang dipakainya bersinar hingga menutupi seluruh tubuhnya. Kemudian wujud goblin itu berubah menjadi seorang anak perempuan berumur sekitar 12 tahun berambut pirang.


"Kakek.. aku sudah berada di dunia tuanmu. Aku akan mencari keturunan klannya. Aku harap mereka menerimaku."


Dia lalu pergi ke arah barat.


.......


Sementara itu, sayap kiri pasukan infanteri diserang habis-habisan oleh pasukan goblin. Merton memimpin 150 goblin shaman menyerang pasukan yang terdiri dari para pemain dengan skill seperti ice ball, beberapa goblin shaman memiliki winter aura yang membuat pemain yang rata-rata level 1 terkena slow. Dengan kombinasi serangan goblin shaman, goblin slinger dan prajurit goblin biasa, para pemain kocar-kacir.


Para prajurit elite yang dikirim Nero berjuang untuk mengumpulkan para pemain yang tercecer, kemudian melakukan perlawanan. Tapi itu tidak mudah. Dengan pecahnya formasi pertahanan oleh serangan para goblin, sayap kiri pasukan infantri bisa dikatakan hancur.


.......


"Bedebah, tidak berguna! Bagaimana mungkin dalam waktu 1 jam sayap kiri sudah tertembus. Dasar petualang tidak berguna. Panggil kavaleri. Di mana mereka? Di saat seperti ini, mestinya mereka sudah keluar."


Mendengar kemarahan komandan pasukan, para prajurit hanya terdiam. Mereka sadar, Nero tidak dapat mendengarkan penjelasan sama sekali saat ini. Tapi harus ada yang mengambil buah simalakama ini. Jika tidak, seluruh pasukan dapat hancur.


Lalu seorang perwira muda memberanikan diri untuk berkata.


"Komandan, kita perlu menstabilkan keadaan di sayap kiri. Jika tidak, seluruh pasukan dalam bahaya."


Nero yang sedang marah lalu memandang prajurit yang berbicara itu. Wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang kesal.


"Namamu Leo kan. Pimpin 4000 pasukan untuk menstabilkan keadaan di sayap kiri. Jika kau gagal, maka kau tidak usah kembali."


Nero kemudian melihat setiap ajudannya yang lain dengan tatapan tajam.


"Kau tahu arti kekalahan di peperangan ini adalah desa Winter gate akan hancur. Saat itu walaupun benteng Rockhelm berhasil menghancurkan pasukan goblin Ini, wajah seluruh pasukan di benteng Rockhelm akan tercoreng. Para perwakilan klan di kota Lighttower akan menyalahkan kita semua. Apakah kita rela hal itu terjadi?"


"TIDAK.." semua perwira pasukan infantri berteriak.


"Maka, mari berjuang sekuat tenaga. Hidup terhormat atau mati sebagai pahlawan, hanya itu pilihan kita saat ini. Tidak ada kata mundur untuk pasukan ini. Kalian mengerti?"


"SIAP KOMANDAN..." Suara para perwira dan prajurit menggetarkan langit.


.......


"Komandan, pasukan sayap kiri infantri sudah hancur. Kita harus segera menyerang." Seorang perwira pasukan kavaleri berkata dengan ekspresi serius.


"Nero memang tidak berguna. Bagaimana mungkin dia dikalahkan oleh goblin.. haaaahh... Ini melelahkan. Tapi kita tidak punya pilihan lain. Reputasi benteng Rockhelm dipertaruhkan. Walaupun aku tidak terlalu suka dengan tangan kanan Jenderal Hector itu. Aku harus membereskan kekacauan yang ditimbulkannya. Jika alumnus akademi Rockhelm seperti Goro atau Salin yang memimpin infantri, pasti hal ini tidak akan terjadi."

__ADS_1


Para perwira dan prajurit kavaleri tidak ada yang berbicara. Mereka tahu, tidak bijak untuk menonjolkan diri saat ini.


"Ayo kita hancurkan para serangga hijau itu.. Aku ingin melihat, seberapa kuat komandan pasukan musuh."


__ADS_2