
'Tapi formasi ini perlu ditest, aku belum mengetahui bagaimana formasi ini bekerja.' Ali bergumam.
Lalu ada peringatan sistem
[Fullness: 51%, Tolong makan sesuatu. Jika fullness kurang dari 50% maka akan dikenakan status abnormal hungry]
Ali kemudian melihat jam pada sistem, ternyata sekarang sudah jam 9 malam. Ali ingin makan roti, tapi diurungkannya. Saat ini dia menginginkan makanan yang enak.
'Mencapai level 10 profesi memang patut untuk dirayakan. Aku harus makan apa ya?' Ali bergumam sambil bersiap keluar kamar, lalu teringat bahwa formasi alarm yang diaktifkannya masih di meja.
Ali dengan pikirannya, lalu memindahkan formasi itu ke atas tempat tidurnya, melayang di langit-langit.
Setelah selesai melakukannya, Ali bersiap keluar kamar. Tapi kemudian kamar terbuka dan Dino masuk.
Ding
[Objek tidak dikenal telah memasuki formasi]
'Oh, jadi begitu cara kerjanya. Aku sepertinya perlu memprogram ulang formasi ini. Susah kalau setiap ada makhluk hidup akan berbunyi.' Gumam Ali.
"Kamu gak makan Al? Ada makanan tuh di lantai dua. Masakan chef baru kita memang jago. Makanan yang dibuatnya enak. Aku harus belajar padanya nanti. Tapi sekarang aku mau tidur dulu. Sudah ngantuk." Dino berkata. Dia lalu menaiki ranjangnya untuk tidur.
"Jam berapa Din? Kok sudah mau tidur?" Ali bertanya.
"Tidak sepertimu, aku dan Dika bekerja keras dibawah dari pagi. Karena tim 3 sibuk di workshopnya masing-masing, hanya kami berdua yang mengatur toko. Sakuya, Ratih dan Fiona main sampai sore. Bukankah ini tidak adil?" Dino merajuk.
"Hahaha, deritamu.. mengenai cewek-cewek, laki-laki macam apa kau mengharapkan mereka angkat-angkat meja dan lemari di toko? Lalu aku bukannya tidak berlatih tanpa hasil. Kau lihat itu?" Ali menunjuk ujung ruangan.
Dino sempat marah dan malu atas perkataan Ali, lalu saat disuruh melihat di sudut ruangan, dia melihat batu kecil melayang di udara, bukan cuma 1 tapi 4 di setiap sudut. Lalu dia juga melihat di bawah atap, dua buah batu melayang. Satu batu mengitari batu lainnya seperti planet yang dikitari satelit.
"Kau pasti bercanda, berapa levelmu sekarang?" Dino menatap Ali dengan serius.
"Level 10. Mempelajari formasi sangat sulit. Membuat 1 formasi saja bisa setengah hari." Ali menghela nafas panjang, dengan ekspresi kelelahan.
"..." Dino hanya memandang Ali dengan kepahitan. 'Memang orang yang berbakat tidak dapat mengerti perasaan orang biasa.' Dino lalu berkata,
"Kau makanlah dulu. Mungkin chef-nya sudah pulang. Tapi kau dapat melihat jika ada makanan di meja makan. Aku mau tidur" Dino berkata dengan suara lemah.
"Ok," Ali menjawab.
Ali lalu keluar kamar. Tidak ada orang di ruang rapat. Mungkin mereka sudah tidur atau masih bekerja di bawah.
Ali lalu turun ke lantai dua. Ruangan di lantai dua sudah dimodifikasi. Selain dapur dan meja makan yang tetap ditempatnya. Lantai dua sudah disekat-sekat dengan lemari-lemari. Terlihat ada 2 ruang baru yang merupakan hasil sekatan.
Lantai bawah tanah tidak cukup menampung 7 workshop. Rencana kemarin malam, di lantai atas ruang bawah tanah akan dipakai Geo dan Ivan sebagai workshop blacksmith.
Di sampingnya, Workshop Juni yang mengolah kulit menjadi armor. Karena dibutuhkan air untuk mencuci kulit dan oven untuk pengeringan maka dia juga di lantai ini.
Selain Juni, Ema sebagai jeweler juga di lantai ini. Karena Ema juga membutuhkan air dan api di perapian untuk membuat perhiasan.
