
Ali membalik badannya, dan terkejut, rubah itu sudah selesai berubah. Dihadapannya, seorang wanita cantik Asia timur berumur kira-kira 25 tahun, dengan rambut hitam panjang terurai sepinggang. Telinga rubahnya dan 3 ekor merahnya membuatnya terlihat eksotis. Dia memakai kimono putih dan hakama merah khas pakaian seorang Miko. Kakinya memakai sandal dari jerami.
Mata teduhnya dan dadanya yang naik turun membuat Ali seakan terkena sihir. Matanya tertuju pada area dada wanita itu. Lalu tiba-tiba bisikan halus yang terasa begitu dekat menyadarkannya,”Apakah Ali sudah puas melihat?”
Bulu kuduk Ali berdiri dan leher Ali terasa kaku. Ali punya firasat, kata-katanya selanjutnya akan menentukan nasibnya. Ekspresi terkesima Ali lalu berubah menjadi tatapan netral yang hanya menyiratkan keingintahuan. “Ratih, menurutku ini adalah easter egg yang disiapkan Pasific Dream (developer Legacy) di game ini. Kalau kita membunuhnya, kita tidak akan tahu ada kitsune di benua Sol.”
Ratih kemudian menjawab,”Kali ini Rara maafin Ali, tapi kamu gak boleh lagi seperti tadi.” Suara lembut Ratih memberikan pukulan telak pada Ali. Sosok wanita rubah itu benar-benar hilang dari benak Ali.
“Iya, maafin Aku Ra..”Ali berkata.
Ratih lalu meninggalkan Ali dan pergi ke samping Fiona. Melihat Ratih datang, Fiona mengangkat jempolnya secara sembunyi-sembunyi, tapi tetap terlihat oleh Ratih, sambil berbisik,”Good job.. Aku belajar banyak.”
Ujung bibir Ratih lalu tertarik ke atas, dengan senyum bangga Ratih berkata,”Aku tidak tahu laki-laki lain, aku hanya mengerti Ali. Jadi cara ini hanya untuk Ali.”
“Kenapa kalian tidak pacaran saja? Jelas kalian sama-sama suka.”Fiona berbisik.
Ratih tersenyum, lalu dia menjawab,”Aku sudah terbiasa. Mungkin inilah yang paling cocok untuk kami. Lagipula aku mengenal Ali hampir seumur hidupku.”
“Pasangan yang aneh.” Fiona berkata.
“Yup.” Jawab singkat Ratih dengan bangga.
.......
Sementara Dika dan Dino masih terpaku. Ali mendekati Ron yang sedang melihat Rubah itu dengan keingintahuannya.
Melihat Ali datang, Ron tersenyum, dia berkata, “Sungguh membuat iri, ada yang memberi perhatian khusus setiap saat..”
Wajah Ali memerah, Ali mencoba mengalihkan pembicaraan, berkata, “apa yang kau pikirkan?”
Ron tidak lagi tersenyum, dengan tatapan serius dia berkata,”Aku heran, dari mana datangnya baju itu. Dan ekor itu, bagaimana bisa keluar tanpa merusak hakama yang dipakainya?”
Ali seperti tersedak, terbatuk lalu berkata,”uhuk... uhuk... hanya kau yang akan memikirkan hal semacam itu Ron. Kau memang istimewa.”
Sebelum Ron menjawab, Rubah itu sepertinya sudah sadar. Dalam 1 menit selama berubah, dia seakan dalam kondisi konsentrasi, tidak menyadari kejadian di sekitarnya. Tapi karena itu, Ratih, Fiona, Ali dan Ron bisa berbincang.
Rubah itu lalu menatap Ron dengan tatapan menyalahkan, dia berkata,”Bagaimana, sekarang kau tahu kesalahanmu?”
Ron lalu menggelengkan kepalanya, sambil berkata,”Iya.. Iya.. maafkan aku. Ucapanku tadi salah.”
Rubah itu tersenyum, kedua tangannya dilipat di bawah dadanya, semakin membusungkan bagian dadanya. Dia berkata,”jadi sekarang kau tahu kesalahanmu, aku memaafkanmu, aku akan pergi. Nona, kau tidak keberatan kan aku melepaskan tali ini? Ini menyakiti kakiku.”
Ron tersenyum dan berkata,”sepertinya kau lupa posisimu di sini. Apakah aku perlu mengingatkanmu?”