Coki sebagai Alchemist, membutuhkan tempat yang dekat dengan gudang, karena itu workshopnya di lantai paling bawah.
Sedangkan di lantai dua adalah workshop milik Lia sebagai penjahit kain dan workshop milik Delia sebagai enchanter.
Ali lalu pergi ke arah dapur. Tidak ada orang di sana. Ali lalu mencari di lemari makan. Ternyata masih ada sepiring pai dan beberapa daging yang dimasak seperti steak, ada pula mashed potato yang masih berada di panci diatas tungku.
Ali lalu mengambil beberapa sendok mashed potato, steak dan pai.
Ali membawanya ke meja makan lalu memakannya. Steak ini dimasak welldone sesuai selera Ali. Banyak yang mengatakan kematangan medium, lebih juicy dan enak. Tapi sebagai orang Indonesia, ada perasaan tidak nyaman memakan steak dengan kematangan medium ataupun medium well.
__ADS_1
Sedangkan mashed potatonya sebenarnya enak, tapi Ali akan lebih menikmatinya jika lebih banyak lada yang ditambahkan.
Untuk painya, rasanya manis dan asam. Kesegaran buahnya masih ada. Ali tidak tahu buah yang dipakai. Tapi Ali menikmati Pai ini.
Setelah kenyang, Ali mengembalikan piring-piring dan gelas kotor ke dapur. Setelah mencucinya, Ali kembali ke kamarnya di lantai 3.
Ali sangat lelah hari ini, memang aktivitas fisiknya tidak seberapa. Tapi setiap proses pembuatan formasi memerlukan mana dan konsentrasi, sehingga begitu menguras mental Ali. Ali lalu naik ke ranjangnya di atas dan tidur.
.......
Pagi hari di kota New Front tidak terlalu berbeda dengan di benteng Rockhelm, hanya saja lebih ramai dan berwarna.
Para pedagang berteriak sahut-sahutan untuk menarik pelanggan, hal yang tidak dijumpai di benteng Rockhelm. Persaingan bisnis di kota ini sepertinya lebih sengit daripada di Rockhelm.
Hotel tempat Ron menginap adalah hotel yang tidak terlalu besar tapi cukup mewah. Kemarin malam, karena datang ke kota terlalu malam, mereka harus menghabiskan waktu 1 jam untuk mencari hotel.
Awalnya Ron mengira, karena kota New Front sangat besar, masalah akomodasi bukankah masalah. Tapi kenyataannya, hampir semua hotel yang murah telah terisi.
Melihat kondisi ini hati Ron menjadi waspada, kuota pemain di kota ini sepertinya tinggal sedikit atau mungkin sudah habis.
'Apa penyebabnya?' Ron bergumam.
Tapi tidak butuh waktu lama untuk Ron mengetahui alasannya.
Setelah keluar kamar, Ron dan lainnya turun ke Restoran di bawah hotel untuk sarapan. Setelah memesan makanan, mereka menunggu sambil berbincang-bincang. Tapi suasana di restoran terasa aneh.
Banyak pemain memandangi mereka. Sambil berbisik-bisik mereka seakan membicarakan hal yang menarik tentang mereka.
Adam merasa tidak nyaman lalu bertanya dengan suara pelan pada Ron dan lainnya," Kalian merasa ada yang aneh?"
Semua tim 1 termasuk Ron dan Toran mengangguk. Ron berkata di party channel, "Sepertinya mereka mengetahui tentang kita. Tapi kita baru saja datang malam tadi. Jika ini karena peran Shasha, bukankah ini terlalu overkill. Dari yang kulihat, subscriber Legacy Discovery, channel-nya tidak lebih dari 100.000. Kalaupun semua memilih masuk ke Legacy dan memilih memulai di daerah sekitar benteng Rockhelm, mustahil sedemikian terpusat. Pasti terjadi sesuatu di luar sana yang tidak kita ketahui."
Ron lalu membuka Ourtube dan menuju channel Shasha. Lalu perhatikan Ali tertuju pada video yang baru di upload beberapa jam yang lalu. Video itu adalah rekaman acara televisi dimana Shasha dan Deus diundang ke acara berita.