Wajah cantik rubah itu lalu berubah, seakan ketidakadilan terjadi padanya. Dia berkata,”Kau sudah mengakui kesalahanmu, apa lagi? Lihat apa yang kalian perbuat pada wanita lemah ini?”
Ron sepertinya merasa kesal, dia berkata,”Rupanya kau sedang mengulur waktu untuk memulihkan HP-mu. Sekarang ada dua pilihan, menjadi teman kami atau menjadi loot crystal? Kamu pilih mana?”
Ekspresi rubah itu kemudian berubah, menjadi merah karena marah, lalu ketidakberdayaan. Rubah itu lalu berkata,”Ok, hanya satu malam. Aku akan melayanimu, tolong perlakuan aku dengan lembut. Aku masih perawan.”
Ali sempat blank sebentar, sebelum sadar dan memandang Ratih yang tersenyum padanya. Dia hanya bisa menghela nafas panjang-panjang.
Kondisi Dika dan Dino lebih parah. Seakan terkena serangan kritikal, hidung mereka sampai mimisan.
Ron cuma dapat berkata dalam hati,'Gih... Tidak bisakah kalian menahan diri? Horni di depan teman-temanmu membuat image kalian jatuh ke titik nadir' Ron hanya dapat menggelengkan kepalanya.
Ron mulai marah, lalu menjelaskan,” Bukankah kau sendirian di hutan ini? Lebih baik menjadi bagian dari kami. Ini deal yang bagus kan? Lagipula kau akan mendapatkan kekuatan baru jika kau mau jadi follower kami.” Ron lalu menjelaskan tentang clan follower pada rubah itu.
Mendengar perkataan Ron, Rubah itu tertarik, tapi dia tetap tidak rela menyerahkan nasibnya ke orang-orang ini, terutama 2 laki-laki menjijikkan itu (Dino dan Dika).
Melihat rubah itu masih berpikir, Ron menekan suaranya,”Lagipula kau tidak punya pilihan.”
Rubah itu lalu menghela nafas panjang, “Baiklah, salah siapa menjadi wanita yang lemah. Aku Sakuya bersedia jadi follower clan Mythcaller. Aku akan melakukan kewajibanku kepada clan, sebagai ganti rasa hormat dari anggota clan Mythcaller.”
Ron hanya tersenyum mendengarnya, Dia berkata, “Aku Ron Mythcaller, menerimamu menjadi anggota clan. Mulai hari ini tidak akan ada yang akan merendahkan kedudukanmu selama clan Mythcaller berdiri.”
Mendengar ucapan serius Ron, Sakuya merasa tersentuh. Tapi hanya sekilas. Dia berkata dalam hati,' Hmm.. bukankah kau yang tadi merendahkanku.'
Lalu Sakuya merasa kekuatan baru memasuki tubuhnya, dia merasa terkejut.
Ron yang merasa ritual pengangkatan follower sukses, melihat informasi Sakuya. Anggota clan dapat memeriksa atribut follower, tapi tidak sebaliknya.
Sakuya
Level 3 exp: 95,81%
Spesies: Fire Fox
Traits:
__ADS_1
• Elite (Fire fox): Hp +(100*jumlah level)
• Queen of fire: Resistensi terhadap elemen api bertambah 70% dan efek skill yang menggunakan elemen api bertambah 70%.
Hp: 630 (+300)
Mp: 90
Kekuatan: 15
Fisik: 30
Kecepatan: 45
Spirit: 90 (+30)
Prioritas: 3
Restorasi Hp: 0,3 per detik
Restorasi MP: 0,9 per detik
Skill:
• Transformasi: dapat berubah menjadi 2 bentuk. Konsumsi mana: 10, waktu transformasi: 60 detik
1. Rubah: kecepatan bertambah 50%
2. Humanoid: spirit bertambah 50%
• Fox fire (level 3): melemparkan 3 bola api dengan demage setara dengan 50% spirit per bola api. Konsumsi mana: 2, cooldown: 2 detik.
• Teleport (level 2): berpindah tempat secara instan tanpa menghiraukan tinggi dan halangan dengan jarak 20 meter. Konsumsi mana: 5, cooldown: 20 detik.
Clan skill: Summoning Art
• Summon
• Unsummon
• Telepati
Melihat atribut Sakuya, Ron berkata dalam hati, ‘Pakaian itu ternyata Cuma cosmetik. Sama sekali tidak ada atribut. Sepertinya benar kata Ali, rubah ini adalah easter egg. Btw, Sakuya sepertinya perlu equipment agar atributnya optimal. Aku harus bicara dengan Delia nanti.’