'Haha.. haha.. HAHAHAHA HAHA.... Apakah ini akan menjadi anugerah atau bencana?' Punggung Ron telah di basahi keringat dingin. Tapi ekspresi wajahnya menunjukkan dia sangat bersemangat.
"Lihat Channel Ourtube Shasha007 atau Legacy Discovery. Ada hal yang akan membuatmu excited." Ucap Ron di party channel.
Ron lalu melihat 2 video tentang interview Shasha dengan Delia dan video tentang parade yang dilakukan Frozen Anvil. Kedua video itu ditonton sebanyak 35.670.152 kali dan 29.054.041 kali.
Di kolom komentar di video interview Shasha dengan Delia, begitu banyak komentar sekitar 49 ribu.
Ron membaca dari yang terbaru.
"Tetap semangat Shasha, terus update aktivitas Frozen Anvil."
"Aku akan menghapus akunku yang baru aku buat tadi pagi dan pindah ke Utara."
"Ayo kita berkumpul di Utara, dominasi belahan Utara server 7. #gofrozenanvil #ayokerockhelm #merahputihkanutaraserver7"
"Rockhelm, Upbark, Wintergate, Ironbuck, Thundervile, Thornsvile, Mistypond, Pinewood, Redberry, Copperboots, Sweet River, Ironvault, Silverpool dan Stonevile sudah penuh. Kuota pemain di semua desa dan dusun sekitar Rockhelm sudah penuh.
Tinggal kota New Front sebelah 100 km sebelah Selatan dari Rockhelm, pelabuhan Stormyport 130 km sebelah barat dari Rockhelm dan Kota Mithrilium 110 km di sebelah timur Rockhelm yang belum penuh. Guys apakah kita tidak berlebihan?"
Melihat komentar-komentar itu, Ron sadar jika Frozen Anvil telah menjadi trigger migrasi pemain Indonesia di server 7 ke Utara. Apakah itu bagus? Tentu.
Ini bagus karena dengan semakin banyaknya pemain Indonesia yang bermain di Utara, pasar Frozen Anvil akan sangat luas. Sekarang tinggal Frozen Anvil bisa memakannya sendiri atau tidak. Ron lalu memberitahukannya kepada Adam dan lainnya. Setelah mendengar, mereka terlihat exited.
"Inikah rasanya jadi selebriti?" Komang bertanya.
__ADS_1
"Bersikaplah biasa, jangan terlalu lebay." Wulan berkata.
Yang lainnya tertawa..
Makanan mereka segera datang. Maka mereka memakannya dengan berbincang-bincang.
Lalu Adam bertanya, "Toran, di mana letak auction di kota ini?"
"Karena letak kita di Utara kota, kita harus berjalan agak jauh, sekitar 15 km ke Selatan. Auction berada di pusat kota." Jawab Toran.
"Ok, ayo segera selesaikan makanannya dan segera berangkat." Adam berkata.
.......
Setelah selesai makan, Ron dan lainnya segera ke stall hotel dan memanggil summon mereka masing-masing. Mereka lalu berjalan dengan kecepatan sedang ke pusat kota.
"Menurut luasnya, aku perkirakan sekitar 5 juta pemain bisa ditampung di kota ini." Ron berkata.
"Kau benar." kata Adam.
Mereka sudah tidak terlalu memperhatikan tatapan para pemain. Mereka hanya tersenyum dan melambaikan tangan jika ada pemain yang menyapa mereka.
Sekitar 45 menit kemudian, mereka sampai di pusat kota. Bagaimana mereka tahu? Karena pusat kota New Front dikelilingi tembok setinggi 20 meter. Menara api yang mereka lihat tadi malam juga berada di sini.
Memasuki pintu gerbang, Ron melihat perbedaan arsitektur bangunan di pusat kota. Bangunan di sini terlihat lebih kuno. Ali menduga bangunan-bangunan ini berdiri sejak para pengungsi dari tengah benua datang ke tanah ini.
Ron menanyakan hal itu pada Toran. Tapi Toran tidak membenarkannya.
"Kota New Front dari dulu dihuni oleh sebuah klan. Klan itu memang tinggal di bagian tenggara Aliansi Sol. Saat itu nama kota ini adalah benteng Front. Bukan Benteng Front yang menghadap tengah benua, tapi benteng Front yang menghadap ke hutan Hinderfog.
Saat pengungsi dari Aliansi Sol tiba, klan itu ikut pergi ke Tenggara bersama pengungsi lainnya karena serangan ratusan ribu monster. Mereka mundur hingga melewati hutan Hinderfog.
Bisa dibilang kesuksesan para pengungsi melewati hutan Hinderfog fog adalah berkat jasa klan ini. Mereka sudah ratusan tahun tinggal di sini sehingga tahu benar lingkungan di hutan Hinderfog. Sehingga para pengungsi dapat melewati hutan Hinderfog dengan korban yang minimal.
Sedangkan para monster, sebagian besar dari mereka tersesat di hutan Hinderfog sehingga dari ratusan ribu monster tinggal ribuan monster yang keluar dari hutan Hinderfog yang kemudian dihancurkan oleh pasukan pengungsi di lembah Silverdew . Setelah itu hutan Hinderfog disebut kuburan Ogre, karena pasukan monster saat itu sebagian besar terdiri dari Ogre.
Setelah kekalahan Pasukan Aliansi Sol terkonfirmasi dan barrier itu terbentuk, Klan itu bersama sebagian pengungsi kembali ke benteng Front.
Benteng Front tidak mengalami banyak kerusakan pada saat itu. Maka mereka hanya memperbaiki beberapa bangunan dan tembok pertahanan. Para pengungsi yang ikut kemudian di tempatkan di luar tembok pertahanan, karena tidak muat untuk ditempatkan semua di benteng Front.
Karena benteng itu tidak lagi milik Klan itu sendiri, mereka kemudian menyebutnya desa New Front. Desa New Front kemudian semakin berkembang dikarenakan dibukanya jalan yang membelah hutan Hinderfog menghubungkan Utara dan tengah wilayah Aliansi Tenggara. Akhirnya sekitar 200 tahun yang lalu, desa Newfront menjadi sebuah kota karena penduduknya menembus 300.000 jiwa dan dibangunnya tembok luar kota." Toran menjelaskan seakan mengenang sesuatu.
"Kau belum mengatakan nama klan itu." Ron berkata.
Toran memandang ke arah Ron lalu tersenyum tapi matanya menunjukkan keseriusan, dia berkata, "Nama klan itu Misticaye. 'Klan yang bisa melihat kebenaran' Itulah julukan mereka. Pemburu terkuat di Aliansi Tenggara."
Mendengar hal itu Ron dan yang lain merasakan bulu kuduk mereka berdiri, ribuan mata tidak terlihat seakan memandang mereka. Mungkin karena suasana kota ini atau nama klan mereka, atau keduanya. Setelah itu mereka tidak berbicara lagi hingga sampai ke tujuan.
Bangunan di depan mereka hanya dapat digambarkan dengan kata megah. Bangunan terbuat dari batu yang diukir dengan berbagai ukiran yang menggambarkan peperangan, hanya terdapat 2 lantai tapi dengan 8 pilar dan lantai yang terbuat dari marmer. Pintunya setinggi 5 meter dengan lebar 8 meter. Tinggi bangunan itu sendiri sekitar 15 meter dan bangunan itu cukup luas, dari depan dapat dilihat lebarnya sekitar 20 meter.
Dari tangga menuju ke dalam ruangan dibentangkan karpet merah dengan jahitan benang berwarna emas di tepi karpet.
Saat Ron dan lainnya memasuki lobi, mereka terkesima, mereka seakan masuk di dalam museum. Patung-patung berkualitas tinggi, lukisan-lukisan minyak berbagai ukuran membuat mereka terkesan.
Lalu seorang wanita elf mendatangi mereka,"Selamat datang tuan-tuan di Auction kota New Front, apakah ada yang bisa saya bantu?"
Adam menjawab,"Kami ingin membeli legacy shadow core."
Wanita itu lalu berkata, "Baiklah, tolong ikuti saya."
__ADS_1
Wanita itu mengantarkan Ron dan lainnya ke lantai dua, lalu wanita itu mengantar ke sebuah ruangan. Ruangan itu cukup besar, dan banyak legacy shadow core dipajang di sana. Ron memperkirakan jumlahnya ribuan.
"Ini adalah tempat diperjualbelikan legacy shadow core. Anda dapat mencari legacy shadow core dari level 2 sampai level 5. Level berapa yang tuan-tuan inginkan?" Wanita elf itu bertanya.