Melihat Sakuya sepertinya memikirkan sesuatu, Ron lalu menggunakan heal untuk memulihkan HP Sakuya, sambil berkata, “tunjukkan makhluk summonmu, Aku ingin melihatnya, untuk menyesuaikan taktik.”
Menyadari Ron memilihkan HP-nya, wajah Sakuya memerah,”dasar laki-laki licik, apakah kau harap aku akan melupakan perlakuanmu padaku dengan berbuat baik padaku sekarang?’
Sakuya memejamkan matanya lalu di depannya muncul seekor burung gagak. Sekilas tidak ada yang aneh dari gagak ini. Ukurannya hanya sekitar 50-60 cm, seperti gagak lainnya.
Lalu Ron memeriksa atributnya,
Kuro
Level 4 exp: 5,74%
Spesies: Shadow Crow
Traits:
• Scout: Kemungkinan tidak terdeteksi meningkat 50% saat berada lebih dari 20 meter dari makhluk lain.
• Night child: atribut bertambah 25% saat malam hari atau saat dalam lingkungan yang gelap.
• Summon: Saat Hp < 10%, akan dikembalikan ke dunianya.
Hp: 412
Mp: 80
Kekuatan: 8
Fisik: 12
Kecepatan: 60
Spirit: 40
Prioritas: 4
__ADS_1
Restorasi Hp: 0,12 per detik
Restorasi MP: 0,4 per detik
Skill:
• Stealth (level 10): tubuh menjadi transparan, kecepatan gerak 140% kecepatan. Konsumsi mana: 1 per 5 detik, cooldown: 10 detik.
• Shadow Arrow (level 5): melontarkan panah bayangan kepada 1 target. Menimbulkan demage elemen bayangan setara dengan 160% nilai Spirit. Berpotensi menimbulkan status abnormal blind. Konsumsi mana: 1, cool down: 1 detik.
• Shadow clone (level 4): dapat membuat clone dari bayangan. Setiap clone memiliki HP: 40 dan tidak dapat melakukan penyerangan. Dapat memanggil 4 clone. Konsumsi mana: 5 per clone.
• flying high (pasif): saat terbang di ketinggian lebih dari 100 meter, dapat terbang 5 kali lebih cepat.
Ron terkejut dengan summon Sakuya. Dengan shadow crow, keefektifan pemantauan tim 2 akan meningkat beberapa tingkat. Ron tidak melihat perlunya Ratih dan Fiona menjadi scout.
“Makhluk summonmu sangat berguna bagi tim, kau beruntung.” Ron memuji.
“Hmm, tentu saja.”Sakuya entah kenapa merasa senang dengan mendengarkan pujian Ron.
Ron melanjutkan,”Karena kita sekarang satu tim, aku akan memperkenalkan anggota tim 2 Frozen Anvil. Walaupun kau bisa melihatnya informasi mereka. Wanita yang membawa panah itu Fiona."
Fiona tersenyum dan berkata, ”Selamat bergabung Sakuya, aku harap kita bisa jadi teman.”
Sakuya menjawab datar,”Halo Fiona”
Ron tidak peduli dengan sikap Sakuya. menurutnya, semua butuh proses. Mereka baru saja menjadi musuh. Tidak mungkin dalam beberapa menit bisa berteman.
Lalu Ron memperkenalkan Ratih, saat diperkenalkan Ratih, terlihat Sakuya agak takut. Ratih hanya tersenyum.
Saat perkenalkan Ali, Sakuya juga terlihat lebih takut. Hal ini wajar, Serangan Ali dan ibexnya yang paling berperan dalam mengalahkan Sakuya.
Lalu saat diperkenalkan kepada Dino dan Dika, walaupun Sakuya menjawab seperti yang lain, wajahnya memperlihatkan rasa jijiknya. Melihatnya, Dino dan Dika hanya dapat menangis dalam hati.
Ron menikmati setiap perubahan ekspresi Sakuya.'Banyak cerita bahwa rubah adalah binatang yang licik. Tapi Sakuya sepertinya terlalu lugu. Sebenarnya ada kemungkinan lain. Sakuya menganggap tim 2 bukan lagi musuhnya, karena itu dia tidak berakting. Itu juga bagus'
“apakah kau bisa menceritakan kondisi hutan uppines? Kau sudah lama tinggal di sini kan.” Ron kemudian berkata.
Sakuya melihat HP-nya naik dengan cepat dengan bantuan Ron, hatinya melunak, tidak lagi terlalu membenci Ron. Dia berkata,”Di bagian pinggir hutan, sulit dijumpai monster yang kuat. Yang terkuat di sekitar sini adalah aku.
Selanjutnya ke Selatan, sekitar 10 km dari sini akan memasuki wilayah windwolf, mereka lemah, hanya level 2, tetapi jumlahnya sangat banyak. Mereka tersebar di wilayah sekitar 5000 km². Ada ribuan windwolf saat ini tersebar di belahan selatan hutan uppines.
Sekitar 100 km sebelah barat dari sini, adalah wilayah Cooper bear. Mereka biasanya mencari ikan di rawa dan sungai di sana, jumlah mereka sekitar ratusan, selain 2 jenis monster itu, ada beberapa monster level 3 dan 4, tapi seperti aku, mereka mengembara sesuka mereka.”
“Oke, selanjutnya, kita ke Selatan, kita buru beberapa puluh windwolf, lalu kita kembali. Sakuya, suruh Kuro membuat 4 shadow clone. Suruh mereka menyisir wilayah 5 km ke Selatan. Petakan lokasi para monster dan jumlah mereka. Kita buru yang terdekat.
Tim 2, akan menggunakan formasi seperti tadi, hanya saja Ratih dan Fiona tidak usah lagi menjadi scout.”
Selanjutnya para anggota tim 2 menaiki tunggangan mereka masing-masing. Hanya Sakuya yang tidak memiliki tunggangan.
“Sakuya, kau ikut denganku, punggung Samson cukup lebar untuk beberapa orang duduk.” Ron berkata.
“Aku bisa berlari dengan wujud rubah. Itu akan lebih cepat.” Sakuya masih enggan terlalu akrab dengan tim 2.
Ron tidak memaksanya. “Ok, jika itu yang kau inginkan.”
Setelah Sakuya kembali ke wujud rubah, mereka melanjutkan perjalanan. Sakuya melakukan tugasnya dengan baik. Dengan shadow crow, kondisi 5 km ke selatan terupdate per menit.
30 menit kemudian mereka memasuki wilayah windwolf. Menurut Sakuya, kelompok terdekat windwolf berada 2 km dari sana ke barat daya. Jumlah kelompok windwolf itu hanya 10 ekor.
Dengan informasi dari kuro, shadow crow milik Sakuya, Ron menyusun taktik. Dalam taktiknya, Dika, Ali, Ron dan Dino akan menyerang dengan ibex mereka dari Utara, sedangkan Ratih, Fiona dan Sakuya akan membombardir kelompok windwolf itu dari Selatan setelah Dash para ibex berakhir.
Sakuya mengatakan posisi kelompok windwolf itu berada 200 meter dari mereka. Para serigala itu sedang beristirahat di sebelah telaga kecil. Sepertinya mereka menghindari cahaya matahari yang panas dengan tiduran di bawah bayangan pohon-pohon. Beberapa serigala bahkan terlihat tertidur.
Setelah mendengar informasi dari Sakuya, tim 2 berpencar menjadi 2 kelompok dan menempati posisi masing-masing.
Setelah semua sudah di posisi, Ron memberi sinyal, “Go..”
Lalu keempat ibex berlari dengan kecepatan tinggi.
Para windwolf yang tidur, terbangun oleh getaran tanah, yang menandakan beberapa hewan berlari menuju mereka dengan cepat.
Pemimpin kelompok windwolf itu adalah serigala berbulu abu-abu bertubuh lebih besar dari serigala lainnya. Setelah memastikan ada yang mendekat dengan cepat, dia melolong memerintahkan serigala lain untuk berkumpul dan bersiap.
Para serigala lain lalu berkumpul, mereka menunggu musuh untuk datang. Setelah menunggu sebentar, mereka melihat siapa yang akan menyerang mereka. Ternyata 4 manusia yang menunggangi kambing yang besar.
Tidak ingin kehilangan momentum, pemimpin windwolf memerintahkan mereka untuk berlari menyambut musuh mereka.
Melihat para serigala berlari menyambut mereka, Ron berkata,”Ho, tidak buruk. Mereka cukup pemberani. Ali, kau menyerang lebih dulu.”
__ADS_1
“Ok” Ali berkata, lalu mulai melontarkan ice arrow ke pemimpin windwolf itu.
Saat itu jarak diantara mereka 30 meter, jarak itu tidak terlalu jauh bagi serangan ice arrow. Ice arrow itu mengenai tepat di wajah pemimpin windwolf itu.